NovelToon NovelToon
Melza

Melza

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Horor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: vifinefianti_033

Yang mau ngobrol shantuy dengan saya, bisa langsung follow instagram saya ya (@kangrebahan_03). Kebetulan saya baru aktif lagi di instagram, insya allah nanti saya infokan jadwal up di sana.

*******

"mari bermain"

Bagi siapa pun yang mendengar kalimat itu dari mulut seorang gadis cantik yang bernama Elza, lebih baik memilih untuk segera mengakhiri hidupnya dari pada mati di tangan gadis berhati iblis namun berwajah malaikat itu. Kecantikannya bisa menjadi daya pikat untuk memancing targetnya agar memasuki perangkap dalam jebakan maut yang sudah ia buat.

Ya itulah Elza, gadis mungil yang memiliki wajah super cantik membuat siapa pun akan tertipu dengan mudah. Di balik itu semua, ada iblis di dalam diri Elza yang siap bangkit kapan pun ketika ia lepas kendali.

***

Melvin Andrea Micheal.

Nama itu sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, Melvin itu bisa di bilang suami idaman bagi kaum hawa. Dia tampan, kaya, seorang pengusaha sukses juga. Paket konplit bukan? Maka tidak heran jika Melvin menjadi rebutan cewek cewek.

****

Misi nya di New York membawa petaka bagi seorang Elza. Ciuman pertama nya di ambil paksa oleh bajingan tampan, bernama Melvin. Elza tidak terima dengan kelakuan Melvin yang secara tidak langsung sudah menodai bibirnya yang suci, maka dari itu Elza langsung memberikan pelajaran kepada Melvin berupa tendangan super kencangnya di area sensitif Melvin.

Harusnya Melvin marah dengan perlakuan gadis itu kepadanya, tapi melihat wajah kesal gadis itu membuat seringai muncul di wajahnya yang tampan.

"mine"ucapnya.


+++++

Hanya penulis pemula yang ingin menuangkan kehaluan nya😴. Berhubung ini karya pertama saya, mohon bantuannya untuk para senior yang sudah banyak pengalaman nya. 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vifinefianti_033, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Melza

"Tikus tikus kalian bersembunyi dimana? Apa kalian tidak mau bersenang senang dengan ku" Kekeh Elsa.

Kedua kakinya terus melangkah menyusuri lorong dan melewati pintu pintu ruangan yang tertutup dan Elsa tidak merasa ada keberadaan tikus tikus di ruangan yang ia lewati sendari tadi, Elsa dengan seringai di bibirnya mulai menggoreskan ujung pisau yang sudah di lumuri oleh darah bawahan Alberth ke dingding hingga menciptakan sebuah goresan horizontal. Tidak hanya itu, Elsa juga memukul mukul ujung pisaunya saat ia menaiki anak tangga ke pembatas sekaligus pegangan yang terbuat dari besi. 'Ting... Ting" suara nyaring itu bisa mebuat tikus yang sedang ia kejar akan semakin ketakutan.

Krekk...

Sontak kaki Elsa berhenti melangkah dan tangannya yang sedang memukul pembatas tangga mendadak terhenti, ia tersenyum misterius saat telinganya yang tajam mendengar suara pintu yang tertutup dengan penuh ke hati hatian.

"Kalian tidak pandai bersembunyi ya" Kekeh pelan Elsa

Elsa kembali melanjutkan langkahnya ke asal suara yang ia dengar, bibirnya terus tertarik menciptakan sebuah senyuman mengerikan disana. Setelah melewati beberapa pintu yang tertutup, disinilah Elsa sekarang. Berada di pintu kayu yang tertutup, ia sangat yakin jika di balik pintu inilah tikus yang ia kejar sedang bersembunyi dengan rasa takut.

