YOSHIDA HANA.Gadis 25 tahun , seorang cucu angkat dari seorang pemimpin mafia.
Gadis cantik dan kaya raya dengan berbagai bisnis dan berkemampuan khusus.
Hidupnya hancur dan bahkan menjadi pelakor. Kisah itu berawal dari masa lalunya yang memalukan.Hana diperkosa saat usia remaja dan selang beberapa tahun kemudian , Hana dijadikan budak seks oleh pamannya sendiri sampai Hana hamil dan terpaksa harus menikahinya.
Kisah yang berawal dari dendam dan berakhir menjadi cinta yang sulit untuk diuraikan.
Kecelakaan kedua orangtuanya semakin menambah pilunya nasib hidupnya.
Ini adalah novel pertamaku.Selamat membaca dan terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep .17 Bertemu
Hana membawa Carmen menuju ruangan kerja Hana. Hana tahu pasti ada sesuatu yang terjadi terhadap sahabat karibnya itu.
"Terima kasih banyak sudah menolongku love." Ucap Hana kepada Carmen.
"Hmmmmm, dengan senang hati Han."
"Oh ya libas saja dia .Jangan biarkan dirimu direndahkan oleh wanita gila tadi.Baru punya perusahaaan gitu saja sudah sombong.Hancurkan dia, gak pakai ampun.Ihhh ill feel banget dech." Carmen dengan geramnya memprovokasi Hana.
"Hehehe ngapain buang-buang waktu berharga kita demi hal sepele seperti itu." Hana menjawab asal.
"Hmmmmm iya juga yah."Carmen menjawab dan mengiyakan pendapat Hana.
"Sepertinya ada hal penting ,sampai kamu datang dengan tiba-tiba." Hana mulai menyelidik.
"Kamu memang yang terbaik.Selalu tahu akan diriku, Han." Carmen nyengir kuda.
Terlihat jelas ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.Wajahnya berubah serius dan menatap Hana dengan penuh harap.
"Katakan! biar semua menjadi ringan dan tidak membebani pikiranmu love!" Hana mulai mengorek info dari Carmen.
Akhirnya si cantik Carmen menceritakan apa yang terjadi kepada Hana. Hana perlahan mencerna semua perkataan Carmen dengan baik dan teliti.
"Dont worry, akan aku bantu settle hal itu.Tapi semua itu tidaklah gratis." Hana dengan santainya bicara.
Dasar kamu ini Han, teman tidak ada ahlak. Perhitungan sekali jadi orang Han." Carmen dengan wajah memelasnya.
"Hahahaha ." Hana tertawa lepas berhasil mengerjai teman karibnya itu
"Ok ok. Iu bisa diatur.Dibuat simple saja , Ok." Hana mencairkan suasana.
"Thanks a lot Han."
"Sebaiknya kita pergi karena sudah tengah hari. Ada baiknya kita makan dulu." Siang itu Hana membawa Carmen makan siang di salah satu restoran miliknya.Hana ingin menghibur temannya yang lagi galau. Galau tingkat dewa hahahha.
Hana memesan menu favorit Carmen, meski awal dia menolak makan,tapi dirinya kalah jika sudah berhadapan dengan Hana.Bujuk rayu Hana begitu mematikan,sampai-sampai makanan yang dipesan habis tanpa ia sadari .
"Dah baikan?" Hana bertanya sambil melirik piring-piring kosong di hadapannya.
"Hahahhahaaaa uuupppppsssss habis Han." Carmen tertawa lepas menyadari jika ia sudah menghabiskan semua menu yang dipesan.
"Dasar perut karet wkwkwkkkkkk."Hana menertawakannya
"Hehehehe tahu saja ."
"Mau pesan menu tambahan?" Hana menawarkan sesuatu kepada Carmen.
"Tentu, pesankan aku eskrim caramel mocca . please! " Carmen menyuruh Hana,Sementara Hana geleng-geleng kepala dengan tingkahnya.
Dengan kode tangan,salah satu pelayan mendekat dan ,
"Maaf bos ,ada yang bisa saya bantu?"
"Iya,tolong pesankan eskrim caramel mocca untuk nona cantik ini ya!" Perintah Hana kepada sang pelayan.
"Baik Bos, segera."
"Hmmmmm cepatlah sebelom dia ngamuk. Hahahhaha." Hana menakut-nakutin pelayan.Sementara yang sedang diomongin ,buat tak tahu saja.Alias cuek bebek.
Sekitar 45 menit mereka asyik mengobrol sampai terdengar bunyi panggilan masuk dari benda pipih milik Hana.
Drrttttt
Drrttttt
Drrttttt
"Ya hallo kek."
" Kapan kamu pulang sayang?" Sang kakek yang merindukan cucunya.
"Dengan segera kek,setelah semua masalah disini beres." Hana menjelaskan kepada sang kakek.
