NovelToon NovelToon
Wonder woman

Wonder woman

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Chicklit / Tamat
Popularitas:374.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nonny

Penghianatan yang di lakukan oleh calon suaminya dan adik tirinya, tak membuatnya patah hati berlarut-larut. Dia bisa bangkit dari keterpurukannya.
Dia berubah dari seorang gadis yang patah hati menyedihkan, menjadi seorang wanita yang di puja banyak orang bahkan di kagumi oleh kauk Adam.
Kegigihannya dalam merubah takdir hidupnya, membuatnya sukses menjadi seorang pengusaha wanita yang terkenal dan menjadi seorang perancang busana terkenal.
Dia mampu meluluhkan hati seorang pria pengusaha kaya raya, yang menjadikannya seorang ratu dalam hidupnya.
Kesuksesan ini membuat banyak pihak iri dan ingin menjatuhkan dirinya, terutama kaum hawa yang tak terima sang pengusaha kaya menikahinya.
Apakah dia mampu menghadapi lawan-lawannya?
Bagaimana dia menghadapi lawannya tersebut, terutama yang menjelma sebagai sahabatnya?
Mari kita simak perjuangan wanita yang kuat bak Wonder Woman, dalam menghadapi semua musuh-musuhnya yang berpura-pura baik padanya dan musuh secara langsung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal

Sesampainya Merry di rumah, dia mencari keberadaan Siska akan tetapi tak ada.

"Dimana anak durhaka itu! mau aku omelin malah tak ada!"

Ternyata Siska kembali ke mini market karena dia baru ingat jika mamahnya belum masuk dalam mobilnya.

"Coba aku telpon, mamah. Kenapa aku samperin di mini market lagi kok nggak ada?"

"Astaga, ini ponsel mamah tertinggal di mobil pula! pantas dari tadi di kirimi chat pesan tidak ada balasan! dasar orang tua yang selalu saja pelupa!"

Siska memutuskan pulang kerumah dengan melajukan mobilnya sangat pelan. Sembari dia mencari keberadaan mamahnya.

"Kenapa mamah nggak ada ya? seharusnya dia masih ada di sekitar jalan raya ini. Karena mamah nggak bawa ponsel juga dompet ketinggalan di mobil ini."

Siska terus saja melajukan mobilnya seraya tengok kanan kiri, tetapi tak juga menemukan keberadaan, Merry.

Hingga sampai di rumah, barulah dia mendapatkan amarah dari mamahnya.

"Dasar bodoh! tega banget ninggalin mamah sendiri!"

"Aku juga mencari, mamah ke mini market lagi tetapi mamah tak ada sama sekali."

Pernyataan Siska sama sekali tak di hiraukan oleh Merry. Dia malah berlalu pergi begitu saja.

"Mah, aku belum selesai berbicara kok malah di tinggal begitu saja. Aku penasaran loh, mamah pulang naik apa dan dapat uang dari mana? hanya itu saja yang ingin aku tanyakan."

Sementara di rumah, Michelson langsung melanjutkan ke meja makan untuk sarapan. Sedangkan Rise langsung asik berkutat dengan semua makanan ringannya.

Dia memilih makan yang akan di makannya sebagai ganti sarapan pagi, karena tiap pagi dia tak bisa makan nasi karena rasa mual dan muntah nya.

Rose asik dengan makanannya begitu pula dengan Michelson. Mereka asik sendiri-sendiri.

Michelson yang telah selesai sarapannya menatap kesibukan Rose, dia tersenyum riang.

"Kadang kamu terlihat seperti seorang anak balita. Kadang kamu terlihat seperti seorang wanita dewasa. Dan kadang kamu terlihat seperti seorang ibu yang tak pernah berhenti memperhatikan segala kebutuhanku."

Rose menyadari tatapan suaminya, dia pun menjadi tersipu malu.

"Daddy, kenapa kamu menatap aku seperti itu? apakah aku terlihat lucu ya?"

"Hem, sangat lucu. Kamu terlihat sangat menggemaskan jika sedang sibuk makan cemilan seperti ini. Cara makannya juga seperti balita."

"Kenapa satu wadah tidak langsung kamu habiskan tetapi kamu membuka banyak cemilan yang lain?"

"Daddy, aku penasaran dengan rasa semua makanannya jadi aku buka semuanya."

"Hem, tingkahmu memang sangat mirip seorang anak balita."

Rose hanya tersenyum mendengar celotehan dari suaminya, dia terus saja sibuk memilah-milah cemilan yang kira-kira dua suka."

Setelah cukup lama berkutat dengan semua snak nya dan merasa bosan. Rose kemudian melanjutkan dengan melakukan ritual mandi paginya karena dia harus segera berangkat ke garmen.

Jika sudah seperti ini, dia berubah menjadi seorang wanita dewasa yang sangat aktif. Dia tak lagi memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya.

"Mom, kita berangkat bersama saja ya?"

"Siap, Daddy."

Rose dengan sangat cekatan merapikan dasi yang di kenakan oleh suaminya dan juga memasangkan kaos kaki dan sepatunya. Jika seperti ini, dia seperti seorang ibu yang sangat perhatian pada anaknya.

Michelson merangkul istrinya melangkah ke pelataran di mana sudah terparkir mobil mewahnya yang sudah siap dengan sopirnya pula.

"Silahkan masuk, Tuan Putri."

Michelson membukakan pintu mobil untuk istrinya seraya sedikit membungkukkan badannya.

"Terima kasih, suamiku tercinta."

Rose terkekeh dengan ucapannya sendiri.

Rasa bahagia selalu melingkupi rumah tangga pasangan suami istri ini. Tidak pernah terdengar cekcok atau pun bentrok diantara keduanya. Yang ada hanyalah canda tawa keduanya yang selalu menghiasi suasana tempat kerja atau pun rumah.

"Hem, Rose sudah sampai rupanya. Saat ini juga aku akan melancarkan aksiku."

"Nona Rose, ini susu hamil sudah aku buatkan untukmu. Silahkan di minum dulu supaya Dede bayinya sehat."

Sherly memberikan satu gelas susu hamil pada Rose.

Namun pada saat, Rose akan menerimanya. Gelas berisi susu tersebut di rampas paksa oleh, Michelson.

"Mommy, sudah aku ingatkan padamu. Untuk tidak menerima atau bahkan mengkonsumsi baik makanan atau minuman yang di berikan oleh siapapun. Kamu hanya boleh minum susu dari tanganku saja!"

"Daddy, kamu tak perlu seperti itu. Sherly hanya ingin berniat baik padaku saja."

"Mommy, kamu yakin dia berniat baik? kalau begitu kita bisa cek susu hamil buatan dia ini mengandung racun atau tidak?"

Secepat kilat, wajah Sherly berubah panik dan tangannya gemetaran.

"Aduh, bagaimana ini? jika Michelson benar-benar mengecek susunya. Aku pasti akan masuk penjara."

"Sherly, kenapa kamu terlihat panik seperti itu! apa kamu takut?"

"Siapa yang takut? dan untuk apa pula aku harus takut? lagi pula tidak ada yang perlu aku takuti, karena aku sama sekali tak berbuat salah."

Sherly mencoba menutupi rasa gugupnya.

"Hem, baiklah kalau begitu. Sekarang juga susu ini akan aku bawa ke laboratorium untuk dicek apakah mengandung senyawa berbahaya atau tidak."

Michelson melangkah pergi membawa segelas susu yang ada di tangannya. Sherly semakin panik, akan tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya papahnya yang bisa membantunya saat ini.

"Aku harus mengirim pesan pada papah supaya membantu aku secepatnya, jangan sampai susu itu di cek di laboratorium dan hasilnya terlihat ada senyawa racunnya."

Saat itu juga Sherly mengirimkan chat pesan pada papahnya untuk meminta bantuan. Dan hanya sekejap saja, papahnya telah membuka chat pesan tersebut.

"Dasar gadis bodoh, bertindak tidak melihat situasi dan kondisi jadi seperti ini. Aku harus mencari cara supaya bisa menghentikan, Michelson membawa susu tersebut ke laboratorium."

Papahnya Sherly lekas melajukan mobilnya mengejar mobil Michelson yang sedang dalam perjalanan ke laboratorium. Dan pada saat Michelson keluar dari mobil, ada seseorang pria berlari sangat cepat menabrak nya hingga gelas ysng berisi susu Yeng sedang di pegang nya terjatuh dan gelasnya pecah seketika itu juga.

"Ma-maaf, Tuan. Saya sedang terburu-buru. "

Ucap pria tersebut seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.

"Dasar bodoh! kalau jalan pake mata!"

Michelson sangat marah karena gelas tersebut pecah berserakan di lantai dan susunya tak bisa di bawa ke laboratorium lagi.

"Tuan, bukankah saya barusan telah minta maaf."

Pria tersebut langsung pergi begitu saja menghindar dari Michelson.

Sementara papahnya Sherly sangat puas dengan hasil kerja pria tersebut. Dia pun memberi upah yang lumayan besar padanya.

"Sempurna, bagus cara kerjamu. Cepat menyingkir yang jauh dan ini upah untuk dirimu."

"Terima kasih, Tuan."

Pria tersebut menyingkir pergi. Sementara Michelson gagal ke laboratorium. Dia memutuskan untuk kembali ke butik menemui, Rose.

Sepanjang perjalanan dia terus saja menggerutu karena gagal akan mengecek susu tersebut di laboratorium.

1
Mama Gezkara
owalaaahhh Rose...kq ya diterima telepon si Siska... 🤭
Marianti Lim
kalau mamamu gila, jangan pula kamu ikutan gila...
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Nonny: thanks kak 😘😘😘
total 1 replies
Nenny Sihombing
extra part nya 🙏🙏please thorrr
Nonny: hhee LG hiatus dulu dr Noveltoon KK🙏🙏🙏
total 1 replies
Sandisalbiah
nikmati hasil kerja kerasmu siska... krn di atas langit masih ada langit jd jgn sombong..
Sandisalbiah
bersabar lah Ros... akan datang kebahagiaan utk org sebaik kamu krn kamu berhak bahagia...
Sandisalbiah
ratu drama... persis seperti mama nya...
Sandisalbiah
wow.. sambutan luar biasa di bab awal .. hebat thor.. semangat
Nonny: thanks kak
total 1 replies
Saeful Anwar
g belajar dari pengalaman
Saeful Anwar
tolol g pa2 ujung2 nya minta bantuan juga dasar goblok
Rosy Ana
prempuan bego keras kepala sok jago..ujung2x mnta bantuan jg..
Olive Ova Ambitan
rose bodohnya bikin males baca ckck
Moonlovers
aku agak heran thor, kok si rose bisa punya banyak kenalan sama anak buah, kapan ngrekrutnya 😭
Moonlovers
angel tuh celine kan 🤭
Ita
itulah buah dari penghianatanmu Rey... membuang berlian malah mengambil batu kali 😂😅
Moonlovers
baru eps 1 udah keren banget thor, auto subscribe ❤
Nonny: thanks ka😘😘
total 1 replies
Lina Maulina Bintang Libra
npa menyesal Ray ck
Lina Maulina Bintang Libra
kan blm punya ank ko mgl Dady momy
Lina Maulina Bintang Libra
kapok loe siska
Lina Maulina Bintang Libra
jodohnya rose nh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!