Tangannya memegangi knop pintu, lalu menggerak gerakan secara perlahan. Ketika pintu itu tidak bisa di buka, barulah Elsa menggerakan knop pintu itu dengan cepat dan kasar. Elsa semakin bersemangat membuat para tikus semakin ketakutan.

Sepertinya Elsa sudah bosan bermain main, ia memukul pintu itu dengan tangan dan kakinya dengan brutal. Ia bahkan tidak memperdulikan jika tangan dan kaki nya akan sakit jika melakulan hal itu, sepertinya sosok Elsa didalam diri Elza sudah tidak sabar ingin memuaskan hasrat membunuhnya. Sudah bertahun tahun Elsa tidak muncul, dan ini adalah kesempatan emas untuknya bersenang senang dengan para tikus yang terkurung dalam kadangnya sendiri.

Brak...

Engsel pintu langsung jebol begitu saja, mungkin engsel itu tidak bisa bertahan lebih lama lagi dari amukan seorang Elsa.

"AKHHHHTTTT" Keduanya menjerit dengan begitu kencang saat melihat sosok Elsa sudah berdiri di hadapan mereka dengan tampilan yang menyeramkan.

Kakinya langsung melangkah masuk kedalam ruangan kerja itu, ia tersenyum begitu lebar menampilkan gigi putihnya yang begitu rapih.

"Hai" Sapa Elsa dengan senyum lebarnya.

Mereka tidak membalas sapaan Elsa, mungkin karena sangking takutnya sehingga mulut mereka terasa terkunci hanya untuk sekadar membalas sapaan gadis menyeramkan di depannya.

Setelah beberapa menit hanya suara ketakutan di bibir mereka, Qia langsung berlutut di hadapan Elsa. Kedua telapak tangannya saling menyatu, lalu kedua matanya yang sudah berkaca kaca menatap Elsa.

"Kumohon jangan bunuh aku Elza, aku mohon "Pinta Qia dengan suara seraknya "Kumohon ampuni aku Elza, ampuni'

Bella pun langsung mengikuti apa yang di lakukan oleh Qia.

"Kumohon maafkan aku Elza, aku sangat menyesal. Beri aku kesempatan untuk hidup" Pinta Bella memohon.

Elsa menatap wajah mereka satu persatu, lalu tatapannya berhenti tepat di area perut Qia. Ia dapat melihat ada kehidupan lain di dalam perut itu.

"Berapa bulan? " Tanya Elsa menatap Qia datar.

"Hah? " Qia tiba tiba linglung, ia langsung menghapus air matanya kasar "2 bulan" Jawabnya sambil mengelus perut ratanya "Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sedang hamil? "Tanya Qia bingung.

"Kau sudah melukai Elza" Lirih Elsa pelan.

Qia menundukan kepalanya lesu.

"Bunuh aku setelah anak ini lahir Elza" Qia menatap wajah cantik Elsa dengan tatapan berkaca kaca "Biarkan bayi ini hidup Elza, kumohon" Qia langsung menyambar kaki Elsa lalu memeluknya dengan erat "Kau bisa membunuh ku ketika bayi ku lahir" Isaknya.

Elza menghembuskan napasnya kasar.

"Berterimakasih lah kepada anak mu itu, aku akan memberikan kesempatan kedua untuk kehidupan mu. Kalau sampai tangan kotor mu melukai Elza, aku tidak akan segan segan membunuh mu dengan bayi mu"

"Terimakasih" Ucap Qia terharu "Aku berjanji tidak akan melukai mu, atau menganggu mu lagi"

"perqgilah"

"Terimakasih Elza"

Setelah mengucapkan itu Qia langsung bangkit dari posisi duduknya, lalu melangkah pergi dari sana.

Elsa mengalihkan tatapannya kearah Bella yang berada di pojokan, wajahnya tampak amat pucat dan ketakutan. Sejak kapan Bella ada disana? Elsa tidak sadar, mungkin karena Qia.

"Aku juga sedamg hamil Elza" Ucapnya dengan nada bergetar sekaligus ketakutan.

