NovelToon NovelToon
The Forgotten

The Forgotten

Status: tamat
Genre:Horor / Action / Thriller / TKP / Iblis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:73.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14

*

Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.

Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.

Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.

.

ikuti juga ig aku ya : aca_0325

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Diana menatap ragu sejenak pada dinding kusam kamar empat belas, tangan kanannya memegang tabung reaksi yang waktu itu ia ambil di mansion. Masih ada sekitar enam jam lagi sebelum mereka berkumpul di apartemen Dylan, sebelum pergi kesana Diana harus memeriksa sesuatu dikamar empat belas.

Ia membuka penutup tabung dan menyiramkan isinya ke dinding. Ruangan tersebut bergetar, menimbulkan suara gemuruh keras. Setelah getaran berhenti sebuah pintu rahasia muncul, Diana segera masuk kedalam.

Diana sampai disebuah ruangan bawah tanah, tempat itu masih sama dengan terakhir kali ia datangi. Peti mati margareth juga masih ada disana. Diana mendekati peti tersebu, sejak pertama kali datang kesini kalung yang melingkar di leher margareth sudah menarik perhatian Diana, liontin kalung berwarna biru hampir selaras dengan cairan biru yang memenuhi peti mati. Dengan hati-hati Diana membuka tutup peti, dimasukkan tangannya kedalam peti.

Dingin. Cairan biru tersebut sangat dingin seolah bisa membekukan tulang, ia berusaha membuka kalung tersebut.

"Aku pinjam dulu, tolong jangan hantui aku, " Gumam Diana saat ia berhasil meraih kalung.

Diana meletakkan kalung diatas telapak tangan, ia mendekatkan senter hape sehingga bisa melihat dengan jelas liontin kalung yang indah. Ternyata dibagian belakangnya ada semacam angka acak yang bisa digunakan untuk membuka liontin, tentu saja Diana harus menemukan kombinasi yang sesuai untuk bisa membukanya.

"Apa kombinasinya? " Diana berpikir keras sambil terus memperhatikan angka yang tertulis disana. Pertama ia mencoba dengan tanggal lahir Bagas, anak margareth.

salah.

Diana mencoba memasukkan tanggal pernikahan margareth,

masih salah.

Untuk sejenak Diana duduk dianak tangga terakhir, ia mencoba memikirkan sesuatu yang lain, sebuah tanggal penting yang berhubungan dengan pemilik kalung. Jika isi liontin itu sangat penting, pastilah yang digunakan sebagai sandi juga angka yang penting.

Diana sudah mencoba tanggal lahir walikota, bahkan juga tanggal pernikahan margareth. Tangan Diana mengusap pelan liontin biru, sudut bibirnya terangkat, ia teringat dengan kalung pemberian ibunya yang selalu ia pakai.

tunggu...

Jangan-jangan kalung ini juga diberikan oleh ibu margareth. Seorang ibu yang mungkin ingin melindungi sesuatu yang penting dan berharga. Jika kalung ini memang pemberian ibunya, apa yang akan dia jadikan sebagai sandinya yang bisa langsung diketahui tanpa perlu diberi tahu? Pernikahan? Ah, tidak.

" Tanggal lahir margareth, " Diana bergumam sambil menganggukan kepala, "Ah, benar. Aku belum mencoba tanggal lahir margareth, "

Diana membuka kembali buku catatannya yang berisi informasi penting, sengaja ia catat agar tidak lupa. Untung saja banyak mencatat tanggal yang mungkin saja suatu saat berguna.

Margareth lahir pada tanggal 14 april 1963 di Paris, prancis. Di kediaman keluarga Benjamin yang kaya raya.

Diana memasukkan kombinasi angka 14041963.

salah.

Diana memejamkan mata dan mencoba berpikir kembali. Lima menit kemudian ia kembali memasukkan angka yang menurutnya benar;14463,

Berhasil,

Diana menahan diri untuk tidak bersorak kegirangan, tak pernah ia merasa sangat senang sejak beberapa bulan terakhir. Hari ini setelah sekian lama ia merasa senang, Diana membuka liontin tersebut.

kunci kecil.

Terdapat sebuah kunci berukuran kecil yang disimpan disana, tidak ada yang istimewa, bentuknya sama dengan kunci pada umumnya hanya ukurannya saja yang berbeda. Kunci ini sangat kecil.

"kunci pintu tidak mungkin sekecil ini, " Diana memperhatikan kunci tersebut lebih dekat, mencari sesuatu yang berbeda, namun kunci itu persis sama dengan kunci pada umumnya.

"Kunci apa yang sekecil ini? " monolog Diana bingung.

"Kenapa banyak sekali teka teki disini? " Diana menatap sekeliling ruangan bawah, suram dan sunyi sudah menjadi ciri khas dari tempat ini. Sebuah peti mati berisi mayat menambah kesuramannya.

Aliran sesat, ritual aneh, penelitian ilegal dan sekarang ada kunci yang terlihat tidak lazim. Entah apa yang sebenarnya tersembunyi di tempat ini, begitu banyak keanehan dan kejanggalan. Terkadang terlalu tidak masuk akal, namun juga seringkali masuk logika. Sains dan mistis bergabung disini menciptakan suasana aneh yang anomali.

Diana kembali keatas setelah mengembalikan kalung pada pemiliknya. Ia hanya mengambil kunci yang tersimpan didalamnya, ia merasa kunci tersebut benda penting yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Meskipun belum tahu pasti tetapi naluri Diana mengatakan kalau benda itu tidak seharusnya ditemukan oleh orang lain.

