NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Culun

Rahasia Si Gadis Culun

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:948.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: UQies

Menceritakan tentang seorang gadis bernama Rachelia Edward yang harus hidup dengan menyembunyikan identitasnya karena sebuah perselisihan yang dapat mengancam nyawanya.

Ketika ia berusia 19 tahun, terungkap fakta mengejutkan mengenai kematian orang tuanya. Dengan berbekal kemampuan IT yang ia miliki, Michel mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Namun, di tengah rencana, Michel justru di pertemukan dengan Calvin Archer, pria yang berhasil mencuri hatinya, namun memiliki rahasia yang berhubungan dengan misi balas dendam Michel.

Lalu manakah yang akan di pilih Michel, cinta atau misi balas dendam?

Yuk baca cerita lengkapnya.

Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Tidak Sadarkan Diri

Di Data Center

Saat sedang sibuk-sibuknya membantu Denis melakukan perawatan data center, Franz tidak sengaja melihat Michel yang berjalan sembunyi-sembunyi diantara rak-rak yang berada di ruang data center tersebut. Ia berusaha mengikutinya, namun sayang, Denis malah memanggilnya kembali.

Tidak lama setelah itu, Franz mendengar suara Robin memanggil Michel.

"Michel, kamu dimana?" namun Michel tak menjawab panggilan Robin. Franz akhirnya paham mengenai kemungkinan apa yang saat ini sedang Michel lakukan.

Robin semakin mendekat dengan tempat Michel saat ini.

"Maaf Pak Robin, sepertinya tadi saya melihat Michel ke arah sana," ujar Franz menunjuk arah yang berlawanan dengan tempat Michel saat ini.

"Oh yah? ck dasar, gadis culun itu menyusahkan sekali," gumamnya lalu memutar arah mencari Michel.

Franz yang mendengar Robin mengumpat Michel hanya bisa geleng-geleng kepala. "Apa salah Michel? kenapa semua orang sepertinya sangat membencinya?" monolog Franz.

"Hey Franz, sampai kapan kau akan berdiri disitu terus, kemarilah bantu aku," seru Denis memanggil Franz.

Michel yang sejak tadi sudah ketakutan seketika merasa legah saat Robin kini sudah menjauh darinya. Ia mengamati proses yang saat ini masih berjalan. Dan tak menunggu lama, proses menghubungkanpun sudah 100%, Michel segera membersihkan dan merapikan kembali alat-alat serta kabel-kabel yang sempat ia pindahkan tadi saat mencari port USB.

Michel segera berlari ke arah Robin yang masih mencarinya sejak tadi.

"Maaf pak, tadi saya kebelet, jadi saya kesana kemari mencari toilet, tapi saya tidak menemukannya," lirih Michel seperti orang ling lung.

Robin yang melihat gadis culun dihadapannya mencari toilet hanya geleng-geleng kepala.

"Anak baru anak baru, mana ada toilet disini, sana keluar kalau mau buang air," seru Robin dengan nada kesal. "dasar si culun, bagaimana bisa dia lulus disini dengan otak culunnya itu," umpat Robin sambil memperhatikan Michel yang hilang dibalik pintu.

--

Jam makan siang.

Michel sedang duduk sendiri di kantin perusahaan sambil memijit-mijit pelipisnya. Tiba-tiba Franz datang menghampirinya.

"Hey Michel, bukan kah seharusnya kamu berterima kasih padaku karena sudah menolongmu tadi?" sindir Franz duduk dihadapan Michel.

"Oh.. iya maaf tadi aku tidak sempat mengatakannya padamu, terima kasih banyak Franz," ucap Michel sambil menundukkan kepalanya.

"Ett tapi itu nggak gratis, aku ingin kamu berbagi data yang kamu dapatkan nanti kepadaku," tutur Franz.

Michel mengerutkan keningnya, "memangnya data seperti apa yang kamu inginkan Franz?" selidik Michel.

Franz nampak melihat ke segala arah sebelum akhirnya ia berbisik kepada Michel. "Tentang bukti kejahatan Darold Archer." Mata Michel membulat mendengar perkataan Franz.

"Jadi benar dugaanku, Franz memang membenci Darold," batin Michel.

"Memangnya apa salah tuan Darold sampai kamu bersikeras mencari bukti kejahatannya?" selidik Michel ikut berbisik.

"Dia.. dia.." Franz tampak ragu mengatakannya.

"Iya, dia kenapa?" tanya Michel lagi.

"Dia telah membunuh kakakku," jawab Franz lesu.

Michel menutup mulutnya tidak percaya. "Oh my God, rupanya Darold Archer memang orang yang berbahaya lagi bringas, menjadikan nyawa manusia seperti mainan yang bisa dihilangkan kapan saja," batin Michel.

