NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 16

pagi harinya

"mas, ini tasnya ketinggalan tadi di kamar" Aluna memberikan tas kerja Aryan yang sempat tertinggal.

Aryan mengambil tasnya, lalu beranjak dari posisinya. tapi belum beberapa langkah saja dia melangkah keluar, dirinya tiba-tiba saja membalikkan badan dan menatap wajah Aluna lekat. yang sedari tadi terus tersenyum manis ke arahnya.

"Aluna, aku akan berangkat. kalo nanti ada apa-apa telpon aku saja" ujar Aryan dingin.

Aluna yang diberi amanah seperti itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya dia pun menganggukkan kepalanya antusias dan makin tersenyum lebar ke arah suaminya "iya mas. aku akan ingat semua ucapan kamu"

Aryan masih saja belum beranjak dari posisinya. dengan tangan yang terulur ke arah wajah Aluna, lalu menyelipkan tangannya di sela-sela rambut belakang Aluna dan menarik kepala Aluna pelan ke arahnya, dan mencium keningnya. pelan, tapi lama.

Aluna yang diberi perlakuan mendadak seperti itu tubuhnya seketika mendadak menjadi kaku. jantungnya berdetak tak karuan dengan pipi yang memanas. dia menundukkan kepalanya, dan melirik sesekali ke arah Aryan yang sudah pergi menjauh.

"Ekhm!" deheman seseorang di belakangnya

"Akhh!" pekik Aluna tersentak

"ya ampun kalian ini, bikin aku kaget aja ihhh" Aluna memegang jantungnya yang berdegup kencang dengan napas yang memburu, menatap ketiga temannya yang hanya menunjukkan cengiran konyolnya.

"hehehe maaf Aluna. sedari tadi kami lihat kau senyum-senyum sendirian. ada apa itu?" tanya Nisa sambil menyipitkan matanya curiga ke arah Aluna.

"Ah! nggak ada kok" jawab Aluna gugup

"yang bener?" Nisa mendekat ke arah Aluna sembari menggodanya.

"I-iya kok. lagian apa coba yang aku sembuyiin dari kalian?" goda Aluna sembari menaik-turunkan alisnya

"Aishh!" desis Nisa kesal

melihat kekecewaan Nisa, mereka semua pun akhirnya tertawa kecil, sedangkan Nisa sudah merajuk sedari tadi

"hahaha, sudah-sudah sekarang saatnya kita siapin ini barang-barangnya" ucap Aluna sambil membawa sebuah kantung belanja yang berisi banyak barang-barang unik di dalamnya.

"bagaimana kalo tugasnya kita bagi-bagi aja biar kerjanya cepat selesai?" ucap Aini memberi saran agar pekerjaan mereka kali ini cepat selesai.

"baiklah kalo gitu. untuk Aya dan Nisa kalian siapin barang-barang ini dan susun yang bagus ya di sana. dan untuk Aini, kamu ikut aku aja buat bikin kuenya sama minumannya ya. nggak perlu banyak karena ini acaranya kita-kita aja"

lalu mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya dan mulai melakukan tugasnya masing-masing.

sedangkan di sisi lain.

di dalam sebuah mobil, Aryan sedang fokus membaca semua berkas-berkasnya di laptop yang tadi dikirim oleh sekretarisnya

tapi fokusnya tidak sepenuhnya ke berkas-berkas itu. entah kenapa kejadian tadi pagi saat bersama Aluna terus terngiang-ngiang di kepalanya.

memikirkan kejadian itu, sebuah senyuman tipis mulai terlihat di sudut bibirnya. jantungnya tiba-tiba saja berdetak begitu kencangnya. Aryan secara refleks memegang dada kirinya.

ada apa denganku hari ini? kenapa jantungku berdetak kencang sekali saat mengingat kejadian tadi pagi? ada apa ini sebenarnya? batin Aryan bertanya-tanya.

seorang supir yang melihat tuannya senyum-senyum sendirian mengerutkan keningnya, dan menatap tuannya itu dari kaca dalam mobil dengan ekspresi keheranan.

ada apa dengan tuannya? kenapa tuan tiba-tiba tersenyum seperti itu? tidak biasanya batin supir itu

setibanya di kantor, Aryan langsung disambut oleh banyak karyawannya yang sudah berdiri di setiap lorong untuk memberikan penghormatan kepada tuannya.

