TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(17) Ditinggal tanding
Semenjak kedatangan Khairul ke kediaman keluarga Muhammad, membuat Abah lebih sering menyendiri untuk menghilangkan sesuatu yang mengganjal dihatinya dan hanya didepan Jizah dan Aldi saja Abah berbicara panjang lebar. Abah , Ummi, anak serta menantunya menutupi rapat-rapat apa yang telah terjadi 2 bulan lalu dari Jizah dan Aldi.
Kediaman Aldi dan Jizah
Setelah Aldi pulang sholat isya' dari masjid dan Jizah pun baru selesai sholat kini keduanya sedang menyantap makan malam. Setelah makan malam selesai, Jizah langsung mencuci piring kotornya ke westafel sedangkan Aldi masih duduk dimeja makan sembari matanya terus memperhatikan gerak-gerik istrinya. Jizah yang merasa terus diperhatikan akhirnya dengan segera menyelesaikan pekerjaan nya dan menghampiri sang suami.
"Mas apa kamu butuh sesuatu? nanti ku ambilkan" ucap Jizah dan duduk disebelah suaminya
"Sayang, mas besok sudah harus pergi ke asrama, karena lusa mas harus pergi ke Yogyakarta selama seminggu, sekalian mau mampir ke rumah Ayah. Kamu gpp kan mas tinggal?" ucap Aldi dengan hati-hati dan tangannya menyeka rambut Jizah yang menutupi telinganya
"Gpp mas, Anna harus terbiasa dengan pekerjaan mas yang mengharuskan pergi dalam waktu lama" jawab Anna dengan senyum
"Apa mas sanggup yaa, meninggalkan bidadari mas dirumah sendirian?" ucap Aldi dengan tangannya terus mengelus kepala istrinya
"Jika mas mengizinkan Anna ingin tinggal dirumah Abah selama mas di Yogya bolehkah mas?" tanya Jizah
"Tentu sayang, itu jauh lebih aman ketimbang kamu disini sendirian"
"Benarkah mas?" tanya Anna
"Iya sayang, tapi sebelum mas tinggal...
mas ingin kamu" bisik Aldi di telinga Jizah
Jizah tidak menjawabnya melainkan langsung pergi kedalam kamar disusul Aldi dari belakang dan tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
Pagi harinya Jizah telah selesai menyiapkan keperluan suaminya dan setelah selesai dia dengan segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan.
"Hmm... istriku pintar sekalii, ingin ditinggal suaminya tanding tapi sepertinyaa tidak rela yaa?" ucap Aldi dari belakang mengagetkan Jizah yang sedang membolak-balikkan masakannya
"MasyaAllah suamiku ini senang sekali yaa membuat istrinya kaget?" ucap Jizah yang masih fokus pada masakannya
Dan Aldi tersenyum berjalan mendekati Jizah lalu memeluknya dari belakang.
"Mas... jika seperti ini, jadi lama Anna memasaknya" ucap Jizah dengan lembut dan membiarkan suaminya bermanja-manja
"Mas gak ngapa-ngapain kok sayang, kamu nya aja yang masaknnya lama" ucap Aldi dengan posisi yang sama dan sesekali mencium pipi istrinya
Dan tak lama masakan Jizah telah tersaji rapih diatas meja makan minimalis.
Jizah melayani suaminya dengan baik dan itu membuat Aldi selalu merasa jatuh cinta setiap harinya.
"Sayang, nanti mas berangkat sekalian antar kamu ke rumah Abah yaa?" tanya Aldi setelah keduanya selesai sarapan
"Iya mas, sekalian Anna izin pakai mobil Anna lagi ya mas? Anna ingin ke butik terus mampir ke tempat produksi sepatu mau kasih liat contoh model sepatu yang terbaru dari Rumaisah shoes" ucap Anna meminta izin kepada Aldi
"Mas boleh saja jika kamu mau menggunakan lagi mobilmu Ann, tapi apa kamu hari ini tidak pergi kuliah jika ingin ke butik?"Aldi
"Setelah Anna pulang kuliah mas, boleh ya?" mohon Anna
"Sendiri?" tanya Aldi
"Insyaallah bareng Riska mas, bagaimana mas izinkan?" tanya Anna sekali lagi
"Hmm yasudah, tapi kamu GK boleh capek-capek loh ya Ann, mas GK mau kamu kecapean, makannya yang teratur, jangan terlalu sering melakukan aktivitas yang berat-berat dan nurut kata Abah selama mas GK ada di samping kamu" cerocos Aldi
"Mas ini sebenarnya mengizinkan Anna tidak sih? peraturannya banyak sekali" ucap Anna mengerucutkan bibirnya
"Ulu-uluu, istrikuuu bibirnya jangan digituin donkk mas jadi gemeeesssss" ucap Aldi lalu mencubit manja kedua pipi istrinya
"Ampun maass, hentikan nanti pipi Anna tambah merah" ucap Anna membuat Aldi menghentikan aksinya
"Iya-iyaa mas izinkan sayaanggg" ucap Aldi lalu membawa Jizah kedalam pelukannya
Jam 09:30 keduanya sudah siap menuju rumah Abah terlebih dahulu. Dan 20 menit kemudian mereka telah sampai didepan halaman rumah Abah.
