NovelToon NovelToon
The Dearcurt Sword

The Dearcurt Sword

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Fadly Abdul f

Remaja bernama Adzli, ia seorang yatim piatu dan belum pernah merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga setidaknya sebelum dia pulang ke dunia asalnya...

Dia berada di tempat yang tak di ketahui dengan ingatan masa lalunya, harapan untuk memiliki keluarga sudah ada di tangan. Hanya saja... kebahagiaan hingga kesenangan, bahkan cintanya pada seseorang lenyap ketika hanya benang dan beberapa jarum membuat tubuhnya.

Dia hanya sebuah boneka, boneka hidup yang seakan manusia.. dan sesampainya dia mempunyai kerajaan, tak pernah dia melihat bagaimana rasanya hidup tanpa beban.

Istana yang dia miliki saat ini hanya sebuah mainan semata, tak di sangka kalau sebenarnya dia adalah sesosok monster dari perwujudan sebuah setan boneka.

Sampainya mendirikan kerajaan sekalipun, tetap saja dia selalu di datangi masalah dan pada akhirnya sampai hembusan nafas terakhirnya... dia tetap memegang tangan orang yang dia cintai.. sampai akhir...

-

pembuat masih pemula dan membutuhkan kritik saran yang membangun... :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadly Abdul f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

The dearcurt sword

Tersenyum tapi ya entah kenapa begitu membuatku heran, aku mungkin akan mencobanya karena dia mengatakan satu koin perak saja. Sedangkan aku punya beberapa koin.

Sylvia menarik tanganku menyingkirkan kerumunan orang-orang di sekitar, dia melihat seseorang pelanggan langsung matanya berbinar-binar dan entah kenapa dia kelihatan senang sekali. Tapi lupakan sajalah, tapi ya kau takkan bisa karena aku hanya pura-pura hilang ingatan.

Memberikan satu koin perak dia menerimanya dengan senang hati...

"Silahkan duduk di sini, tuan."

"Umm.. Apa ini aman ?"

"Tentu saja, saya bersumpah atas nama langit," katanya sambil menunjuk langit.

Kenapa kau membawa nama langit, bagaimana kalau tak bisa dan nantinya langit akan runtuh begitu saja. Apa kau akan bisa tanggung jawab hah ?!

Menghela nafas aku menuruti kata-katanya dengan duduk di atas kursi yang begitu keras sekali rasanya, aku setelah duduk mulai memejamkan mata dan beberapa saat kemudian kepalaku agak panas, aku merasa sesuatu ada yang masuk ke dalam pikiranku.

Setelahnya aku merasakan sakit kepala dan memegang kepalaku...

Menahan sakitnya aku merasa kalau ini seakan adalah sebuah sakit kepala sebelah, kenapa dia begitu seperti menyiksa diriku atau bagaimana tetap saja ini tak baik untuk kesehatanku. Apa ini baik aku sama sekali tak tahu.

"Nah selesai! Bagaimana, tuan ?"

"Hahh.. Aku merasa kalau ingat sesuatu, sihir... Apa itu dan kenapa semuanya begitu..."

"Saya sudah mengatakan kalau ini aman dan memang manjur!"

"Baiklah aku percaya.."

Berdiri aku menjauh dari bangku setelahnya melihat Sylvia yang melihatku agak cemas, aku keluar dari kerumunan di ikuti Sylvia dari belakang dan merasa kalau mengingat sesuatu. Melihat sebuah kerajaan, di mana aku adalah seorang pangeran dan itu sangat membuatku heran.

Namun bukan hanya itu saja, aku seakan mengingat banyak sihir dalam ingatanku dan entah kenapa saat ini serasa bisa menggunakan pedang. Begitu sangat tidak terduga, tapi kenapa aku punya ingatan seakan aku salah satu orang dari dunia ini.

Apa yang terjadi sebenarnya ini membuatku heran, kenapa aku bisa mendapat ingatan seperti ini dan sangat begitu membingungkan sekali. Tapi yang paling pasti saat ini hanyalah.. Aku ingat kalau sebuah taman, taman itu sesuatu yang sangat penting bagiku.

