Up 2 Chapter perhari
Novel ini adalah karya asli author Rumah Pena.
Ditolak oleh alam surgawi dan dikutuk oleh semua keberadaan terkuat membuat Lu Ming putus asa, dirinya berjalan tertatih-tatih mencoba kabur dari kejaran para dewa dan Dao surgawi.
Namun kehendak takdir masih berpihak padanya. pada saat pengejaran dia menjatuhkan dirinya ke lembah tanpa dasar.
pada saat itu, Lu Ming sudah pasrah dan yakin bahwa dirinya akan mati, tapi tak disangka lembah tanpa dasar itu terdapat turbelensi ruang yang membuat ruang disana terkoyak, dirinya masuk kedalam koyakan ruang itu dan muncul disuatu tempat yang tak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumah pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 17 - Sistem
"Tuan aku tidak tahu siapa kau, tapi karena kau berani merusak lukisan miliku itu, maka kau harus menerima akibatnya." Pria itu melesat dan menyerang Lu Ming secara membabi buta.
Untungnya mereka bertarung diatas awan, jika tidak mungkin kota Zuanggao akan terkena dampaknya.
"Hehe, apakah hanya ini kemampuan pedangmu."Ejek Lu Ming.
"Sialan, matilah." pria itu terus menyerang Lu Ming, tapi tetap saja serangan pria itu tidak ada yang bisa mengenai Lu Ming.
"Apakah kau hanya akan terus menghindar." Ucap pria itu geram karena Lu Ming terus menghindar.
"Yah, sebenarnya aku hanya ingin memberikanmu kesempatan untuk menyerangku, tapi karena kau berkata seperti itu maka aku akan menyerang." Lu Ming mengangkat tanganya dan kemudian menunjukan jarinya kearah Pria itu.
Dan seberkas api ungu sekecil kelereng melesat dengan kecepatan tinggi menuju pria itu.
Pria itu reflek langsung membentengi tubuhnya dengan pedang emasnya.
"Wushh.... Bangg ....
Ledakan yang sangat besar terjadi dilangit, membuat awan putih yang menutupi pertarungan mereka hancur dan seketika mengekspos keberadaan keduanya.
Lu Ming masih berdiri teguh ditempatnya, sedangkan pria pengguna pedang emas itu tidak terlihat wujudnya karena masih tertutup asap ledakan.
Setelah asap ledakan itu menghilang, terlihat jika pedang emas yang digunakan pria itu patah menjadi dua bagian.
Pria didepan Lu Ming terlihat syok, pedang yang ia bawa adalah senjata yang berada di tingkat diatas dunia ini, bagaimana bisa senjata seperti itu hancur hanya dengan serangan kecil seperti itu.
Perlu diketahui Lu Ming menggunakan api fenix ungu, sehingga pedang itu dapat dipatahkan dengan mudahnya.
"Apakah kau masih ingin bertarung denganku, pengguna sistem." Ujar Lu Ming sembari meninggikan suaranya.
"Kau... Bagaimana kau bisa tahu jika aku memiliki sebuah sistem." Tanya pria itu terkejut.
Dia mengira jika yang bisa melihat sebuah sistem hanya dirinya seorang, dan orang lain sama sekali tidak bisa melihatnya, tapi pemuda didepanya ini yang dapat menghancurkan pedangnya dapat melihatnya hanya dengan sekali pandang.
"Tentu saja, sistem buatan seperti itu tentu saja aku bisa melihatnya." Ucap Lu Ming.
"Sistem buatan, apa yang sebenarnya kau maksud." Tanya pria itu bingung.
"Sistem itu dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem buatan dan sistem alami. Sistem buatan adalah sistem yang dibuat oleh seorang dewa guna meningkatkan kekuatanya, sedangkan sistem alami adalah sistem yang terbentuk dari kekosongan dan dapat membuat sipengguna menjadi sangat kuat, bahkan lebih kuat dari para dewa."Jelas Lu Ming.
"Maksud anda mengenai sistem yang meningkatkan kekuatan seorang dewa itu bagaimana, menurutku sistem miliku ini meningkatkan kekuatanku bukan meningkatkan kekuatan dewa seperti yang kau maksudkan." Ujar pria itu membantah.
"begini, sistem milikmu ini memang meningkatkan kekuatanmu, tapi sistem buatan hanyalah sistem yang dibuat dan pasti akan berakhir waktu habisnya dan ketika waktunya sudah habis, kekuatanmu yang kau tingkatkan dengan susah payah itu tentu akan diambil kembali oleh dewa yang membuat sistem untukmu, tentu pada saat itu kau akan menemui akhirmu sebagai ternak yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan dewa tersebut." Ujar Lu Ming menjelaskan.
Praktik seperti ini di alam para dewa memang sudah sangat umum. Walaupun pihak berwenang selalu melarang praktik seperti ini, masih banyak para dewa yang melakukanya.
Mendengar penjelasan dari Lu Ming, pria itu terlihat bingung dan khawatir terhadap dirinya sendiri.
Dia mengira dengan mendapatkan sistem, dimasa depan dirinya akan menjadi eksistensi tidak tertandingi, tapi ternyata dia hanya sebagai ternak seorang dewa.
