TAHAP REVISI‼️
Seorang ELF cantik yang terkenal suka menyendiri suatu hari bertemu dengan pemuda tampan yang tersesat di hutan milikinya. Hubungan mereka menjadi kuat sejak ELF mengandung anak mereka. Apakah kisah cinta mereka bisa bertahan?
Update setiap hari Senin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bam25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Pergi Festival
Setelah itu Elco bergegas mandi karena dia paling cinta kebersihan. Meskipun sekarang sudah runtuh sedikit karena kekasihnya itu, tetap saja dia paling tidak tahan jika badannya lengket karena keringat. Sebelum dia mendidihkan air mandinya, dia menghangatkan air untuk merendam kaki Elena agar tetap mulus dan cantik. Setelah hangat, dia pindahkan baskomnya menjadi baskom plastik dan menaruh beberapa kelopak mawar di baskom tersebut. Setelah itu dibawanya ke tempat Elena yang duduk mengangkat kakinya di sofa. Dia menurunkan kaki kekasihnya dengan lembut dan menaruhnya di air hangat untuk terapi kaki. Elena yang kebingunangan lantas bertanya dengan malu kepada kekasihnya.
"Kau mau mesum ya?", ucapnya dengan malu.
"Len, kau salah paham. Aku mau kau merilekskan kakimu.", ucap Elco
"Bearti itu buat air cuci kaki dong?", tanya Elena
"Iya biasanya para gadis begitu sih karena aku mencari dari internet", ucapnya takut Elena tidak menyukai
"Ohh begitu ya", angguk Elena paham
"Makasih ya El", ucap Elena mencoba menikmati hal yang menurutnya asing dan menarik
"Sama-sama, bagaimana enak bukan?", tanya Elco
"Hhhm iya enak dan buatku rileks", ucap Elena
"Kalau gitu kamu seperti ini saja sampai aku selesai mandi", ucap Elco sambil berdiri dan mengelus lembut rabut kekasihnya
"Baiklah", angguk Elena sambil memejamkan matanya untuk merilekskan kakinya. Sementara Elco menunggu air mandinya menghangat.
Elco mandi dengan sabun yang sama mereknya hanya berbeda aormanya dengan aroma kekasihnya itu. Sabun tersebut memang yang membelikan adalah Elco. Setelah dia membersihkan dirinya dan memakai kaos kesayanganya yang bisa membuat ketampanannya bertambah. Elco keluar dengan kondisi yang fresh membuat kegagahannya terbentuk. Segera dia keluar dan melihat kekasihnya bersenandung lagu sambil mencoba pakaian yang diborong oleh Elco.
Saat ini Elena sedang mencoba pakaian dan gaun-gaun yang sudah dibeli oleh pacarnya. Dia mencoba di kamarnya dan mengunci pintunya agar kekasihnya tidak sampai masuk dan melihat bentuk body tubuhnya itu.
Dia membuka satu-satu gaun dan pakaian yang dibeli oleh Elco dan mencoba di depan kaca yang berada di meja hiasnya. Dia mencoba semuanya sambil berputar apakah sesuai dengan body tubuhnya atau tidak. Pada saat dirinya menatap kaca, dia terkejut tidak mempercayai sosoknya yang sangat sempurna yang tampil di kaca.
"Apakah ini aku?", gumam Elena takjub akan bayangan dirinya.
"Tidak kusangka aku memiliki badan dan rupa yang sangat cantik. Itu bisa membuat pria itu cemburu berat jika melihat ada yang melirik aku", ucap Elena senang.
Tanpa disadari Elena semuanya percakapannya yang dia ungkapkan sendiri semuanya didengar oleh Elco yang mendengar di balik pintu yang terkunci. Pada awalnya dia mau mengetok agar Elena membukakan kamarnya karena dia cemas namun dia mendengarkan semua omongan Elena dan tersenyum dengan penuh arti
"Menarik, wanitaku ingin membuatku cemburu ya?", senyum Elco.
"Beraninya dia mengharapkan adanya pria yang ingin menatapnya", ucap Elco dengan senyum smirknya.
"Aku punya ide agar bisa menggoda wanitaku", gumam Elco yang tiba-tiba terlintas ide untuk menjaili wanitanya.
Dia mengeluarkan handphonenya dan merekam semua percapakan Elena yang sendiri dan menyimpan di musik supaya bisa menggoda kekasihnya itu.
Sementara itu penduduk desa bersiap-siap untuk merayakan festival yang akan dilaksanakan pada malam hari menyambut kedatangan turis asing agar bisa membantu promosi keindahan desa mereka. Para penduduk pria sibuk bergotong royong membangun stand dan tenda sementara istri mereka menyiapakan makanan dan minuman yang akan dijual ataupun barang-barang yang bisa dijual.
Langit sudah mulai gelap dan menandakan festival akan dilangsungkan beberapa jam lagi. Elena masih sibuk memilih baju yang akan dipakainya untuk menghadiri festival pertamanya di dunia manusia. Sementara Elco menunggu Elena yang berganti pakaian sambil mengecek layar ponselnya apakah ada pesan masuk atau tidak. Setelah bosan menatap layar handphonenya yang tanpa notif, dirinya membayangkan betapa cantiknya kekasihnya menggunakan semua barang yang dia belikan. Karena Elco hanya memakai kaos dan celana pendeknya yang trendy sehingga tidak butuh menggantinya lagi.
"Aku pusing mau pakai yang mana", ucap Elena di dalam kamarnya.
Elena memandang semua gaun pemberian Elco dan merasa pusing untuk memilih karena menurutnya semua gaun pemberian Elco sangatlah bagus dan elegan. Akhirnya dia tertuju pada gaun putih bercorak bunga dahlia yang berwarna pink yang sebatas lutut putih jenjangnya yang mulus dan tinggi. Dia memakai gaun tersebut dan hanya menyisir rambutnya dan mengikatnya dengan gaya ekor kuda. Setelah dirasanya cukup, dia keluar dari kamarnya tanpa polesan make up.
Pada saat Elena keluar dan berjalan ke ruang tamu. Dia memanggil Elco yang sempat memejamkan untuk berpikir pesona apa yang akan ditampilkan oleh kekasihnya dalam memakai gaun pemberiannya.Karena dia melihat Elco memejamkan matanya dia berjalan mendekatinya dan memanggil nama kekasihnya.
"El", panggil Elena.
Langsung saja ketika kekasihnya memanggilnya mata Elco langsung terbuka dan menoleh ke sumber suara. Betapa terkejutnya Elco mendapatkan kekasihnya sangat cantik dan elegan yang tiada bandingnya dengan wanita mana pun di dunia. Kekasihnya bagaikan dewi yang turun ke dunia. Dia mematung takjub dan mata tidak bisa melepaskan pandangannya kepada Elena dan berhasil membuat kekasihnya mentertawai Elco karena sikap takjub Elco.
Setelah memuji kekasihnya beberapa kata-kata yang menurut kekasihnya gombal, Elco mengajak kekasihnya untuk menikmati festival. Festival dimulai dengan penyalaan kembang api sebagai penyambutan meriahnya festival yang sudah menjadi tradisi di desa tersebut.
"Len yuk jalan yuk, nanti tidak bisa kembang apinya", ucap Elco sambil mengendong Elena dan membawa Elena keluar hingga di depan pintu rumah mereka menginap.
"El, ini umum jangan malu-maluin. Aku bisa jalan sendiri",tolak Elena dengan nada dan muka memerah.
"Tempatnya cukup jauh. Nanti kau kecapean", bujuk Elco
"Oh ya pakai ini, biar tubuhmu tidak kedinginan", ucap Elco sambil memakaikan jaket kepada Elena.
Dia memang membawa jaketnya hanya untuk melindungi tubuh Elena agar tidak kedinginan yang bisa menyebabkan batuk dan flu ringan. Sikapnya yang sangat romantis membuat warga yang sedang melewati jalan tersebut hanya bisa menatap dan merasa nostalgia akan masa muda mereka atau masa pacaran mereka.
Elco menggendong Elena dengan gaya bridal style membawa tempat pelepasan kembang api yang terletak di gedung pemerintahan desa. Dia menggendong Elena tanpa mengomel satu kata pun. Malah dirinya terlihat sangat senang bisa menggendong kekasihnya dan membuat kekasihnya malu sepanjang perjalanan mereka.
Butuh waktu hampir satu jam untuk menuju tempat peluncuran kembang api dan perjalanan tersebut yang ditempuh oleh Elco dengan berjalan kaki sambil mengendong kekasihnya
"Apa kau tidak lelah, El", tanya Elena penasaran di sela malunya
"Tidak aku tidak lelah. Aku masih sanggup membawamu", ucap Elco santai.
"Apakah badanku berat?", tanya Elena merasa bersalah
"Tidak badanmu sangat ringan. Seringan bulu" ucap Elco sambil mtersenyum.
"Lalu kenapa kau tersenyum?", tanya Elena lagi
"Karena aku beruntung bisa mengendong bidadari secantik dan selegan kamu", ucap Elco lagi
"Tuh kan gombal lagi", ucap Elena cemberut dengan pipi rona merah akibat malu
"Siapa yang gombal. Aku mengatakan fakta kok", ucap Elco tifak terima dikatakan gombal.
Perjalanan mereka diisi dengan percakapan ringan antara Elco dengan kekasihnya.
"Lalu bagaimana dengan wanita manusianya?" tanya Elina.
Coba kakak baca buku saja dialog tag yg bnr penulisannya seperti apa.
jangan ngikut senior di noveltoon
mereka terkadang masih banyak yg salah puebi ataupun dialog tag.
kalau mau ikut kelas menulis atau koka kak
utk dialog tagnya yg bnr sepertinya ya kak
saya dapat pembelajaran kelas menulis tahun lalu
semoga berkenan saya kritik ya
"Hai Elina, selamat pagi," ucap Erick.
tanda koma dulu baru habis itu tanda petik
selebihnya sudah keren 😍
Saya kasi 1 bunga ya
Apakah Erick tahu sesuatu?
Makin penasaran aja nih, semangat ya💪💪
Setelah tanda tanya kemudian tanda petik tidak usah diberi tanda koma ya 🙏