Rinjani Analita (Riri) mahasiswa fakultas keguruan yang merangkap sebagai guru honorer di sebuah sekolah SMP negeri bertemu dengan Abel anak muridnya yang punya seorang ayah berstatus duda anak satu. Abel yang rindu sosok seorang ibu yang meninggalkannya selama 4 tahun berharap sang guru menjadi ibunya. Abel selalu berusaha menjodohkan guru kesayangannya itu dengan Ervan papa nya, sedangkan Ervan punya kekasih dan mereka menjalin hubungan selama 2 tahun.
Apakah Abel berhasil membujuk Riri bersama Ervan atau kah Ervan menolak keinginan abel?
SEASON 2
kisah rumit antara Abelia, Davin dan juga Nolan. Kisah cinta segitiga dua bersaudara yang mencinta satu wanita yang sama.
Davin seorang dirut yang dikenal dengan kebiasaannya sering berganti pasangan. Sedangkan Nolan mahasiswa dingin yang punya jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama.
siapa yang akan mendapatkan cinta Abel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 Darah
Pagi yang cerah dihari Minggu untuk sebagian orang menghabiskan waktu seharian di rumah atau bisa melakukan aktifitas pagi yang tidak bisa dilakukan di hari kerja. Riri dan Rika memilih berada di car free day yang sebenarnya hanya ingin berkuliner dan cuci mata berkedok olahraga. Setelah mereka puas berkeliling sebentar supaya terlihat seperti olahraga, Riri dan Rika bersantai sambil menikmati somay makanan kesukaan Riri.
"Gimana sama Mas Ervan itu?" Rika membuka obrolan.
" Gak gimana-gimana. Kemaren kita berduaan lama di teras rumah, soalnya Abel gak di rumah jadi kita ngobrol aja, setelah itu di antarin pulang. Aku seneng sih Rik, tapi kamu tahu maksud aku, kesenangan ini hanya mengharapkan hal yang tidak mungkin terjadi." Riri mulai mengerti posisi nya Ervan hanya menganggapnya teman. Riri sadar siapa dirinya jika di banding Tiara yang terlihat dewasa dan penampilan begitu elegan.
"Baru ini loh Ri, aku liat kamu nanggapin cowok. Yang ku tahu cowok-cowok dikampus yang dekatin kamu nggak pernah kamu gubris." Rika merasa antara senang dan sedih melihat temannya.
"Ya kamu aja pilih mereka. Aku males ngeladeni mereka. Coba Mas Ervan jangan terlalu baik sama aku. Coba dia memperlakukan aku selayaknya guru les aja, pasti aku gak bawa perasaan gini, pasti gak sesesak ini." Lanjut Riri curhat pada orang yang tepat menurut nya.
"Cieeh.. Dibikin baper sama duda! Kalau begitu ya jalanin aja terus siapa tahu nanti ada titik terang. Soalnya aku lihat Mas Ervan mepet kamu terus Ri." Balas Rika mencoba menenangkan Riri.
"Entahlah.. Kita pasrah aja sama takdir." sahut Riri.
Mereka berdua melanjutkan makannya karena akan berkeliling lagi mencari makanan yang lain.
*****
Sementara di tempat terpisah. Ervan kebingungan mendengar teriakkan Abel dari tadi yang tidak bisa tenang. Abel memberi tahu Ervan kalo ada bercak darah di celana dalamnya. Sebenarnya Ervan sudah tahu kalau ini mentruasi pertama buat Abel tapi Ervan kebingungan menjelaskan pada Abel seperti apa dan bagaimana cara menanganinya, karena Abel terus menangis.
"Kamu tenang dong Sayang, itu hal biasa sama perempuan." Ervan terus memeluk Abel yang telihat seperti orang kesurupan.
"Papa darah lagi, darah nya keluar terus. Papa takut." Abel teriak lagi karena melihat darahnya di seprei dan memeluk Ervan lebih erat lagi. Ervan hanya bingung dan tidak mengerti harus bagaimana menjelaskan pada Abel.
"Tunggu sini sebentar, Papa telepon Tante Tiara dulu, biar nanti Tante Tiara yang jelaskan"
Ervan memencet HP nya mencari kontak Tiara.
"Sayang kamu bisa kesini nggak? Abel teriak terus aku pusing harus gimana, dia lagi mentruasi pertama." Kata Ervan mendengar telepon sudah di angkat.
(Sayang, pagi-pagi begini kamu nelpon aku. Nyuruh aku kerumah cuma suruh bilangin kalau anak kamu lagi menstruasi?)
"Ya Sayang, kamu kesini ya soalnya Bi Mina gak ada."
(Maaf Sayang, aku gak bisa. Hari ini aku mau istirahat dan aku gak mau buat kepala aku jadi pusing juga karena berhadapan sama Abel)
"Sayang. please.." Tut Tut Tut telepon terputus.
"Ya ampun Tiara. Aku telepon siapa lagi, nggak mungkin Mama aku suruh kesini." gerutu Ervan kesal.
Akhirnya ketemu sosok dipikiran Ervan langsung cepat dia mencari kontak.
"Ri, bisa minta tolong" kata Ervan mendengar telepon diangkat.
(Ada apa ya Mas, InsyaAllah bisa Mas)
"Ri, Abel lagi mentruasi tapi aku bingung gimana jelasin ke dia dan aku harus ngapain, Bi Mina lagi gak dirumah. Kamu bisa kesini."
(Ya mas. Riri ngerti pasti Mas bingung banget kan cara jelaskannya dan Abel kasian banget pasti dia lagi panik. Ini kan pengalaman pertama dia. Bisa mas. Riri kesana sekarang.)
"Ngomong-ngomong kamu dimana Ri. nggak ngerepotin kamu kan"
(Lagi di car free day mas di jalan Sudir**n. Paling 10 Menit udah nyampe sana, tunggu ya. Mas temanin Abel dulu)
"Makasih ya Ri." Jawab Ervan menutup telepon merasa lega dan tersenyum sipu.
Ervan senang, dia merasa Riri lah orang yang paling bisa di andalkan bahkan dia mengerti keadaan Abel sebelum Ervan memberitahukan.
Next.....