NovelToon NovelToon
Rasa dan Nafsu

Rasa dan Nafsu

Status: tamat
Genre:Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:72.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Hendry Mafolo pria tampan yang sangat menyukai gadis cantik dan seksi meskipun ia baru saja berusia 17 tahun. Dan Hendry Mapolo adalah anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya, ayahnya seorang direksi dan ibu Hendry seorang dokter.

Namun Hendry memiliki sifat yang nakal, sehingga kedua orang tuanya selalu memindah-mindahkan Hendry dari satu sekolah ke sekolah lain.

Tidak sampai disana saja, Hendry Mapolo berulah lagi disekolah barunya hingga pada akhirnya ia dipaksa pindah. Mendengar itu, sang ayah Hendry langsung murka dan menyuruhnya pindah dari istana keluarga Mapolo.

Yok dibaca yok.. Jangan lupa undang teman kalian😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Begitu Hendry dan Vino berada di ruangan marketing, ia melihat semua pegawai disana sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. "Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Vino.

"Mereka, menurut mu mereka sedang sibuk atau sedang bermain-main?" tanya balik Hendry melihat mereka dengan senyum menyeringai.

"Maksud kamu?".

"Lupakan saja, kita mulai dari mana?".

"Dari sana, kamu ambil semua sampah mulai dari ujung, biar aku yang menyapu lantai".

"Baiklah" Hendry berjalan, ia masih saja memperhatikan para karyawan tersebut diatas kursi mereka masing-masing.

"Hey" panggil salah satu si karyawan kepadanya.

Hendry menghentikan langkahnya, ia melihat kepada orang yang baru saja memanggilnya itu, "Iya, ada yang bisa saya bantu?".

"Mmmm.. Kamu bersihkan tumpahan kopi itu" jawabnya menunjuk kearah lantai. Namun melihat Hendry hanya memandangi saja membuat ia mengernyitkan dahi. "Hey, kamu tidak mendengar saya? apa kamu tuli?".

David menyeringai kepadanya, "Kenapa tidak anda saja yang membersihkannya? itu bekas tumpahan kopi anda sendiri".

"Apa" kagetnya mendengar Hendry. "Yah, kamu pikir kamu siapa menyuruh saya membersihkan itu? lalu pekerjaan mu apa?".

Kemudian Vino menghampiri Hendry, ia langsung meminta maaf kepada si wanita tersebut penuh penyesalan. "Yah, siapa menyuruh mu minta maaf kepadanya?" tanya Hendry menarik Vino.

"Ada apa dengan mu? jangan membuat masalah disini kalau kamu masih ingin bekerja" jawab Vino.

"Kamu dengar dia?" sinis si wanita itu kepada Hendry. "Cepat bersihkan".

"Baik buk, saya akan membersihkannya" angguk Vino.

"Bukan kamu, tapi dia".

"Biar saya saja buk, dia masih anak baru disini. Jadi dia belum tau apa-apa".

"Saya bilang dia, kamu mau saya laporkan kalian berdua kepada atasan kalian?" ancamnya.

"Tidak buk, tolong jangan laporan kami" Vino melihat Hendry yang sama sekali tidak perduli. "Maaf, kamu harus membersihkannya".

Kemudian si manager menghampiri mereka sambil bertanya ada apa mereka sedang ribut disana. "Itu pak, tadi saya tidak sengaja menumpahkan kopi. Lalu saya meminta tolong kepada dia untuk membersihkan tumpah kopi itu. Tapi dia malah menyuruh balik saya pak membersihkannya".

"Apa itu benar?" tanya si manager kepada Hendry.

"Mmmmm" gumam Hendry.

Ia menatap Hendry dari atas sampai bawah, lalu ia menggeleng melihat kedua tangan Hendry berada di dalam kantong celananya. "Kamu" panggilnya kepada Vino.

"Iya pak".

"Sebelumnya saya tidak pernah melihatnya. Kenapa dia berada disini?".

"Maaf pak, dia anak baru disini. Jadi dia belum tau apa-apa tentang pekerjaan seperti ini pak".

