NovelToon NovelToon
Dia Istri Pilihan Nenek

Dia Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Nikah muda
Popularitas:124.7k
Nilai: 5
Nama Author: Gelora Hati

Halo semua. Saya penulis pemula.
Mohon dilike dan diberi masukan, supaya saya semangat menulis.

Saya tidak pernah pacaran, saya tidak tahu apa itu jatuh cinta. Yang jelas saya tahu, sekarang kamu istri saya. Itu berarti saya bertanggung jawab menjaga dan melindungi kamu.
- Gerald Alexandro Bramasta

Kamu ganteng tapi kamu begitu dingin. Aku tidak akan menaruh cinta di atas pernikahan ini.
- Gita Ayu Berlian

Cerita ini mengisahkan sepasang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di universitas yang sama.
Mereka dinikahkan oleh nenek kandung Gerald yang sudah dianggap nenek sendiri oleh Gita. Nenek baik, begitu Gita menyebutnya. Nenek yang memberi namanya.

Akankah Gita bertahan dengan kesalahpahahamannya di awal pernikahan ini? Atau apakah nanti justru dia yang terlebih dahulu mencintai Gerald?

Selamat menikmati!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelora Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri yang tidak dianggap.

" Pak Wan, apa boleh saya bertanya? ", Gita memecah keheningan mobil. Pak Wawan yang sedang sibuk menyetir dibuat kaget dengannya. ", Eh iya boleh non ", jawabnya segera. " Rumah yang kita tempati sekarang, milik siapa ya pak? Sepertinya terlalu megah jika sengaja dikontrak ", Gita berharap akan ada jawaban di balik rasa penasarannya selama ini.

Apa nona tidak tahu ya kalau den Alex bukan hanya seorang mahasiswa. Atau ini hanya pertanyaan jebakan. Apa maksud nona sekarang, Pak Wawan berpikir sendiri dalam benaknya. " Pak? Apa bapak mendengarku? ", Gita menyadarkan lamunannya.

" Tentu milik den Alex dan non Gita. Sekarang rumah itu milik berdua non ", Pak Wawan meyakinkan kata-katanya.

Apa maksud Pak Wawan? Kenapa aku semakin bingung dibuatnya ?

" Pak, maksud saya rumah itu atas nama siapa? Dibangun oleh siapa? ", Gita kembali bertanya.

" Waduh non kalau itu saya kurang tahu non. Saya datang ke rumah itu saat rumah itu sudah berdiri seperti sekarang. Saya tidak tahu siapa tukangnya ", Pak Wawan menjawab polos.

" Hahaha. Pak Wawan lucu, gak gitu juga. Tapi sebentar pak, jadi rumah itu milik Gerald? Tapi kok Bu Nina gak kenal nenek ya? Kalau itu milik Gerald, bukannya seharusnya itu pemberian nenek? ", Gita menanyakan isi pikirannya.

" Maaf non, saya juga tidak mengenal orang yang non maksud. Yang pasti rumah itu milik den Alex, atas nama den juga ", tutur Pak Wawan.

Pertanyaan selanjutnya tidak mampu dijawab oleh Pak Wawan. Gita bertanya tentang pacar Gerald, Pak Wawan menggeleng tidak banyak tahu tentang kehidupan majikannya itu. Dia hanya memberikan informasi yang tidak penting menurut Gita. " Den Alex orang baik nona. Asalkan jangan diganggu latihan bolanya, itu berbahaya pada moodnya, tidak menutup kemungkinan berbahaya juga untuk nona ", jelasnya.

Gerald POV.

Sejak menikah saya belum pernah mengobrol dengan baik bersama istri saya. Pembicaraan terakhir kami kacau, saya malu dengan apa yang saya lakukan. Sebenarnya saya ingin berteman dengannya, seenggaknya dengan cara itu saya tahu bagaimana cara terbaik melindunginya.

Saya tidak pernah pacaran, pun mendekati perempuan. Saya sudah terlalu akrab dengan dunia laki-laki. Setiap hari saya latihan bola, olahraga, mengelola bisnis saya. Selainnya mungkin kuliah. Tapi berbeda dengan sekarang, saya sedang libur semester. Saya canggung mengajaknya berkenalan. Jauh dalam lubuk hati saya, saya ingin menepati janji saya pada nenek. Saya harus menjaganya.

Lebih dari itu, ada sosok yang saya sangat hormati jauh disana. Papah Gita, lelaki yang teramat mencintai putri satu satunya itu. Namun apa daya, saya amatir kalau soal perempuan. Saya lihat dia sangat sibuk dengan pendidikannya. Jelas saja, saya dapat info dia mahasiswa terbaik.

Selain itu saya merasa terusik dengan kehadiran pacarnya. Sepertinya mereka satu jurusan. Yang saya tahu seorang yang sudah menikah harus menjaga diri, sikap dan perbuatannya. Termasuk menjauh dari lawan jenisnya. Tapi dia melakukan penyimpangan.

Rencananya malam ini saya ingin bersantai dengannya. Membahas hal-hal yang mungkin bisa disepakati bersama tentunya untuk kebaikan bersama juga. Saya sudah mempersiapkan mental saya, mempersiapkan telinga saya untuk suara cerewetnya.

Ingin sekali saya berbicara lembut dan sopan. Itu yang diajarkan oleh bunda saya.

Ah sayangnya saya lemah kalau berhadapan dengan perempuan yang satu ini. Dia begitu cantik dengan tubuh mungilnya. Kalau saya lihat tingginya hanya seratus lima puluh lima senti. Jauh telak dengan saya yang berada di angka 182.