Tin...(suara klakson mobil Aldi) dan dengan segera Adit (satpam) membukakan pintu pagarnya
"Terimakasih Bang" ucap Aldi kepada Adit
"Siaapp" jawab Adit menaikkan tangannya tanda hormat
Lalu keduanya turun dari mobil dan segera masuk, melihat pintu sudah terbuka dan diruang tamu sudah ada Abah, ummi serta sikecil Zayna sedang duduk dipangkuan Abah yang sedang membaca Al-Qur'an
"Assalamualaikum" ucap Aldi dan Jizah bersamaan
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"jawab keduanya serempak
Dan segera Jizah dan Aldi menyalami kedua tangan kakek nenek yang masih terlihat muda.
"Loh ada Zayna, berarti ada Bang Awwal ya Bah,umm?" tanya Jizah
"Iyaa mereka nanti kesini lagi setelah mendaftar sekolah untuk Zain" ucap Abah
"Lalu kenapa Zayna ditinggal?" Jizah
"sebelumnya mereka harus mampir untuk meeting terlebih dahulu dan jika mengajak Zayna juga pasti bakal repot" ucap Ummi
Dan Jizah mengangguk saja lalu membawa Zayna kedalam pangkuannya
"Aldi sudah ingin berangkat?" tanya Abah kepada menantu lelaki satu-satunya itu
"Iya Bahh, Aldi titip Anna ya." ucap Aldi dengan lembut
"Kamu tidak perlu khawatir, Anna aman terkendali disini insyaallah" ucap Abah
"Jika Anna susah makan, marahi saja dia Bahh umm, dan jangan biarkan dia
mengangkat beban yang terlalu berat" cerocos Aldi kepada kedua mertuanya dan melirik Jizah yang sedang berceloteh dengan Zayna
"Mas... kamu ini dari kemarin berbicara nya itu terusss" ucap Jizah dengan nada merajuk
"Ann apa yang dikatakan suamimu benar, jangan membangkang!" ucap Abah dengan tegas tapi tetap lembut
"Iya Abah Anna minta maaf" Jizah
"Loh kok minta maaf sama Abah?, sama Aldi Anna sayang..." ucap Ummi
"Iya umm, mas maafkan Anna yaa" kata Jizah lalu mencium tangan suaminya
"Iya sayang, maafkan mas juga yaa semuanya demi kebaikan kamu"
"dan siapa tau sudah ada nyawa didalam rahimmu" lanjut Aldi membisikkan ke telinga Jizah
"Aamiin" hanya itu yang bisa Jizah katakan karena suaminya seperti orang yang tidak sabaran untuk segera mempunyai anak
Abah dan ummi yang melihat hanya menggelengkan kepala melihat anak dan menantunya begitu serasi dan berdo'a semoga rumah tangga keduanya selalu dalam lindungan Allah SWT
Tak lama Aldi harus segera ke asrama klub volinya yang berada di daerah Sidoarjo.
"Mas kenapa kamu GK naik pesawat saja sih, nanti kamu lama diperjalanan donk?" tanya Jizah yang merasa heran kenapa suaminya harus membutuhkan waktu lama memilih menggunakan mobil dibandingkan pesawat
"Mas hanya ingin menghemat aja sayang dan ketika disana mas GK perlu pakai mobil ayah lagi" jawab Aldi lalu segera menyalami mertuanya
"Abah, ummi Aldi pamit yaa"
"Iyaa pelan-pelan saja bawa mobilnya asal selamat" ucap ummi
"jangan lupa berdo'a dan zikir setiap diperjalanan" lanjut Abah
"Iyaa ummi Abah terimakasih" ucap Aldi seraya menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu beralih ke istrinya
"Sayang... mas berangkat yaa" ucap Aldi mendekatkan dirinya pada sang istri lalu menjulurkan tangannya lalu mengecup kening istrinya dengan lama
"Iya mas hati-hati yaa, titip salam buat Ayah, Bunda dan juga Galih(adik Aldi)
"Pasti sayang" ucap Aldi
"Assalamualaikum.. '
lalu langsung masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkan kediaman Abah tidak lupa melambaikan tangannya
"Waalaikumsalam warahmatullahi" jawab mereka
"Anna GK nyangka, akhirnya merasakan keluhan para istri pemain bola yang ditinggal suaminya mencari nafkah" ucap Jizah setelah mereka masuk kedalam
"Nikmati, syukuri, ikhlaskan" jelas Abah lalu pergi ke kamarnya
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Barangsiapa beramal saleh sesuai dengan syariat, laki-laki atau wanita, dia beriman kepada Allah, niscaya Kami akan menghidupkannya di dunia dengan kehidupan yang baik, dengan (membuatnya) rida terhadap ketetapan Allah, kanaah dan bimbingan menuju ketaatan. Kami pasti akan membalas mereka di Akhirat dengan pahala yang lebih baik daripada ketaatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik lelaki maupun perempuan, sedang ia beriman kepada Allah dan rasulNya, maka Kami akan beri dia kehidupan bahagia dan tentram di dunia, walaupun dia tidak banyak memiliki harta, dan kami benar-benar akan memberikan balasan pahala bagi mereka di akhirat dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka perbuat di dunia.
*Terimakasih jika suka silahkan klik jempol nya dan berikan masukkan 😊🙏😊
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku