NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Persiapan Raka

Selina berdiri beberapa detik di tempatnya, jemarinya tanpa sadar menyentuh ujung telinga yang masih terasa hangat. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia benar-benar kehilangan kata-kata menghadapi Raka.

Pria itu berjalan santai menaiki anak tangga mansion seolah tidak terjadi apa-apa, sementara dirinya justru tertinggal beberapa langkah di belakang dengan ekspresi kesal bercampur bingung.

“Kurang ajar...” gumam Selina pelan sambil berusaha mengatur wajahnya kembali. “Baru pulang sehari sudah mulai aneh.”

Jack yang sejak tadi berdiri tidak jauh hanya berdeham kecil, jelas melihat semuanya namun memilih diam.

“Ada yang lucu, Jack?” tanya Selina tajam ketika menangkap ekspresi samar pria itu.

Jack langsung menundukkan kepala hormat. “Tidak ada, Nona Selina.”

Namun sudut bibirnya yang nyaris terangkat tetap membuat Selina mendecak kesal sebelum akhirnya berjalan cepat menyusul Raka.

Di sisi lain, Raka baru saja memasuki ruang keluarga ketika aroma masakan hangat langsung menyambutnya. Lampu-lampu berwarna keemasan membuat suasana ruangan terasa nyaman, jauh berbeda dari dinginnya mansion yang selama ini hanya tersisa dalam ingatannya.

Di sofa besar dekat meja tengah, Nyonya Shanum tampak duduk sambil beberapa kali melirik jam tangan, jelas menunggu seseorang.

Begitu melihat Raka masuk, wajah wanita paruh baya itu langsung berubah lega. “Kamu akhirnya pulang juga, sayang,” ucapnya cepat sambil berdiri.

Raka sedikit terdiam, belum terbiasa disambut seperti itu. Namun beberapa detik kemudian, langkahnya bergerak mendekat.

“Aku hanya keluar sebentar, Ma,” jawabnya tenang.

Nyonya Shanum langsung memperhatikan wajah putranya dari dekat, lalu menghela napas pelan.

“Kamu kelihatan capek,” katanya lirih. “Sudah makan?”

Pertanyaan sederhana itu justru membuat dada Raka terasa hangat. Dulu, bertahun-tahun hidup bersama Rasti dan keluarganya, tidak banyak orang benar-benar bertanya apakah ia sudah makan atau belum.

Ia selalu datang paling akhir, bekerja paling lama, lalu makan seadanya tanpa banyak dipedulikan, kini, baru sehari kembali ke rumah, ibunya bahkan menunggu hanya untuk memastikan dirinya pulang dengan selamat.

Raka menggeleng kecil. “Belum.”

Mendengar jawaban itu, Nyonya Shanum langsung menghela napas lega kecil.

“Syukurlah, kita makan malam, tak perlu menunggu Papamu,” katanya cepat.

Raka sempat terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangguk pelan. “Baik.”

Selina yang baru masuk ke ruang keluarga langsung berhenti ketika melihat suasana itu. Entah kenapa, ekspresinya sedikit melunak.

Sosok Raka yang dulu terlalu keras kepala dan selalu menjauh dari rumah kini tampak jauh lebih banyak diam, dan lebih tenang.

Namun sebelum mereka bergerak menuju ruang makan, suara berat terdengar dari arah lorong.

“Bagaimana rasanya pulang kembali ke rumah ini?”

Tuan Rendra berjalan mendekat sambil melepas kacamatanya, ekspresi wajahnya tetap tegas seperti biasa, tetapi sorot matanya jelas jauh lebih ringan dibanding pagi tadi.

Raka menoleh pelan. “Banyak sekali yang berubah...” jawabnya, “apa sudah selesai rapat dengan cabang singapura?”

Tuan Rendra tersenyum mendengar itu membuat Raka sedikit terkejut karena selama ini, ayahnya jarang sekali tersenyum, bahkan untuk mengajaknya berbincang saja jarang sekali.