Saya tak bosan melihatnya, dia sangat merona. Namun sayang, saya gengsi memujinya. Saya pura-pura membentak untuk membuatnya tidak melawan, dengan begitu saya akan bisa melihat wajahnya. Eh ternyata saya salah cara. Dia malah sering menundukkan kepalanya saat saya menggertak. Jika sudah begitu saya akan malu sendiri seperti kejadian waktu itu.

Rencana saya gagal lagi. Malam ini saya harus berangkat ke Semarang. Ada turnamen sepak bola yang harus saya ikuti disana. Akan ada tiga pertandingan, memakan waktu satu minggu. Ingin memberitahukannya, ternyata dia sedang asik diantar oleh pacarnya. Saya mengurung niat, saya memakinya dalam hati. Perempuan macam apa yang bersikap begitu bahkan saat dia sudah punya suami.

Sebelum pergi saya menjenguk Loli ke belakang rumah. Dia anak yang imut namun naas nasibnya tidak seberuntung yang lain. Dia menderita down syndrome. Itu membuatnya hadir seperti orang idiot namun saya menyanyanginya.

Saya menemukannya di pinggir jembatan tahun lalu. Saat itu dia sedang duduk di kursi roda, sedetik saja saya telat mungkin nyawanya akan hilang terbawa arus sungai yang deras di bawah jembatan. Sepertinya ada yang sengaja ingin membuangnya. Saya berteriak minta tolong tidak ada jawaban. Akhirnya saya membawanya ke rumah saya. Rumah yang saya bangun dari hasil kerja saya.

Awalnya saya menaruhnya di kamar rumah utama. Namun saya lihat dia tidak nyaman berada disana. Terlebih karna kamar itu dekat dengan tangga, saya takut terjadi apa-apa dengannya. Akhirnya saya memindahkannya ke rumah belakang. Tamannya asri, lapangannya luas. Hari pertama disana dia sangat senang, nampak dari tangannya yang begitu girang dia gerakkan. Saya menugaskan dua orang menjaganya. Setiap hari dia dirawat dengan baik.

Saya memberi nama yang bagus untuknya, Loli. Nama yang sudah disiapkan untuk adik perempuan saya dulu. Ternyata dia pergi sebelum mendengar nama panggilannya itu. Saya sudah menganggap Loli seperti adik saya sendiri. Fisik dan jiwanya mungkin tak sebaik manusia normal, namun hatinya selembut sutra. Itu terlihat jelas dengan caranya mengelus pipi saya, seolah ingin menunjukkan bahwa dia menyayangi saya.

Setelah semua beres, alhasil saya memutuskan untuk pergi tanpa pamit. Tak lupa saya titipkan istri saya pada semua pekerja yang ada di rumah saya. Saya tidak ingin sesuatu terjadi padanya. Bukan hanya dia yang berada dalam kondisi buruk nanti. Namun dua keluarga besar yang sangat mencintainya.

Saya terbang ke Semarang, berharap saat saya sudah kembali nanti dia bersedia berteman baik dengan saya. Selamat tinggal sementara kota Bandung, saya pasti kembali secepat mungkin. Semoga selalu bersahabat.

Di Rumah Utama

" Bu, sepertinya tadi aku ngeliat mobil Gerald keluar. Itu Gerald atau supir? ", Gita baru saja memasuki rumah Gerald, rumah baru untuk Gita. " Eh iya non. Den Alex pergi ke Semarang, katanya ada kegiatan disana. Satu mingguan katanya non ", jelas Bu Nina yang tidak tau menau tentang turnamen yang akan diikuti Gerald.

Lagi, lagi lagi. Dan kali ini satu minggu. Aku benar benar gak dianggap ya di rumah ini. Aku tau ini rumahmu tapi seenggaknya kau melirikku sekali saja. Entah apa yang kau lakukan disana.. Pasti kau juga mengajak wanitamu itu, liburan

" Hahahahahahaha", Gita tiba tiba tertawa setelah menggerutu dalam hatinya.

" Kenapa non? ", Bu Nina heran.

" Gak kenapa bu, aku ke kamar dulu ", Gita sangat kesal.

1
Yeni Anggraini
bagus
Maryati Horti
mulai bucin
Ika Indayani
kok maceeet
Ika Indayani
lanjutkannya mna
Diana Puntian
hahaha asyiknya ultah barengan.... lanjutkan thorrr
Srilestari Srilestari
smngt thor
Netty Ellyana M Tobing
berulang -ulang su baca, novel ini, nyata banget, kpn dilanjutkan thor, udh sethn Thot, apakah Thor sehat,
Netty Ellyana M Tobing
bacanya selalu, selalu, takut sy td kebagian ceritanya, ayo Thor, semangat, tulisan mu, sederhana, kpn di lanjutkan. misyou Thor.
Netty Ellyana M Tobing
knp tdk dilanjutkan thor
aurora
lanjut thor
Author SUPERSTAR
Semangat thor lanjutnya, ditungguin readernya...
Lina Supriyadi
lanjut
Neng Win
kpn lanjutannya ?jngan lama"!
Baki Wahi
Lanjutkan
Netty Ellyana M Tobing
kpn ya dilanjut nya,
Ibnatus Sakdiyah
wau keren ceritanya
Bunga Syakila
😆😆😆😆
Bunga Syakila
menyimak
putr!
lanjut dong kak
Nita
lanjut up kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!