NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Larut Malam

“Rasulullah bersabda, Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan dari pada Kubur, AT. Tirmidzi dan Ibnu Madzah.”

***

Kletek.

Akhmar menekan handle pintu depan. Dikunci. Sudah pukul satu dini hari, ia baru pulang. Ia tahu resiko saat harus pulang malam, pasti begini kejadiannya. Ia memutari rumah mencari jendela. Semuanya dikunci. Jendela rumah kan pakai teralis.

Rumah itu sangat besar, semuanya pakai pengaman yang mumpuni. Sulit bagi Akhmar menyelinap masuk.

Akhmar menelepon Roni, asisten rumah tangganya, ingin minta Roni membukakan pintu untuknya. Namun nomer Roni tidak aktif. 

"Pasti Roni disuruh matiin hape nih biar nggak bisa gue telepon," celetuk Akhmar bicara sendiri. Ia tahu siapa yang menyuruh Roni mematikan hape, siapa lagi kalau bukan Adam, papanya.

Sial.

Akhmar lalu menuju ke arah belakang, tepat di jendela kamar Roni. Ia menggedor jendela itu. 

"Ron, bukakan pintu!" seru Akhmar sambil menggedor- gedor kaca jendela.

Beberapa kali Akhmar memanggil, tak ada jawaban.

Sial! Lagi- lagi Akhmar mengumpat kesal.

Kenapa Roni tidak mau menjawab, apakah Roni sampai segininya tidur ngebo dan tidak bisa dibangunkan?

Kletek!

Suara kunci diputar terdengar cukup keras akibat suasana malam yang sepi.  Itu adalah suara pintu samping.  

Okey, artinya Roni mendengar panggilan Akhmar tadi.  Akhmar menuju ke pintu, bersiap hendak masuk.

Pintu terbuka. 

Akhmar langsung masuk sambil melepas jaketnya.  “Kemana aja lo Ron?  Gue gedor dari…”  

Ucapan Akhmar terhenti saat menyadari bahwa sosok yang membuka pintu itu bukanlah Roni.  Ia mencium aroma khas yang langsung ia ketahui siapa pembuka pintu itu tanpa harus melihat wajahnya, ruangan sangat gelap karena sakelar lampu dimatikan.  

Akhmar melempar jaket ke kursi.

Klek.

Lampu terang sesaat setelah Adam menekan sakelar lampu.  Ya, Adam sudah menunggu di ruangan itu sejak jam delapan tadi, menunggu kepulangan Akhmar.

“Selama seminggu tidak pulang ke rumah.  Sekarang pulang jam segini.  Sebenarnya apa maumu sekarang?” Adam menatap horor ke arah Akhmar.

Akhmar yang mendapat hardikan keras itu hanya menghela napas, menuang air dari teko ke dalam gelas, lalu meneguknya.

“Jangan diam!  Papa butuh penjelasanmu!  Setiap hari kau keluyuran.  Meninggalkan rumah sesuka hatimu.  Pulang pun hanya sebentar, seperti hanya persinggahan semata.  Apa yang kau kerjakan dengan menghabiskan waktu di luaran sana?  mau jadi apa kau nanti?”  adam menepuk meja keras hingga terdengar suara gebrakan.

Roni di kamarnya sampai terlonjak kaget.  Untung masih muda, tidak perlu was- was akan jantungan.

Akhmar menarik kursi dan duduk.  Kembali meneguk air mineral di gelas.  Tampak sangat santai sekali dia.  Adam protes kenapa Akhmar jarang ada di rumah, bukankah Adam juga jarang ada di rumah?  Bukankah rumah juga seperti tempat persinggahan bagi adam?  Lalu apa bedanya Adam dengan Akhmar?  Begitulah isi pemikiran Akhmar.

“Apa tujuan hidupmu sekarang?  Berfoya- foya?  Atau apa?  Waktumu hanya akan habis untuk hal sia- sia!  Semuanya tidak bermanfaat.  Kau akan mati dalam keadaan sia- sia.  Pikirkan itu!”  hardik Adam lagi.

Akhmar masih diam.  Menatap gelas yang dia pegang.

“Sekarang jawab pertanyaan papa, apa maumu sekarang?” bentak Adam lagi.

“Aku mau bebas!” celetuk Akhmar sekenanya.

“Apakah selama ini tidak cukup bebas?  Kau sudah seperti burung liar yang bebas mengepakkan sayap.  Lalu apa lagi?”  Adam kesal sekali.  “Bahkan hidupmu sama sekali tidak bermanfaat.  Hanay untuk kesenangan dunia semata.  Pikirkan akhiratmu.  HIngat, manusia diciptakan semata- mata hanyalah untuk beribadah!  Kalau kau sia- siakan waktumu, maka kau yang akan merugi!” Adam melepas napas kasar.

“Sudah?  Ada lagi?” tanya Akhmar menatap papanya dengan wajah bengisnya.

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!