NovelToon NovelToon
My Baby And My Savior Lord

My Baby And My Savior Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:207.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: iraurah

Aderald Brixton, pengusaha ternama yang tiba-tiba saja dicegat mobilnya oleh seorang wanita hamil dengan pakaian berlumuran darah.

Raut ketakutan dari wanita itu membuat aderald mau tak mau harus membawa si wanita demi menyelamatkan dua orang nyawa sekaligus.

"Tolong bawa aku Tuan!! Bayi ku harus selamat...!"

Apakah yang terjadi? Dan siapakah wanita tersebut? Akankah peristiwa itu membawa mereka kedalam sebuah kehidupan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Perlu Percaya

Setelah dua hari dirawat di rumah sakit, akhirnya dokter mengizinkan Dona pulang. Wanita itu nampak sangat senang, usai melewati hari-hari yang panjang kini ia bisa terbebas dari ruangan yang telah memenjarakannya selama 48 jam lebih.

"Ternyata ini melebihi dugaan saya, kondisi Nona sudah sangat membaik, tidak perlu lagi di rawat di rumah. Cukup istirahat yang benar dan jangan terlalu banyak pikiran, selebihnya saya yakin anda bisa merawat diri dengan baik" ujar dokter yang baru saja memeriksa kondisi Dona.

"Baik dok, kedepannya saya akan menjaga diri saya lebih baik lagi. Terimakasih atas pengobatannya, maaf jika saya pernah membuat dokter repot" balas Dona yang kini sudah terlihat lebih berseri, terpancar aura semangat yang ditunjukkan perempuan tersebut.

Dokter membalas senyuman itu, rasa bahagia yang selalu timbul ketika melihat pasiennya pulih satu persatu, "Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang dokter, semoga seterusnya Nona dan calon bayi anda selalu diberi kesehatan. Jangan mau sekali-kali lagi datang kesini" ucapnya bergurau.

Mereka pun tertawa mendengar candaan dokter, jelas Dona paham apa yang dimaksud oleh dokter. Kini mood nya sedang dalam kondisi yang baik, apalagi pembawaan sang dokter tak membuatnya cemas sama sekali.

"Ada yang mau anda tanyakan lagi? Mumpung saya masih disini, jangan ragu-ragu"

"Emm.... Sepertinya tidak ada, semua penjelasan dokter sudah cukup jelas" kata Dona menjawab.

"Baiklah kalau tidak ada, saya akan langsung keluar. Semoga Nona cepat bisa sembuh total, saya pamit. Mari Tuan..." Dokter pun tak lupa berpamitan pada Aderald yang dibalas anggukan oleh pria tersebut.

Kini tinggallah Aderald, Dona, dan Aksa disana. Semua barang-barang yang mereka bawa ke rumah sakit sudah dimasukkan ke dalam tas besar hanya tinggal menunggu perawat membawa kursi roda untuk Dona.

"Akhirnya aku bisa pulang, terimakasih kalian sudah menemani aku selama disini, terutama kau Aderald... Maaf aku tidak bisa membalasnya dengan apapun" lirih Dona memandang Aderald penuh rasa terima kasih, tak bosan-bosan ia berkata demikian sampai mulutnya berbusa sekalipun.

"Berterimakasih lah pada dirimu sendiri, jika bukan karena dirimu yang kuat dan tangguh maka kau tidak akan mungkin berada dititik ini. Jangan lupa untuk menghargai diri sendiri juga" ucap Aderald menasihati.

Hal yang selalu Aderald lakukan, seolah Aderald tak menganggap dirinya sebagai seorang pria yang berjasa, pria itu akan selalu mengatakan hal lain yang membuat orang lain menyadari akan sesuatu yang tak pernah dipikirkan.

Tak lama seorang perawat masuk membawa kursi roda untuk Dona, "Silahkan naik Nona, biar saya antar"

Baru saja kaki Dona hendak menginjakkan kaki, tiba-tiba Aderald mengangkat tubuhnya secara mendadak membuat si empu terlonjak kaget.

"A-aderald...."

"Kau masih lemas, jangan bergerak dulu" pangkas Aderald menduduki Dona di kursi roda.

Jantung Dona terasa berdegup beberapa kali lipat, meski dirinya sudah duduk di kursi roda tetapi lagi-lagi sikap Aderald membuat hatinya terus berolahraga.

Perawat pun mendorong kursi yang ditumpangi Dona keluar dari ruang inap, diikuti oleh Aderald juga Aksa yang membawa tas besar milik Dona.

Sesampainya di depan mobil Aderald mengangkat lagi tubuh Dona memasukkan wanita itu ke dalam kendaraannya lalu ikut duduk di samping Dona.

"Sudah siap pulang sekarang?" Tanya Aderald

Dan diangguki oleh Dona dengan sangat antusias, hingga kendaraan beroda empat itu pun melaju meninggalkan kawasan rumah sakit.

***

Di perjalanan suasana terasa hening dan tenang, tak ada yang bersuara seperti semula.

Dona yang sebelumnya sangat bahagia dalam sekejap membisu tak berkata-kata, Aderald mencoba menoleh melihat perempuan disebelahnya, Dona tampak melamun memikirkan sesuatu.

Membuat Aderald berseru memanggil nama perempuan itu.

"Dona...."

Dalam sekali panggilan Dona menoleh pada Aderald, tetapi ekspresinya kini berbeda lagi. Dona terlihat murung kembali, Aderald jadi dibuat khawatir serta tak enak perasaan.

