NovelToon NovelToon
AKU DAN ANAK MAJIKANKU

AKU DAN ANAK MAJIKANKU

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lena Laiha

Gadis lulusan SMA itu ingin melanjutkan kuliah namun orang tuanya tak memiliki biaya untuk membayar biaya kuliah yang sangat mahal.

Nela pun memilih bekerja untuk mengumpulkan uang untuk biaya pendidikannya itu.

Karena sulitnya mencari pekerjaan dengan hanya membawa ijazah SMA, Nela pun menyerah dan akhirnya melamar sebagai asisten rumah tangga di perumahan elit di kota tersebut.

"Nela, ayolah. Kamu jangan takut lagipula tidak ada orang di rumah ini." (Bara Mahardika)

Pemuda berusia dua puluh lima tahun itu memaksa, Nela untuk melayaninya. Meski gadis berusia delapan belas tahun itu menolak, Bara terus saja memaksa.

"Mas, tolong jangan." (Nela Calista)

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Yuk intip novel aku yang satu ini dalam novel berjudul, Aku Dan Anak Majikanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Tiga bulan berlalu setelah terjadinya hubungan badan antara Bara dan Nela, merasa terlanjur ternodai, Nela terus membiarkan Bara menyentuhnya lagi dan lagi hingga akhirnya mereka sudah beberapa kali melakukan hubungan terlarang itu.

Pagi-pagi sekali, Nela merasa tidak enak badan, kepalanya sakit dan pusing, perutnya juga terasa mual serasa ada yang mengocok isi perutnya tapi ia tetap berusaha mengerjakan pekerjaannya.

Saat itu Nela sedang menyapu lantai tapi seketika kepalanya terasa begitu pusing, pandangannya terlihat kabur dan semua benda terlihat mengelilingi dirinya, sedetik kemudian semua berubah menjadi berwarna hitam pekat.

Bruk!

Nela terjatuh ke lantai, ia sudah tak dapat melihat apa-apa lagi. Dia tak sadarkan diri.

Mendengar suara berisik dari salah satu ruangan di rumahnya, Luci yang sedang merias wajahnya langsung berlari keluar kamarnya dan mencari darimana arah suara itu dan berapa terkejutnya ia saat melihat Nela yang tergeletak tak sadarkan diri di sudut ruang keluarga.

"Astaga Nela!" Luci berlari menghampiri Nela!

"Nel, Nela! Nela bangun," ucap Luci sembari menggoyangkan wajah Nela.

"Farel! Bara!" Tak mendapat respon dari Nela, Luci pun panik dan segera memanggil anak-anaknya.

"Ada apa Mam?" tanya Farel dan Bara sembari berlari menghampiri Luci.

"Cepat bawa Nela ke rumah sakit! Dia pingsan."

"Aku siapkan mobil ya. Farel kamu bantu Mama bawa Nela ya," ucap Bara.

Bara langsung keluar rumah untuk menyiapkan mobil sedangkan Farel menghampiri Nela dan langsung memangku nya dan membawanya keluar rumah untuk segera dilarikan ke rumah sakit!

Setelah memastikan semua orang sudah masuk kedalam mobil, dengan sesegera mungkin, Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit.

*******

Di kediaman Pasha.

"Anang, kok kamu gak kerja?" tanya Pasha.

"Iya Mas, saya izin untuk hari ini sampai beberapa hari ke depan," sahut Anang.

"Kenapa, kamu sakit?"

"Tidak Mas, sudah lama saya tidak pulang kampung, saya mau pulang dulu, saya kangen sama orang tua saya."

"Oh, saya pikir kamu sakit. Mau berangkat kapan?"

"Sekarang Mas, saya sudah siap."

"Ya udah, saya antar sampai Stasiun ya."

"Gak usah Mas, saya takut merepotkan."

"Tidak, lagipula sekarang masih pagi."

*******

"Jadi bagaimana Dok, keadaan Nela?" tanya Luci setelah Nela selesai diperiksa oleh seorang Dokter.

Nela masih terbaring di atas ranjang pasien, ia masih merasa pusing dan mual.

Dokter itu menatap Nela lalu menatap Bara dan Farel secara bergantian.

"Siapa diantara kalian yang suaminya Nela?" tanya Dokter itu pada Bara dan Farel.

Dua pemuda itu saling menatap, mereka tak mengerti kenapa Dokter itu bertanya seperti itu pada mereka.

"Dokter, mereka anak-anak saya dan mereka bukan suaminya Nela," jelas Luci.

"Maaf, saya tidak tahu. Padahal ada kabar gembira untuk suaminya Nela."

"Maksud Dokter?" Luci benar-benar tidak mengerti dengan perkataan Dokter itu.

"Nela sedang mengandung dan usia kandungannya menginjak empat minggu."

Deg!

Bak disambar petir di siang bolong, Nela begitu terkejut mendengar pernyataan Dokter yang baru saja memeriksanya.

Tak kalah terkejutnya, Bara juga tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dokter.

"Apa, hamil?" ucap Luci dengan suara yang bergetar.

Dirinya tak percaya Nela bisa hamil sedangkan dia adalah seorang gadis yang belum memiliki suami.

"Gak mungkin hamil Dok, Nela belum menikah," ucap Farel.

"Mungkin pemeriksaannya keliru," sambung Farel.

"Tidak mungkin keliru, kami sudah melakukan pemeriksaan dengan teliti dalam lagi alat tes kehamilan ini tidak mungkin salah karena kami melakukannya bukan cuma satu kali."

Farel menatap Nela yang hanya diam dengan air matanya yang sudah menganak sungai di pipinya.