Sekembalinya dari kamar empat belas, Diana tidak langsung pergi. Ia membawa langkah kakinya menuju lantai dua, ia ingin memeriksa kamar madam susan sekali lagi. Barangkali disana ada sebuah petunjuk yang tidak sengaja ditinggalkan.

Diana belum ingin pulang meskipun hari sudah cukup sore. Tekad untuk mengungkapkan semuanya mengalahkan rasa takut Diana akan tempat ini.

Ia perlahan mendorong daun pintu yang sama sekali tidak terkunci, ia masuk kedalam kemudian menutup kembali pintu tersebut.

Mata Diana hampir keluar melihat pemandangan yang ia lihat diatas ranjang. Dari tempatnya berdiri sekarang Diana dapat melihat madam susan berbaring diranjang yang agak aneh. Beberapa kelopak mawar hitam tergeletak diatas ranjang, sebagian lagi mengenai bagian dada dan pinggang madam susan. Dia memakai gaun hitam lengan panjang dan syal berwarna senada.

Diana mendekat, madam susan yang tidak bergerak sama sekali. Dia tertidur sangat pulas sampai tidak menyadari Diana datang.

" dingin. "Kaget Diana saat menyentuh tangan madam susan yang terlipat. Tubuhnya amat dingin, bukan dingin yang normal untuk manusia hidup. Diana membawa tatapannya kearah wajah madam susan,

Pucat,

wajah pucat dan tangan yang dingin, tak kelihatan rona diwajah putihnya. lantas Diana mengecek pergelangan tangan madam susan, tidak ada denyut sama sekali.

Dia sudah mati.

Seseorang pasti sudah membunuh madam susan. Seketika ingatan Diana kembali pada kemarin malam, dimana feby memaksa madam susan untuk memberitahu keberadaan pak Eddie.

Diana mengepalkan tangan, pasti wanita iblis itu yang sudah membunuh madam susan.

Setelah beberapa saat termangu, Diana ingat kalau ia memasang kamera kecil diantara ventilasi bersama Adnan.

Diana mendongak, lega kamera itu masih ada disana. Masalahnya sekarang bagaimana cara Diana mengambilnya? meminta Adnan untuk datang bukan ide bagus, hari sudah sore dan tidak memungkinkan dia untuk datang kesini.

Diana menjentikkan jemari, ia ingat kalau digudang ada tangga. Diana hanya perlu membawa tangga itu kemari dan ia akan bisa mengambil kamera tersebut.

"Ah, sial. " Bahu Diana merosot mendapati gudang tersebut terkunci. Sambil menghentakkan kaki Diana kembali ke kamar madam susan. Lantas dengan nekad Diana memanjat lemari seperti yang dilakukan Adnan saaat meletakkan kamera disana. Beberapa kali hampir terjatuh tidak membuat Diana menyerah.

Setengah jam kemudian Diana berhasil mengambil kamera tersebut meskipun berakhir terjatuh. Punggungnya yang menyentuh lantai lebih dulu terasa sangat sakit, ia mendengar bunyi retakan dipunggung. Sambil meringis kesakitan, diana pergi dari sana.

***

1
Libra ♎
aaa kok tamat sih 😭😭... syuka ceritanya. knp gak bikin part 2
Libra ♎: Robert kmn
total 1 replies
Reksa Nanta
lalu mayat Ibunya Sarah ada di mana ? atau sudah berhasil dihidupkan kembali ?
Reksa Nanta
bukankah Sarah bergabung dengan lab Buana atas saran ayah Elise ? dan juga Sarah dibiarkan membuat gubug di tengah hutan karena dia berpura pura menjadi anggota La Reine ?
Reksa Nanta
darimana Safira mendapatkan alat itu ?
Reksa Nanta
jasad ibunya masih utuh ? disimpan atau atau bagaimana ?
Reksa Nanta
mayatnya tergantung di langit2 koridor lantai empat, bukan lantai tiga.
Reksa Nanta
dan apakah Diana tidak mendengar teriakan Alea sama sekali ?
Reksa Nanta
kalau ada renovasi, kemungkinan mayat2 korban kebakaran sudah dibersihkan.

lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
Reksa Nanta
satu yang pasti. ada orang besar dibalik semua ini. renovasi dan segala keperluan di gedung pasti butuh dana yang sangat banyak.
Reksa Nanta
bukan bagi kita, tapi bagi manusia. berarti benar kalau Diana sekarang bukanlah manusia lagi.
Reksa Nanta
Robert pingsan bersamaan dengan pingsannya Diana. jadi kemungkinan besar kondisi Diana sama dengan Robert. Mutan ?
Reksa Nanta
linggisnya bisa digunakan untuk membuka pintu utama. atau untuk senjata melawan orang berjubah hitam.
Reksa Nanta
mungkin dia adalah mutan. apakah ada hubungannya dengan projek Age V ?
Reksa Nanta
apakah obat obatannya masih layak ?
Reksa Nanta
Sarah menoleh pada Sarah ? 🤔
Reksa Nanta
senternya kan terjatuh di dekat tangga lantai satu dan Sarah menggunakan senter dari ponsel sebagai penerangan saat berada di celah tembok.
Reksa Nanta
di novel Room 14 diceritakan bahwa Sarah adalah wanita yang usianya hampir menginjak kepala empat. kenapa di sini usianya baru 30 tahun ?
Reksa Nanta
apakah laboratorium penelitian ilegal lainnya ? siapa yang mengelola dan mendanainya ?
Reksa Nanta
apakah pintu utamanya juga terbuka. sepertinya ada sebuah sistem yang mengendalikan buka tutup pintu secara otomatis, jadi percuma saja mencari kunci.
Reksa Nanta
sepertinya author sengaja membuat alurnya berbelit belit khas sinetron. 😅😅

padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!