Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17- Pertemuan tanpa diduga.
"Mili kamu kenapa berkata seperti itu? Apa selama ini Mami pernah mengajarkan kamu berkata tak pantas untuk orang lain?"tegur Cassandra, Milli seketika bungkam.
"Sudahlah Mi, dia itu hanya pelayan jadi Mami tidak seharusnya bersikap baik seperti itu pada pelayan. Sudahlah Mili capek dan Mili tidak mau berdebat dengan Mami," ucap Gadis itu berlalu Mili pergi segera masuk kembali kedalam mobilnya.
"Astaga anak itu sampai kapan dia akan bersikap lebih dewasa?" batin Cassandra sembari mengelus dadanya.
Keesokan paginya Putri yang sudah bersiap pergi bekerja dan sesampainya ia ditempat kerja pandangannya dikejutkan dengan semua pelayan yang nampak berkumpul.
"Indah ini ada apa? Kenapa semua orang pada berkumpul apa ada sesuatu yang terjadi?"tanya Putri.
"Ini Put, tadi Tante Cassandra baru saja memberitahu tahu kita kalau Restoran ini bakal disewa dan diadakan acara resepsi pernikahan nanti malam. Jadi mau tidak mau kita nanti malam harus lembur bekerja sampai acara itu selesai. Dan untungnya gaji kita akan ditambah, jadi tidak masalah kalau kita harus lembur sekali pun," jelas Indah.
"Baiklah aku kira apa, ya sudah ayo kita lanjut lagi kerjanya takut kalau Tante Cassandra akan lihat kita sedang ngobrol."
"Baiklah!"
....................
Selesai melakukan semua pekerjaan mereka. Putri dan kedua temannya kini beristirahat sejenak sambil melihat para tamu yang terus menerus berdatangan tanpa henti, mereka pun terheran tak bisa menyangka jika mereka bisa ikut hadir di-acara pernikahan terbesar dan juga termegah ini.
"Putri? Kamu beruntung banget karena kamu kemaren tidak jadi dipecat, coba saja kalau jadi pecat dari Restoran cinta Resto. Mungkin kamu tidak akan mungkin bisa datang acara termegah seperti ini?" ucap temannya Putri yang sambil nyengir.
"Bisa saja kamu," jawab Putri dengan langsung tanpa berkata lagi.
"Tapi ini memang beneran gila! Karena baru kali ini aku itu datang di-acara pernikahan yang super megah seperti ini?" ucap Indah dengan pandangannya yang masih melirik kanan-kiri.
"Beruntung banget ya anak bos kita? Dia bisa jadi anak orang kaya dan juga bisa mendapatkan hati seorang laki-laki yang selain tampan dia juga sekaya ini?" timpal Salsa lagi.
"Ya jelaslah kalau pernikahan teman Putri bos kita bisa semegah dan semewah ini? Kan teman Nyonya Cassandra itu orang paling kaya di-kota J ini, belum lagi Putra atau dari teman Nyonya juga salah satu CEO pemegang saham terbesar jadi bisa dibayangkan kan?" timpal Indah yang tidak henti-hentinya memujinya.
"Tapi kamu tidak iri kan?" tanya Putri yang kemudian meledek temannya.
"Ya enggaklah? Aku itu tidak iri kali."
"Baguslah kalau gitu."
"Ya sudah daripada kita disini nerocos mulu? Dimana kalau kita masuk kedalam saja? Kan disana masih banyak makanan, kan kita bisa ambil kesempatan emas ini?" timpal Salsa lagi.
"Hm ....dasar soal makanan saja selalu semangat kek gini," balas Putri yang sedikit meledek temannya.
"Iya tau nih kalau soal makanan kita memang yang paling semangat kaya gini, ya sudah kita kesana?" ajak teman satunya.
"Sudah-sudah ayo kita masuk kedalam sana nanti malah kita tidak kebagian makanan lagi. Dan keburu para tamu yang lainnya keburu datang lagi," timpal Indah yang kemudian menarik tangan Putri dan teman satunya lagi untuk bisa masuk kedalam sana.