Elsa tertawa.

"Elsa tidak bodoh"

Elsa melangkah mendekat kearah Bella sambil memainkan kedua pisau di tangannya.

"Kamu penyebab teman teman Elza pergi, jadi Elsa akan membalas rasa sakit Elza"

Bella semakin merapatkan tubuhnya di pojokan sambil menatap Elsa dengan penuh ketakutan.

"kumohon Elza, biarkan aku hidup. Aku mohon, aku berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi. Kumohon, ampunilah aku"

Elsa tertawa kencang.

"Apakah kamu mendengarkan permohonan mereka Bella" Elsa langsung mencengkeram rahang Bella dengan kuat "Apakah kamu juga menerima permohonan mereka yang menginginkan tetap hidup"

Bella langsung menangis ketika Elsa mencengkeram rahangnya.

"Aku mohon ampunilah aku, aku mohon, aku menyesal"

"Apa maaf mu bisa menghidupkan kembali teman teman Elza, Bella? "

Bella menggelengkan kepalanya cepat, air matanya sudah membasahi kedua pipinya.

"Kumohon ampunilah aku, aku sangat menyesal"

Jresss...

"Akhh akhhh"

Tubuh Bella langsung ambruk begitu saja, kedua tangannya memegangi lehernya yang mengeluarkan banyak darah. Bella meraung kesakitan saat wanita gila itu menggores lehernya.

Bella mendongakkan kepalanya menatap wajah Elsa dengan kedua mata memerah karena menahan sakit yang luar biasa.

"Kamu.. "

Sebelum Bella menyelesaikan ucapannya Elsa sudah lebih dulu menusuk perut Bella berulang kali hingga organ tubuh Bella tercecer keluar dan ada juga yang hancur di dalam.

Elsa tertawa melihat Bella kesakitan sampai hembusan napas terakhir nya.

Melihat Bella sudah mati, Elsa segera beranjak dari sana dan melangkah pergi keluar dari ruangan itu.

Elsa kembali melanjutkan langkahnya mencari tikus yang masih belum ia temukan keberadaannya, sepertinya Thomas dan Alberth pandai bersembunyi sehingga Elsa belum menemukan keduanya. Padahal Elsa sangat ingin bersenang senang dengan mereka.

Setelah menyusuri gedung besar ini, akhirnya Elsa mendengar suara desahan seseorang. Ia menyeringai tajam ketika mendengar suara menjijikkan ini, Elsa langsung melangkah mendekat kearah pintu yang sedikit terbuka itu lalu membukanya dengan kencang.

Thomas yang sedang bermain dengan 2 perempuan yang ia bawa dari club malam terpelojak kaget saat pintu terbuka, kedua matanya membulat sempurna saat melihat sosok Elsa berdiri di ambang pintu.

2 perempuan yang sudah tidak mengenakan apa pun itu langsung menjerit kencang saat melihat kedatangan seorang wanita yang di lumuri oleh banyak darah dan dua pisau di tangannya.

"Keluar! "Bentak Elsa menatap dua wanita psk itu dengan tajam.

2 wanita itu langsung mengambil baju lalu berlari kencang meninggalkan kamar, mereka harus segera menyelamatkan nyawa mereka terlebih dahulu.

Thomas memakai celana boksernya dengan gerakan cepat, ia mengambil pistol yang ia sembunyikan dibalik bantalnya lalu mengarahkan kearah Elsa.

"Pergi dari sini sebelum aku menembak mu Elza"

"Tembak saja Tom" Elsa tersenyum sinis " Sebelum kau bisa melukai Elza, nyawa mu sudah melayang lebih dulu"

Elsa melangkah mendekat kearah Thomas, sehingga Thomas memundurkan langkahnya dengan tubuh gemetaran.

