NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 - Seperti Anak Kucing

Deg!

Kini Alika selalu merasakan ada yang berbeda tiap kali dia bersentuhan dengan Erlan.

Selalu merasa ada rasa yang seharusnya tidak seperti ini. Sangat nyaman, sentuhan lembut dan penuh perasaan, hal itu membuatnya jadi salah tingkah.

"Aku bisa melakukannya sendiri Er," ucap Alika, dia menarik tangannya sekaligus mengambil elap tersebut.

Lalu mundur satu langkah, takut Erlan bisa mendengar detak jantungnya yang berdegup dengan kencang.

Tapi pergerakannya yang terburu-buru malah membuat kakinya terselip dan nyaris jatuh.

Untunglah Ryan bisa menahannya dengan cepat, dia memeluk pinggang Alika tanpa sengaja. Menarik gadis itu hingga menempel pada tubuhnya.

Deg!

"Ya Allah Alika, hati-hati," ucap Ryan, mendadak dia jadi sangat cemas. Bagaimana jika Alika sampai jatuh?

Bi Santi pun sama terkejutnya seperti sang majikan, dia buru-buru menghampiri keduanya dan memeriksa keadaan.

"Al, kamu baik-baik saja? apa lantainya licin?" tanya bi Santi bertubi, dialah yang mengepel lantai di dapur ini, jadi akan merasa sangat bersalah jika Alika sampai terpeleset.

Dan Alika yang mendengarkan kecemasan dua orang tersebut jadi makin gelagapan sendiri. dia hanya ingin melindungi perasaannya sendiri tapi malah berakhir membuat semua orang lain Jadi cemas.

"Ti-tidak Bi, lantainya tidak licin. Kaki ku hanya terkilir sedikit," balas Alika, perlahan dia mendorong dada Erlan agar melepaskan pelukannya.

"Coba aku periksa kaki mu," balas Ryan.

Ryan lalu menggendong Alika untuk dibawa ke ruang tengah, dia menggendong di depan hingga membuat Alika berjangkit kaget.

Takut jatuh, Alika reflek memeluk pria tersebut.

Tidak bisa melihat membuat Alika tidak tahu tentang jarak, tanpa sadar dia memposisikan wajahnya tepat berada di hadapan Ryan.

Sampai hidung mereka nyaris bersentuhan.

Deg! kini Jangan ditanya jantung Siapa yang berdegup.

Debaran itu dirasakan jelas oleh Ryan.

dia sampai tidak bisa menjelaskan seberapa besarnya hasrat ini untuk menyesap bibir manis tersebut.

Astaghfirullah Alikaaaa, gemas Ryan.

Agar pikirannya tetap waras jadi dia menjauhkan wajah dan mempercepat langkah, hingga akhirnya tiba di ruang tengah.

Huh! Ryan membuang nafasnya dengan lega ketika dia sudah berhasil mendudukkan Alika dengan selamat.

Debaran demi debaran yang dia rasakan pada gadis ini membuatnya semakin yakin jika mungkin saja hatinya telah berubah haluan.

Tidak lagi memendam perasaan pada wanita di masa lalunya, melainkan sudah beralih pada gadis yang kini sedang tak bisa melihat tersebut.

Tanpa basa-basi Ryan langsung berjongkok dan memeriksa keadaan kedua kaki Alika.

Mendapatkan sentuhan dari Erlan seperti itu benar-benar membuat Alika jadi gugup sendiri.

Beberapa hari lalu sentuhan Erlan sungguh tidak mempengaruhi dia, tapi entah kenapa sekarang malah berubah jadi seperti ini.

"Kaki mu tidak memar, sakit tidak?" tanya Ryan, Dia sedikit menekan pergelangan kaki Alika.

"Awh, tidak sakit, malah geli," jawab Alika jujur.

Dan kata Geli di telinga Ryan entah kenapa terdengar sangat nakal.

Astaghfirullah, aku bisa benar-benar gila gara-gara wanita ini. Batin Ryan.

Karena hasratnya pun selalu terpancing karena Alika.

"Baguslah jika tidak sakit, kalau begitu aku akan pergi sekarang," ucap Ryan.

Dia mulai berdiri.

Dan meski rasanya tidak rela membiarkan Erlan pergi, tapi Alika tetap menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Lalu merasakan, Erlan yang mengelus puncak kepalanya pelan.

Nyes!

Alika menciut, seperti anak kucing yang dielus kepalanya. Tunduk.

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!