Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17. Wanita dirumah sakit
Jam 7 pagi ibu Riska sudah sampe rumah sakit membawa makanan untuk Vina dan Dika. Dika yang sudah bangun dari tidur senang lihat neneknya datang karena memang sudah 5 bulan terakhir siang malam ibu Riska yang mengurus Dika. Dika bukan anak yang rewel atau susah diatur, dia sangat nurut dan tidak merepotkan orang yang mengurusnya walau dalam keadaan sakitpun Dika tidak rewel. Itulah yang buat Vina selalu bersyukur mempunyai anak seperti Dika.
"Mama, Vina balik rumah dulu. Vina mau ganti baju sekalian mau kekantor sebentar ada file yang harus Vina hantar kalau urusan Vina sudah siap Vina langsung datang ." ucap Vina
"Pergilah jangan risaukan Dika, mama akan jaga Dika dengan baik ." jawab Ibu Riska
"Dika sayang, bunda pulang kerumah sebentar ya. Secepatnya bunda kembali, Dika sama nenek dulu ya ." ucap Vina sambil mencium kening Dika. Dika menganggukan kepala tandanya dia tidak keberatan, Dika sudah bisa tersenyum walau masih terlihat lemas dan pucat.
Dion sudah pulang ke rumahnya semenjak sholat subuh. Satu malam penuh Dion terjaga menemani Dika begitu juga dengan Vina tidak dapat tidur. Walau mereka berdua sama sama terjaga tapi tidak saling mengobrol.
Dion akan kembali kerumah sakit saat urusannya selesai.
"Ya sudah kamu pulang dulu hati hati dijalan sayang ." ucap ibu Riska
\*
Vina kembali kerumah sakit setelah urusannya selesai. Tiba dirumah sakit Vina melihat Dion yang sedang membayar biaya administrasi rumah sakit untuk Dika. Awalnya Vina tidak terlalu memperdulikan apa yang Dion lakukan, sudah jadi kewajiban Dion bertanggung jawab atas Dika.
Pandangan Vina tertuju pada seorang wanita yang berada disamping Dion. Wanita yang tinggi badanya kalau diperhatikan dari jauh sama tinggi dengan Vina. Vina tidak dapat melihat wajah wanita itu dengan jelas karena jarak Vina dengannya terlalu jauh. Yang jelas wanita itu terlihat dekat dengan Dion tangannya menggenggam satu tangan Dion.
Wanita itu terlihat dari jauh terlihat sexi dengan rambut terurai panjang sampai punggung.
Vina pura pura tidak melihat Dion dan berlalu meninggalkan Dion begitu saja, begitu juga sebaliknya Dion tidak melihat Vina yang dari tadi memperhatikannya.
Bukanya Vina tidak mempunyai rasa cemburu saat melihat Dion yang masih sah suaminya bergandengan tangan dengan wanita lain.
Bagi Vina saat ini yang terpenting adalah kesembuhan Dika, Vina menepiskan rasa sakit hati dan cemburu demi sang buah hati.
"Itu bunda sudah datang ." ucap ibu Riska pada Dika saat Vina masuk kedalam ruangan.
Dika yang melihat Vina datang lalu tersenyum. Vina berjalan menghampiri Dika yang duduk diatas ranjang yang sedang memakan buah apel yang sudah dikupas oleh ibu Riska.
"Anak bunda, sudah sehat. Makan yang banyak biar Dika cepat pulang ke rumah, Dika bisa main lagi sama bunda dan nenek." ucap Vina sambil mencium kening Dika, kemudian mengusap keringat Dika yang bercucuran menggunakan handuk kecil yang sudah disediakan pihak rumah sakit.
"Mama sudah makan ? ." tanya Vina sambil memandang kearah mamanya yang duduk di sofa rumah sakit. Ibu Riska menjawab pertanyaan Vina,
"Baru saja mama selesai makan bersama Dika. Dika tadi diperiksa oleh dokter, menurut dokter keadaan Dika makin membaik besok sudah boleh pulang ."
"Alhamdulillah mama, Vina ikut senang ." jawab Vina dengan tersenyum dan kembali fokus menyuapi Dika buah yang tersisa beberapa potong. Sesekali Dika memasukkan potongan buah ke dalam mulut Vina seolah ibu dan anak ini saling menyuapi.
Ketika Vina dan Dika sedang bercanda muncul Dion dari balik pintu. Dion membawa salam dan dijawab oleh Vina dan ibu Riska dengan kompak.
Dion datang seorang wanita yang Vina lihat tadi. Sudah sangat jelas terlihat bahwa Dion dan wanita itu mempunyai hubungan.
Tidak sedikitpun Dion mempedulikan perasaan Vina maupun Ibu Riska yang masih resmi menjadi ibu mertuanya.
Dion seakan akan tidak memperdulikan Vina dan Ibu Riska yang berada diruangan.
Dengan sombongnya Dion memperkenalkan wanita yang dibawanya. Wanita itu bernama Rossa. Vina dan ibu Riska hanya tersenyum tipis saat Rosa memperkenalkan diri.
Ibu Riska memillih keluar dari ruangan dengan alasan membeli sesuatu dikantin.
Dion berjalan mendekati Dika yang masih fokus memakan buah dengan sangat lirih Dion berkata,
"anak ayah sudah sehat, makan apa sayang ? ." Dika menunjukkan sepotong apel yang ada ditangannya sambil tersenyum memandang Dion seolah olah Dika paham apa yang ditanyakan ayahnya. Kemudian Dion mencium kening Dika dengan sangat lembut bahkan berkali kali.
Vina masih duduk terdiam ditepi ranjang ada raut kekecewaan terpancar dari wajah Vina.
Biar bagaimanapun Dion masih berstatus suami Vina jelas ada rasa sakit hati yang Vina rasakan walau belum jelas ada hubungan apa Dion dengan Rosa tapi dapat diartikan kedekatan mereka sudah menjawab pertanyaan Vina.
"Vina, bagaimana keadaan Dika sekarang ?, apakah dokter sudah memeriksa keadaan Dika ? ." ucap Dion memecah keheningan
"Kata dokter besok Dika sudah boleh pulang, keadaan Dika makin membaik tadi juga dokter sudah memasukkan obat kedalam infus agar kesehatan Dika makin membaik ." jawab Vina dengan rinci tampa melihat kearah Dion
"Syukurlah. Biaya rumah sakit sudah aku lunaskan semuanya kamu jangan khawatir ." jawab Dion dengan bangga seolah olah dirinya merasa hebat
"Iya mas terimah kasih ." jawab Vina dengan santai
Vina memberikan ruang untuk Dion bermain dengan Dika. Dika bahagia bermain dengan ayahnya kerena memang sudah cukup lama Dika tidak melihat wajah sang ayah.
Saat Vina bangun dari ranjang memilih duduk disofa. Justru Rosa mengambil kesempatan dekat dengan Dika, Dika yang memang mudah dekat dengan siapa saja merasa senang saat Rosa mendekatinya.
"Apakah wanita ini yang membuat mas Dion meninggalkan aku. Apakah wanita ini yang sudah menghancurkan rumah tangga aku.
Apakah wanita ini yang dicintai mas Dion saat ini ." berontak Vina dalam hati sambil memandang sinis Rosa dan Dion
Aq mampir nih, Kak