Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.
Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.
Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.
Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1 7. M e e t W i t h o u t S t o p p i n g
Kertas itu ditarik begitu cepat dari hadapannya. "Nggak usah gambar-gambar! Udah gue bilang, kan. Mau jadi apa lo? Mau jadi kayak nyokap lo?"
Segera setelahnya, anak itu menangis. Tapi hanya air matanya yang keluar, dia tidak berani bersuara walau sedikit. Anak itu takut, lelaki di depannya akhir-akhir ini jadi semakin sering marah-marah. "Jangan jadi kayak nyokap lo. Udah cukup keberadaan lo aja yang ngebuat gue sengsara, jangan jadi kayak dia!"
Kemudian anak itu mengangguk lalu berjalan pergi. Sesaat setelahnya suasana sudah berubah. Terlihat seperti berada di ruang sempit dengan penerangan minim. Sedangkan anak tadi sedang berdiri di pojokan. "Gue bilang jangan jadi kayak nyokap lo! Kurang apa gue bilang!" Kemudian terdengar suara melengking dari dua permukaan yang saling bergesekan. Di saat bersamaan, garis merah bertambah di kaki anak itu. Namun, dia hanya bisa menunduk ketakutan sambil meneteskan air mata. Sekali lagi suara itu terdengar dan garis merahnya bertambah.
Seseorang tersentak kaget, kemudian terbangun dari mimpinya. Keringat sudah beecucuran dan napasnya tidak beraturan. Sebisa mungkin dia berusaha menenangkan diri. Meyakinkan diri bahwa apapun tadi hanya mimpi.
🍒🍒🍒
Ambar menatap datar pada Lala yang dengan seenak jidatnya bersendawa dengan sangat keras di tengah-tengah kantin. Namun, sudah lah. Percuma juga Ambar berceramah tentang kebiasaan jorok sahabatnya yang bar-bar itu. Ambar memilih untuk kembali menikmati sotonya yang masih cukup banyak.
"Bahan presentasi kita dapat nilai berapa, ya?" tanya Ambar di tengah-tengah makan siangnya bersama Lala. Mendengar pertanyaan Ambar, Lala menghentikan kegiatannya yang sedang makan gorengan.
Lala berpikir sejenak sebelum kemudian mengendikkan bahu, lalu kembali mencomot gorengannya yang tersisa satu di atas piring. Seporsi gorengan yang dibeli patungan dengan Ambar itu justru ludes sendiri di tangan Lala.
"Ternyata kita hebat juga, enam puluh empat slide cuma semalem," bangga Ambar. Sedangkan Lala memilih acuh dengan rasa bangga sahabatnya.
"Tangan gue udah gempor, yang penting Badrudin harus presentasi. Awas aja gak mau." Lala bersungut-sungut. Nada mengancamnya terdengar sungguhan.
Ambar menyeruput minumannya. Kemudian dia bertanya, “Siapa yang nggak mau apa?”
“Badrudin yang nggak mau presentasi,” jawab Lala dengan santai.
“Emang lo udah tanya sama dia? Kok udah tau aja kalau dia gak mau presentasi?” Mendengar pertanyaan Ambar. Lala berhenti mengunyah lalu langsung menelannya begitu saja.
Sambil menatap dalam pada Ambar, Lala menjawab, “Maksud gue … gak jadi, gak jadi. Udah, lah. Lupain aja, gak penting.” Kemudian Lala berdiri, berniat meninggalkan kantin. Ambar yang dibuat semakin bingung oleh jawaban Lala, pun ikut berdiri.
Saat Ambar dan Lala akan keluar dari kantin, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Damar tetapi hanya Ambar yang menyadari keberadaan lelaki itu. Ambar berpikir, haruskah dia menyapa orang yang sudah ditunjuk Putri untuk membantunya itu. Hingga Damar melewatinya, Ambar baru bisa memantapkan diri untuk menyapa. Namun, saat melihat ke belakang, sayangnya Damar sudah tidak terlihat di manapun. Mungkin memang belum saatnya mereka saling sapa.
Sedangkan yang dicari-cari, ternyata berada di antara kerumunan orang-orang yang sedang mengantri untuk membeli makanan. Dari situ, dia memperhatikan Ambar yang berjalan keluar dari kantin bersama Lala. Gadis pendek dengan rambut dicepol yang sudah lama dia perhatikan.
bagus banget sumpah 😍😍
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕
Terima kasih🙏🙏