Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.
Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 17 Kisah Kehidupan Lama
Aylin terbangun di dalam sebuah kamar mewah. Sprei putih yang terbuat dari sutra, kelambu yang begitu indah. Lampu hias yang mewah menghiasi di tengah ruang kamar.
Aylin bangun dan menuju meja rias. Meja rias penuh dengan alat rias dan produk kecantikan dengan merek terkenal. Dan dikaca terlihat wajah Aylin bergaunkan gaun pengantin putih nan indah.
"Tapi ini wajah ku yang..."
Lalu pandangan Aylin berubah arah kepojok kanan. Banyak kado pernikahan yang menumpuk. Lalu tiba-tiba masuk segerombolan wanita yang cantik-cantik. Mereka memakai nuansa baju yang sama berwarna kan pink yang bertabur mutiara di dada dan rok gaunnya.
"Hey pengantin kita kenapa termenung. Ayo kemari., Ayo kemari. Kakek mu sudah menunggu di luar. Kau akan diantar menuju pangeran mu. "
Mereka menarik nya dan memasuki altar untuk pemberkatan seorang pengantin.
"Kau sangat cantik cucuku. Aku sangat bahagia sayang. Akhirnya impian ku terwujud. "
Kakek itu pun membimbing tangan Aylin ke tangannya. Dengan perlahan membawa Aylin masuk menyusuri altar. Dan menuju ke ujung. Terlihat pendeta menunggu sang mempelai wanita. Dan seorang pria tampan.
"Ya ampun. Dia adalah calon suami ku. Dia sangat tampan, wajahnya yang sangat berkarisma. Apalagi di tambah senyumnya dengan barisan gigi putihnya. "
Tidak terasa Aylin pun sudah berdiri berhadapan dengan Pria tampan itu.
"Saudara Daniel Motiarga Apakah kau menerima Selyn Feza sebagai Istri kamu yang akan kamu cintai sepenuh jiwa, saling memiliki dan menjaga, pada waktu susah dan senang , pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit,?"
"Saya mengambil engkau menjadi istri saya untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah dan inilah janji setiaku yang tulus."
"Selyn Feza apa kau menerimanya. "
"Apa Selyn Feza. Itu nama ku, nama ku Selyn. Jadi yang dihadapan ku ini adalah Daniel Motiarga! "
Tiba-tiba semua orang bertepuk dengan riang gembira. Mereka menaburkan bunga. Daniel yang dihadapan nya langsung memeluk dan mencium Aylin.
Semua orang tampak bahagia. Mereka semua bersorak dengan riang saat Daniel mencium bibirnya. Isak tangis bahagia terpancar di mata kakeknya.
Lalu Rebecca datang dan langsung memeluk Aylin.
"Selamat atas pernikahan mu Selyn. Aku turut berbahagia. "
Ia langsung memeluknya. Namun perasaan di dalam tubuh ini terasa jijik bersentuhan dengan seorang Rebecca. Ia seakan mau muntah dan tiba-tiba Aylin merasakan gelap dan hilang.
...✧༺♥༻✧...
"Selyn, Selyn Feza! Cepat bangun. Kau kira disini enak-enakan tidur. "
Sebuah kaki menendang pantatnya, "Ayo cepat bangun."
Selyn pun terbangun. Dia mengucek matanya untuk memperjelas penglihatannya. Samar-samar ia melihat seorang pria duduk diujung bibir kasur.
"Daniel? "
"Cepat bangun, nanti ibu marah. "
"Iya, iya. " Selyn pun bangun dan langsung mengganti bajunya.
Dan ia pun pergi ke luar kamar dan menuju dapur.
"Lihat, lihat mantu baru ibu ini. Bisa-bisanya molor. Tu kerjaan numpuk. Tu lihat, aku lelah mengadon itu. Sore ini rekan bisnis suami kamu akan datang. Ayo cepat buat makanan. Jangan sampai kau mempermalukan Daniel ya. "
"Iya ibu. "
Lalu ibu mertuanya itu pun masuk kamar. 1 jam. 2 jam. 3 jam. Namun tidak ada keluar kembali.
Selyn pun beserta pembantu lain memasak banyak menu dan menata di meja makan nan mewah. Sampai-sampai dia kelelahan.
"Sudah Nyonya. Biar kami saja yang membuatnya. Ini tinggal sedikit lagi kok. "
"Baiklah, aku akan istirahat. "
Baru saja Selyn mau beranjak pergi dari dapur. Namun ternyata mertuanya sudah berada di belakangnya.
"Jadi, kamu menyerahkan pekerjaan sepele ini kepada Pembantu. Aku kan sudah memberi tugas kepada kamu. Kamu ini terlewat bandel sekali.