"Elza!! "

"Aku bukan Elza, aku Elsa"

"Persetan! Jangan mendekat! Aku akan membunuh mu kalau kau mendekat"

Kaki Elsa berhenti melangkah, ia menatap Thomas dengan tatapam tajam dan dinginnya.

"Kau pria menjijikkan Tom, pantas Elza sangat muak ketika berdekatan dengan mu"

"Apa maksud mu? Jangan main main! Elza!!"

"Sudah aku katakan jika Elza sedang tidur, aku Elsa"

"Tidak! Kau Elza, jangan main main! "

"Aku benci bermain main! "Bentak Elsa menatap Thomas tajam "Aku harus membunuh mu! "

Thomas terkekeh "Kau tidak bisa membunuh ku Elza, aku punya pistol kalau aku mengarahkan pelurunya ke kepala mu. Maka kamu akan langsung mati"

"Benarkah? "

"Tentu saja, maka dari itu sebaiknya kamu menyelamatkan diri sebelum aku membunuh mu"

Elsa tersenyum sinis.

Ia mengibas ngibaskan tangannya di depan wajahnya, Elsa melangkah mendekat kearah ranjang lalu mendudukkan bokongnya diatas sana. Elsa meletakan kedua pisau yang penuh darah itu diatas nakas.

"Kenapa panas sekali" Keluh Elsa.

Dengan gerakan anggunnya, Elsa melepaskan kaos putih yang menutup tubuhnya hingga tubuh putih dan mulusnya terpangpang begitu jelas di hadapan Thomas. Elsa membiarkan tubuh putih bagian atasnya yang masih mengenakan bra hitam terlihat oleh Thomas.

Elsa menatap Thomas dengan tatapan menggodanya, sambil tetap mengibas ngibaskan kedua tangannya di udara. Bahkan Elsa sengaja membusukan dadanya, menggoda Thomas agar ia bisa menciptakan celah untuk menyerang Thomas.

Thomas menelan ludahnya kasar, padahal ia baru saja beberapa menit selesai bercinta dengan para ******* itu. Tapi melihat tubuh Elsa yang sangat putih, membuat bagian bawahnya mengeras dan minta di puaskan lagi. Tubuh Elsa begitu menggoda, walau ada bagian tubuh yang ternodai oleh darah. Apalagi cuaca sedang panas, dan sialnya tubuh Elsa berkeringat hingga Thomas melihat tubuh Elsa berkilau.

Thomas berusaha keras agar ia tetap fokua mengarahkan moncong pistol nya kearah Elsa.

"Kenapa kamu tidak ikut berbaring di sebelah ku Tom, aku tidak akan membunuh mu. Aku hanya ingin membunuh kakak mu"

Elsa menatap mata Thomas dengan lembut, lalu menggigit bibir bawahnya dengan gerakan sensual.

"Benarkah?"Tanya Thomas.

"Tentu, kemarilah" Pinta Elzlsa sambil menggerakan tangannya agar Thomas mendekat.

Thomas menurunkam pistolnya, lalu melangkah mendekat kearah Elsa yang sedang berbaring diatas ranjang. Thomas meletakan pistolnya di sisi pisau Elsa yang berlumuran darah, ia langsung merangkak naik keatas ranjang lalu menatap lekat kearah Elsa.

Elsa seperti mangsa yang tidak berdaya saat ini, tapi Thomas salah besar jika mengira Elza adalah mangsa yang lemah. Elsa hanyalah seorang predator yang berpura pura lemah demi memainkan musuhnya.

Elsa tersenyum ketika Thomas berbaring di sebelahnya, ia langsung merangkak naik keatas tubuh Thomas lalu menatap wajah Thomas yang ada di bawahnya dengan tatapan lembutnya.

"Tidak ku sangka kau wanita yang nakal ya Elza"

Thomas hendak meraih payudara milik Elsa yang masih tertutup bra hitam, namum Elsa menahan tangan Thomas sehingga tangan besar itu tidak berhasil menyentuhnya.

"Dimana Alberth Tom? Aku ingin membalas kematian Rio" Ucapnya dengan nada sedihnya.

Tangan Thomas terulur untuk menyingkirkan helaian rambut yang menutupi sebagaian wajah cantik Elza.

"Mungkin dia sedang meringkuk ketakutan diruang persembunyian nya"

"Dimana? "

"Dibawah tangga lantai 3"

"Terimakasih "

Thomas menganggukan kepalanya sambil tersenyum "Kalau begitu kamu harus membayar informasi berharga itu dengan tubuh mu, bagaimana? "

"Baiklah, aku akan memuaskan mu"

Elsa tersenyum nakal.

"Apa yang kau lakukan? "Tanya Thomas bingung.

"Aku lebih suka melihat pria yang tidak berdaya di bawah kuasa ku Tom"

"Percayalah pada ku, kau akan senang"

Elsa langsung mengikat kedua tangan Thomas di kepala ranjang dengan ikatan yang sangat kuat tentunya, karena ada permainan yang lebih mengasikan dari pada bercinta.

"Cepat lakukan Elza" Perintah Thomas.

Seringai langsung muncul di wajah cantiknya ketika melihat Thomas yang tidak sabar dengan sentuhannya, Elsa langsung mengambil pisau yang ia letakan diatas nakas lalu menatap Thomas dengan dingin.

"Apa yang akan kau lakukan? "Bentak Thomas panik.

Elsa yang sedang duduk diatas perut Thomas jadi ikut bergerak gerak, karena pria itu berusaha melepaskan ikatan di kedua tangannya.

Jlepppp...

"Akhhhhhhttttt" Teriak Thomas kencang saat pisau itu menembus bahunya.

Elzlsa langsung mencabut pisau yang menancap di bahu Thomas lalu teriakan kesakitan kembali menggema di dalam kamar.

"Dasar perempuan gila! "Umpat Thomas dengan napas putus putus. "Lepaskan aku sialan! "

Tawa Elsa langsung pecah begitu saja, ia memainkan ujung pisaunya di setiap bagian tubuh atas Thomas hingga menciptakan goresan tipis yang akan sangat perih jika di siram oleh sesuatu.

Darah mulai mengalir di tubuh Thomas, mengikuti pola garis yang di gambar oleh Elza disana.

"waniqta sialan! Lepaskan aku"Teriak Thomas meronta ronta.

"Diamlah" Bentak Elsa kencang "Nanti gambarnya tidak bagus"

Elsa tersenyum saat tidak sengaja melihat ada botol wine yang ada diatas meja, Elsa turun diatas tubuh Thomas lalu melangkah untuk memgambil botol itu. Elsa kembali mendekat kearah Thomas.

Mata Thomas terbelalak kaget.

"Jangan lakulan itu Elza, aku mohon jangan lakukan itu"Racau Thomas memohon.

Elsa mengabaikan permohonan itu, ia langsung membuka tutup botol kaca yang berisikan cairan merah. Lalu dengan gerakan santainya, Elsa menuangkan cairan wine ke tubuh Thomas.

"AKHHHTTTTT" Jerit Thomas ketika merasakan sesuatu yang teramat menyakitkan.

Elza tersenyum puas melihat Thomas yang sedang kesakitan itu, ia kembali naik ke tubuh Thomas lalu menatap Thomas yang napasnya tersengal sengal.

"Bagaimana kalau aku menghancurkan wajah mu ini" Elza memainkan ujung pisaunya diatas permukaan kulit Thomas, lalu menekannya hingga mengeluarkan darah di wajah pria itu.

"Jangan lakukan itu Elza" Ucapnya dengan nada lemah.

"Bagaimana kalau aku menyobek mulut manis mu ini" Elza mengarahkan ujung pisau itu di mulut Thomas.

