Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolakan
Malam telah menjelang, Kevin menunggu kedatangan Veronica untuk makan malamnya. Tapi ia terkejut saat seorang pria yang masuk ke kamarnya dengan troli makanannya.
"Malam tuan Kevin, ini makan malam anda." ujar Clinton.
"Dimana chef Vero?" tanya Kevin.
"Maaf tuan Kevin, mulai malam ini dan seterusnya aku yang akan mengurus makanan anda. Chef Vero diberi perintah untuk menjauhi anda." jawab Clinton.
Kevin terkejut. "Atas perintah siapa itu?" bentaknya.
Clinton ketakutan saat mendengar suara Kevin. "A.aaku hanya menerima perintah tuan."
"Keluarlah dan panggil chef Vero kemari." perintah Kevin.
Dengan tergesa-gesa Clinton keluar dan segera memanggil Veronica.
"Chef..." ujar Clinton.
Veronica terkejut mendengar teriakan Clinton. "Kau mengejutkanku, ada apa Clinton? Apa tuan Kevin membuat masalah?"
"Ia tak ingin orang lain chef, aku baru pertama kali menghadapinya dan aku sangat takut. Aku akan mengatakan kepada pak Leo untuk mencari orang lain yang mengurusnya." jawab Clinton.
Veronica justru tertawa. "Kau benar benar pengecut, tuan Kevin tak akan memakanmu. Bersabarlah menghadapinya."
"Tidak, aku tak mau lagi. Segera temui tuan Kevin chef, ia ingin bertemu denganmu."
Veronica menggeleng. "Aku tak akan kesana, biarkan saja."
"Bagaimana jika tuan Kevin marah?" tanya Clinton.
"Tidak akan, ini perintah pak Presdir langsung. Aku harus menjauhinya." jawab Veronica.
Wanita itu melanjutkan pekerjaannya untuk membuat menu baru yang diinginkan Kevin. Ia hampir menyempurnakan masakannya jika saja Clinton tidak mengganggunya.
*****
Cukup lama Kevin bersabar di kamarnya, ia terus mondar mandir menanti kedatangan Veronica. Tapi wanita itu tak kunjung datang, Kevin sangat penasaran mengapa wanita itu menjauhinya. Ia keluar dari kamarnya menuju restoran.
Saat sampai di restoran, ia langsung menuju dapur membuat Clinton terkejut. Pria itu menyuruh Clinton dan yang lain keluar. Ia menatap Veronica yang terus sibuk dengan masakannya.
"Clinton dimana kau meletakkan bubuk cabai?" tanya Veronica.
"Aku sudah menjualnya." jawab Kevin.
Veronica terkejut mendengar suara Kevin, ia berbalik dan tepat sudah pria itu di belakangnya.
"Ada apa anda kemari?" tanya Veronica.
"Mengapa kau menjauhiku?" tanya Kevin balik.
"Tidak benar tuan Kevin, hanya saja tugas merawat anda diserahkan pada Clinton." jawab Veronica.
"Jika aku tak ingin orang lain yang merawatku?"
"Aku tetap tak bisa mengunjungi anda."
"Siapa yang menyuruhmu melakukan itu chef Vero, aku tak nyaman dengan orang lain. Atau kau menghindariku karena kau sudah menyaksikan sisi lainku. Jadi kau bisa berbuat seenaknya." ujar Kevin.
Veronica menahan lidahnya, ia tak ingin berdebat lagi dengan Kevin dan membuat masalah yang baru lagi. Ia menghela nafasnya dalam dalam.
"Anda bisa bertanya langsung pada pak Michael, sekarang anda bisa keluar dari dapur tuan Kevin." ujar Veronica.
Kevin tak menerima penjelasan Veronica, ia menarik tangan wanita itu untuk keluar dari dapur. Pria itu mengabaikan sekeliling restoran saat memaksa Veronica masuk ke lift. Kevin mengabaikan Veronica yang terus minta dilepaskan. Setelah sampai di lantai 18, ia membawa Veronica masuk ke kamarnya.
"Disinilah tempat yang benar, kau harus merawat dan menemaniku. Aku tak perduli pada perintah siapapun untuk kau menjauhiku." bentaknya.
"Anda tidak bisa memperlakukan aku seperti ini tuan, aku hanya karyawan Novotel bukan pelayanmu." jawab Veronica.
Kevin mendorong tubuh Veronica ke dinding, ia memerangkap wanita itu dengan tubuh kekarnya. Keduanya saling bertatapan, nafas wanita itu mulai tak beraturan karena pompa jantungnya semakin cepat.
"Katakan dengan menatapku Vero, apa kau tak memiliki perasaan apapun padaku?" tanya Kevin.
"Tidak." jawab Veronica datar tapi ia menghindari mata Kevin.
"Aku bilang tatap aku saat kau menjawabnya." perintah Kevin.
Veronica mendorong tubuh Kevin dengan kuat. "Aku tak mengerti maksud anda, tolong jangan melakukan ini tuan."
"Aku menyukaimu Vero, tak bisakah kau merasakannya. Aku tak menginginkan orang lain disisiku." ujar Kevin.
Pernyataan Kevin membuat wanita itu terkejut, bagaimana mungkin Kevin bisa menyukainya. Mereka bertemu belum sampai sebulan, dan banyak sekali masalah diantara mereka.