"DING.... tuan jangan dengarkan pemuda itu, pemuda hanya itu iri terhadap tuan yang memiliki sistem sepertiku, dia mencoba membingungkan tuan." Ucap sistem kepada pemuda itu.
Mendengar pemberitahuan sistem, pemuda itu kembali terpengaruh.
"Bukankah kau sebenarnya hanya iri denganku, dan ketika aku melepas sistem miliku kau akan mengambilnya." Ujar pemuda itu yang sudah terpengaruh ucapan sistem.
"Bodoh, aku memperingatkanmu karena aku tidak ingin bocah bodoh sepertimu mati menjadi ternak dewa, tapi karena kau tidak percaya, aku akan membunuhmu disini untuk menebus dosamu terhadap gadis-gadis malang yang telah kau habisi dengan mencuri esensi Yin mereka hanya demi meningkatkan kekuatan yang pada akhirnya akan diambil oleh dewa." Ujar Lu Ming meningkatkan kekuatanya membuat daratan ini menjadi gelap.
"Ding..! Tuan cepat gunakan giok teleportasi, orang ini sangat kuat, dan tuan tidak bisa menghadapinya untuk saat ini." Ujar sistem dikepala pemuda itu.
Pemuda itu mengambil batu giok teleportasi, tapi saat pemuda itu mengaktifkan giok teleportasi, tidak ada tanda-tanda jika pemuda itu sudah berpindah tempat.
"Ruang disini sudah aku kunci, dan tidak ada satupun orang yang bisa masuk maupun keluar, jadi sekarang tidak ada yang bisa menolongmu kecuali dewa yang membuatkan sistem untukmu datang kedunia ini." Ujar Lu Ming menyeringai.
Lu Ming mengangkat jarinya, dan sebuah Qi spiritual membentuk sebuah penjara.
"Aku tidak akan membunuhmu dengan cepat ,tapi aku akan menyiksamu layaknya kau menyiksa para wanita itu." Ujar Lu Ming.
Dan seketika keluar banyak petir dipenjara yang Lu Ming buat. Petir itu menyambar pemuda itu dengan sangat ganas sehingga hanya suara teriakan saja yang terdengar.
"ARGKKKMK tolong bunuh aku." Ucap pemuda itu memohon, tapi Lu Ming tidak menanggapinya dan terus menyiksa pemuda itu.
......
"Siapa yang berani menghancurkan rencana ku." Suara serak dan besar menggema diatas langit.
Sebuah tangan sebesar gunung Muncul menyerang Lu Ming.
Melihat itu Lu Ming tidak bergeming dan malah menyeringai dengan lebar.
"Sudah datang." Lu Ming mengangkat jarinya, sebuah cahaya melesat dan menghancurkan tangan sebesar gunung itu dengan mudah.
"Apakah kau yang membuat sistem bejat itu." Ucap Lu Ming menatap kearah langit.
"Manusia rendahan, kau berani menghancurkan rencana ku, apakah kau tidak takut dengan ajal yang akan menjemputmu." Ujar suara itu mengancam.
"Hahaha.... hanya Dewa rendahan sepertimu, ingin mampu menjemput ajalku, kau masih terlalu lemah." Ujar Lu Ming tertawa.
"Manusia rendahan, aku akan menghancurkanmu."
Seketika sebuah meteor yang sangat besar jatuh kearah daratan Wu, Lu Ming tidak berdiam, Lu Ming melesat dan menampar batu meteor itu kembali ke luar angkasa.
Sementara itu orang-orang daratan Wu yang melihat hal seperti itu, mereka hanya bisa terdiam karena mereka sama sekali tidak bisa bergerak, hal itu karena Lu Ming sudah mengunci ruang disana sehingga mereka tidak bisa melakukan apapun selain hanya melihat.
Diluar angkasa, atau kekosongan Lu Ming melihat seorang sosok hitam yang melesat menjauh.
"Hehe..." Lu Ming melesat dengan sangat cepat yang beberapa kali lipat lebih cepat dari kecepatan cahaya."
Wushh....
Bangg....
Lu Ming menangkap sosok itu, dan mencekiknya dengan keras.
"Tuan... Tolong ampuni saya." Ujar sosok itu dengan suara seraknya yang seram.
"Apakah dewa sepertimu layak diampuni." Lu Ming masih mencekik sosok hitam itu.
Api Fenix ungu membara ditangan Lu Ming dan langsung membakar sosok hitam itu hingga habis tak tersisa.
"Menarik,dewa itu cukup pintar, dia tahu jika ada bahaya jadi dia mengirim kloningannya untuk menguji kekuatanku, tapi sayang aku hanya menggunakan 2 persen dari kekuatanku yang sesungguhnya." Ujar Lu Ming.
Lu Ming kembali kedaratan Wu, dia melihat kepenjara petirnya dan melihat pemuda tadi menjadi kurus kering dengan nafasnya yang sudah hilang, dan Lu Ming kemudian menjentikkan jarinya, ruang didaratan Wu yang terkunci seketika terbuka kembali, dan Lu Ming juga memanipulasi ingatan mereka sehingga mereka tidak akan mengingat kejadian hari ini.
Karena pemuda itu sudah mati, Lu Ming membakar tubuh pemuda itu dan kemudian dia kembali ke penginapanya.
.......
BERSAMBUNGGG...
ceritanya pendek²