"Leburkan jadi satu ,jangan sampai ada tikus tikus yang tersisa!" Perintah kakek dengan tegas.
"Dengan senang hati Hana melakukannya kek." Hana menyetujui saran sang kakek.
Jari telunjuk Hana mengisyaratkan agar Carmen jangan bersuara. Karena seseorang yang sedang menelepon itu adalah sang mobster.
"Segera lakukan dan kembalilah!" Sang kakek mengakhiri sambungan telepon .
Tutttttttt.
Hana menghela nafas panjang. Kepalanya tiba-tiba terasa berat dan berdenyut nyeri.Pandangannya menerawang jauh entah kemana.
"Aku yakin sekali beliau menginginkan kamu menghabisi mereka semua,iya kan?" Carmen dengan berani bertanya kepada Hana.
"Hmmmmmm." Hana hanya berguman saja.
"Ini adalah saat yang tepat Hana." Carmen menyemangati.
" Habisi mereka ,dan para pembunuh itu pantas mendapatkan pelajaran." Carmen dengan berapi-api mengatakannya.
"Hmmmmmmmmmm."
➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️
KANTOR WR.CORP
"Lusa adalah jadwal pertemuan kita dengan pemilik RONALD CORP yang baru." Aam menjelaskan kepada Sebastian.
"Pastikan semua berjalan sesuai rencana. Karena dialah satu-satunya penolong kita melawan BATURA CORP." Sebastian menambahkan.
"Siap Bos."
"Oh ya ,siapa yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut?" Sebastian bertanya .
"Antony Lee Bos."
"Nanti kamu berdua tangani proyek ini sebaik mungkin. Ingat Bos yang baru ini bukan hanya cantik tapi mematikan." Sebastian mengingatkan.Dirinya terpaksa tidak dapat bertemu karena menyelesaikan masalah anak cabang yang ada diluar negeri.
" Baik Bos." Aam berlalu dengan membawa banyak berkas-berkas.
WR. CORP sedang diambang kebangkrutan. Banyak tikus bersarang di dalamnya termasuk para penyusup yang Hana masukkan ke dalam perusahaan tersebut.
➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️
"Lakukan dengan baik,jangan lengah dan gegabah.Ingat nyawamu taruhannya." Hana memperingatkan dengan sangat tegas kepada salah satu anak buahnya yang ia tugaskan masuk dalam perusahaan milik Sebastian.
"Siap Bos."
Benda pipihnya seakan tidak mau berhenti berbunyi. Berdering,bergetar dan terus bernyanyi dengan merdunya. Sampai Hana pun dibuat jengah olehnya.
"Hmmmmmm sebaiknya kita pulang istirahat." Ajaknya pada Carmen.
"Tinggallah di rumahku daripada di hotel."
"Apa boleh Han? Bagaimana jika merepotkan." Tanya Carmen padanya.
"Dari dulu juga selalu merepotkan, ya kan? Bergaya lagi, basa-basi yang tidak bermutu." Mengejek Carmen.
"Hanaaaaaaaaaa." Carmen tidak terima diejek Hana.
"Hahahahhaaaa ayo!"
💰💰💰💰💰
Pagi yang cerah ,secerah hati Hana saat ini. Pagi ini dia sudah berdandan rapi dengan baju khas kantor. Dengan rambut di ikat rapi serta riasan tipis,tidak lupa ciri khasnya , high heel . Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 , ia dan Wiji sudah bersiap berangkat ke kantor WR.CORP. Setelah sebelumnya mereka sarapan bersama.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Kali ini Hana menggunakan supir ,karena ia dan Wiji ada banyak yang diperbincangkan dalam mobil. Selain untuk keamanan juga agar lebih fokus .
"Pak jalannya tidak perlu terlalu laju!" Perintah Hana kepada pak supir.
"Ia non." Jawabnya singkat.
"Apa kamu sudah siap Wij?" Hana bertanya kepada Wiji ,yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya.
"Apa kamu yakin dengan keputusan itu?" Wiji balik bertanya.
"Hahahahah tentu saja." Dengan yakin Hana menjawab.
"Ok mari kita habisi mereka."
Hana tersenyum melihat kelakuan sekretarisnya itu.
Tak berapa lama mobil sudah terparkir disebuah bangunan tinggi perkantoran. Entah berapa lantai, yang jelas Hana ingin segera meluluh lantakkan kepemimpinan mereka.
➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️➡️
"Apakah mereka sudah sampai? Tanya Aam kepada Antony .
"Mereka baru saja tiba di lobby dan sekarang sedang di arahkan untuk menuju kemari" Antony menjawab.
Tak berapa lama.Terdengar ketokan dari luar .
Tok
Tok
Tok
"Masuk."
CEKLEKK
sukses
semangat
mksh
salam dari Cinta Satu Malam Ceo 🤗
mampir juga ya ke karya aku ( Ayah dari calon anak sambungku )
Terimakasih 🙏