Sekuel novel pertama MY ACCIDENT DESTINY..
Kisah kali ini berpusat pada kehidupan dan perjalanan cinta si Badboy JACOB setelah cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI HARI TERASA BERBEDA
Part 17 " Hari Hari Terasa Berbeda "
Ting tong.. Paket..
Cekrek..
Ting tong.. Paket..
Cekrek...
Ting tong.. Paket..
Cekrek...
Ting tong.. Hmmm... Pakeett..
Cekrek..
" Terima kasih pak. " Kata Jasmin mulai merasa tidak enak melihat ekspresi duty officer apartmen yang sudah beberapa hari terus menerus mengantar paket ke penthouse Jacob.
Semenjak kehadiran Jasmin, rumah Jacob yang awalnya terlihat sepi dan dingin mendadak berubah drastis.
Semua warna hitam dan abu abu yang mendominasi ruangan, sedikit semi sedikit diubah oleh Jasmin dengan beberapa warna yang lebih cerah.
Awalnya Jacob yang cuek tidak memperhatikan perubahan itu, tapi lama kelamaan lelaki itu menyadari.
" Wah.. semenjak ada wanita di rumah, semua jadi berubah. " Gumam Jacob yang baru selesai mandi dan mengambil sebotol air mineral dingin di kulkas.
" Kamu bilang, aku boleh melakukan apapun yang aku suka. Tidak ada salahnya memberi warna pada rumah mu, sekalian mengasah kreatifitas desain ku. " Jawab Jasmin dengan santai sambil membuka kardus paket yang berisi kain tirai berwarna putih bersih.
" Asal kamu tidak membakar rumah ku saja. " Gumam Jacob sambil menggelengkan kepala heran dengan segala yang dilakukan Jasmin, namun entah mengapa ia merasakan kehangatan di dalam rumah semenjak kehadiran wanita itu dan semakin betah berada di rumah.. jauh berbeda dengan sebelumnya yang jarang sekali pulang dan memilih menghabiskan waktu untuk di tempat tempat hiburan malam..
" Ehm.. Jacob, bisa kah kamu membantu ku? " Tanya Jasmin ragu ragu, sambil menunjukkan kain tirai yang baru saja ia beli.
" Mau kamu apakan?" Tanya Jacob peka, karena ia memiliki postur tubuh tinggi yang sangat membantu.
" Aku mau mengganti tirai di dekat ruang TV. " Kata Jasmin mengarahkan.
Tirai yang ada di ruang tv berwarna dark grey dan tidak sesuai selera Jasmin.
Tanpa banyak kata, Jacob menuruti kemauan gadis itu dengan senang hati.
Ia mengambil kursi di dapur, untuk menambah tinggi tubuhnya.
Begitu terkejutnya Jacob, ketika tanpa aba aba.. Jasmin memeluk kedua kaki Jacob agar tidak jatuh.
" Ap.. apa yang kamu lakukan? " Sahut Jacob kaget.
" Tentu saja memegang mu. Supaya kamu tidak jatuh. " Jawab Jasmin dengan polosnya.
" Jangan lebay. Aku bukan anak kecil. Lepaskan saja. " Kata Jacob yang diam diam tersipu malu.
" Mencegah lebih baik daripada mengobati. Cepat pasang. " Perintah Jasmin dengan santai nya.
Beberapa saat, waktu yang berjalan mereka habiskan dengan kebersamaan walau terlihat sepele dan sederhana.
" Ke kanan sedikit. "
" Begini? Sudah pas? "
" Sedikit lagi. "
Rasa nyaman semakin hari semakin bertumbuh dalam hati dan pikiran mereka. Awalnya Jasmin yang hanya berniat menghasilkan uang, namun ia menjadi merasa betah dan bergantung di sisi Jacob.
Sedangkan Jacob yang awalnya hanya ingin melindungi Jasmin sementara waktu dari ancaman semua musuhnya, lambat laun ia juga mulai merasakan kenyamanan dan ingin terus menghabiskan waktu bersama dengan gadis yang 13 tahun lebih muda darinya.
Di club milik Jacob.
" Hmm.. Bos tidak datang lagi hari ini. Kita di suruh menyelesaikan negosiasi sendiri. " Gumam Davin ke beberapa anggotanya.
" Apa bos sakit? Sudah hampir seminggu ini.. beliau sangat jarang bersama dengan kita. Padahal keberadaannya menjadi kekuatan kita di mata kelompok lain. " Kata salah satu anggota mengeluh.