"Kumohon jangan lakukan itu"

"Sepertinya aku menolak permohonan mu Thomas" Lirihnya dengan mimik wajah di buat menyesal"Rio juga memohon kepada kalian, tapi kalian mengabaikan permohonannya bukan? "

"Maafkam aku Elza, aku mohon"

"Terlambat"

"AKHHHTTTTTTTT"

*****

Suara gemuruh helikopter mulai terdengar di area gedung tua yang terlihat usang tapi siapa sangka jika didalam terlihat berbanding terbalik dengan penampakan di luar, gedung ini memiliki fasilitas yang luar biasa mewah. Bisa di bilang ini adalah aset milik Alberth yang di sembunyikan dari data properti dan jumlah kekayaan yang di miliki oleh Alberth untuk menghindari pajak.

Mungkin dengan bukti yang di dapatkan oleh Leo dari meja kerja Alberth, Alberth bisa di dakwah dengan hukuman yang berat. Tidak hanya menghindari pajak, Alberth juga melakukan beberapa kejahatan yang tentunya bisa membuat Alberth di penjara seumur hidup atau malah di hukum mati.

Leo mengumpulkan barang bukti hingga menjadi satu, walau misi mereka kacau tapi setidaknya Leo dan sesama anggotanya tidak mengecewakan klien yang sudah membayar mereka mahal.

Setelah mengumpulkan itu semua Leo bergegas keluar dari ruangan itu dan mencari pintu keluar.

Suara gemuruh sekaligus mesin mobil telah di matikan, sekumpulan kendaraan sudah berkumpul di area gedung tua ini. Bahkan orang orang sudah berkumpul menjadi satu.

Saat Leo sudah mencapai pintu keluar, ia melihat gerombolan para pria mengenakan setelan jas hitam. Leo merasa jika mereka mirip dengan sekelompok mafia, jika benar mereka sekelompok mafia dari mana Elza bisa mendapatkan kenalan dari anggota mafia? Itulah yang mungkin Leo pikirkan saat ini.

Leo melihat ada salah satu orang yang berjalan kearahnya.

"Apa anda yang tadi menelepon bos saya? "Tanya pria itu menatap Leo datar.

"Iya"

"Bos memanggil anda, sebaiknya anda ikuti saya"

Dengan langkah lebarnya Leo mengikuti langkah seseorang yang ada di depannya, kerutan muncul di kening Leo. Bukankah Leo hanya ingin meminta bantuan untuk di keluarkan dari sini? Tapi orang orang ini seperti akan melakukan pertempuran besar.

"Tunggu sebentar "

Leo hanya diam saja, menunggu orang yang di panggil 'bos' itu keluar dari dalam helikopter.

Beberapa menit kemudian, Leo melihat seorang pria turun dari helikopter. Pria itu mengenakan setelan jas mahal, sepatu panthopel yang berkilau dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

"Ini bos orangnya"

"Nggak usah kasih tahu gue, gue juga tahu Mamat" kesalnya.

"Bos, nama saya bukan Mamat"

"Bodoamat gue nggak peduli"

Pria itu mengalihkan tatapannya kearah Leo "Dimana Elza? " Tanyanya sambil melepaskan kacamata hitam hingga terpangpang lah wajah tampannya "Upss gue belum memperkenalkan diri ya" kekehnya "Nama gue Fernando Raka Ardiyana, lo bisa panggil gue Raka"

Pria yang bernama Raka itu mengulurkan tangannya kepada Leo yang sejak tadi terdiam.

"Leonardo, panggil ajah Leo" Leo menyambut uluran tangan Raka.

"AKHHHTTTT" Teriakan yang berasal dari dalam gedung itu membuat jabatan tangan keduanya langsung terlepas begitu saja, semua orang terpaku dan penasaran dengan teriakan kencang barusan.

"Elza" Gumam Raka dengan nada pelannya.

