jika memilih orang tua bisa dilakukan.. aku akan memilih dilahirkan oleh kedua orang tua yang saling menyayangi.
dilahirkan dalam lingkup keluarga yang kaya raya. dan tak memikirkan uang sepeserpun.
kehidupan yang sangat bahagia.. aku ingin memilikinya. kasih sayang dari kedua orang tua.. aku pun ingin mendapatkannya.
Bagi para pembaca yang suka genre novel perjuangan hidup boleh mampir ke karya receh "BUKAN SALAHKU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu orang baik...
Mentari kini mulai memancarkan sinarnya dari ufuk timur, ayam pun mulai Berkokok menandakan hari mulai pagi, laela yang meringkuk kedinginan pun tertidur diatas lantai tanpa alasan dan selimut.
" krek... "
" astaghfirullah... pa.. bapak.. " teriak wanita paruh baya, yang melihat sosok anak kecil tengah tidur didepan pintu.
" iya... ada apa.. pagi pagi udah teriak teriak " omel sangat suami sambil membenarkan sarungnya yang hampir melorot.
" bapak... ini anak siap? "
" anak... " jawab sang suami yang bingung
" cepat sini loh pa.. lama banget si jalannya"
" sabar ngapa bu.. ini kan lagi benerin sarung.. kalau ada yang lepas dari sangkar, nanti ibu yang nangis... " jawab sang suami sembari cekikikan.
" apa'an si bapak.. pagi pagi dah ngaco.. aja ngomongnya.. "
"astaghfirullah.. bu.. ini anak siapa? " tanya sang suami yang sudah sampai dan melihat anak kecil tengah meringkuk kedinginan.
" bu.. angkat bu" ucap sang suami
" ko ibu si.. bapak lah.. ibu takut.. "
" takut apa.. "
" coba cek dulu pa.. sapa tau dia sudah inali.. "
"hus...kalau ngomong " jawab sang suami menghentikan kalimat istrinya, dan dengan pelan mengecek keadaan laela.
" bu.. masih bernafas bu.. " ucap sang suami
" cepat bawa masuk pak" jawab sang istri mengingatkan.
Seketika tubuh laela pun dibawa masuk dan direbahkan diatas kasur yang sederhana.
" bu.. coba cek dulu anak ini, sepertinya dia demam.. " ucap sang suami
" demam pak.. " jawab sang istri yang langsung memeriksa tubuh laela.
" benar pa.. dia demam.. bagaimana ini pa? "
" ibu tunggu dia disini biar bapak yang panggil pak mantri agus.. " ucap sang suami yang langsung bergegas kerumah pak mantri.
" iya pa.. "
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya pak mantri pun datang.
" siapa yang sakit bu.. hikmah.. " tanya mantri agus
" ini pak mantri... saya juga ga tau.. tadi pas mau nyapu halaman rumah tiba tiba aja ada anak kecil didepan pintu" jawab bu hikmah
" anak kecil.. "
" iya pak.. tadi aku cek kayanya dia demam deh.. " jawab bu hikmah..
" biar aku cek dulu ya bu" ucap pak mantri sembari mengeluarkan peralatan nya..
" bagaimana pak? " tanya bu hikmah.
" dia.. baik baik saja bu, dia hanya kedinginan, dan ini aku berikan obat penurun panas ya bu. " ucap mantri agus sembari memberikan obat penurun panas..
"terimakasih pak.. " ucap Bu hikmah beserta suami bersamaa.
Setelah kepergian Pak mantri, bu hikmah langsung kedapur menyiapkan teh hangat untuk laela kecil yang masih pingsan.
" bu.. kenapa dia tidur terus ya bu.. ? "
tanya sang sui pada bu hikmah yang meletakkan secangkir teh hangat.
" namanya juga lagi sakit pak.. tunggu dulu kenapa pak"
" aku penasaran kenapa dia bisa ada di depan rumah kita bu.. "
" nanti juga bangun bapak.. "
" ma... mama" ucap Laela yang langsung terbangun dari tidurnya.
" nak.. kau kenapa? " ucap suami bu hikmah..
laela yang mengingat ibunya pun kembali menangis dan tak menghiraukan kedua manusia yang ada disampingnya.
" nak.. tenang ya.. kami ga jahat ko.. " ucap suami bu hikmah berusaha menenangkan laela.
" maaf.. bapak siapa? hiks..hiks.."tanya laela
" saya pak anton, pemilik rumah ini, dan ini istri bapak.. namanya bu hikmah" ucap pak anton memperkenalkan diri.
" maaf.. om.. tante. saya merepotkan kalian, tapi saya ingin pulang.. hiks.. hiks.. " ucap laela
" tenang ya.. jangan nangis.. nanti om sama tante akan anter adek pulang, om janji ya.. " ucap pak anton
" janji om.. " ucap laela antusias
" nama adek siapa? " tanya bu hikmah..
" saya laela bu.. hiks hiks" jawab laela sembari menghapus air matanya..
" kenapa adek bisa didepan rumah kami..? " tanya bu hikmah.
" saya.. saya ditinggalkan oleh mama, dijalan sana.." jawab laela
" astaghfirullah.. kamu ditinggalkan oleh ibu kamu.. " jawab pak anton
" hiks.. hiks.. " tangis laela kembali pecah
" sudah.. sudah nak.. sekarang kamu aman.. sekarang kamu minum teh anget dulu ya, supaya tubuh kamu hangat.. setelah itu kamu makan.. dan minum obat.. " ucap bu hikmah.
" ya tanten.. " jawab laela patuh..
" anak pintar.. " ucap bu hikmah sembari mengusap rambut laela...
.
.
.
bersambung.. ☺☺
jangan lupa tinggalkan jejak ya akak..
like...
komen...
vote...
favorit juga...
Dan jangan lupa berikan hadiah walau hanya sekuntum bunga 🌹💐
ada salam dari novel ZANN 🙏🙏
ini aku baca nyicil dulu ya 🙏🙏