NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan CEO Season 2

Wanita Kesayangan CEO Season 2

Status: tamat
Genre:Single Mom / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:115.2k
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Kebahagiaan Nick tidak berlangsung lama. Tidak sampai satu tahun hidup bersama istri tercinta. Nick harus menerima kenyataan pahit Istri yang di cintai pergi meninggalkan nya untuk selamanya.

Tiga tahun...

Hidup tanpa pendamping, setelah kepergian Ara. Nick berubah, tapi semua perubahan itu mendadak hilang ketika hadirnya sosok wanita yang begitu mirip dengan mendiang istrinya. Pertemuan mereka yang tak sengaja karena kerja sama perusahaan, membuat mereka terjebak dan melakukan satu kesalahan hingga hadir nya sosok malaikat di antara mereka.

Mau tau kisah selanjutnya seperti apa? langsung saja cus. Konflik nya gak berat, gak ada pelapor jadi aman. Tapi untuk anak-anak di bawah 17, silakan menjauh ini kawasan ***👌☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Sakit

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Tiba di mansion Allen, Bela segera masuk, kedua asisten nya sudah di usir pulang ia pun memberi mereka libur sehari. Bagaimana juga kehidupan mereka sampai saat ini tidak dekat dengan pria karena setia menemani nya kemana pun pergi.

"Ingat pulang juga ternyata, Daddy pikir hanya kerjaan di otak mu," sindir Gilbert menatap sinis putri nya.

"Maaf Dad, aku tau aku salah mengingkari janji ku, seharusnya dua hari kemarin aku balik bukan sekarang. Tapi mau bagaimana lagi kerjaan ku belum selesai, jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan baru bisa kembali," jelas Bela sedikit kebohongan di katakan, tidak mungkin berterus terang menemani Nick menghabiskan waktu dengan bercinta. Yang ada kepala langsung di penggal oleh Daddy nya.

"Ya, ya, ya, karena kerjaan bagi mu segalanya dari putri mu," sindir nya lagi kesal pada Bela tidak pernah perhatian pada Tata, hanya kerjaan yang di perhatikan.

"Terserah Daddy saja mau kata apa, dimana Tata?" tanya Bela tidak melihat keberadaan putri kecilnya itu.

"Ibu macam apa kau Bela, kemana saja kau kemarin seharian full tidak mengaktifkan ponsel. Kami di sini sudah seperti orang gila menghubungi mu tidak ada jawaban, bahkan kedua asisten sialan mu itu sama tidak bisa di hubungi. Kau tau putri mu yang tak sebanding dengan kerjaan mu yang lebih dari segala-gala nya kemarin sangat membutuhkan mu, tapi kau tak ada. Entah apa yang kau lakukan kemarin," marah Gilbert mengingat kejadian kemarin.

"Maaf kemarin aku lupa menyalahkan ponsel. Emangnya ada apa dengan Tata? kenapa Daddy bisa berbicara seperti itu? apa terjadi sesuatu pada Tata?" tanya beruntun Bela khawatir.

Mendengar amarah Daddy seperti ini seperti memang terjadi sesuatu serius pada Tata, jika tidak, tidak akan menunjukkan taring nya. Wajahnya juga sangat tidak bersahabat terlihat jelas sedang marah dan juga kekecewaan.

Bela tak sanggup menyimpulkan sesuatu yang buruk terjadi pada putri nya, jika benar terjadi seperti itu. Ia akan akan sangat menyesalinya dan merasa bersalah.

"Pergilah ke rumah sakit, Tata berada di sana," jawab Gilbert tak tega melihat wajah Bela gelisah.

"Apa yang terjadi dengan Tata? kenapa bisa berada di rumah sakit?" tanya Bela cemas, dadanya terasa terkena tembakan pistol mengenai jantung, kaki nya tak mampu berdiri kokoh lagi.