Kevin kembali mendekati Veronica, tapi wanita itu terus mundur hingga membentur troli makanan.
"Ini pertama kalinya aku tertarik pada wanita, entah mengapa aku tak ingin jauh darimu. Katakan padaku Vero, apakah kau tak merasakannya?" tanya Kevin lagi.
Veronica menghindari pria itu, ia tak ingin menjalin hubungan dengan siapapun termasuk Kevin.
"Tidak tuan Kevin, aku sama sekali tak tertarik dengan siapapun termasuk anda." jawabnya.
Kevin kesal dengan penolakan wanita itu. Ia tak ingin memaksa perasaannya. "Baiklah, sudah cukup aku mendengarnya. Kau boleh keluar sekarang."
Veronica berbalik, ia menatap wajah Kevin kembali. Pria itu terlihat sangat sedih, tapi ia tak ingin menjalin hubungan dengan atasannya yang akan membuat keduanya kesulitan selama di Novotel. Ada penyesalan di hatinya saat menolak pria itu. Veronica melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Tunggu." ujar Kevin.
Veronica berhenti.
"Bawa troli makanan ini keluar." perintah Kevin.
"Tapi anda belum makan sejak tadi siang tuan Kevin." jawab Veronica.
"Jangan memperdulikan aku lagi. Cepat keluar."
Dengan terpaksa Veronica membawa troli itu keluar dari kamar Kevin. Suara bantingan pintu membuat Veronica terkejut, ia menghela nafasnya lalu meninggalkan kamar itu.
*****
Kabar kekesalan Kevin kembali terdengar sampai ke telinga Michael, ia tak bisa membuat Veronica menjauhi putra sahabatnya. Dan tak di duga, Veronica justru menemuinya.
"Maaf pak, nona Vero ingin menemui anda." ujar Cristin.
"Suruh ia masuk." jawab Michael.
Veronica masuk. "Sepertinya aku tak bisa menjauhi tuan Kevin pak, ia menolak makanan sejak tadi siang. Bukankah ini akan membuatnya sakit lagi." ujarnya.
"Kau benar chef, apa tuan Kevin mengatakan sesuatu padamu?" tanya Michael.
Wajah Veronica memucat, ia tak ingin CEO nya tahu jika putra Presdir itu menyatakan cinta padanya. Veronica menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kau lanjutkan tugasmu seperti semula. Rawat tuan Kevin dengan baik selama disini. Buat ia makan dengan baik, ya Tuhan aku seperti merayu anak berumur 5 tahun agar ia makan." ujar Michael.
Veronica tersenyum mendengar kegalauan atasannya. "Baik pak."
"Aku akan mengatakannya pada pak Presdir, setelah ini aku harap tak ada masalah baru lagi yang aku dengar. Kau boleh keluar." kata Michael.
Veronica mengangguk lalu pamit keluar. Wanita itu kembali ke restoran, ia membuatkan makanan baru untuk Kevin, kali ini Veronica menyajikan menu baru yang sudah ia temukan untuk Kevin. Ia memang tak ingin menerima perasaan Kevin, tapi ia juga tak ingin menjauhi pria itu. Ia tahu, Kevin hanya membutuhkannya selama berada di Inggris.
Setelah selesai, ia kembali menuju kamar Kevin. Beberapa kali ia mengetuk pintunya, dan akhirnya Kevin membukakan pintunya.
"Untuk apa kau kembali?" tanya Kevin.
Veronica tak memperdulikan pertanyaan itu, ia mendorong trolinya masuk melewati Kevin.
"Ini 5 menu baru dengan satu bahan yang anda inginkan. Anggap saja anda makan sambil menilai masakanku." ujar Veronica.
Kevin menatap troli itu, wanita itu membuka penutup makanannya satu per satu. Aroma makanan yang dibuat Veronica membuat perut Kevin bergemuruh. Veronica menahan tawanya agar pria itu tak tersinggung.
"Kau boleh keluar sekarang." perintah Kevin.
"Aku akan menunggu anda menyelesaikan makanannya baru aku akan meninggalkan anda." jawab Veronica.
"Bukankah kau ingin menjauhiku atas perintah pak Michael, untuk apa kau kembali mengurusku?"
"Pak Michael menarik kembali perintahnya, aku akan mengurus anda kembali tuan Kevin."
"Apa kau tak takut lagi padaku, bagaimanapun aku telah mengatakan perasaanku padamu. Bagaimana jika aku memaksamu untuk melayaniku di ranjang?" tanya Kevin.
Wajah Veronica memerah, ingin sekali ia kembali melemparkan vas bunga ke kepala pria itu. Tapi ia menahan emosinya sambil menarik nafas dalam dalam.
"Jika anda menganggapku wanita murahan, artinya level perasaan anda sangat rendah tuan Kevin."
Kevin melepaskan tawanya, pria itu terlihat sangat tampan saat tertawa. Jantung Veronica kembali berdebar dengan cepat. Ia berusaha mengendalikan perasaannya sendiri.
"Aku tak tahu sebelum mencobanya nona." goda Kevin.
"Anda benar, lebih baik aku keluar sekarang." jawab Veronica seraya meninggalkan kamar Kevin.
Veronica masih bisa mendengarkan suara tawa Kevin saat ia keluar dari kamar itu.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat