Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Menyesal
Sania memejamkan matanya, dia merasa sangat malu ketika anaknya sendiri tidak mau ikut dengannya. Terlihat juga wajah Alif begitu ketakutan saat Sania memaksanya.
"Alif sayang, kita pulang sekarang ya nak!" Ucap Rama. Alif mengangguk.
"Ayo Rika!" Ajak Rama sambil mengandeng lengan Rika.
"Mas.....mas.....tunggu mas....biarkan Alif ikut denganku!" Ucap Sania menghalangi jalan Rama.
"Minggir kamu, jangan menghalangi jalan!" Ujar Rama kemudian berlalu begitu saja.
Sania pun hanya bisa pasrah melihat kepergian mantan suami dan anaknya itu. Dia akhirnya juga pergi dari restoran tersebut.
Di dalam mobil sambil menyetir, Sania terus saja menitihkan air matanya.
"Sebenci itukah kalian padaku?" Tanya Sania.
Sesampainya dirumah, Sania langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia melempar tasnya ke atas ranjang lalu menghempaskan dirinya sambil menatap langit-langit kamar. Tak terasa air matanya kembali membasahi pipi.
Sania begitu menyesal atas apa yang sekarang ia alami. Hidup sendiri tanpa adanya suami dan anak membuatnya benar-benar hampa.
Sania tiba-tiba teringat oleh Brian, ya semenjak terbongkarnya hubungan mereka malam itu, Sania dan Brian tidak pernah lagi bertemu bahkan berhubungan.
Sania kemudian meraba tasnya mengambil ponsel genggam miliknya. Dia berniat untuk menghubungi Brian.
Sudah beberapa kali ia menghubungi Brian, namun nomernya tidak aktif.
"Sepertinya dia sudah mengganti nomer ponselnya!" Ucap Sania.
"Apakah dia masih bersama istrinya apa mereka sudah cerai?" Sania begitu merasa penasaran.
"Ini semua gara-gara dia, andaikan aku tidak terbujuk rayu oleh sikap dan kata-kata manisnya pasti rumah tanggaku tidak akan seperti ini." Ucap Sania.
****
"Rika, maafkan atas sikap mantan istri ku ya.......karena dia sudah meneduh mu yang bukan-bukan." Kata Rama saat mengantar Rika pulang ke rumahnya.
"Tidak apa-apa mas, tidak usah minta maaf." Ucap Rika.
Mendengar itu Rama pun tersenyum. Rika memang sosok wanita yang sangat baik.
"Oh ya Rik, besok malam kamu sibuk nggak?" Tanya Rama.
"Em....enggak sih mas, memangnya ada apa?" Tanya balik Rika.
"Kalau nggak sibuk aku mau ngajak kamu buat makan malam. Kamu bisa?"
Rika mengangguk. "Bisa....."
"Kalau begitu besok malam aku jemput ya!" Ujar Rama.
"Iya, baiklah."
Beberapa saat kemudian Rama pun telah sampai di depan rumah Rika. Rama turun dari mobil dan langsung saja membukakan pintu mobil untuk Rika.
Rika sedikit terkesan saat melihat sikap Rama.
"Terimakasih ya mas, karena kamu sudah mau mengantarku." Ucap Rika.
"Sama-sama Rika. Oh ya, lain kali jika ingin pulang bersama bilang saja." Ujar Rama tersenyum.
Rika lagi-lagi menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu." Ujar Rama.
"Baiklah mas, hati-hati di jalan. Sekali lagi terimakasih!" Kata Rika.
Rama pun kembali masuk ke dalam mobil kemudian berlalu begitu saja dari halaman rumah Rika.
Malam harinya, saat Rama sedang makan malam bersama kedua orangtuanya.
"Oh ya Ram, ibu lupa bilang."
"Bilang apa Bu?" Tanya Rama.
"Kemarin si Sania datang kesini, nanyain kamu sama Alif tapi ibu langsung usir dia." Kata Hana.
"Oh ya?"
"Iya, ibu kesal liat mukanya yang melas. Untung saja kamu sudah cerai darinya." Ujar Hana.
Rama hanya diam sambil termenung sejenak.
Sementara Sania saat ini sedang duduk sendiri di balkon kamarnya. Terlihat tatapannya sangat begitu fokus ke layar ponsel karena ia sedang mencari-cari rumah baru yang akan ia tinggali. Yah, Sania berniat untuk menjual rumahnya yang sekarang.
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan