Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sarah tidak kembali ke kantin, ia menghubungi Maya agar membayar pesanannya lebih dulu sebab ia langsung pulang. Tentu saja karna tidak enak badan.
Sarah naik angkutan umum, ia turun di depan sebuah apotik. Ragu-ragu dan malu saat sudah masuk ke ruangan.Namun, ia tidak punya pilihan untuk memastikan rasa penasaran hatinya.
“Beli apa mbak?” tanya pegawai apotik melihat Sarah yang nampak bingung menyebut sebuah merk.
“Owh,oke,tunggu sebentar,” ujar pegawai apotik itu merekomendasikan beberap merk.
Sarah membeli dua untuk memastikan hasil yang akan di ujinya besok. Ia menyimpan rapat di tas nya lalu pergi dengan perasaan deg-degan. Takut sekali kepergok orang saat membeli barang tak biasa itu.
Sarah langsung pulang ke rumahnya. Sejak siang itu ia tidak makan dan tidak minum, langsung tidur walau susah menemukan kantuknya.
Pagi harinya, gadis itu harap-harap cemas sambil membawa benda penting di tangannya.
“Iya,tidak, iya, tidak, bagaimana kalau hasilnya positif. Aku akan membunuh pelakunya,” batin Sarah penuh dendam.
Beberapa detik krusial pertama. Sarah menunggu dengan perasaan campur aduk. Takut, cemas, dan berharap hasilnya tidak sesuai dengan praduganya.
“Ya Tuhan…. Aku tidak mau hamil anak si brengsek itu,” batin Sarah penuh harap. Gadis itu mengambil hasil testpack setelah beberap detik.
Dua garis merah,walau masih terlihat samar satu garisnya. Tetapi jelas dua strip terpampang cukup jelas di sana. Seketika dunia Sarah hancur. Semua asa yang membumbung angan, menjadi sebuah kemalangan.
Tubunya merosot ke lantai kamar mandi. Ia mengigil lengannya sembari menyalakan keran air untuk meredam suara tangisannya agar ibunya tidak mendengar. Perempuan itu menangis sejadi-jadinya. Seperti mimpi buruk yang berkepanjangan.
“Aku tidak mau hamil, aku tidak mau hamil,” jerit Sarah sambil meremas perutnya sendiri. Tidak sudi rasanya mengandung benih dari hasil pemerkosaan. Ia menjerit-jerit seperti orang tidak waras.
Cukup lama perempuan itu menghabiskan waktu di kamar mandi. Keluar dengan wajah yang amat kacau. Andai tidak ingat masih ada ibunya, mungkin Sarah akan mengakhiri hidupnya saat itu juga.
“Sarah, kenapa kamu basah kuyup begitu, Nak?” tanya Bu Maryam kaget. Mendapati putrinya pagi-pagi nampak kacau.
“Ngga pa-pa Bu, Sarah tadi mau bersihin kamar mandi, jadinya gini, nggak sengaja ketumpahan air,” sahut Sarah jelas berdusta.
“Mandi sekalian,nanti kamu masuk angin. Biar ibu rebuskan air hangat saja ya.”
“Enggak usah Bu, nanti Sarah rebus sendiri kalau memang perlu,” jawab gadis itu berlalu. Melewati ibunya yang jelas curiga.
“Ada apa dengan Sarah? Semoga dia baik-baik saja,” batin Bu Maryam merasakan ada tang berbeda belakangan ini dari sikap putrinya. Dia juga jarang mau kalau di mintai tolong ke rumah utama. Padahal dulu hampir setiap hari Sarah menawarkan diri bantu-bantu di sana. Ibunya benar-benar khawatir dan mulai merasa sikap putrinya begitu aneh.
Berhubung sekarang tengah banyak pekerjaan, Bu Maryam pun berniat anakn menanyakan nanti.
Sementara Sarah di kamarnya semakin terpuruk, ia sengaja mengunci dirinya dan tidak keluar sama sekali hingga menjelang siang. Bu Maryam pikir, Sarah sudah berangkat ke kampus dan tidak pamitan karna dirinya tengah repot di dalam.
Namun, ternyata putrinya tengah ngedon di kamar sendrian.
“Aku harus gimana ya Allah …. Ya Rabb ….. aku tidak sanggup menjalani ini semua.” Sarah terdengar putus asa. Bagaimana dengan kehidupannya ke depan. Bagaimana dengan pandangan orang-orang tentang bayi yang di kandungnya jika hamil di luar nikah. Bagaimana perasaan ibunya jika tau hal ini.