Danu gemar berorganisasi, dari SMA hingga masa kuliah, Danu selalu asyik jika menyangkut Organisasi, saat SMA Danu memiliki hubungan khusus dengan Juli, karena kedekatan dan kisah indah masa lalu kedua orang tua mereka, Danu dan Juli tunangan saat mereka selesai SMA. Walau demikian, Danu dan Juli kuliah di PT berbeda, bahkan kost yang jauh jaraknya, Danu yang aktifis meneruskan kegemarannya berorganisasi di Kampus, Juli tak bisa melarang, keingintahuannya dengan kegiatan Danu membawa Juli menerima tawaran menjadi Wartawati Kampus.
Fokus Danu dalam kegiatan Organisasi sering membuatnya lupa, termasuk janji dengan Juli, fokus inilah yang kemudian membawa Danu menjadi begitu terpuruk, waktunya yang banyak tersita untuk organisasi membuat Danu harus menerima kenyataan pahit, kehilangan Juli. Bahkan untuk prosesi terakhir pun Danu melewatkannya.
Fahmi teman Danu sejak SMA memaksa Danu meninggalkan Medan menuju kampung halaman ibunya, Apakah Danu bisa menemukan kembali kembali kata Bahagia ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syamsuddahri Pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Telephon Dari Juli
Danu pandangi terus punggung Kakaknya yang meninggalkan dapur. Walau bukan Kakak kandung, tapi Danu amat merasakan kasih sayang seorang kakak yang tulus dan indah, lagian Kakaknya ini adalah anak Wawak Kandungnya, apa bedanya kalau begitu. Danu selama ini tetap merasa punya seorang Kakak yang baik dan paling perhatian padanya, hingga setelah berumah tanggapun Kakak Danu ini tetap tak punya perubahan sikap yang nyata, rasa perhatian yang tinggi tetap ia tunjukkan pada Danu, bahkan sekarang, Kakaknya ini lebih sering mengkhawatirkan dan memperhatikannya ketimbang Ibunya sendiri.
Danu ambil kopi kemasan yang ada dilemari, rencananya mau minum kopi dulu baru tidur siang. Danu aduk pelan sambil bersiul siul, begitu selesai Danu tambahkan dengan air yang dingin biar langsung dapat diminum, Danu minum seteguk, lumayan enak. Danu merasa sedikit sesak, sambil bersiul Danu masuk kamar mandi dan menyelesaikan urusannya.
“ Sama dedek dong “.
“ Paruhan ya.. “.
“ Empatna mana bang “.
“ Ambil aja “.
Danu ngga’ begitu peduli dengan dialog yang didengarnya. Itu pasti Syaiful dan adiknya Wahyu, keponakannya, Danu pastikan kalau mereka sedang membagi sesuatu, makanan pasti, kalau ceritanya begitu, Syaiful sering menggunakan akal bulusnya pada adiknya Wahyu, mentang mentang lebih besar, Syaiful terkadang melebihkan porsi untuknya, Wahyu jelas tahu dan protes.
Danu selesai dan buka pintu, mata Danu langsung bulat bagai kelereng, apa tidak. Ternyata yang sedang dibagi oleh dua ponakannya adalah minuman yang baru ia buat. Danu tepuk jidat dan garuk kepala.
“ Apaan sih ?”.
Wahyu lari kearah Danu. “ Ayu dikasih dikit amat, masa ia anyak “.
“ Sial “. Umpat Danu dalam hati.
Danu mengumpat. Danu kembali tepuk jidat dan garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Mau dibilang apa, keponakan yang dua ini tak bakal tahu yang mereka buat salah. Danu gendong Wahyu dan mendekati Syaiful yang hanya diam, Danu ambil kopinya dan langsung bagi dua.
“ Udah. Jangan ada yang ribut “.