Makanya aku tidak suka sama kamu ini, kamu itu terlalu di manja dikeluarga kamu. Sampai-sampai badan mu itu gembrot. Jelek, tidak bisa di ajak ke pesta. Tidak seperti teman kamu itu Rebecca. "
"Tapi kan bu, aku seperti ini kan karena selalu berkutat di dapur. Coba ibu berikan kesempatan untuk membuktikan diri. Aku bisa kok tampil cantik. "
"Cih, cantik. Badan berisi gembrot seperti ini cantik. Makanya kamu ini tidak bisa hamil, karena badan mu itu tertutupi lemak tahu. Sudah 5 bulan aku ingin menimang cucu."
"Tapi kan. "
PLANGGG....
Sebuah centong besi dipukulkan Ibu Mertuanya ke kepala Selyn. Dan itu menyebabkan luka di kepalanya. Dan mengalirlah darah di dahinya.
"Nyonya. !! " Para Pelayan di dapur berteriak saat centong besi itu mendarat tepat di kepala Selyn.
Seketika pandangannya menjadi kabur dan gelap.
...✧༺♥༻✧...
Tring... Tringg...
"Iya Halo, oh iya iya. " Daniel memberikan kode kepada Selyn bahwa ia akan menerima telpon ke balkon.
Selyn pun mengangguk. Namun perasaan nya agak sedikit curiga. Lalu dia mengintipnya di balik tirai. Namun percakapannya tidak dapat ia dengar, hanya komat kamit dan kadang ekspresi tawa suaminya.
"Iya sayang, tenang saja. Kita akan bertemu. "
"Aku akan datang dan bilang sama ibu kamu menginap di rumah. Dan nanti aku akan menunggu mu sayang. "
"Jangan, kita pergi berlibur saja. Aku rindu sentuhan mu. Muah, " Kecup Daniel ke handphonenya.
Bergegas Selyn kembali duduk di kasur sambio membaca buku.
"Telpon dari siapa sayang? "
"Telpon dari kantor. Aku bakal dapat investor sayang. Jadi aku sekarang harus berangkat. "
"Lagi... Kamu ini gila bekerja. "
"Kamu mau oleh-oleh apa sayang? "
"Terserah saja! "
"Aku lagi mengumpulkan uang, agar kita bisa secepatnya membuat rumah. Aku tahu kamu pasti bekerja keras dan sangat sabar menghadapi ibu. Tapi aku mohon bersabarlah. Setelah itu kamu bakal tidak mendengar lagi omelan ibu. Emmuachh, " kecup Daniel ke kepala Selyn.
"Tunggu, kenapa kepala mu pakai ini, kau luka kenapa? "
"Oh luka ini, aku kejedot lemari. "
"Aah kamu ini, makanya hati-hati ya. Aku berangkat dulu. "
"Iya sayang, hati-hati. "
Selyn pun keluar kamar dan memperhatikan seluruh rumah. Sangat indah.
"Pas sekali, Selyn... Selyn ayo sini. " Lambaian tangan Ibu mertuanya memanggilnya.
"Selyn sayang, ini aku belikan ramuan untuk kamu. 3 botol. Kamu minum 1 botol ini harus habis 2 hari ya. Biar peranakan kamu itu subur. Dan akan memberikan cucu pertama kepada keluarga Motiarga. Bukan begitu sayang? "
"Tentu saja, Selyn sayang. Kamu harus ikuti saran ibu mertua mu ya. Apa kamu senang tinggal disini? Jika bosan. Jalan-jalan saja sayang, Ajak teman mu. Berbahagia lah Nak. "
"Terimakasih Papa. "
"Kenapa dengan kepala mu Selyn? " tanya Carlos, ia baru sadar saat Selyn menundukkan kepalanya.
Mendengar pertanyaan suaminha, mata Ibu mertuanya membelalak bak bola ping pong. Seakan biji matanya bakal keluar tumpah ruah ke meja keluarga.
"Ooh ini, Aku kejedot meja Pah. " Selyn memegang kepala bekas lukanya
"Ya ampun, pasti sakit sekali. Lainkali hati-hati ya. Ada ada saja kamu ini Selyn. Oiya Kakek mu esok berkunjung sayang. Sambut dia ya. "
"Iya Pah. "
Mendengar penjelasan Selyn. Ibu mertuanya pun dapat bernafas lega.
"Kenapa kamu sayang? Kecapean? "
"Aah aku. Iyaa, makanya melenguh. Aku ingin ke salon sayang sama beli tas ya. "
"Iya boleh. Pakai kartu ini ya. Tapi ingat, jangan terlalu boros. "
"Terimakasih sayang. " Ibu mertua Selyn pun langsung memeluk Suaminya Carlos Motiarga.
💙Bersambung💙
💛Terimakasih Sudah membaca novelku
❤Jangan lupa like, komen dan vote
💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya
💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya
Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