Kisah seorang gadis desa yang harus menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal, hanya karena dia pernah menolong ibu dari pria tersebut.
Devan Pratama dan Hanum Umaizah ialah dua anak manusia yang tidak pernah bertemu sebelumnya, kini mereka berdua di persatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Akan kah, mereka berdua dapat melewati kerikil-kerikil kecil dalam rumah tangga mereka berdua??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 17
Saat Devan sedang berbicara sendiri, tanpa sadar jari tangan nya menekan tombol telepon, dan...
" Halo!" terdengar suara anak kecil dari seberang telepon.
Mendengar ada suara seseorang, Devan sangat terkejut dan dia pun langsung melemparkan handphone nya.
" Kenapa malah suara nya anak kecil ya? Apa mungkin itu anak nya?!" pikir Devan.
" Jangan-jangan dia bohong lagi tentang status nya yang sudah berkeluarga kepada mama!" pikir Devan.
" Kalau memang benar dia sudah menikah, bagus dong! Itu artinya mama tidak bisa memaksa aku menikah dengan dia!" ucap Devan.
Karena penasaran Devan pun mengambil handphone nya kembali, baru saja Devan menempelkan handphone nya di telinga, terdengar suara anak kecil lagi.
" Halo!!" terdengar lagi suara anak kecil dari seberang telepon.
" Halo!!" ucap anak kecil tersebut.
Baru saja Devan akan menjawab nya, tiba-tiba...
" Kakak! Loh! Kakak kok ada di kamar tante!?"
Terdengar suara seorang wanita yang dia kenal.
Karena penasaran, dia mencoba untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
" Kakak, tadi di panggil adik kok tidak menjawab?" tanya wanita tersebut.
" Loh! Kok mainan handphone tante Hanum, kalau mama tahu nanti mama marah loh!?" ucap wanita tersebut.
" Tante Hanum boleh tidak aku pinjam handphone nya sebentar saja, aku mau melihat foto" kata anak kecil tersebut.
" Ate dedek mau naik atas ( Tante adik mau naik ke atas juga)".
Terdengar suara anak kecil lagi. Devan masih setia mendengar percakapan tante dan keponakan tersebut.
" Tapi sebentar saja ya" kata Hanum.
" Sini handphone tante buka dulu!?" ujar Hanum.
Hanum mengambil handphone nya dan betapa terkejutnya dia saat menyalakan handphone nya, ternyata ada seseorang orang sedang menelpon.
" Ayra tadi menelpon nomor siapa?" tanya Hanum dengan suara lembut.
" Tidak! Aku tidak menelepon siapa-siapa kok tante, tadi ada yang menelepon tante terus aku terima telepon nya" jawab anak kecil yang di panggil Ayra oleh Hanum.
Mendengar jawaban keponakan nya, Hanum melihat kearah handphone nya dan benar yang di katakan oleh keponakannya.
Karena penasaran dengan siapa yang menelepon dirinya, dia pun mencoba untuk bertanya.
" Halo! Maaf ini siapa ya?" tanya Hanum.
Devan terkejut saat mendengar suara Hanum.
" Aku Devan" jawab Devan.
Hanum terkejut saat mendengar nama Devan.
" Devan siapa ya? Perasaan aku tidak ada teman yang namanya Devan deh?!" batin Hanum.
Karena penasaran, Hanum langsung bertanya " Maaf ini Devan siapa ya?".
Mendengar pertanyaan Hanum membuat Devan berkata dalam hati " Memang ada yang nama nya Devan selain aku?!"
" Devan anak nya ibu Vania" jawab Devan.
Mendengar jawaban lawan bicara nya di telepon membuat Hanum terkejut.
" APA!!" ucap Hanum dalam hati.
" Masa sih! Dia mas Devan anak nya ibu Vania! Dari mana dia tahu nomor handphone ku ya?!" ucap Hanum dalam hati masih belum percaya dengan jawaban yang dia dengar.
Saat Hanum masih belum percaya dengan ucapan seseorang di seberang telepon, keponakan nya memanggil nya dan berkata "Tante! Handphone nya mana, aku mau pinjam!?" sambil menarik tangan nya.
" Hah! Iya sayang, ada apa?" kata Hanum terkejut.
" Handphone nya mana, aku mau pinjam" kata Ayra.
" Iya. Sebentar dulu ya, ini teman tante sedang menelpon" kata Hanum.
Mendengar jawaban dari tantenya, membuat Ayra kesal.
Hanum yang melihat keponakan nya kesal pun mencoba untuk menghiburnya " Loh! Kok cemberut, daripada main handphone terus mata nya sakit mending, lihat tante main sulap".
" Tante bisa sulap loh! Mau lihat tidak?" imbuh nya.
" Memang tante bisa sulap?" tanya Ayra ketus.
" Bisa dong" jawab Hanum.
" Kak Ayra dan adik mau lihat tante sulap?" tanya Hanum.
" Mau!!" jawab Ayra semangat.
Mendengar jawaban keponakan nya, Hanum langsung meletakkan handphone nya di atas lemari kecil di dekat tempat tidur, dan dia lupa tidak mengakhiri sambungan telepon nya dengan seseorang yang bernama Devan.
Setelah meletakkan handphone nya, Hanum langsung bermain dengan kedua keponakan nya dengan bahagia.
Seseorang di seberang telepon yang mendengar suara tawa bahagia Hanum dan keponakan nya pun ikut tersenyum.
lanjuuuuit