"Anak baru?".

"Iya pak".

"Sekarang panggil Leader kamu kemari, anak seperti dia tidak pantas bekerja di perusahaan ini".

"Ba-baik pak" angguk Vino melihat Hendry. Setelah itu ia langsung pergi mencari sang Leader.

Kemudian si manager itu melihat Hendry, namun saat ia mengajak Hendry bicara, ponsel Hendry tiba-tiba berdering. "Hallo" jawabnya.

"Hendry, gambar yang baru saja kamu kirim ini maksudnya apa?" tanya Dafa yang sedang bersama dengan Abian dan Chan.

Hendry tersenyum, "Bagaimana menurut kalian? apa kalian menyukai pakaian itu?".

"Yah, kamu menjadi petugas kebersihan?".

"Wah.. Kamu pintar sekali menebaknya Dafa".

"Jadi benar Hend?".

"Mmmm.. Dan disini sangat menyebalkan sekali. Baru hari pertama aku bekerja, wanita sialan ini sudah membuat ku ingin membunuhnya" jawab Hendry sedikit pelan.

"OMG.. Jadi kamu benar-benar. Terus, kamu bekerja dimana?".

"Di perusahaan ayah ku" mereka bertiga langsung tertawa, mereka tidak menyangka kalau Abbas yang sangat menyayangi anaknya membiarkan menjadi seorang client servis di perusahaannya sendiri. "Kalian mengejek ku?".

"Tidak, kami hanya merasa lucu saja Hend. Bagaimana bisa om Abbas menjadikan mu sebagai OB disana. Kamu enggak malu Hend?".

"Tidak".

"Kalau gitu kamu harus lebih semangat lagi supaya om Abbas segera memaafkan mu. Nanti malam kami akan kerumah mu. Kamu mau dibawa apa?".

"Seperti biasa, aku tidak memiliki uang untuk membeli rokok lagi".

"Ok, kalau gitu aku tutup dulu".

"Mmmmmm" begitu Hendry mematikan ponselnya, ia melihat si manager tersebut sangat marah kepadanya. Lalu ia tersenyum, "Ada apa? tidak usah melihat saya seperti itu. Tidak ada yang melarang kan?".

Si manager mengepal tangan, ia benar-benar sangat marah kepada Hendry yang sudah menguji kesabarannya. "Kamu siapa? kamu pikir kamu siapa disini hahh?" Bentaknya menarik kerah baju Hendry.

"Pak Rian" karyawan lainnya menghentikan si manager tersebut. "Tolong jangan emosi pak, kita sedang berada di kantor".

"Anak itu, dia benar-benar sudah menguji kesabaran ku. Aku tidak tahan lagi kepadanya, biarkan aku memberi dia pelajaran cara menghargai orang lain yang lebih tua darinya".

Hendry melihat mereka, tidak lama kemudian Vino dan sang leader tiba disana. "Maaf pak, ada apa ini?" tanyanya.

"Buk Eva, ibu tau apa yang telah anak ini lakukan?".

"Apa yang dia lakukan pak? kalau dia melakukan kesalahan kami minta maaf pak, dia masih baru disini dan sepertinya dia belum pernah melakukan pekerjaan ini. Sekali lagi kami minta maaf pak".

Ia menyentuh leher belakangnya, ia merasa sangat pusing melihat Hendry yang sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan. "Saya tidak suka melihatnya, hari ini juga pecat dia dari sini. Jangan sampai masalah ini di dengar tuan Abbas".

"Tapi pak, sebelumnya boleh saya tau alasan dia harus di pecat? kesalahan apa yang telah dia lakukan?".

Kemudian Hendry menghentikan mereka melihat si wanita tadi, "Semua itu gara-gara dia".

"Apa?" Ia tidak terima.

"Diamlah sebelum saya berhenti bicara".

"Iisss.. Dia benar-benar sangat kurang ajar sekali" geramnya melihat Hendry.