"Kalau begitu terimakasih Dok, apa kami bisa membawa Nela pulang sekarang?" tanya Luci.

Sementara Luci dan Farel sibuk mempertanyakan kehamilan Nela, Bara hanya diam dan tak bisa berpikir cermat, dirinya mulai takut semua perbuatannya diketahui oleh orang-orang rumahnya.

"Silahkan, Bu. Tolong usahakan agar Nela banyak istirahat ya, jaga kandungannya dengan baik karena di usia kandung yang masih beberapa minggu masih rawan keguguran."

"Baik Dokter, saya pastikan Nela bisa beristirahat."

Mereka pun langsung membawa Nela pulang! Selama di perjalanan, tak ada yang mereka bicarakan.

Nela terus menangis karena takut dan juga malu pada Luci dan Farel sedangkan Bara, dia sibuk memikirkan bagaimana cara agar perbuatan busuknya tidak diketahui oleh Mamanya dan juga Farel.

Setelah dua puluh menit berkendara akhirnya mereka tiba di rumah.

"Nela, katakan anak siapa yang ada dalam perut kamu itu?" tanya Luci dengan penuh amarah.

"Bara! Jangan pergi dulu, Mama ingin kalian juga tetap di sini."

Bara yang tengah melenggang pergi meninggalkan suasana panas itu, terpaksa harus menghentikan langkahnya dan kembali menghampiri mereka!

Nela hanya diam, sesekali dia menatap Bara berharap Bara yang akan mengakui perbuatannya.

"Di rumah ini cuma ada dua laki-laki, ya itu Bara dan Farel. Siapa yang sudah menghamili kamu?"

"Gak mungkin aku, sebaiknya kamu jujur saja Nel, anak siapa itu?" tanya Farel.

Bara melotot pada Nela mengisyaratkan agar Nela tak berkata jujur pada mereka.

"Nela! Jawab pertanyaan saya! Siapa yang sudah menghamili kamu?"

"Ampun Bu, maafkan saya. Anak ini adalah anaknya Mas Bara," ucap Nela sembari berlutut dihadapan Luci.

"Bohong! Tidak mungkin aku melakukan hal bodoh itu." Bara menyangkal perkataan Nela, ia tak mau mengakui anak dalam kandungan Nela.

"Kamu jangan mimpi ya Nela. Kamu siapa hah? Saya tidak mungkin menghamili kamu, kamu itu tidak selevel dengan saya."

"Farel, kamu yakin bukan kamu yang menghamili Nela."

"Gak Ma, aku gak mungkin melakukan hal bodoh itu lagipula aku sudah punya pacar."

"Pasti Nela sudah memasukkan laki-laki kedalam rumah ini dan berzina di rumah ini," ucap Bara.

"Nggak. Mas Bara, ini anak kamu. Kamu yang memaksa saya untuk melayani kamu hingga sekarang saya hamil," ucap Nela dengan tangis yang semakin deras.

"Diam Nela! Dasar ja**ng. Kamu jangan coba mencemarkan nama baik saya ya!"

"Kak Bara!" Farel menyentak Bara karena merasa perkataannya pada Nela tidak pantas.

Nela terus menangis sembari memegangi perutnya, betapa dia tak menyangka, kenikmatan yang ia terima dari Bara berakhir duka dan membuat luka yang mendalam.

"Sekali lagi saya tanya sama kamu Nela. Siapa Ayah dari bayi yang kamu kandung?" tanya Luci.

"Mas Bara. Mas Bara adalah Ayah dari bayi ini," ucapnya lirih.

Plak!

Bara menampar Nela dengan keras sehingga membuat Nela terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh.

Untunglah dengan sigap, Farel menangkap Nela hingga dia tidak sampai terjatuh.

"Jangan asal bicara kamu ya!"

"Kak Bara! Tidak seharusnya kakak main tangan sama Nela."

"Bara! Kamu apa-apaan sih. Kalau kamu tidak merasa ya jangan kasar seperti ini."

"Aku tidak terima, Wanita ja***g ini merusak nama baikku."

Bersambung

1
mama hanifah
maaf Thor cerita nya sih bagus tapi yang bikin aneh kenapa rumah yang kty mirip istana itu g ada satpam nya terus kok pelayan nya cuma Nella doang
Lena Laiha: kita memang tidak memasukkan mereka kedalamnya, kak. Sengaja gak banyak pemeran karena ini novel pendek
total 1 replies
asyumie
deg deg an
asyumie
jam 2 siang aja thor
asyumie
sisca kali... bukan cindy
Septian Dwi Cahyono
bagus
reza indrayana
👍👍🏻👍💚🧡💚😘😘😘
Reyhan Arjuna
wah majikannya mata keranjang. serem euyyyy
Marliya Liya
Kecewa
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
hafid nadhif
lanjut terus
Lena Laiha: oke deh
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Lena Laiha: oke, besok ya
total 1 replies
jeje
lanjut kk thor
Lena Laiha: siap. besok ya
total 1 replies
hafid nadhif
lanjut
Lena Laiha: oke, nanti siang ya
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Lena Laiha: nanti siang ya
total 1 replies
hafid nadhif
lanjut
Lena Laiha: oke deh, besok ya
total 1 replies
hafid nadhif
tambahin babnya kak.biar puas bacanya
Lena Laiha: akan diusahakan
total 1 replies
hafid nadhif
next
Lena Laiha: oke, nanti ya
total 1 replies
𝓡𝓲𝓲🍃
lnjut kak
Lena Laiha: oke, ☺☺
total 1 replies
hafid nadhif
lanjut
Lena Laiha: siap, besok ya
total 1 replies
hafid nadhif
terima aja nela
Lena Laiha: kita do'akan saja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!