Michel nampak berpikir, mereka terdiam beberapa saat sampai Michel akhirnya buka suara.

"Baiklah Franz, tapi maafkan aku, aku tidak bisa memberikan data ini padamu, tapi aku akan membantumu untuk membalaskan dendammu dengan caraku, ku harap kamu juga akan membantuku nantinya," terang Michel.

"Baiklah, memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Franz penasaran.

"Untuk saat ini aku belum bisa mengatakannya padamu, aku harus mempelajari semua bukti kejahatan Darold terlebih dahulu," papar Michel berbisik.

"Baiklah kalau begitu, aku serahkan kepadamu, dan kabari saja aku jika kamu butuh bantuanku," ujar Franz lalu pergi meninggalkan Michel yng masih menikmati makan siangnya.

"Hufth.. sepertinya gara-gara tadi aku terlalu gugup jadi kepalaku terasa pusing sekarang," gumam Michel kembali memijit pelipisnya.

-

Disisi lain seorang wanita tengah tersenyum sambil melihat Michel dari jauh.

"Hmm.. sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan padanya agar dia ketakutan dan bertekuk lutut padaku," monolog Rena menyeringai licik

-

Petang kini menyambut ceria para karyawan yang pulang kerumahnya setelah lelah bekerja. Michel berjalan gontai keluar dari gedung DA Group, kepalanya saat ini benar-benar pusing.

"Sepertinya aku harus absen ke Cafe hari ini, aku harus istirahat total malam ini," lirihnya sambil terus berjalan hingga ia tiba di rumah.

Tak menunggu waktu lama, Michel kini terlelap dalam tidurnya. Rencananya akan tidur sebentar beberapa jam baru ia akan bangun untuk makan malam. Namun, hingga pukul 11 malam, Michel masih begitu nyenyak dalam mengarungi mimpi indahnya.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu yang begitu keras membangunkan Michel, Michel memicingkan matanya perlahan untuk menyesuaikan cahaya masuk ke dalam matanya. Dilihatnya jam dinding pukul 11.30 malam.

"Ck.. siapa sih yang datang malam-malam begini, mengganggu saja," decak Michel sembari bangkit dari tidurnya.

Tok tok tok

Lagi-lagi suara ketukan pintu yang keras membuat Michel semakin geram. Dengan cepat ia mengambil kacamatanya lalu berjalan ke arah pintu untuk membukanya.

Ceklek

Michel nampak melihat ke kanan dan ke kiri, dan tidak ada satupun orang di luar rumahnya.

"Apa ini? jadi hanya orang iseng? awas saja yah kalau sampai ketahuan, aku pites dia," gerutu Michel lalu berbalik hendak masuk kembali ke rumah. Namun, tiba-tiba muncul tangan kekar membekapnya dari belakang dengan bius disapu tangan, Michel hendak melawan namun bius lebih dulu menguasainya. Kini ia tidak sadarkan diri dan dibawa oleh beberapa orang bertubuh besar masuk ke dalam sebuah mobil hitam.

Entah siapa dan dibawa kemana Michel, yang jelas itu bukan hal yang baik baginya.

-Bersambung-

1
christin novip
Setting cerita awal di indonesia kan ya ?
Jarak tempuh indonesia ke washington dc itu setau saya sekitar 23jam. Apa iya, indonesia washington cuma 14jam ? hanya koreksi aja sih ..maaf ya 🙏
Shee_👚
jangan pelit² suara morgan tar di tikung orang lagi😂😂😂
Shee_👚
pada hal q mendukung sama abang morgan
Shee_👚
Frans anak Damon ini
Shee_👚
jangan² si franz anaknya Donald
Omah Tien
bihung ya anak nya baik bapak nya jahat
Omah Tien
harus nya semua di kasi belajar menebak pedang ini dr kecil cuma belajar gitu aja 4 orang aja hampir g bisa payah cumatau iti aja
Omah Tien
bdoh nya ko semua orang di ks tau umur nua bego
Omah Tien
jd malas baca nya
Omah Tien
serem ketemu anak musuh g enak kalau pacaran sm anak musuh
Toko Arezky cianjur
seru nih
Eskael Evol
apakah Marie seorang mafia
Eskael Evol
syukur lah penantian Calvin berubah manis
Eskael Evol
wah! papa Edward kocak juga
Eskael Evol
syukur lah ahirnya runtuh juga tembok penghalang
Eskael Evol
keren thor good job👍🙏❤💪
Eskael Evol
sabar ya babang Morgan
Eskael Evol
Calvin selalu di garda terdepan
Eskael Evol
waduh kabur penjahatnya
Eskael Evol
mampukah Calvin mengambil hati Edward
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!