Keduanya anggukkan kepala. Wahyu tertawa renyah, anak kecil ini tentu amat yakin kalau kali ini bagiannya sama besar dengan bagian abangnya Syaiful, sedang Syaiful hanya diam saja, minum sedikit sedikit sambil terus memandangi Pamannya Danu yang matanya terus mengarah pada Wahyu.
Danu berdiri dan kembali untuk yang kesekian kalinya tepuk jidat dan garuk kepala, rencana mau minum kopi agar sedikit segar tak kesampaian sama sekali, kopi yang siap untuk diminum seenaknya disambar ponakan. Apa boleh buat, paman mana yang bisa adu mulut dengan Ponakannya, apalagi Ponakannya masih sangat kecil, masih balita dua duanya.
Danu hampir tabrakan dengan Kakaknya yang tiba-tiba muncul lagi menuju dapur sedang Danu ingin keruang tengah, Danu cukup terkejut hingga husap dadanya yang berdebar tiba tiba, sedang Kakaknya langsung aja lewat dan duduk dikursi meja makan.
“ Tadi Juli Telephon “.
Langkah Danu terhenti. “ Apa kak ?”.
“ Tadi Juli Telephon “.
Danu bagai orang terkejut terkejut, terdiam beberapa menit, dadanya bahkan bergetar. Danu melangkah sedikit mendekati Kakaknya.
“ Juli telephon ?”.
“ Ya.. tadi Juli telephon kemari, Kakak yang angkat “.
“ Dia bilang apa, bilang apa Kak ?”.
Danu amat semangat. Dengar nama Juli aja cukup membuat Danu tampak begitu bahagia, senang, dan entah apa lagi. Danu langsung duduk disamping Kakaknya dengan senyum lebar yang amat besar.
“ Juli Nanyain kamu “.
“ Kakak bilang apa ?”.
“ Kakak bilang kamu ngga’ ada “.
“ Ngga’ ada ?”.
“ Kamu memang ngga’ disini kan ?. Kakak bilang kamu mungkin kerumah teman kamu, itu aja “.
“ Dia bilang apa ?”.
“ Ngga’ ada ngomong apa-apa “.
“ Kok ngga’ ada apa-apa ?”.
“ Udah itu Selesai. Telephon mati. Paham ? “.
Danu hanya moyongkan bibirnya kearah kakaknya yang melotot tajam kearahnya. Tapi terang, Danu jadi amat penasaran. Jelas sekali Danu ingin tahu apa yang hendak dikatakan Juli padanya, jangan jangan nyuruh Danu agar datang nanti malam, Danu senyum sendiri.
Danu berdiri berjalan sedikit keruang depan menuju pesawat telephon. Danu angkat gagang telephon dan mau tekan nomor, tangan Danu terhenti diudara, Danu tepuk jidat. Danu ngga’ tahu nomor telephon rumah Juli. Danu ngga’ tahu mau mencet nomor berapa, Danu kembali ke dapur.
“ Kakak tahu nomor rumahnya “.
“ Nomor siapa ?”.
“ Juli “.
Kakak Danu menggeleng. “ Ngga’ “.
“ Ngga’ Kakak tanya ?”.
“ Untuk apa ?”.
“ Kok untuk apa sih ?”.
“ Memang untuk apa ? kakak urusan apa ama dia “.
“ Untuk Danu dong, Kakak gimana sih ?”.
“ Mana Kakak tahu “.
Danu tepuk jidat lagi dan hanya bisa mengumpat dalam hati. Kenapa Danu ngga’ tahu nomor telephon rumah Juli. Kenapa ngga’ nanya selama ini. Danu kembali keruang tengah dan duduk dikursi dan bingung sendiri. Tapi terang Danu juga lumayan terkejut, kok Juli tahu nomor telephon rumah mereka, sedang Danu ngga’ tahu berapa nomornya. Danu pusing sendiri, beranjak kekamar dan mencoba tidur, tapi dasar sial, sekuat apa Danu katupkan mata, sekuat itu pula bayangan Juli datang menggodanya.
"Salahkah Cinta?" atau tinggal klik profil aku aja ya