Aryan melangkah begitu tegasnya. setiap langkah kakinya yang terdengar. membuat siapa saja yang ada di sana langsung ciut seketika. dengan wajah datar dan dingin, serta salah satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya, membuat aura di sekitarnya menjadi tegang.

di sampingnya ada dua orang yang senantiasa selalu berada di sampingnya. yang pertama seorang sekertaris wanita, dan yang kedua tangan kanannya, seorang laki-laki berbadan kekar dan berotot. juga terdapat beberapa luka di sekitar wajahnya yang membuat dirinya terlihat begitu sedikit menyeramkan.

"ada jadwal apa hari ini?" tanya Aryan dingin tanpa menoleh sedikitpun ke arah sekretarisnya itu.

"jadwal hari ini, Tuan ada meeting besar bersama Tuan Raksa dari perusahaan RK CORPORATION sekitar sepuluh menit lagi, tuan" jawab wanita itu sembari melihat jadwal tuannya dari ponselnya.

mendengar nama perusahaan RK CORPORATION disebut, langkah Aryan terhenti seketika. keningnya berkerut. membuat kedua orang yang di sampingnya menatap dirinya heran.

"Ada apa, tuan?" tanya laki-laki yang berbadan kekar itu.

"tunggu. kau bilang perusahaan RK CORPORATION?" tanya Aryan menatap sekretarisnya itu dengan tajam.

"I-iya t-tuan" jawab wanita itu gugup

"kau tidak salah dengarkan?" tanya Aryan lagi.

"T-tidak, tuan M-memang anda ada meeting besar hari ini bersama tuan Raksa"

Aryan menarik napasnya dalam-dalam. "kalian tunggu di sini. dan jangan ada siapapun yang boleh masuk ke ruangan ku sama sekali" ujar Aryan

kedua orang di sana pun langsung menganggukkan kepalanya, lalu menatap ke arah bosnya yang sudah berlari tergesa-gesa menuju ruangannya.

aku harap itu dia batin Aryan

Brak!

Napas Aryan memburu. ia menatap ke arah kursi kebesarannya yang ternyata di sana sudah ada seorang wanita berambut coklat duduk membelakangi pintu

Aryan mendekat ke arah wanita itu dengan langkah perlahan. sampai disaat wanita itu membalikkan badannya dan menatap wajah Aryan, seketika tubuh Aryan mendadak membeku. Dan entah kenapa dia seperti susah sekali untuk bernapas, seolah tenggorokannya terlilit oleh sebuah tali.

"mas~" ucap wanita itu lirih, lalu bangkit dari duduknya

mendengar suara lembut itu, mata Aryan tiba-tiba berkaca-kaca. yang sepertinya akan menangis sebentar lagi.

"mas hiks.... hiks.... mas aku rindu.... hiks.... hiks" ucap wanita itu lalu menubrukkan badannya ke arah Aryan dan memeluknya erat.

"hiks.... mas ini hiks.... ini aku... hiks Yeri... mas" tangis wanita itu pilu

"Yeri... Yeri.... hiks... aku merindukanmu Yeri... hiks.... hiks...." tangis Aryan membalas pelukan Yeri lebih erat, seolah dia takut kalau sampai melepaskan pelukannya, Yeri akan kembali pergi meninggalkan dirinya

maaf kalo gak nyambung atau ada typo bertebaran 😁 oh iya jangan lupa di like sama komen ya❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!