NovelToon NovelToon
Mafia Tampan Menyukaimu

Mafia Tampan Menyukaimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rais Laiseu

Orang Jahat adalah orang baik yang merasa sakit hati dan kecewa akan suatu hal yang membuatnya merasa tidak adil.

Perjuangan Axel dalam membalas dendam kepada Eric yang telah membunuh seluruh keluarganya.

Apa saja yang akan dilalui Axel ketika menjalankan misinya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Laiseu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buronan

Kota Namsan digegerkan karena di temukannya mayat Rion yang memiliki bau sangat menyengat, sepertinya mayat itu sudah dua minggu di dalam sana.

"Bau busuk apa ini" seru salah satu pengguna jalan yang kebetulan melewati rumah Rion.

Warga sekitar menjadi berkumpul dan ikut mengendus, mencari tau dari mana asal bau busuk itu berasal.

"Sepertinya aromanya dari dalam rumah itu" ucap pria berbaju merah.

Warga sekitar membenarkan ucapan pria berbaju merah tersebut dan mereka masuk kedalam rumah yang seperti tidak berpenghuni itu.

"Astaga siapa pria ini" mereka terkejut melihat mayat Rion yang begitu mengenaskan.

Bekas darah yang sudah mengering masih tertinggal di atas lantai, mereka langsung menghubungi polisi untuk mengatasi kasus Rion. Mereka mengira kalau ini adalah kasus pembunuhan perantai yang akan mengancam warga sekitar lainnya juga.

Kota Namsan yang biasanya damai menjadi ribut, berita kematian Rion yang mengenaskan sudah beredar dalam koran dan juga pertelevisian.

Saat ini Jean sedang menonton Tv, menampakan aktor favoritnya Lee Min Ho yang sedang membintangi sebuah serial drama terbaru.

"Ih, ganggu aja iklannya" keluh Jean ketika acara yang sedang di tontonnya sedang break iklan. Dia mengganti chanel, disuatu acara berita sedang memberitakan kematian pria, karena penasaran Jean terus berlanjut menontonnya.

Mata Jean terbelalak begitu menyaksikan dengan matanya sendiri bahwa yang dilihatnya di televisi barusan adalah Rion mantanya.

"Apa yang sudah terjadi" pikirnya bingung.

Jean bergegas menghubungi Axel pacarnya untuk menceritakan kejadian ini.

[To: Axel] Hiks, Axel

^^^Knp nangis^^^

[To: Axel] Tadi aku melihat Rion meninggal

^^^Dmn kamu melihatnya^^^

[To: Axel] Barusan ketika aku melihat televisi, beritanya sangat ramai. Polisi sedang mencari pelaku pembunuhan

[To: Axel] Menurutmu siapa yang membunuhnya

^^^Aku^^^

Deg.

Jantung Jean seperti akan berhenti, Axel selalu mengejutkannya. Bagaimana bisa dia mengucapkan bahwa dirinya yang membunuh Rion dengan begitu entengnya, bagaimana jika ada yang mendengar hal tersebut selain dirinya, sekarang Axel sedang berada dimana. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di pikiran Jean sekarang.

Jean sangat kalut melihat polisi yang tampak serius menangani kasus ini, Jean takut Axel akan tertanggap kemudian ditahan dalam sel tahanan.

[To: Axel] Sekarang kamu sedang ada dimana

^^^Di rumah^^^

Begitu mengetahui Axel sedang berada di rumah, Jean bergegas pergi untuk menemui kekasih tercintanya itu.

Dengan tampilan yang seadaanya, hanya menggunakan atasan kaos dan celana jeans, Jean langsung pergi menuju rumah Axel diantar Pak Mamang sopir pribadinya.

Jean terus meremas jari-jarinya, pikirannya saat ini sangat kacau.

Tingtong...

Jean membunyikan bel rumah Axel, tanpa menunggu lama pintu dihadapanya itu terbuka.

Duk.

Jean langsung melemparkan dirinya dalam pelukan Axel.

"B-bagaimana ini" ucapnya terbata-bata sambil menangis terseduh.

"Hey" Axel heran kenapa gadisnya seperti sangat kacau sekali.

Axel mengajaknya masuk, menuntun Jean kearah sofa lalu menyuruhnya duduk.

"Ada apa, kenapa menangis" tanya Axel sambil mengelus rambut Jean.

"Polisi hiks, p-polisi" Jean tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

"Pelan-pelan saja sayang, sebenarnya apa yang terjadi" Axel mendekap Jean dalam pelukannya.

Mengusap air matanya kemudian Jean menatap mata Axel dalam-dalam, dipegangnya kedua tangan Axel. "Polisi sedang mencari siapa orang yang telah membunuh Rion, kamu harus hati-hati sekarang" ucap Jean

Axel mengangguk mengerti "Tenang saja, aku tidak akan tertangkap"

"Hiks, bagaimana jika polisi menemukan bukti" Jean masih sangat cemas.

Axel merentangkan tangannya menyuruh Jean untuk masuk kedalam dekapannya, di elusnya punggung Jean.

Cup.

Satu kecupan kecil mendarat di kening Jean. "Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja, bahkan jika aku di tangkap, aku masih mempunyai seorang teman kepercayaan ku yang akan menjaga mu nanti"

Jean memejamkan matanya, dirinya merasa lebih baik sekarang. Hanya Axel yang mampu membuatnya tenang.

Setelah satu minggu berlalu setelah kehebohan berita Rion di televisi, nampaknya polisi tidak menemukan bukti apapun. Tentu saja Jean sangat lega.

Semilir angin yang begitu sejuk dengan beberapa dedaunan yang jatuh menandakan bahwa musim gugur sedang berlangsung, Jean nampak asik tertidur diatas paha Axel. Mereka sedang melakukan piknik di sebuah taman.

