Ini novel pertamaku,kalau ada yang salah tolong di beri tahu ya..semoga kalian suka.
Jessica dan alice adalah sahabat baik sejak kecil,mereka selalu melakukan kegiatan yang sama setiap hari.
Tapi alice menyimpan perasaan pada kakaknya jessica,austin stave mereka saling menyukai hanya saja tidak bisa diungkap dengan kata.
Pada waktu yang sama kakak jessica yang lebih tua,jimmy stave juga menyukai alice,tapi alice tidak tahu kalau jimmy sangat menyukainya.
Suatu hari datang seorang wanita,dia ingin mengambil harta kekayaan milik keluarga staven dan juga dia ingin menghacurkan percintaan diantara mereka.
Mampukah alice mempertahankan cinta pujaan hatinya atau austin terlebih dahulu mengungkapkan cintanya pada wanita yang tidak tahu asal usulnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Di markas keluarga nelson terdengar jeritan seorang wanita yang menahan kesakitan,fiona menerima seratus cabukan di tubuhnya.
Dia hanya bisa menahan kesakitan itu,dia berharap austin ingin memaafkan dan melepaskan dirinya.
Saat itu austin bersama brave berjalan masuk ke dan mendekatinya,fiona kaget saat melihat brave bersama dengan austin.
“Lepaskan aku austin!” teriak fiona.
“Sebelum ini kau memanggil aku tuan,sekarang langsung memanggil namaku,nyalimu besar juga” austin menatap fiona dengan tajam.
“Ambilkan air garan dan bawa kemari” perintah brave.
“Buat apa dengan air garam,kau mau minum” tanya austin.
“Bodoh! aku mau membuat sesuatu lebih menarik” ucap brave.
Anak buah brave memberikan semangkuk air garam kepadanya,brave berjalan mendekati fiona.
“Robekan bajunya di bahagia belakang” perintah brave.
“Apa yang mau kau lakukan haa?!” teriak fiona.
Saat baju fiona di bahagian belakang sudah terbuka,brave menuangkan air garam itu pada tubuhnya yang terluka.
Fiona berteriak dengan keras,setelah itu dia tidak sadarkan diri akibat kesakitan.
“Bangunkan dia,ini baru permulaan” ucap brave.
Austin hanya diam memerhatikan sahabatnya,saat mereka sedang asyik menyiksa fiona,alice datang kemarkas dimana kakak dan pria kesukaanya berada.
“Kak brave apa begitu asyik menyiksa orang?” tanya alice.
“Ck,apa yang kau tahu,ini sangat menyenangkan” ucap brave sambil tersenyum.
“Apa aku boleh ikut?” tanya alice.
“Tidak!” ucap brave dan terus melihat tubuh fiona di cabuk oleh anak buahnya.
“Kau sama saja dengan j*lang itu,kau tidak layak memukulku dengan tangan kotormu itu” ucap fiona sambil menahan sakit.
“Kau memang tidak mengerti suasan” ucap brave.
“Ouh ya alice aku membawakan hewan peliharaanmu” ucap brave.
“Mana” alice tampak gembira.
“Kalian berbicara seolah-olah aku tiada disini” ucap austin.
“Hahaha maaf kau harus menyalahkan adikku” ucap brave disela-sela tawanya.
Austin menjeling tajam kepada brave, “sudah la aku mau pulang,adikku sedang menungguku” ucap austin.
“Apa jessica sudah pulang”tanya alice
“Apa kau tidak memberitahunya?” tanya austin pada brave.
“Aku lupa” ucap brave santai.
“Ray gigit dia” perintah alice pada harimaunya.
Ray mulai berjalan mendekati brave, “hey hey santai aku benar-benar terlupa, alice ambil dia sebelum aku membunuhnya!” brave menatap tajam adiknya.
“Ray sayang kemari kita pulang” panggil alice harimau itu langsung berjalan mendekati alice.
“Besok bakal akh jual harimaumu itu” batin brave.
Austin hanya mengelengkan kepalanya,kemudiam dia berjalan keluar untuk pulang kerumahnya.
“Aku pulang” ucap austin setelah sampai di depan pintu rumahnya.
“Kak austin” jessica tersenyum melihat dirinya.
“Apa yang kau lakukan hari ini” tanya austin.
“Aku berenang bersama kakak,apa kak austin mau ikut berenang besok?” jessica memegang tangan austin.
“Maaf jes besok aku ada urusan,kau main aja sama kakak julia oke” austin mengusap kepala adiknya.
“Oke” jessica tampak kecewa.
“Nanti aku belikan permen gimana?” tanya austin seraya tertawa.
“Aku bukan anak kecik kak” jessica pura-pura marah.
“Kau pikir,klo kau marah comel haa?” austin mencubit pipi jessica.
“Mommy! liat kak austin!” teriak jessica kesal kerana austin mencubit pipinya.
“Austin jangan menganggu adikmu” rose berjalan menghampiri mereka.
“Dia imut mom saat marah” ucap austin.
“Ck,siapa imut” jessica memuncungkan bibirnya.
“Kayak bebek tau” ucap austin sambil tertawa.
“Kak jimmy,daddy,kak julia, kak austin membuli aku” teriak jessica.
“Hey apaan semua orang di panggil kenapa gak sekalian manggil pembantu sama alice aja” austin melihag jessica dengan kesal.
“Siapa alice?” tanya jessica.
“Mom sepertinya kita harus membawa jessica ketemu dokter” austin berbisik pada rose.
“Kau benar” ucap rose.
“Sayanh segerala tidur ini sudah siang” rose meminta jessica tidur.
“Aku mau tidur sampai besok” jessica berlari meninggalkan kakak dan ibunya.
Rose hanya mengelengkan kepalanya,mungkin dia harus mencari seorang dokter pakar untuk anaknya,supaya anaknya ingat kembali.
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak 👋
Terus up dan tetap berkarya 👍🏻