Melupakan semua itu aku melihat Sylvia yang sangat begitu cemas padaku, aku menggerakkan kepalaku dan sedikit merasa aneh...

"Sylvia... "

"Ya ?"

"Kita pergi saja ke toko besi saja, apa kamu tahu dimana ?"

"Tentu biar aku tunjukan, ayo ikuti aku."

"Ah iya tentu saja tapi kamu duluan, aku merasa agak aneh serta pusing."

"Setelah baikan aku mau tanya padamu soal ingatanmu," ucapnya.

Melihatku dengan tatapan yang penuh makna, aku melihat tatapan itu untuk kedua kalinya. Pertama kali adalah tatapan ayah angkat yang mengadopsi diriku, dia juga memberikan rumah itu padaku.

Tatapan itu di tujuan kepada orang yang mau meninggalkan seseorang yang berharga baginya, apa yang sedang Sylvia pikirkan ?

"Di depan saja toko besi," kata Sylvia.

Menunjuk sebuah bangunan, aku melihat apa yang dia tunjuk itu sangat mengagumkan dengan berdirinya bangunan yang kelihatan sekali tampak kokoh walau nantinya bisa di hancurkan oleh waktu.

Setelah melangkah beberapa lama kami akhirnya sampai di depan bangunan, ada sebuah pintu dan aku melihatnya sangat begitu besar...

"Sekarang bagaimana kalau kita masuk ?"

"Iya, itu mungkin ide yang sangat bagus!" kata Sylvia agak semangat.

Kami masuk ke dalam melewati pintu yang sangat besar, tapi untungnya pintu yang kami lewati itu sudah terbuka dan lupakan soal itu dahulu karena ada penjual yang datang padaku. Dia memakai kumis yang begitu biru, kenapa gaya di sini agak aneh sih ?!

Tapi ya setidaknya kamu warnai rambutmu juga bukan hanya kumis saja...

Belum juga bicara aku langsung memesan barang-barang yang aku butuhkan, dia segera mencatatnya lalu mengangguk-angguk setelah aku mengucapkan semua yang aku butuhkan. Wajahnya kelihatan senang sekali, tapi ya diriku ini membutuhkannya cepat. Sekarang juga kalau bisa, tapi biarkan mereka yang membawakannya ke penginapan.

Mungkin akan aku langsung bawa saja dengan tanganku sendiri sekarang, tetap saja pasti akan berat dan semoga aku bisa membawanya. Di tangan penjual sudah ada kantong yang agak besar, itu bukan dari plastik atau apapun melainkan sebuah karet yang agak besar.

"Berapa total harganya ?"

"Tujuh koin perak," kata orang ini dengan senyum manisnya terhadap uangku.

Mengambil uang yang di berikan resepsionis tadi aku menghitungnya ada enam buah saja, aku rasanya begitu sial karena kekurangan biaya. Padahal yang akan aku buat ini senjata model baru di dunia ini, tapi biasa di duniaku.

Tapi ya apa yang namanya pistol di dunia ini sudah biasa atau bagaimana juga aku tak tahu...

"Kurangi saja beberapa benda, aku hanya punya enam koin saja."

"Tak apa ambil saja, ini gratis untukmu, kamu yang mengalahkan pangeran Azrak kemarin bukan ?"

"Ah, iya itu aku.."

"Beberapa minggu yang lalu dia mau menghancurkan toko milikku jadi aku sangat berterima-kasih padamu."

"Umm.. Baiklah dan terima-kasih."

"Sama-sama dan lain kali datang lagi, tapi ya setelah ini takkan gratis."

"Ahaha tentu saja," kataku sambil agak tertawa.

Aku sedikit tertawa dan tawaku menjawab orang itu, kami akhirnya keluar dengan uangku yang masih utuh sekarang dan apa yang akan di lakukan Azrak, aku sama sekali tak tahu apa yang ada dalam pikirannya.