"Tidak ada masalah serius, pergilah ke rumah sakit rawat putri mu jika merasa bersalah. Tata sangat membutuhkan perhatian mu saat ini. Daddy harap kau tak mengulangi hal seperti ini kedepannya. Kau berani melakukan ini, jadi kau harus siap mempertanggungjawabkan bukan hanya melahirkan, membesarkan, tapi juga kasih sayang dan perhatian," ucap Gilbert panjang lebar menceramahi Bela.

Bela tunduk tersadar mendengar perkataan sang Daddy, ia merasa gagal menjadi seorang Ibu.

Tak ada perkataan pembelaan diri seperti biasa di lakukan, kesalahannya membuat nya diam.

"Pergilah, Daddy tau kau telah menyesali semua ini. Daddy yakin kau bisa memberikan kebahagiaan untuk Tata," ucapnya lagi setelah lama diam melihat wajah penuh penyesalan pada Bela.

"Iya Dad. Aku janji akan meluangkan waktu ku untuk Tata, aku akan menyamping semua hal di dunia dan mengutamakan Tata. Terimakasih sudah menyadarkan ku," Bela mendekati sang Daddy dan memeluk erat mengucap banyak terima kasih pada sang kuasa telah memberi Daddy terbaik yang peduli padanya dan putri nya.

"Duh, kesayangan Daddy manisnya kalau udah kayak gini. Daddy senang kau sudah sadar sekarang. Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Nya tanpa Bela berkata, ia sudah dapat bisa menebak.

"Daddy seperti peramal deh, aku belum mengatakan apapun, tapi Daddy sudah tau aja."

"Tentu, kau putri Daddy, semua tentang mu sudah Daddy ketahui," bangga nya menyombongkan diri.

"Ya, Daddy lah yang terbaik. Ya sudah sekarang aku ingin ke rumah sakit merawat putri ku," menyudahi pelukan dan obrolan nya. Bela bersiap segera berangkat ke rumah sakit.

"Kau belum mengatakan apa yang ingin kau katakan Bela!" teriak Daddy, Bela terus melangkah pergi.

"Lain kali Dad. Aku sedang tidak terburu-buru," sahut Bela tanpa menghentikan langkah nya.

Dalam perjalanan, otak nya tak henti memikirkan Tata. Ia yakin tiba nanti akan ada ceramah beruntun. Seperti apa sifat kedua kakak nya itu ia sudah bisa

Bela sudah pasrah nanti, yang sekarang di pikirkan tiba dan melihat keadaan putri kecilnya. Ia akan merawat dengan penuh cinta, tidak akan membiarkan merasakan kekurangan.

Pak sopir keluarga Allen melihat Nona besar terus menunjukkan kekhawatiran dari raut wajah diam terharu di dalam hati. Pemandangan yang jarang di perlihatkan, ia berpikir Nona besar hanya memikirkan kerjaan lebih penting dari Nona kecil, ternyata semua tidak benar.

Tak lama mereka tiba di depan rumah sakit, sopir cepat keluar membuka pintu untuk Bela.

Selama perjalanan masuk, perasaan nya tak tenang mencemaskan Tata. Saat ingin berhenti menahan salah satu suster menanyai ruangan putri nya, terdengar suara seorang pria memanggil namanya.

"Bela!"

"Kakak," Bela sedikit terkejut namun langsung menghilangkan keterkejutannya itu dengan menanyai Tata. Ia yakin keberadaan Yudha di sini menjaga putri nya.

"Dimana ruangan Tata? dia baik-baik saja kan? tadi tiba di mansion Daddy mengatakan Tata masuk rumah sakit, emangnya apa yang terjadi padanya hingga bisa masuk rumah sakit? tidak ada masalah serius dengan nya, kan? dan sekarang bagaimana kondisi nya?" tanya Bela beruntun tidak membiarkan Yudha celah berbicara. Dan Yudha mendengar itu menghela nafas menggeleng kepala.

Dia tidak menyangka adik kecil bisa juga secemas ini pada Tata. Ya, pikiran nya dan semua sama, berpikir Bela lebih mementingkan kerjaan.