" Entahlah.. semenjak gadis itu hadir, tidak ada yang berjalan dengan baik seperti sebelumnya. " Jawab Davin merasa terganggu karena fokus Jacob yang semakin hari semakin terlihat berubah.
Waktu berlalu semakin malam, Jasmin dan Jacob baru selesai makan malam bersama.
Jasmin terlihat sibuk mencuci piring dan gelas yang baru mereka gunakan.
Sedangkan Jacob duduk di ruang TV sambil memegang ipad miliknya, memantau kinerja para anggota nya yang mulai terabaikan.
" Aku buatkan coklat hangat. " Kata Jasmin menghampiri Jacob dan menaruh segelas coklat di meja.
" Thankyou. " Jawab Jacob kurang merespon.
" Ehm.. akhir akhir ini, kamu kelihatannya jarang keluar. Apa terjadi sesuatu dengan pekerjaan mu? " Tanya Jasmin penasaran.
" Tidak ada. Semua berjalan dengan baik. " Jawab Jacob tegas.
Tiba tiba tatapan curiga tersirat pada kedua mata Jacob yang memandang Jasmin.
" Kenapa?? Kamu tidak suka kalau aku lebih banyak di rumah?? " Kata Jacob merasa tersindir.
" Mana mungkin. Ini kan rumah mu, terserah kamu dong. " Jawab Jasmin tidak ingin membuat Jacob salah paham.
" Eehmm.. malah justru, aku yang tidak enak. Aku pikir kamu tidak mempercayaiku, apalagi disini banyak barang yang mahal. Hahaha " Kata Jasmin merasa canggung.
" Maksud mu, aku lebih banyak di rumah untuk mengawasi mu. Hahaha.. dasar bodoh. " Sahut Jacob sambil mencubit pipi Jasmin karena tidak habis pikir dengan pemikiran gadis itu.
" Sebenarnya.. aku tidak pernah tahu apa yang namanya keluarga.. bagaimana rasanya.. Tapi sekarang, aku sedikit mengetahuinya.. " Kata Jacob yang tiba tiba menjadi tampak menyedihkan.
" Makan bersama, membenahi rumah bersama bahkan ada yang menyambutku ketika aku pulang.. " Lanjut Jacob yang saat ini pikiran nya dipenuhi dengan bayangan Jasmin yang memperlakukan dirinya dengan hangat.
" Pernah aku menemukan seseorang yang hangat seperti dirimu. Tapi, dia sudah bahagia bersama orang lain. Hmm.. lagipula, siapa juga yang mau hidup bersama ku.. dengan dunia ku yang gelap seperti ini. " Kata Jacob merasa tidak layak menerima cinta dari siapapun.
Entah mengapa saat mendengar itu, hati Jasmin sangat tersentuh dan tanpa terasa dia meneteskan air mata.
" Jacob.. " Panggil Jasmin dengan lembut.
Deg deg deg deg
Degup jantung Jacob mulai tidak terkontrol lagi melihat wanita itu menangisi kisah hidup yang baru saja ia ceritakan dengan alami.
" Setiap orang punya hak untuk dicintai dan mencintai. Termasuk kamu.. tidak peduli apa yang sudah kamu lakukan selama masa hidupmu.. kamu tetap punya hak. Setelah mengenal mu, aku tahu kalau kamu adalah orang yang baik. Hanya saja, kamu tumbuh tanpa kasih sayang di lingkungan yang keras.. " Kata Jasmin tulus menguatkan hati Jacob.
" Apa kamu tidak pernah mencoba, untuk keluar dari dunia mu yang gelap.. dan memulai sesuatu yang baru? " Tanya Jasmin membuat hati Jacob tersentak, seakan dihantam dengan perkataan.
Ia pun memalingkan wajahnya dan tidak percaya diri bahwa ia bisa melakukannya.
" Tidurlah. Sudah malam. " Jawab Jacob yang tiba tiba berubah menjadi dingin dan bergegas masuk ke kamarnya meninggalkan Jasmin.
' Aku berharap kamu bisa melakukannya. Dengan begitu, aku tidak akan ragu dengan perasaanku kepadamu. ' Kata hati Jasmin sambil memandang ke punggung Jacob yang berjalan menjauhi dirinya.
Setelah masuk dan menutup pintu kamar, Jacob merasakan debaran yang sangat luar biasa dan wajahnya memerah karena tidak bisa mengendalikan perasaannya.
" Sial. " Gerutu Jacob yang malam itu menjadi kacau karena percakapan serius bersama wanita yang mulai menyadarkan dirinya, menyentuh hati lelaki itu.
selalu suka karyamu