"Eh tunggu sebelum kita masuk, kita gunakan masker dulu, kan tadi Nyonya Cassandra meminta kita untuk mengunakan masker ketika sedang bertugas didalam?" jelas Putri.
"Iya aku sampai lupa! Ya sudah kita pakai masker sekarang," balas Putri lalu mengunakan maskernya mereka pun masuk kedalam sana.
Setelah masuk, mereka berdua nampak pada heboh karena pada menyicipi satu persatu makanan yang sedang tersedia disini. Akan tetapi melihat temannya yang pada fokus ke-makanan. Putri malah sebaliknya entah kenapa dia ingin sekali melihat siapa mempelainya.
Merasa ada kesempatan Putri akhirnya mengabaikan kedua temannya yang lagi keasyikan makan, lalu dia mengarah ketempat dekorasi dimana kedua pengantin sudah bersiap menyambut para tamu yang sudah pada hadir.
Pengantin Wanita yang mengunakan gaun berwarna putih menjadikan dia seperti bak bidadari, sedangkan calon suaminya yang mengunakan setelah jas berwarna putih dan kemeja putih yang membuatnya terlihat sangatlah tampan seperti pangeran yang baru saja turun dari atas langit.
"Beruntung sekali mereka acara pernikahan mereka digelar semewah ini," gumam Putri tak henti-hentinya menatap kedua mempelai yang sedang berbahagia itu.
Akan tetapi tak lama ada satu pandangan yang membuat Putri sangatlah terkejut ketika melihat siapa sesosok laki-laki dan perempuan yang menghampiri mempelai sembari memberikan selamat.
Seperti terkena petir disiang bolong hati Putri seakan hancur lebur. Bahkan dia tidak mampu untuk mengucapkan sekata patah kata, melihat Revan dan Nina tiba-tiba memberikan selamat pada kedua mempelai tersebut. Bahkan yang lebih menghebohkan lagi, Revan memangil mempelai Wanita dengan sebutan Adik kesayangan.
"Selamat ya Revi sayang akhirnya kamu jadi menikah juga dengan laki-laki calon idaman kamu selama ini. Bro ingat aku serahkan Adek-ku padamu, jadi jangan coba-coba kamu mengkhianatinya apa kamu paham!" ancam Revan sembari sedikit menggodanya.
"Iya Van kamu tenang saja. Aku bakal jagain Adik kesayangan kamu ini kok," balas Andre dengan merangkulnya.
"Revi sayang sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian ini. Aku doakan kalian selalu diberikan kebahagiaan dan pastinya cepat mendapatkan momongan," balas Nina dengan memeluk Revi.
"Iya Kak Nina terima kasih, Revi beruntung punya kakak ipar seperti kak Nina," balas Revi dengan membalas pelukan itu.
"Tidak, ini tidak mungkin apa yang aku lihat ini pasti cuma mimpi? Revan dan Nina kan tingal di-kota *** ini tidak mungkin? Mungkin saja mereka ke Jakarta hanya menghadiri acara pernikahan ini?" gumam Putri.
Hendak Putri akan berlari tapi Salsa menyebut nama Putri dengan cukup keras yang akhirnya pandangan Revan seketika tertuju pada Putri dan untungnya Putri segera pergi dari hadapannya yang jaraknya cukuplah dekat.
"Putri ...tidak? Itu mungkin cuma kesamaan nama, tidak mungkin Putri bisa ada disini," batin Revan kembali fokus pada obrolannya tadi. Nampak Nina yang juga mendengar nama Putri, beralih ia menatap Revan dengan tatapan curiga.
"Segitu cintanya kamu sama Putri Van? Bahkan orang yang memangil nama Putri pun kamu langsung menoleh-nya," batin Nina dengan menggenggam erat tangannya.
SEKALIAN IJIN PROMO YA. INI ADA REKOMENDASI CERITA BARU LAGI NIH. DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA 🥰🥰🥰
BERIKUT BLURB-NYA
Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang sikapnya begitu dingin namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
Akankah mereka saling mencintai?
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?
BERSAMBUNG.
Perjuangan Ucup mampir
Rencana mau buat Mili cemburu malah Gibran yg cemburu
Perjuangan Ucup mampir
Wow mili keren
Perjuangan Ucup mampir