21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
"Dok, Dokter, pasien bereaksi." teriak perawat yang berada di samping Kanaya.
Dokter pun langsung berlari diikuti Rendy, dia berharap Tuhan akan memberikannya kesempatan untuk membahagiakan isterinya. Dokter danb perawat pun langsung memasang semua alat bantu dan menempelkannya di badanku.
Dokter pun langsung menyuruh supir ambulance untuk segera pergi ke Rumah Sakit. Ambulance pun melaju dengan cepat dan menghidupkan sirine agar pengendara memberi jalan.
Sesampainya di Rumah Sakit Dokter dan Suster langsung membawa tubuh Kanaya keruang ICU. Dia harus segera mendapatkan perawatan intensif karena kondisinya yang sangat lemah.
"Pasang semua alatnya " perintah Dokter diikuti anggukkan para Suster.
Semua alat sudah dipasang, tubuh Kanaya penuh dengan alat medis bahkan untuk buang air kecil pun ia memakai selang. Dokter pun keluar dari ruangan Kanaya, Rendy yang dari tadi sudah menunggu langsung melemparkan beberapa pertanyaan.
"Bagaimana keadaannya sekarang, Dok? " tanya Rendy.
"Mari ikut keruangan saya, Pak. " ajak Dokter sambil terus berjalan menuju ruangannya.
Sesampainya diruang Dokter, Rendy pun langsung dipersilahkan duduk oleh pemiliknya.
"Pak, kemungkinan pasien bertahan hidup hanya 1%, jika tiga hari pasien tidak sadar maka sudah tidak ada harapan lagi. Saat ini pasien mengalami koma, semua alat vitalnya hampir tidak berfungsi dengan baik. Kita hanya bisa berdoa semoga ada mukjizat untuk pasien, dan jika pasien sadar tolong jangan berikan tekanan apapun padanya. " jelas Dokter panjang lebar.
Rendy yang keluar dari ruangan Dokter terus mencerna setiap perkataan yang dituturkan Dokter tadi. Dia pun masuk kedalam ruangan dimana istrinya dirawat, suara monitor yang menggema didalam ruangan membuat hatinya tercabik-cabik.
"Sayang, sadarlah aku mohon. Kamu ingin mendengar kata cinta dariku kan. Sayang, aku mencintaimu dengan cinta yang lebih dari cinta. " ucap Rendy menggenggam tangan istrinya.
-------
Soni yang mengetahui kecelakaan itu langsung pergi kekediaman Saputra. Sepanjang jalan dia terus mendoakan keadaan adik bosnya itu. Setelah beberapa menit dia pun sampai kekediaman Saputra.
Satpam pun membukakan pintu gerbang dan Soni pun terus melajukan mobilnya sampai didepan pintu. Dia pun keluar dari mobil dan menekan bel rumah, tak lama Bi Sumi pun membuka pintu.
"Den Soni ya? " tanya Bibi.
"Iya Bi, bapak dan Ibu ada Bi?" tanya Soni lagi.
"Ada, silahkan masuk. Saya panggilkan ibu dulu." ucap bi Sumi dan mempersilahkannya masuk.
Bi Sumi pun menaiki tangga dan menuju kamar majikannya itu, dia memberi tahu bahwa ada tamu yang mencarinya. Tak lama si pemilik rumah pun keluar dari kamarnya diikuti Bi Sumi dibelakangnya.
"Eh, Soni ya? " tebak Lia.
"Iya bu. " balas Soni sambil tersenyum.
Bibi pun membawa air minum dan cemilan. Diapun kembali ke dalam dapur dan menyelesaikan pekerjaannya.
"Bu, nona Kanaya kecelakaan. " ucap Soni to the point.
"APA! " teriak Lia kaget dan langsung berdiri.
"Dimana dia sekarang? Keadaannya bagaimana ? " lanjut Lia khawatir.
"Saya sudah memberi tahu pak Rendy, tapi beliau belum memberitahu keadaannya sekarang." ucap Soni.
Soni pun mengeluarkan ponselnya mencoba menelpon bosnya itu, tapi tidak ada jawaban bahkan ponselnya tidak aktif. Dia pun langsung menelpon polisi dan menanyakan tentang kecelakaan hari ini.
"Halo, anda menghubungi 110. Ada yang bisa kami bantu? " ucap seorang wanita diujung telepon.
"Saya ingin menanyakan tentang kecelakaan hari ini, soal mobil yang terjun kedalam sungai. " balas Soni tak sabar.
"Korban sudah ditemukan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. " tutur wanita itu dengan jelas.
"Terima kasih atas bantuan anda." ujarnya dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Nona Kanaya sudah dibawa ke Rumah Sakit terdekat, Bu." ucapnya.
Lia pun mengajak Soni untuk pergi ke Rumah Sakit terdekat. Mereka pun langsung keluar dari rumah dan menaiki mobil Soni, Soni langsung melajukan mobilnya.
Setelah sampai di Rumah Sakit, mereka berlari menuju meja penerima tamu.
"Apa ada pasien bernama Kanaya Almira?" tanya Lia yang mengatur nafasnya.
"Sebentar saya cek dulu, Bu." balas seorang wanita yang bernama Nita.
"Ada, Bu. Pasien dirawat diruang ICU. Dari sini lurus, lalu belok kana." ucap Nita dengan jelas.
***HALO SAHABAT AUTHOR, AUTHOR MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT MENULIS NOVEL INI. JANGAN LUPA UNTUK VOTE, LIKE DAN KOMEN YA.
TERIMAKASIH, PELUK ONLINE SEMUANYA🤗🤗*
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