SEQUEL : MY HOT GIGOLO
Harta yang berlimpah ruah membuat apapun yang diinginkannya selalu terwujud. Hanya saja ada satu hal yang tidak bisa ia tukar dengan harta yaitu perasaan seorang pemuda yang disukainya.
Ini adalah kisah seorang gadis bernama Graciella Isee Brown atau lebih akrab dipanggil Grace.
Akankah dia mendapatkan cintanya? Atau justru berpindah haluan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeNickname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Grace merenung di balkon kamarnya, gadis itu tersenyum tipis saat melihat banyaknya bintang yang bertaburan di atas langit malam.
Gadis itu memeluk tubuhnya sendiri karena terpaan angin malam yang terasa begitu dingin. Dia teringat Gavi yang siang tadi datang ke sekolahnya dan mengajaknya pergi.
Flashback on
Suasana menjadi canggung dan akhirnya Gavi mengajak Grace untuk pulang, sepanjang perjalanan Grace tidak bicara satu katapun begitupun dengan Gavi. Dia takut salah bicara.
"Beritahu aku dimana rumahmu!" pinta Gavi saat mereka sudah mulai memasuki kota.
Grace membuka ponselnya dan mengirimkan lokasi pada ponsel Gavi. Gavi mengangguk mengerti. Pria itu menancap gas supaya mereka cepat sampai.
"Hubungi aku jika kau sudah mendapatkan jawabannya." pinta Gavi sebelum Grace turun dari mobil.
Grace menatap Gavi dengan datar, jujur saja pikirannya benar-benar kalut. Grace melenggang pergi meninggalkan Gavi yang menghela nafasnya panjang.
"Pengalaman pertamaku benar-benar berantakan."
Sementara Grace langsung masuk ke dalam, diantar oleh satpam yang mengemudi buggy car menuju ke bangunan utama.
"Terima kasih." begitulah didikan Arabelle, selalu mengutamakan kesopanan kepada orang yang lebih tua meskipun orang itu hanya seorang satpam.
Seperti biasa suasana mansion selalu sepi jika siang hari, itu karena Ellard dan Arabelle masih belum pulang bekerja. Grace mengambil langkah ke dapur dan meminta pelayan untuk membawakan makanan ke dalam kamarnya.
Setelah itu barulah dia masuk ke kamar dan membersihkan diri, mengguyur kepalanya di bawah shower untuk mendinginkan pikiran.
"Sebenarnya aku ini senang atau tidak ya?" bingungnya.
Flashback off
Dari siang sampai malam Grace belum mendapatkan jawaban, ini adalah pengalaman pertamanya tentu saja Grace tidak mau melakukan kesalahan saat mengambil keputusan. Bahkan saat Grace mencoba untuk tidur tapi dia tidak bisa tidur sama sekali.
"Apa orang lain juga sepertiku? Tau begini lebih baik aku tidak tahu cinta!" kesal Grace.
Keesokan harinya Grace terbangun dengan mata panda, gadis itu menjadi heboh sendiri.
"Grace, ini masih pagi kenapa kau berteriak?" Arabelle yang mendengar suara teriakan anak gadisnya dari dalam kamar.
"Mataku Mom..mataku!" Grace berteriak histeris. Kedua tangannya menutupi kedua matanya.
"Ya kenapa? Ada apa dengan matamu?"
"Mataku.."
"Ada apa Baby? Apa kau buta?" tanya Ellard yang ikut-ikutan panik.
Arabelle menggeplak tangan suaminya karena sudah berbicara sembarangan.
"Bicara yang jelas, Grace!"
Grace membuka kedua tangannya dan nampaklah mata panda Grace yang melingkar berwarna kehitaman. Di kulit putihnya tentu sangat kontras.
"Astaga, kau membuat kami semua panik!"
"Bagaimana ini, Mom?" rengek Grace tanpa dosa.
"Ikut ke kamar Mommy!" Arabelle menarik tangan putrinya dan mendudukannya tepat di depan meja rias miliknya.
"Lagipula kenapa kau tidak tidur?" tanya Arabelle yang sedang mengoles foundation di permukaan wajah Grace.
"Aku insomnia, Mom."
"Tidak biasanya kau seperti itu." Grace memang tipe gadis yang sekali sentuh bantal maka dia akan langsung tertidur.
"Aku juga tidak tahu, Mom." jawab Grace bohong.
Gadis itu terdiam saat melihat tangan sang Mommy yang lihai memoles make up di wajahnya. Make up tipis yang membuat Grace bertambah cantik.
Grace memang tidak suka make up karena menurutnya sangat ribet. Sebenarnya tidak masalah karena Grace sudah cantik tanpa memakai apapun.
"Sudah selesai." Arabelle merasa puas dengan hasil karya tangannya.
lope u Thor