Tidak pernah terpikirkan oleh Renata Hemsworth, gadis cantik berusia 25 tahun yang selalu dirundung kemalangan untuk menyewakan rahimnya pada pemilik cafe tempatnya bekerja.
Renata Hemsworth tinggal berdua dengan ibunya yang sudah sakit-sakitan dan harus segera menjalani operasi yang membutuhkan banyak biaya.
Matteo Thomas, brasteran Italia-Kanada. Berusia 32 tahun. Pria beristri yang memiliki berbagai bisnis mentereng berskala internasional. Pernikahannya dengan Angelica seorang model cantik belum juga di karuniai keturunan di usia pernikahan sudah berjalan 3 tahun. Hingga posisi Matteo terdesak karena keinginan orang tuanya untuk segera memiliki cucu sebagai penerus kerajaan bisnis keluarga Thomas Anderson.
Angelica memiliki ide gila saat melihat salah satu karyawan cafe miliknya, yang ia anggap bisa di jadikan sebagai penyelamat menghadapi keluarga Matteo. Wanita itu mengutarakan keinginannya pada Matteo untuk menyewa rahim seorang wanita dan mengandung anak mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJANJIAN
Sontak saja jawaban Matteo membuat Renata kaget. Namun gadis itu cepat-cepat menguasai dirinya yang benar-benar gugup dibuatnya.
"Saya senang mendengarnya tuan", jawab Renata singkat. Tiba-tiba saja perutnya terasa sangat lapar dan haus sekali. Tanpa malu-malu, Renata makan dengan lahap dan meminum minumannya hingga tandas.
Matteo tertawa melihat tingkah gadis itu tiba-tiba berubah. Ia tahu Renata gugup mendengar perkataan nya tadi.
"Uhh, ternyata perutku sangat kelaparan", sela Renata menutupi kegugupannya.
"Rena bagaimana dengan tawaran ku dan Angelica? Apa kau sudah memikirkan nya? Apa kau sudah memiliki jawaban nya sekarang? Aku sangat menunggu jawaban mu, Rena", ujar Matteo masih menatap wajah cantik dan polos Renata.
Renata menautkan jemari tangannya dan saling remas. "HM... S-aya sudah memikirkannya tuan", jawab Renata. Sesaat kemudian gadis itu mengangguk kan kepalanya perlahan.
"Apa arti dari anggukan kepala mu itu berarti kau setuju, Rena?"
Lagi-lagi Renata menganggukkan kepalanya perlahan. "I-ya tuan", jawabnya pelan.
Huhh..
Matteo menghela nafasnya. Laki-laki itu menyandarkan punggungnya. Seketika perasaannya menghangat. Ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan jawaban sesuai keinginannya.
"Terimakasih, Renata", ucap Matteo singkat. Kedua netra nya tak berkedip menatap wajah Renata.
"T-uan sudah banyak membantu saya", jawab Renata tertunduk.
"Sekarang kau ikut ke kantor ku, kita akan menandatangani kontrak. Yakinlah aku tidak akan merugikan mu Renata, kau akan mendapatkan hak mu walaupun pengorbanan mu melahirkan anak ku kelak tak akan bisa diukur dengan materi sebanyak apapun", ucap Matteo sambil menggenggam erat jemari tangan Renata dengan sendirinya.
Untuk sesaat Renata merasakan gelenyar aneh di perutnya. Seperti aliran listrik yang tiba-tiba mengaliri tubuhnya. Seketika tubuh Renata memanas. Dengan wajah memutih dan mulut terbuka Renata menatap genggaman tangan Matteo padanya di atas meja itu.
Tanpa melepaskan genggaman tangannya, Matteo bangkit dari kursi. Mau tidak mau Renata ikut berdiri juga.
"Kita kekantor ku. Aku akan memberi tahu Angelica dan pengacara ku sekarang juga".
*
Setelah di ruangan kerja Matteo, Renata duduk sendirian di sofa. Sementara Matteo dan Evans asisten nya terlihat sedang berbincang-bincang di meja kerja.
Tok
Tok
Ceklek..
"Tuan, pengacara Dominic sudah datang", ucap Rea sekertaris Matteo.
"Biarkan dia masuk", perintah Matteo.
Rea membukakan pintu lebar dan mempersilakan pengacara berpenampilan parlente tersebut masuk kedalam ruang kerja atasannya itu.
"Masuklah Dominic, apa kau sudah membawa berkas-berkas yang harus di tandatangani Renata?", tanya Matteo sambil berdiri dari kursinya pindah duduk di sofa. Laki-laki itu memilih duduk di samping Renata. Dan begitu dekat. Kalau boleh jujur tubuh Renata gemetaran, ia sangat gugup sekali apalagi harum parfum beraroma Citrus begitu kuat memenuhi indera penciuman Renata. Gadis itu hanya bisa diam dan tertunduk.
"Sudah siap tuan. Nona Renata tinggal menandatangani nya. Juga istri anda nona Angelica", jawab Dominic menyerahkan berkas pada Matteo.
Matteo membaca dengan rinci apa yang tertera di kertas itu. Ia menganggap sudah cukup. Yang ingin ia baca tentu saja yang tidak merugikan Renata. Matteo tidak akan menjebak gadis yang sudah mau berkorban untuk ia dan istrinya.
"Angelica tidak bisa menandatangani kontrak hari ini karena ia sedang berada di luar kota. Tapi istri ku sudah menyetujui semuanya. Saat kembali ia akan menandatangani surat perjanjian ini", ucap Matteo.
"Kau boleh membacanya terlebih dahulu. Jika ada yang tidak kau sukai jangan sungkan mengatakan nya pada ku, Rena. Dominic akan merevisi ulang", ucap Matteo dengan lembut.
"Iya", jawab Renata sambil mengambil lembaran kertas yang di berikan Matteo kepadanya.
Satu persatu Renata membaca poin-poin yang tertera di sana. Tiga poin yang akan Renata tanyakan.
"Maaf tuan apa maksudnya, selama saya hamil saya harus tinggal bersama anda dan istri anda tuan?"
"Kemudian, selama saya hamil anak tuan kenapa mama saya harus tinggal di apartemen yang anda sediakan?"
"Poin terakhir yang ingin saya revisi tentang imbalan yang akan saya terima sebesar 2 Milyar. Saya tidak akan menerima uang itu tuan. Anda sudah membayar biaya operasi mama dan memberikan perawatan terbaik untuk mama hingga sampai saat ini pun mama kontrol anda tetap membiayainya. Karena saat saya membawa mama kontrol, pihak rumah sakit mengatakan anda yang akan membayarnya".
Matteo dan Dominic bertukar pandang.
...***...
To be continue