"Elza? " Leo menatap Raka bingung, bukankah tadi Leo menyebutkan nama Elsa bukan Elza.

Raka mengabaikan Leo yang tampak kebingungan itu.

"Apa yang terjadi didalam sana? Dan mengapa lo tahu nama Elsa? "Tanya Raka menatap wajah Leo serius.

"Elza yang nyebutin itu semua, dari mulai dia nyebutin nama Elsabel Gilberth Nicholas hingga nomer anda" Ucapnya.

"Ada lagi? Seperti perubahan sikap Elza? "Tanyanya.

"Iya" Jawab Leo ragu "Salah satu anggota kami tewas di hadapan kami berdua, sejak itu Elza jadi berubah. Dia... Jauh lebih menyeramkan "

Tubuh Raka mendadak kaku ketika mendengar penjelasan itu, raut wajahnya berubah jadi pucat. Kedua matanya terbelalak kaget saat melihat anak buahnya hendak memasuki gedung itu.

"KALIAN JANGAN MASUK!! " Teriak Raka kencang sekaligus panik.

Leo menatap Raka bingung, bukankah Raka harus membiarkan anak buahnya masuk untuk menolong Elza. Lalu kenapa Raka malah melarang anak buahnya untuk memasuki gedung itu.

"Anda harus menolong Elza" Pinta Leo dengan nada seriuanya "Dia bisa mati kalau kalian tidak memberikan bantuan kepada Elza, ada banyak orang yang ingin membunuh Elza"Jelasnya dengan nada khawatir sekaligus menatap gedung itu dengan tatapan datarnya .

Raka menatap wajah Leo dengan serius.

"Justru jika anak buah gue masuk kesana, maka Elza bakalan membantai seluruh anak buah gue. Kasian nanti istrinya jadi janda semua, emang lo mau ngasih nafkah istri mereka hah" Kesal Raka.

Leo semakin di buat kebingungan dengan perkataan Raka barusan, demi apa pun laki laki yang ada di depannya tampak aneh.

Raka menghela napas kasar.

"Sial "Umpatnya sambil melayangkan pukulan di udara "Gue harus ngapain? "Gumamnya kepada dirinya sendiri "Biarin ajah lah, sampe dia puas"

Leo menaikan sebelah halisnya bingung, otaknya terus bekerja keras untuk mencerna setiap perkataan pria yang ada di depannya ini.

"Mamat!! Lo obatin dia nih" Perintah Raka kepada anak buahnya yang kebetulan berada di dekatnya.

Mendapatkan perintah dari sang bos, beberapa orang langsung mendekat kearah Leo.

"mari saya obati luka anda"ucapnya sopan.

"Tapi... Elza"

Raka tersenyum tipis.

"Lo nggak usah khawatir sama dia, Elza pasti bakalan muncul beberapa jam lagi"Ucapnya yakin.

"Tapi... "

"Bawa dia Mat"Perintah Raka.

Leo langsung di bawa paksa oleh anak buah Raka, Leo tidak bisa berkutik. Ia hanya bisa pasrah.

*****

Seringai menyeramkan muncul di wajahnya ketika melihat pantulan dirinya di depan cermin yang ada di kamar mandi, ada banyak darah yang mengotori kulit leher, wajah dan sedikit di rambutnya. Sebenarnya ia tidak mau membersihkan darah yang mengotori bagian tubuhnya, tapi ia merasa tidak nyaman dengan bau amis yang tercium oleh hidungnya.

Elsa langsung membersihkan darah yang mengotori tubuhnya dengan perlahan, ia kembali tersenyum saat melihat air yang mengalir berubah jadi warna merah ketika Elsa membiarkan kedua tangannya yang di lumuri oleh darah terkena air kran. Elsa menggosok sela sela jarinya dengan perlahan, hingga darah kering yang menempel di sela sela jarinya terbawa oleh air.

