Sebut saja namaku Shania. Papa, mama dan kakak-kakakku memanggilku Ade sedangkan teman dan sahabatku biasa memanggilku Shan....
Aku adalah anak bontot dari 6 bersaudara. Aku anaknya cerewe, usil dan tomboi. Tapi semuanya hilang ketika aku dijodohkan dengan Dia...
Usiaku menginjak 23tahun saat aku dijodohkan oleh kakakku....
Dan inilah kisahku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
Dengan perasaan yang berkecamuk. Carlo mencoba membangunkan ku untuk bicara...
"De, kamu marah sama aku?" tanya Carlo...
"Nggak" jawabku...
"Trus ngapain kamu telepon Toni untuk mengantarkan aku pulang" katanya...
"Kami kan yang ingin pulang?" kataku... "Ya, sekalian aku hubungi Toni" ucapku...
"De, aku hanya ingin bersamamu dan menghabiskan sisa hidupku dengan mu bukan dengan yang lain dan bukan untuk main-main" katanya...
"Kak, aku juga nggak ingin main-main menjalani sebuah hubungan. Menikah bukanlah hal yang main-main. Makanya Ade meminta mama, kak Noni dan kak Iko untuk sama-sama membantu Ade untuk mengambil keputusan yang benar-benar untuk menikah dengan kak Carlo. Bukan masalah usia kakak tapi bagimana kesiapan Ade sendiri" kataku...
"Aku akui, Nova adalah bagian yang nggak bisa dipungkiri dari masa laluku. Tapi semua itu sebenarnya salah" kata Carlo... Yang harusnya aku dekati dan pacari itu kamu bukan Nova. Ya, pada awalnya aku suka dengan Nova tapi hanya sebatas suka bukan cinta" lanjut Carlo...
"Tapi kan kalian hampir menikah" kataku..
"Ya, memang" jawabnya... "Tapi sekarang, dia sudah menikah dan bahagia dengan orang lain De" katanya...
"Terus, sekarang maunya apa?" tanyaku...
"Aku mau menikahimu, mencintaimu, memilikimu dan hidup bersamamu selamanya" Katanya dengan wajah yang serius dan oandanganata yang tajam kearahku..
"Eh, mata dan wajahnya kenapa begitu??? Kalau udah ngomongnya begitu, mata dan wajahnya nggak usah begitu juga kale" kataku menghindar dari pandangan matanya...
"Nggak, aku nggak mau... Matanya itu loh, Ade nggak suka liatinnya. Berasa mau diterkam sama hewan buas" kataku...
"Emang, aku mau terkam kamu" katanya dan benar-benar, dia langsung memelukku dengan erat... "Aku akan makan kamu malam ini" katanya lagi...
"Eh, eh, eh. Jangan macam-macam ya" kataku sambil menunjukkan kepalan tanganku... "Kita belum menikah loh" kataku mengingatkan...
"Ah, iya lupa" kata Carlo sambil menggaruk kepalanya yang nggak gatal...
"Selamat malam, Dan" sapa Toni dari luar kamar...
"Selamat malam" jawab Carlo membuka pintu kamar... "Kita nggak jadi balik. Lisa pagi aja baru kita balik" kata Carlo kepada Toni...
"Siap Dan" jawab Toni... Carlo pun kembali menutup pintu kamar...
"Ayooo, kita tidur. Tapi kali ini, biarkan aku tidur sambil memelukmu" kata Carlo...
"Makan dulu gih. Itu makanannya" kataku... "Ayo" pintaku... Dan Carlo pun mengambil makanannya dan memakan sampai habis. Setelah itu dia meminum 1botol air mineralnya sampai habis tak bersisa...
"Aku akan pulang besok lusa... Dan aku akan langsung mengurus pernikahan kita" kata Carlo menegaskan... Diapun memelukku dan kami tertidur sampai bunyi alarm Handphone ku berbunyi...
"Ya, ampun. Sudah pagi. Aku harus ke kantor untuk melaporkan diri" kataku kaget dan langsung menuju kamar mandi dan tanpa sadar, aku hanya keluar menggunakan handuk dan berbenah diri... Ketika aku tersadar, aku melihat Carlo yang masih tertidur dengan pulas... "Apa tadi dia melihat tubuhku??? Apa dia hanya pura-pura tertidur??? Ya, Tuhan. Shania, kamu benar-benar gila!!!" guman hatiku...
Karena dia masih tidur, aku pergi dengan meninggalkan sebuah coretan pesan di samping sarapan yang sudah kusiapkan... Aku dan Rani melaporkan diri kami ke kantor Dinas Pendidikan... Setelah dari kantor, kita berdua langsung ke Sekolah tempat kami akan mengajar...
Karena sudah siang, aku dan Rani memutuskan untuk makan siang. Aku juga tidak lupa beli buat Carlo...