Amora Kia Immanuel. Harus mendapatkan siksaan di umurnya yang sangat muda ini, karena perbuatan yang dilakukannya terhadap pria tampan pada malam hari itu.
Samuel Adipati Arley. Pria tampan yang membalaskan dendamnya kepada orang yang membuat dirinya harus terbaring koma di rumah sakit.
Mau tau kisah selanjutnya?
Yuk simak ceritanya hanya di "Noveltoon" 😘
Fb: Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
# Bijaklah dalam membaca
# Budidayakan like and vote
# Gak suka SKIP jangan main REPORT karya orang sembarangan
# Tidak bermaksud menjelek-jelekkan tokoh
Happy Reading😘💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Happy Reading :)
^^^
Di sebuah sekolahan menengah atas, seorang gadis cantik yang tengah menggunakan seragam sekolah khusus yang di hanya di sediakan untuk sekolah mereka tengah menunggu di depan pintu ruang kelas menunggu kehadiran sahabatnya yang tak kunjung-kunjung datang.
Kringg ...
Kringg ...
Sampai bel masuk berbunyi, sahabatnya itu belum sama sekali terlihat batang hidungnya. Gadis itu menghelas nafas kasar saat melihat guru mata pelajaran jam pertama sedang berjalan menuju kelasnya dan gadis cantik itu yang bernama Calista langsung berlari memasuki kelas menuju tempat duduknya.
" Lo kemana sih Mora. " Gumam Calista yang bingung akan menjawab apa nantinya jika guru menanyakan sahabatnya Itu.
Dan benar saja setelah berdoa. Guru tersebut yang satu persatu mengabsen siswa siswinya dan kini giliran nama Amora yang di sebutkan.
" Amora Kia Immanuel. " Guru tersebut sekali lagi memanggil nama Amora karena tak ada jawaban.
" Calista, kemana Amora? " Guru tersebut menanyakan Amora kepada Calista karena Calista lah yang menjadi sekretaris dan juga teman dekat Amora.
" Maaf Bu, saya tidak tau. Hari ini Amora tidak ijin ke saya. " Ujar Calista dengan terus terang.
" Hum, baiklah. Kita lanjut saja. " Ujar Guru tersebut yang kembali melanjutkan absennya.
" Hufftt, untung pelajaran Bu Siska. Lagian lo kemana sih Ra. " Gumam Calista dengan merutuki sahabatnya itu yang tumben-tumbenan tak masuk sekolah.
Kalaupun sahabatnya itu tidak masuk ke sekolah, pasti paginya sahabatnya itu akan mengirimkan pesan kepadanya. Tapi hari ini tidak ada satupun pesan dari sahabatnya itu yang membuatnya sangat khawatir.
Walaupun mereka berdua baru bersahabatan. Tapi hal itu tidak membuat kedua tak peduli dengan satu sama lain. Ketika satu di antara mereka sedang ada masalah atau sakit pasti mereka selalu bilang.
Calista sekali mengehela nafas mencoba berfikiran positif bahwa sahabatnya itu mungkin lupa untuk memberitahukannya dan dia akan pergi ke apartemen sahabatnya itu setelah pulang sekolah.
...------------------...
Sedangkan di sebuah mansion kediaman Samuel. Samuel terus menganggu Amora yang tengah mengepel lantai ruang tengah. Pria tampan itu selalu mengatakan belum bersih, disana masih kotor dan lain sebagainya membuat Amora yang tengah membersihkan lantai itu tak kunjung selesai.
" Kau buta! Disitu belum bersih!! " Bentak Samuel dengan menatap tajam Amora.
Entah kenapa bagi pria tampan itu mengerjai Amora adalah hal yang menyenangkan. Malah bagi dirinya hal yang dilakukannya sekarang ini belum seberapa dari apa yang dilakukan gadis itu kepada dirinya.
" Sabar Amora. " Batin Amora dengan memegang kain pel dengan kencang, seolah-olah menyalurkan rasa kekesalannya pada kain pel tersebut.
" Maaf tuan. " Kata itu lah yang mampu keluar dari bibir gadis cantik itu.
Amora hanya bisa bersabar dengan membungkuk hormat di hadapan pria ngeselin tersebut.
Samuel yang capek menganggu Amora akhirnya hanya bisa terdiam memerhatikan pekerjaan gadis tersebut.
Setelah di rasa sudah bersih. Amora langsung mengepel ke tempat lain dan setelah semua lantai bersih, gadis itu langsung memasakkan makanan siang untuk Samuel atas permintaan tuannya itu.
" Aduh gimana ini, aku kan gak bisa masak. " Ujar Amora yang terus mondar-mandir memikirkan cara untuk menyajikan makanan untuk Samuel.
" Apa dengan cara kau mondar-mandir, pekerjaan mu selesai? " Amora terkejut mendapati Samuel yang tengah berdiri di belakangnya.
" Maaf tuan. " Ujar Amora yang langsung memeriksa lemari pendingin dan melihat ada Ikan, sayuran dan telur.
Amora mencoba berfikir gimana cara mengolah kedua bahan mentah tersebut. Jujur saja dia dari kecil sampai sebesar sekarang tidak bisa memasak, jangankan memasak. Dia saja tidak pernah memegang alat-alat dapur.
Yang dirinya bisa hanya membedakan bumbu-bumbu dapur karena waktu itu dia mendengarnya penjelasan mamih nya yang memberitahukannya macam-macam bumbu dapur.
" Cepatlah! Aku sudah lapar. " Ujar Samuel yang menunggu di meja makan sambil memerhatikan gadis itu yang masih terdiam sambil memerhatikan isi dalam kulkasnya.
" Sial! kenapa dia harus di situ. " Ujar Amora yang menjadi panik melihat Samuel yang duduk di meja makan memerhatikannya.
Kalau seperti ini dia tidak bisa melihat tutorial memasak dan bagaimana dia bisa menyajikan makanan untuk pria ngeselin itu.
~Bersambung~
Likenya jangan lupa😘 Jangan cuma baca tapi likenya gak mau😌