Dia bahkan mau menghancurkan toko yang barusan aku masuki tanpa alasan yang jelas, jika saja orang itu punya hutang atau apapun tetap saja tak wajar kalau hanya segitu. Aku jika jadi dia akan melakukan negosiasi dan bicara, kalau memang tak ingin maka akan menggunakan cara kasar.

Melupakan orang yang begitu membuatku muak itu, aku sekarang saatnya pergi saja...

"Kita kembali ke penginapan, apa misi itu bisa di lakukan besok ?"

"Di dalam misi tertera kalau waktunya hanya 4 hari saja."

"Bagus itu cukup, sekarang pulang saja mempersiapkan persiapan tempur."

"Tampaknya kamu mempunyai rencana, Adzli."

"Tentu!" ucapku sambil membusungkan dada.

Dia melihatku dengan begitu serius tak lama mulai berjalan kembali, tetapi sebelumnya sifatnya ini agak berbeda saat kami pertama kali bertemu dan ini bahkan belum seminggu aku sudah dekat. Mungkin ini yang namanya perubahan pada seseorang.

Menghela nafas melangkah sambil melihat ke bawahku, aku sadar kalau dari dulu entah kenapa selalu mengharapkan ada uang receh di jalanan dan aku bisa memungutnya. Kurasa ini sangat menjengkelkan, tapi lupakan sajalah.

Kecepatan langkah Sylvia kelihatan agak lebih pelan, dia mencoba menyesuaikan langkahku dengan langkahnya. Kenapa kamu sampai segitunya ? Ah, sebaiknya aku juga mempercepat jalanku.

"Kita percepat saja, Adzli... Aku ingin segera pulang," katanya.

Aku menjawabnya dengan anggukan dia segera tersenyum dengan begitu manis, aku melihatnya seakan sangat senang bersamaku. Berkali-kali tangannya tak bisa diam di sekitar tanganku, dia mencoba meraihnya tapi menjauhkan dan terus menerus adegan itu di ulang.

Pada akhirnya aku memberanikan diri memberikan tanganku, dia yang sadar memegangnya dan kami berjalan sembari bergandengan tangan...

1
V.Y.Z
omoshiroi
Raysonic Lans™
goods
Rizal Kamaludin
O
Jenenku Sopo
tulisanya aduhhhhh
....: 😅

"Pelahap Tangisan" tulisannya lebih baik kak. kakak bisa cek.
total 1 replies
Mertana Bjw
mcnya lemah kurang nenarik bacanya.
....: bisa di bilang ini aaa.. novel gagal, kalau mau bisa cek "Pelahap tangisan" mcnya op lah ya v:
total 1 replies
Botha Hantu
nyimak
....
author sedang membuat cerita lanjutannya, sembari nunggu bisa ke karya yang baru judulnya 'The Prince of Drakcraw' kalau mau baca. cerita dearcurt bakalan up buat lanjutannya langsung puluhan mungkin sekali up langsung tamat :v
aybij
hemm
Oura Gaming
.
Rima×
wow👍🏻
bulu ijo
ini apaan
....: cerita punya banyak kekurangan, jika ada saran yang membangun bisa katakan saja :)
total 1 replies
₵ⱨɽł₴ ø₭₮₳vł₳
ku tunggu feedback mu thor di novel aku.

CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
....: udah :)
total 1 replies
Anita Jenius
Hadir kak..
15 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
....: sudah kak :)
total 1 replies
Pendragon D Ryu
lanjut
....: ok :)
total 1 replies
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
....: sudah :)
total 1 replies
Adzli Ardika
feargear. apa ? Thor.. jelasin lebih detail lagi. gak paham.
....: sebuah robot pokoknya :)
total 1 replies
Nara
Permisi kk🙏
Izin promote thor,novel aku
Judulnya :
- Abnormal Boy
- Pendekar Rawa Belut

Terima Kasih
....: sudah mampr :)
total 1 replies
Hary Zeen
👍👍👍
ルスヌ
mantap thor
ルスヌ
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!