"Kakak, aku bertanya kenapa malah menatap ku seperti itu, kakak pikir diam begitu aku bisa mendapat jawaban dari pertanyaan ku," kesal Bela marah tidak terima diam nya Yudha seperti tidak mempedulikan semua pertanyaan nya yang sangat takut terjadi hal buruk pada Tata.

"Kakak pikir kau tidak jadi pulang lagi, jadi kakak diam, mungkin saja sekarang sedang bermimpi melihat kehadiran mu di sini," ucap Yudha santai, sedikit marah pada adiknya telah ingkar janji, hingga membuat Tata dua hari enggan makan dan terus menanyai mommy nya.

"Maaf, aku tau aku salah. Sekarang aku kembali untuk putri ku. Aku akan menebus kesalahan ku," menyesal Bela penuh penyesalan.

"Sudah, tidak perlu sedih. Ayo kita ke ruangan Tata. Dia pasti seneng melihat Mommy nya kembali," ajak Yudha tidak tega melihat wajah sedih penuh penyesalan pada Bela.

Dia bisa memahami Bela. Hidup penuh aturan sejak kecil, tanpa merasakan hidup bebas sekedar senang-senang bersama keluarga atau lainnya membuat nya terbiasa. Hingga sekarang sedikit sulit beradaptasi.

Semua tidak sepenuhnya kesalahan Bela, semua butuh proses dan biarkan prosesnya seperti air yang mengalir.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

1
NaNa
Luar biasa
Nurul Olivia
alangkah lebih baik saling jujur
biar cepat halal nya
GK selalu berbuat dosa terus
Desiwulandari Tambunan Desy
bersambung sampai di sini?kelanjutannya gk ada
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
👍
Maizuki Bintang
bgs
👩 [ nia ]
mnang bnyak c.nick udah ara bella dapat🫣
Melia Gusnetty
gk suka maksud nya
Melia Gusnetty
aahh..suka nengok si bela..keras kepala..suka berbohong lagi...muna..
Melia Gusnetty: maksyd nya gk suka nengok sifat si bela
total 1 replies
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
👍
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
kembali juga mereka bersama dan itu juga atas bantuan daddy gilbert dan saudaranya 😀
Melia Gusnetty
knp musti ngomong dlm hati siihh...🤦‍♀️😔
Warlin Mga
cantik mukena ny 😍😘 sukses sllu thor karya mu💪😉
neng ade
akhirnya happy ending utk Bella dan Nick.. pasti Nara dan Tata pun ikut bahagia juga .. karena mereka punya keluarga yg utuh sekarang 😍😍
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
Daddynya sengaja menjebak mereka melalui minuman Nick yah, mungkin mereka akan pura² mergokin, lalu dinikahkan deh 🏃🏃
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
kayaknya harus saling membalas yah baru sadar dengan perasaan masing² 😀🏃🏃
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
tuh kan ish, Nick bujuk keq dengan baik bela nya, jangan sesuka hatinya. paling tidak buat permintaan maafmu dengan lembut sampai bela luluh 😴
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
Dari awal dia yang memanfaatkanmu, maksa pulak, trus dia yang membuatmu jatuh cinta, eh malah dengan egois menjatuhkanmu juga 😴
⸙ᵍᵏ Sari Kᵝ⃟ᴸ
aih, pengen kutabok. udah dihina dulu, anaknya ditahan, eh giliran sakit malah dibilanh bela ibu yang buruk, dari awal dia yanh egois. udah itu dituduh pula bela perempuan tidak baik.
jangan semudah itu bela memaafkannya, bikin dia tau gimana sakitnya dulu apa yang kamu rasakan
Harwanti Unyil
di mata hati mu setelah kau hina dn kau lukai sekarang mengharap izin untuk mendekati sungguh terlalu egois
Rahmi Rahmi
aku tidk suka sifat bela sombong dan egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!