Dengan membawa bekal yang ditaruh dalam wadah cantik yang sudah Jean siapkan, berisikan sushi dan juga telor gulung kesukaan Axel. Jean menghiasnya dengan cantik.

Ketika hendak memakan bekalnya itu, tanpa tau apapun tiba-tiba sudah ada dua polisi di hadapanya dan Axel.

"Apa benar anda adalah saudara Axel" tanya Polisi.

Jean memandang bingung kearah polisi itu, untuk apa mereka mencari Axel.

"Anda kami tahan atas pembunuhan saudara Rion" polisi itu memborgol tangan Axel.

Jean panik lalu menahan tangan Axel yang hendak dibawa oleh kedua polisi tersebut. "Bapak tidak punya bukti, kenapa membawa pacarku"

"Jika saudara ingin memberikan kesaksian silahkan pergi ke kantor polisi" ucap Pak Polisi kepada Jean.

Axel mengangguk, memberi tanda bahwa dirinya tidak apa-apa. Tapi tidak dengan Jean, dia merasa terpukul, dia rela jika harus berada dalam tahanan bersama Axel.

"Tangkap aku juga pak, aku akan menemaninya disana, hiks" pintah Jean kepada Pak Polisi.

"Kami tidak bisa menangkap anda karena anda tidak bersalah, harap tidak menghambat pekerjaan kami" usirnya pada Jean.

Begitu Axel sudah berada di dalam mobil polisi, Jean menangis terseduh "A-axel. Aku harus bagaimana, hiks"

"Arghhhh" jeritnya kemudian pingsan.

Warga yang berlalu lalang melihat Jean yang tergeletak, bergegas menghampiri dan mengecek dombet gadis yang sedang pingsan itu. Diantarnya sosok Jean kembali kerumahnya.

Jean memeganggi kepalanya yang merasa pusing, matanya sembab karena habis menangis.

"Bukanya ini adalah kamarku" ucap Jean begitu mengenali tempat yang sedang dia tempati sekarang.

"Axel" Jeritnya teringat sosok Axel yang tertangkap polisi.

BUG.

Jean terjatuh karena terburu-buru melangkah saat hendak keluar dari kamar, "Hiks, aku harus bagaimana" rintinya yang terdengar piluh.

Disisi lain ada Axel yang kini sudah mendekam dalam sel tahanan. Sorak para tahanan yang lain pun mengatai Axel dengan sadis.

"Dasar pembunuh"

"Padahal tampangnnya ganteng tapi sayang seorang kriminal"

"Aku tidak mau dekat-dekat dengannya"

Masih banyak ejekan lain yang mereka tujukan kepada Axel, tapi Axel sama sekali tidak menghiraukan itu semua. Baginya ejekan dari mereka hanyalah seperti kicauan burung saja.

Diseberang tahanan Axel, terdapat sosok gadis yang sebaya dengan Jean. Entah kejahatan apa yang membuatnya tertahan disana.

Gadis itu bernama Widia, semenjak kedatangan Axel dalam sel tahanan, Widia terus memandangi sosok Axel. Sudut bibirnya terangkat, matanya terus tertuju pada Axel yang kini sedang diam dengan pandangan kosong.

"Menarik" gumam Widia singkat.

1
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
😅😅😅😅 Calon masa depan,Pede sekali kamu Gio tap aq suka gayamu
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Mama emng paling mengarti,
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™: Kenapa pake menangis bell
total 2 replies
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Ini bukan salah Axel,tapi salahmu Jean,kamu selalu punya pemikiran sempit,nggk pernah meminta penjelasan
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Apa widia akan benr2 membantu Axel
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Kesetiaan yang sia2 Axel,
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Jangan terima Jean,kasihan Axel yg masih setia
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Inilah kesalah seseorang yang sering salah mengartikan kebaikan dan perhatian sprti Widia yg baper
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Kasihan Jean,,andai dia nggk berprasangka buruk saat melihat Axel mungkin gak akan terjadi kecelakaan itu
SHADOW
wahai para autor semangat💪💪💪🙏🙏 dan salam kenal😁
SHADOW: Okey bro...🙃🙃
total 2 replies
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Tenang Jean,, kalau udah jodoh meski beribu kali maw di pisahkan tetap akan bersama,pada akhirnya nanti
mình anh: betul sekali
total 1 replies
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Temu kangen, tpi gimna nasib Jean setelah sampai rumah nanti
༄͜͡●⃝🐢sᷝqᷮuͤaͬd‮🆔™
Sebenrya Axel itu bik,widya jangan buru2 santai saja dalam mendekati Axcel
Benzz ?
.
mình anh: sudah di revisi, thanks 👍
total 1 replies
Benzz ?
sedih bat guaa, axelllll 💔
mình anh: 🙊🙊🙊🙊🙊
total 1 replies
Benzz ?
.
mình anh: sudah di revisi, thanks 👍
total 1 replies
Your name
Aku mampir Thor, 5 ratenya juga. Semangat...
𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐
╔══════════
┎┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┒
Kk saya sudah membawa
like👍“30”
jgan lupa back📖 ya💪
like nya👍
Komentar💬
Dan jgan lupa tingalkan jejak👣

Di-Novel “Wanita Raja Hantu😍👌

Saya tunggu✨ kehadiran nya🖤
Skian trimakasih👋
̲┖┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┚.
𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐
Semangat kk author💪💪💪💪💪
𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐
Alex tu modus pngen sesuatu dari si cewek
𓂸ᶦᶰᵈ᭄🇪​​​🇱​​​​❃ꨄ𝓪𝓢𝓲𝓪𝓱࿐
Karna sih mafia ceroboh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!