NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 16

Tubuh Chen Xuan ambruk keras di anak tangga ke-99 tingkat enam. Darah segar mengalir deras dari mulut, hidung, telinga, dan luka-luka robek di sekujur tubuhnya, membasahi batu Tangga Langit yang kuno hingga berubah warna merah pekat. Napasnya begitu lemah, hampir tak terdengar. Senyum tipis kemenangan masih melekat di bibirnya yang retak-retak sebelum kesadarannya pun lenyap sepenuhnya.

"Chen Xuan ...!!" Ketua Sekte Fang San berteriak kaget. Seluruh murid dan tetua Sekte Embun Pagi langsung gempar. Beberapa orang langsung melompat naik tangga, mengabaikan tekanan yang masih tersisa.

"Hei! Cepat bawa dia turun! Jangan biarkan dia mati di sana!" teriak seorang tetua dengan suara gemetar.

Empat Tetua Sekte dengan cepat mengangkat tubuh Chen Xuan yang seperti mayat hidup. Tulang-tulangnya retak di banyak tempat, meridian nya rusak parah, dan qi di tubuhnya kacau balau. Darah masih menetes tanpa henti dari pori-porinya. Setiap gerakan membuatnya mengeluarkan erangan lemah yang menyayat hati.

Mereka pun membawa Chen Xuan langsung ke Paviliun Langit, kediaman pribadi Ketua Sekte Fang San yang megah dan penuh aura spiritual. Paviliun ini biasanya tertutup rapat, hanya digunakan untuk tamu penting atau keadaan darurat tertinggi. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun berdirinya sekte, seorang murid biasa ditempatkan di sana.

Delapan hari berikutnya menjadi masa paling gelap dalam kehidupan Chen Xuan.

Ia terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang batu giok dingin yang dipenuhi formasi penyembuhan. Tubuhnya dibalut kain putih yang sudah berulang kali berubah merah. Luka luar dan dalamnya sangat mengerikan. Tulang paha kanan patah total, tiga tulang rusuk retak, meridian utama hampir putus, dan Dantian nya retak kecil dengan qi yang bocor terus-menerus. Bahkan organ dalamnya mengalami pendarahan hebat.

Ketua Sekte Fang San berdiri di samping ranjang dengan wajah muram, tangannya terlipat di belakang punggung. Di sebelahnya, seorang kakek tua berusia tujuh puluh tahunan sibuk bekerja.

Itulah Tabib Mu, Mu Qingyun.

Tabib Mu adalah seorang penyembuh legendaris di wilayah Gunung Pedang. Dengan rambut dan janggut putih panjang yang terawat rapi, wajahnya yang keriput dalam namun mata yang masih tajam dan penuh kebijaksanaan, ia terlihat seperti seorang sesepuh yang telah melewati banyak badai kehidupan. Dulu, ia adalah Tabib Istana Kaisar di Kekaisaran Bintang Biru sebelum meninggalkan istana dan bergabung dengan Sekte Embun Pagi sejak awal berdirinya. Kemahirannya dalam pengobatan spiritual dan penyembuhan luka qi tak tertandingi di sekte ini. Meski usianya sudah lanjut, tangan tuanya tetap stabil dan gerakannya penuh pengalaman.

"Tabib Mu... bagaimana keadaannya?" tanya Ketua Fang San dengan suara rendah, penuh kekhawatiran.

Tabib Mu menghela napas panjang sambil mengganti jarum perak di tubuh Chen Xuan. Jarum-jarum itu bergetar, menyerap racun darah dan menstabilkan qi yang kacau.

"Luka ini sangat parah, Ketua. Normalnya, orang dengan kultivasi di ranah Lima Elemen sudah mati sepuluh kali lipat. Tulang, meridian, jiwa... semuanya hancur. Tapi tekad pemuda ini... sungguh luar biasa menakutkan. Darahnya masih mengalir kuat meski tubuhnya hampir mati. Aku belum pernah melihat seseorang dengan vitalitas kehidupan seperti ini." ujar Tabib Mu.

Tabib Mu tersenyum tipis, matanya berkilat kagum. "Dia seperti rumput liar yang tumbuh di celah batu. Semakin ditekan, semakin kuat ia berusaha hidup. Delapan hari ini aku pakai semua obat-obatan langka yang kumiliki. Sekarang... tinggal menunggu apakah jiwanya mau kembali."

Setiap hari, Tabib Mu datang pagi dan malam. Ia menusukkan jarum penyembuhan ke titik akupuntur vital Chen Xuan, memberi ramuan pahit yang menguap qi penyembuh, dan bahkan menggunakan teknik jarum emas warisannya untuk menambal retakan pada Dantian Chen Xuan.

Pada hari ketujuh, Chen Xuan sempat kejang hebat. Darah hitam menyembur dari mulutnya. Tabib Mu langsung menusuk tujuh jarum sekaligus ke dadanya sambil berteriak, "Bertahanlah, anak muda! Kau sudah menantang langit, maka jangan kalah melawan tubuhmu sendiri!"

Pada pagi hari kedelapan... Mata Chen Xuan bergetar pelan.

Cahaya matahari pagi menyusup lemah melalui jendela paviliun. Rasa sakit yang luar biasa menyambutnya begitu ia sadar. Setiap inci tubuhnya seperti dihantam palu godam, tapi ia masih hidup.

"Akh... di mana... aku?" ucap Chen Xuan, suaranya parau, hampir tak terdengar.

Tabib Mu yang sedang duduk di samping ranjang langsung berdiri. Wajah keriputnya mekar menjadi senyum lebar.

"Anak muda, kau akhirnya sadar juga. Delapan hari penuh kau terbaring seperti mayat. Aku Tabib Mu. Kalau bukan karena aku, kau pasti sudah berada di sungai kuning!" ujar Tabib Mu, segaris senyuman masih menggantung di bibirnya.

Chen Xuan mencoba bangkit, tapi rasa sakit langsung menusuk tulang. Ia meringis keras, tapi matanya masih penuh tekad.

"Tangga Langit... aku ...?!" kata Chen Xuan dengan nada yang terbata-bata karena sembari menahan rasa sakitnya.

Tabib Mu tertawa pelan sambil menekan bahunya agar tetap berbaring. "Ke 99 tingkat enam. Kau memecahkan rekor leluhur dengan cara paling berdarah yang pernah kulihat. Seluruh sekte gempar. Murid-murid yang dulu mengejek mu, sekarang tak berani angkat muka. Bahkan Ketua Fang San datang dua kali sehari untuk melihat keadaanmu." Ucap Tabib Mu.

Chen Xuan menutup mata sejenak. Rasa sakit masih menyiksa, tapi di dalam dadanya, api ambisi itu semakin membara.

"Delapan hari... terlalu lama. Aku harus pulih secepatnya. Masih ada tingkat tujuh yang belum aku selesaikan!" gumam Chen Xuan.

Tabib Mu menggelengkan kepala sambil tertawa getir. 'Pemuda ini... baru sadar saja sudah memikirkan tingkat tujuh.' gumam Tabib Mu di dalam hatinya.

"Istirahat dulu. Tubuhmu baru saja lolos dari pintu gerbang kematian. Tapi... dengan vitalitas seperti ini, aku yakin kau akan pulih lebih cepat dari yang kubayangkan. Namun, dari pada kau memikirkan tingkat ke tujuh Tangga Langit, sebaiknya kau bersiap diri karena empat hari lagi, alam rahasia akan segera terbuka." ujar Tabib Mu.

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!