Warning!!!
Banyak typo bertebaran
Sinopsis
Aku pikir kamu tulus mencintaiku, aku berjuang dan bersabar dengan sikap kasar yang kamu lakukan. Jika kamu tidak mencintaiku mengapa kamu melakukan ini semua mengapa seakan-akan kamu mencintaiku? Aku tau aku bukanlah gadis yang sempurna tapi salahkah aku mencintaimu.
Aku terus berjuang hingga akhirnya kamu mematahkan harapanku. Ternyata aku hanya bahan taruhanmu saja. Aku lelah dan aku memilih untuk pergi ~ Rain
Aku salah dan aku meminta maaf. Maaf karena telah menyakitimu terlalu dalam. Bisakah kamu untuk tidak membenciku? itu sangat menyakitkan. Dan bisakah kamu tetap berada disisiku? Walaupun kamu menolak aku akan tetap memaksa biarlah aku menjadi egois~ Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Maaf yaa Readers,,
Author sebenernya udah dari kemarin up tapi selalu ditolak 😭 jadi author revisi lagi pada bab ini.
Yang penting kan lanjut Readers. semoga kalian suka yaa
Jangan lupa like, vote and comment yaa biar author makin semangat upnya.
......................
Matahari pun telah berlalu bergati dengan malam. Inilah saatnya Rain menetukan nasibnya.
"Kamu udah buat keputusan?" tanya Sean duduk di sofa kamar Sean.
Rain hanya mengangguk pelan dan menunduk tak berani menatap Sean.
"Apa keputusan kamu?" tanya Sean.
"Aku, aku mau" ucap Rain lirih
"Bagus" ucap Sean langsung mendekat ke arah Rain sehingga membuat Rain merasa gugup, jantungnya berdebar tak karuan.
*Tenang Rain tenang* batin Rain sambil meremas dressnya.
Sean semakin mendekat, tangannya mengangkat dagu Rain. Seketika pandangan mereka bertemu.
Cup
Tanpa aba-aba Sean langsung mencium bibir Rain. Rain yang mendapat perlakuan itu untuk pertamanya merasa terkejut, namun lama-kelamaan dia mulai menutup mata dan menikmati ciuman Sean.
Sean menuntun tubuh mereka mendekat ke arah ranjang.
BRUKK
Sean mendorong tubuh Rain hingga terlentang di atas kasur.
"Auww" ucap Rain saat tubuhnya berbenturan dengan kasur.
Sean langsung melepas kaos hitamnya dan membuangnya asal, kini nampaklah tubuh Sean yang begitu profesional, kulit putih dengan roti sobeknya membuat semua para wanita rela menyerahkan tubuh mereka secara sukarela.
Rain hanya menatap takjub pada tubuh Sean. "apa kamu suka" ucap Sean karena melihat Rain yang menatap kagum pada dirinya.
Sean langsung menidih tubuh Rain dan kembali mencium bibir Rain. Sedangkan Rain hanya menerima sentuhan dari Sean.
Meraka melakukan hubungan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hubungan terlarang yang akan berakibat fatal bagi Rain. Di dalam adegan panas itu Sean lupa diri dan mengeluarkan semuanya di dalam.
Mereka melakukan itu beberapa kali hingga subuh, Sean seakan lupa waktu, dan tidak melihat kondisi Rain yang memperihatinkan.
"Sean cukup" ucap Rain lirih karena tidak sanggup lagi menghadapi Sean yang sangat bergairah.
Sean tidak menggubris perkataan Rain dan terus melanjutkan aktivitasnya.
......................
Matahari pun menampakkan diri, jam telah menunjukkan pukul 10 pagi.
"Auw" rintih Rain saat bangun merasakan tubuhnya remuk redam, dan tepat di area sensitifnya sangat sakit dan perih.
Rain mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang telah mengambil mahkotanya tersebut, tetapi nihil pria itu tidak terlihat walau hanya bayangannya saja.
"Sean!" panggil Rain mencari keberadaan Sean.
"Sean kamu dimana?"
Rain mulai turun dari kasur dengan susah payah, dan disaat dia mencoba untuk berdiri kakinya tak mampu menompang tubuh mungilnya sehingga dia jatuh ke lantai.
"Auww issshh" rintih Rain menahan rasa sakit. Rain pun bangkit dan manuju ke kamar mandi dengan terseok-seok.
Rain memandang tubuhnya di depan cermin, terdapat banyak tanda yang diberikan oleh Sean, dan hal itu membuat Rain kembali mengingat adegan panas yang dia lalui tadi malam bersama Sean.
Hati Rain berkecamuk, dia bahagia karena memberikan mahkotanya pada orang yang dia cintai tapi dia takut setelah ini Sean akan pergi meninggalkannya.
"Tidak!, tidak mungkin Sean akan meninggalkan aku. Aku tau Sean juga sangat mencintaiku" ucap Rain pada dirinya di dalam cermin walau sebenarnya dia ragu. Rain yang naif sangat percaya pada Sean yang bahkan tidak pernah mangatakan cinta pada dirinya.
NEXT