"Biarkan saya bicara" Hendry melihat mereka. "Ini peringatan untuk yang lainnya juga, meskipun saya disini sebagai client servis atau rekan saya yang lainnya. Tolong kalian menghargai kami, kami bukan budak yang seenak hati kalian sendiri menyuruh kami kapan pun kalian mau".

"Dan wanita ini tadi menyuruh saya membersihkan tumpahan kopinya, kenapa tidak dia saja yang membersihkannya? dia pikir dia siapa menyuruh saya?" Hendry mulai terpancing emosi, ia mendekati si wanita itu dengan tatapan tajam.

"Ada apa dengan mu?" tanyanya ketakutan.

"Minta maaf kepada saya, saya mau kamu minta maaf".

Ia tertawa, "Apa kamu sudah gila? berani-beraninya kamu menyuruh saya minta maaf sama babu seperti kamu".

"Babu? kamu barusan bilang saya babu?".

"Iya, saya barusan bilang kamu babu. Terus kenapa kalau saya bilang kamu babu hhhmmm? kamu pikir saya takut? hahahah. Dasar" gelengnya.

Hendry mengepal tangan, ia melayangkan tangannya diatas udara membuat mereka sangat marah kepadanya hingga terjadilah kekerasan diruangan tersebut. "Hentikan" teriak buk Eva melihat Hendry babak belur akibat pukulan dari mereka.

Hendry menyentuh sudut bibirnya, ia melihat mereka satu persatu yang sudah berani menyentuhnya. Kemudian buk Eva dan Vino membantunya bangkit berdiri, "Pak, anggap saja sekarang sudah impas. Permisi".

"Dasar anak enggak tau diri" umpat mereka kepada Hendry keluar dari sana.

"Dia benar-benar sangat kurang ajar, dia tidak pantas berada di perusahaan ini. Sejak kapan perusahaan ini mempekerjakan anak preman seperti dia?".

"Betul sekali, kita harus melaporkan dia. Kita tidak tau hari esok, bisa saja dia akan melakukannya lagi".

"Betul" angguk mereka.

1
Tiarra Rahayyu
seru
Lailatul Khasanah
Buruk
Lailatul Khasanah
Biasa
Rini Haryati
bagus
Triyari Handayani
alur ceritanya sudah bagus, tapi aku merasa ada kurang dalam cerita, seperti ada halaman yg di lewati krn ending nya terlalu simple. Padahal Fia nya sudah menderita sedemikian rupa
🙏
Efrianti Sihite: Sebagian teks di hapus. Terima kasih sudah singgah 🥰
total 1 replies
Anne Soraya
lanjut
Efrianti Sihite: Sabar yah
total 1 replies
Sri Marleni
afya jangan terlalu lemah Thor...JD kan afya wanita yg kuat dan tangguh..tidak diam klu selalu dihina
Efrianti Sihite: Siap, mohon ditunggu yah
total 1 replies
Anne Soraya
lanjut...
Sri Marleni
koq banyak kata² yah...nya Thor...kadang tidak sesuai pnempatan katanya..maaf Thor🙏..sekedar mengkoreksi aj
Anne Soraya
lanjut
Efrianti Sihite: Terima kasih sudah singgah. Harap bersabar yah
total 1 replies
Sri Marleni
nasib afia dimulai deh...yg sabar dan kuat afia kamu pasti bisa 💪💪
Sri Marleni
wah nanti Hendry kuliah keluar negri..fia pasti siaiksa sama org dirumah tuh..kasihan afia Thor
Sri Marleni
wah Mama nya Hendry mulai julid...kasihan dia dijadiin pembantu
Sri Marleni
wahh..fia hamidun 😀😀
Sri Marleni
suka ceritanya Thor bagus alurnya...susunan ktny² jg bagus,👍💪
Efrianti Sihite: Thank you
total 1 replies
Sri Marleni
duh anak² sekolah'
Heni Indriyani
saya suka dengan alur ceritanya
Efrianti Sihite: Terima kasih, tetap dukung karya ini yah😊
total 1 replies
Naufal Firdaus Nurdiansyah
akhirnya afia tahu latar belakang hendry
Naufal Firdaus Nurdiansyah
kasihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!