"Ada apa Dona? Kau terlihat sedih" ungkap Aderald menebak.

Dona menunduk lesu, memang mood nya tiba-tiba turun lagi. Ada sesuatu yang mengganjal di benaknya.

"Aku.... Aku belum mendengar lagi kabar tentang perusahaan" tutur Dona sendu.

Pernyataan Dona membuat Aderald paham akan suasana hati wanita tersebut, selama di rumah sakit mereka memang tak membahas perihal perusahaan yang sudah hangus terbakar tiga hari yang lalu, Aderald maupun Dona memang berusaha tak membicarakan seputar itu, keduanya fokus pada kesehatan Dona.

Sampai kini, Dona sepertinya tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

"Aku akan tetap membelinya" sahut Aderald, mendengar itu Dona langsung mendongak sembari membeliakkan kedua mata.

"A-apa yang kau maksud?" Tanya Dona memastikan perkataan Aderald.

"Tidak perlu khawatir, aku akan tetap membeli perusahaan itu meski kini telah hancur. Kau akan tetap mendapat uang dari hasil menjual perusahaan" jelas Aderald meluruskan.

Namun Dona menggeleng seakan tak percaya, "Aku tidak mau!"

Aderald menautkan kedua alisnya, sedikit terkejut mendengar kalimat yang dilontarkan Dona.

"A-aku.... Aku tak bisa menjual perusahaan itu padamu, bangunan itu telah terbakar dengan isi-isinya, yang tersisa hanyalah nama dan puing-puingnya saja. Jika begitu untuk apa kau tetap membelinya? Kau hanya akan menguras hartamu dengan membeli sesuatu yang tidak berguna! Meski awalnya aku berniat menjual perusahaan tetapi jika sudah begini aku rasa aku tak bisa membiarkan mu tetap membelinya" ucap Dona menolak.

"Aku hanya ingin tahu informasi terkait kebakaran itu, aku sudah tak memikirkan tentang jual beli. Yang aku inginkan sekarang adalah aku ingin mengetahui penyebab kebakaran itu terjadi, karena aku rasa ada kaitannya dengan pembunuhan Jarvis" lanjut Dona.

"Ada kaitannya? Kenapa kau berfikir seperti itu?"

"Karena hari dimana Jarvis terbunuh dan ketika kebakaran itu terjadi hanya berbeda satu hari! Semua musibah yang dialami berlangsung secara berturut-turut, tidakkah kau berpikiran sama dengan ku?"

Aderald bergeming memikirkan ucapan Dona yang menurutnya masuk akal, jika benar ada kaitannya mungkin saja mereka bisa lebih mudah mencari pelaku serta dalang dibalik semua ini.

"Kau benar, sepertinya kebakaran itu juga bukan berasal dari ketidaksengajaan tetapi direncanakan. Bisa saja pelakunya adalah orang yang sama" pikir Aderald.

"Jika benar maka orang itu pasti masih ada di kota ini, kita harus beritahu polisi terkait hal tersebut!" desak Dona mulai dilanda kegelisahan.

Melihat itu Aderald tak bisa membiarkan Dona mengalami beban pikiran lagi, dengan cepat Aderald meraih tangan Dona dan menggenggamnya dengan erat.

"Untuk saat ini kau tidak boleh memikirkan hal itu dulu, serahkan semua padaku, aku tidak mau kondisimu menurun kembali. Biar aku yang mengurusi masalah tersebut, kau hanya perlu percaya padaku" ujar Aderald serius.

Pelan-pelan Dona mulai kembali tenang, mencoba menarik nafas panjang lalu mengembuskannya. Ia tidak boleh terlalu memikirkan sesuatu yang berat, ia harus percaya pada Aderald, ia hanya perlu berdoa yang terbaik untuk hasil yang akan didapatkan.

1
Jingga Pelangi
kamu kmana aja torrr
uni_riva
lah/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
astaga aderald pikiran mu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
uni_riva
apakah hubungan dona & javis tak di restui kah sampe di kejar2 bgtu??
uni_riva
mampir thoorr
Selvia Dora Pakpahan
lanjut thor
keke global
lanjutannya mana kakak
falea sezi
kok. G lanjut uda end kah
Queenfans Angelfans: 𝒂𝒚𝒐 𝒅𝒐𝒏𝒈 𝒖𝒑 𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒎𝒂𝒔𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒎𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒈𝒂𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈 𝒍𝒂𝒎𝒂
total 2 replies
Queenfans Angelfans
ᥣᥲmᥲ 𝗍һ᥆r
keke global
dona yg digombalin, aku yg meleleh
keke global
aderald nih blm prnh pcrn ap gmn... romantis tp kayak lepas banget
ardiana dili
lanjut
Una_awa
bisa aja kata² nya, gimana Dona gak tambah meleleh, aderald tambah pintar aja ngegombal 😁
ardiana dili
lanjut
keke global
novel sekeren ini.. yuk ramaikam gaes...aku suka sama karakter aderald dan ayahnya.. gak gegabah
ardiana dili
lanjut
Una_awa
semoga saja Dona dan aderald bisa menikah dan hidup bahagia.
Queenfans Angelfans
ᥴіᥱᥱᥱ
Queenfans Angelfans
һᥲᥡ᥆᥆ mᥲᥒᥲ іᥒі ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
Una_awa
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!