“Baru saja,” jawab Tuan Rendra sambil duduk santai di sofa. “Dan kabar baiknya, beberapa direksi yang tadinya keras kepala mendadak jadi sangat patuh setelah mendengar siapa yang akan turun tangan langsung.”

Selina terkekeh kecil. “Rupanya mereka takut, jika Raka yang turun langsung menangani perusahaan.”

Tuan Rendra melirik sekilas lalu kembali menatap Raka. “Besok pagi ikut Papa ke kantor,” ucapnya tegas. “Sudah waktunya semua orang melihat pewaris keluarga Pradipta kembali.”

Suasana mendadak sedikit hening, Raka tidak langsung menjawab, tatapannya tertuju sesaat sebelum akhirnya kembali lurus ke depan. Wajahnya tenang, tetapi kali ini tidak ada lagi keraguan seperti sebelumnya.

“Aku pasti akan datang,” jawabnya datar.

Tatapan Tuan Rendra berubah sedikit lebih dalam, lalu pria itu mengangguk kecil. “Bagus.”

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, makan malam keluarga Pradipta terasa jauh lebih hangat di bandingkan dulu.

***

Pagi hari datang jauh lebih cepat dari biasanya, cahaya matahari menembus tirai besar kamar utama di lantai atas mansion Pradipta, memantulkan warna keemasan samar di ruangan luas yang selama bertahun-tahun dibiarkan kosong. Suasana masih tenang ketika alarm ponsel di atas nakas berbunyi pelan.

Raka membuka matanya perlahan, beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar, membiarkan kesadaran kembali sepenuhnya. Rasanya masih sedikit asing, bangun di tempat yang dulu terasa seperti rumah namun sempat berubah menjadi sekedar kenangan.

Ia menghembuskan napas pelan lalu duduk di tepi ranjang, jemarinya mengusap wajah singkat sebelum pandangannya tertuju pada jam digital di samping tempat tidur.

06.10 pagi.

Hari pertamanya kembali sebagai pewaris Pradipta Grup, tidak ada rasa gugup ataupun ragu seperti yang mungkin dibayangkan orang lain. Ia terlihat tenang seolah ia sudah terbiasa dengan rutinitas barunya itu.

Raka bangkit lalu berjalan menuju jendela besar kamar, dari lantai atas, halaman mansion terlihat luas dan tertata rapi, beberapa staf rumah tampak mulai beraktivitas sementara mobil-mobil hitam keluarga sudah bersiap di area depan.

Tatapannya sedikit menyipit, hari ini bukan lagi tentang dirinya yang pergi meninggalkan semuanya demi orang lain. Hari ini adalah awal untuk mengambil kembali apa yang dulu ia tinggalkan.

Tak lama, suara ketukan pelan terdengar di pintu.

Tok... Tok... Tok...

“Tuan muda,” suara Jack terdengar dari luar. “Setelan sudah disiapkan.”

“Masuk.”

Pintu terbuka perlahan dan Jack masuk sambil membawa beberapa dokumen tablet serta secangkir kopi hitam hangat.

“Jadwal pagi ini cukup padat,” ucap Jack hormat. “Pukul delapan ada perkenalan resmi dengan direksi utama, lalu rapat internal mengenai evaluasi keuangan, dan siang hari pertemuan dengan investor cabang regional.”

Raka menerima kopi itu sambil mengangguk kecil.

“Mobil sudah siap?” tanyanya tenang.

Jack sedikit ragu sebelum menjawab. “Tuan Rendra meminta kendaraan utama disiapkan.”

Raka mengangkat alis kecil. “Mobil Papa?”

“Bukan,” jawab Jack pelan. “Bugatti milik Tuan muda.”

Raka terdiam beberapa detik sebelum terkekeh kecil, nyaris tidak terdengar. “Jadi Papa benar-benar ingin membuat semua orang melihat anaknya sudah kembali.”

Jack menundukkan kepala sedikit, menahan senyum samar. “Kurang lebih begitu, Tuan muda.”

Beberapa menit kemudian, setelah mandi dan bersiap, Raka berdiri di depan cermin besar kamarnya.