10 menit Elsa berada di dalam kamar mandi, akhirnya tubuhnya bersih dari noda merah itu. Elsa keluar dari dalam kamar mandi, mengambil salah satu kemeja milik Thomas lalu memakainya. Walau tampak sangat kebesaran di tubuhny, tapi ia merasa lebih baik. Elsa menggulungkan lengan bajunya hingga sebatas siku saja.

Elsa langsung keluar dari kamar Thomas setelah melirik kearah tubuh Thomas yang sudah tidak bernyawa lagi, kejadian beberapa menit yang lalu membuatnya tersenyum puas. Elza memberikan siksaan yang paling mengasikan diatas kasur, hingga Thomas kehilangan nyawanya karena kehabisan darah.

Kakinya berjalan dengan anggun melewati lorong lorong gelap, lalu menuruni anak tangga. Hingga akhirnya Elsa sampai di depan pintu ruangan yang berada di bawah tangga menuju lantai 3, pintu itu tertutup begitu rapat bahkan pintunya berlapis besi.

Bukan Elsa namanya kalau ia tidak masuk kedalam sana, kedua matanya menatap lekat kearah tombol yang ada di pintu itu. Hanya memasukan kata sandinya maka Elsa bisa masuk kedalam sana.

Bodoh. Seharunya Alberth membuat pintu menggunakan alat pemindai atau sensor agar pintu tidak bisa di buka oleh siapa pun kecuali sang pemilik. Tapi Alberth telah melakukan kesalahan fatal, ia harusnya membuat tempat perlindungan yang benar benar aman dan tidak tertembus.

Hanya memasukan 6 digit nomer dengan susuan yang benar maka pintu itu akan langsung terbuka, kedua matanya menatap lekat kearah tombol dari angka 0  sampai 9 . Elza hanya akan mencari jejak bekas jari Alberth menekan tombol itu, maka Elsa bisa membukanya.

Mata Elsa melihat sidik jari Alberth yang menempel disana, dan keringat yang tertinggal di area tombol itu.

"Bodoh"

Elsa langsung menekan angka angka itu hingga tersusun 6 digit sekaligus, tanpa memakan waktu Elsa berhasil memasukan angka angka itu dengan benar.

Bip..

Ceklek....

Elsa langsung tersenyum lebar ketika melihat Alberth terbelalak kaget saat melihat kehadiran Elaa yang berdiri di abang pintu. Bahkan gelas yang berisikan cairan merah langsung jatuh dari genggaman tangan Alberth.

"Bagaimana.. Kau bisa... "

"Mari bermain"

1
adelia azni
Kecewa
adelia azni
Buruk
adelia azni
Dri banyak nya novel yg sya baca,, ini cerita yg paling bgus sih menurut sya,,, best lah pokok nya
Rkeane
novel ter teh best lah,btw ada yang mau kasih rekomen lagi novel aksi aksi gitu kaya misi buat ajen ajen
Hasnah Siti
uffft bagus vin...aku lega mereka berdua ada yg menolong...😓
Hasnah Siti
🤣🤣🤣🤣🤣
Hasnah Siti
di lanjut lagi ...aku suka
Hasnah Siti
nexts
Hasnah Siti
awalan yg bagusss...🤩
pacarjuhoon🐢
ngaku hamil gk tuhh🤣🤣
pacarjuhoon🐢
kirain nonton apaan🤣hadehhh😭😭
Elly Adisusetyo
karya yg bagus thorr
imam zulkifli
aku golongan darah O dokk hehehe
🌻Ruby Kejora
Salam kenal dan sukses kk❤️❤️❤️
imam zulkifli
o o oh author teh tiasa sunda
Jaka Gd
kalo bisa kata" nya jangan ada hwanya thor
Bundane Aurel
opik penghianat
Bundane Aurel
keren, keren😁
Bundane Aurel
keren, keren walau tlat baca nx😁
Ninik Suprapti
ceritanya seru banget 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!