Setelan hitam gelap terpasang rapi di tubuhnya, dipadukan dengan jam tangan elegan yang sudah lama tidak disentuhnya. Rambut hitamnya tertata lebih rapi dibanding biasanya, sementara sorot matanya kembali menunjukkan ketajaman yang sempat lama menghilang.

Tetapi cukup untuk membuat siapa pun langsung sadar bahwa pria ini bukan seseorang yang bisa dipandang ringan, Raka merapikan manset kemejanya pelan sebelum mengambil jas.

Tatapannya sempat berhenti pada bayangan dirinya sendiri, selama bertahun-tahun, ia mencoba menjadi seseorang yang sederhana demi mempertahankan hidup bersama orang yang dicintainya.

Namun pagi itu, tidak ada lagi alasan untuk menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya, Raka mengambil napas pendek lalu melangkah keluar kamar.

Di lantai bawah, aroma sarapan sudah memenuhi ruang makan, sementara Tuan Rendra terlihat membaca laporan pagi dengan secangkir kopi di tangan.

Selina yang duduk tak jauh dari sana awalnya tampak sibuk memainkan ponsel, tetapi begitu mendengar langkah kaki mendekat, ia refleks mengangkat kepala.

Dan untuk beberapa detik... wanita itu langsung terdiam, tatapannya berhenti pada Raka yang berjalan turun dari tangga dengan langkah tenang, jas hitam tersampir rapi di tubuhnya, aura dingin khas keluarga Pradipta terasa kembali begitu jelas.

Ekspresi Selina berubah samar.

“Wow...” gumamnya tanpa sadar. “Sekarang kamu benar-benar terlihat menyebalkan lagi.”

1
Mommy tulipp
Tdk ush menyesal, toh km jg punya lelaki lain yg mau menafkahi kalian. Raka hanya memperlakukan kalian bagaimana kalian memperlakukan Raka. Semuanya akan terbalas cepat atau lambat
Mommy tulipp
Sy deg2an thor, kirain ketahuan
Mommy tulipp
Iya benar. Kalau mau cari pasangan, lihat dulu asal-usulnya bagaimana👍
Mommy tulipp
Pikir2 dulu Raka, kita tdk tahu Selina ada niat busuk atau tdk. Biasanya kalau masalah rumah tangga sebesar ini ada rasa trauma
Mio Amore
apa kan lolos dri bahaya sepi yg udh udh selina nya
LANY SUSANA
waduh kenaa selina?
Thor bisa ga sii jgn di kasih masalah terus bumil 🤣🤣🤣kasihan dan tegang terus sjk. awal kehamilan ya
moch fachri: aman, udah mulai reda sampe melahirkan😄
total 1 replies
LANY SUSANA
waduw musuh lama datang lg dgn WA j ah baru dan identitas baru😒😒
Mio Amore
haaiiihhh selain Herman am kevin siapa lgi yg terlibat kira2🤔🤔
moch fachri: ada kak nanti muncul pokoknya bikin semua tegang😄🤣
total 2 replies
LANY SUSANA
syukurlah akhir nya tertangkap ya
itu obat apa yg di. masukin ke minuman selina?
apa pengunggur kandungan???
moch fachri: yups penggugur kandungan, nanti di bahas di bab berikutnya kak
total 1 replies
Mio Amore
wiiih makin ketat tuh penjagaan
Mio Amore
ttp ya pengawal mah hrs ada
Mio Amore
terjadi lah yg hrs nya trs jadi
Mio Amore
h ais knpa jantung jdi aneh rasa nya mmbca bab ini 🤔🤔🤔
moch fachri: aneh kenapa kak😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
akhirnya
Mio Amore
akhirnya trs cium jga si penyusup itu
Mio Amore
selamat doni
Mio Amore
semoga selamat nggak terjadi yang tdk di ingin kn
Mio Amore
semoga nggak berhasil
Mio Amore
mulai repot raka ngadepin yg ngidam
Mio Amore
semoga cepet ketauan jgan sampe selina bahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!