Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"aku apa?"tanya Alaska.
"aku.... "
" habis nonton ya kamu?" tebak Alaska dan memang hal seperti itu sudah hal yang biasa bagi mereka.
"hehe.. tahu aja. habisnya semalam tiba-tiba aku nggak bisa tidur dan aku pengen, tapi aku nggak berani bangunin kamu, kamu pules banget"kelahnya.
" dasar, kalau mau bilang dan bangunin aja. Jangan malu apa lagi cari kepuasan di luar"
" ah enggak kok, Mana ada aku cari yang lain. kamu segalanya buat aku" sahut Willa dan Alaska dibuat tersenyum m olehnya sambil berjalan ke arah kamar mandi.
" siapin baju aku ya yang" titah Alaska.
" Iya ayang, Kapan sih aku nggak siapin baju buat kamu"
" semalam kamu nggak siapin"
" Oh maaf sayang, aku langsung ke dapur bikin minum buat kamu"
" Iya nggak papa. Eh ada sprei kotor di sini? kamu belum laundry? biasanya suka langsung laundry?" tanya Alaska sedikit heran, pasalnya jika ganti seprai willa akan langsung membawanya ke tempat laundry kecuali kalau sprei itu baru diganti semalam.
" iya aku lupa, Hari ini aku bawa ke laundry"
Alaska pun masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dari shower.
" segarnya apalagi kalau mandi bareng Ka-"
Alaska menghentikan ucapannya, dia tidak sadar Kenapa bisa ototnya begitu Kotor dan kembali terlintas tubuh Jesslyn saat di bawah guyuran shower.
" otak gue bermasalah ini, ah kayaknya gue udah gila" Alaska dengan cepat membersihkan diri agar otaknya tidak berpikir kemana-mana.
setelah selesai Alaska mengambil handuk dan melihat bungkusan tisu yang mencurigakan dan alas ke tahu itu untuk apa.
"willaaaaaaaa.... " teriak Alaska.
" apa sih Yang, teriak-teriak malu tau. Aku di sini nggak akan ninggalin kamu" protes Willa dengan teriakan Alaska.
" Apa ini?" Alaska menunjuk bungkusan itu kepada Willa.
" Oh itu" Willa menyeringai tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya.
" itu aku dikasih sama Evelyn, katanya dia ngambil punya Thomas. dia bilang itu buat kamu cobain tapi aku malah lupa nyimpennya di mana"
" buat aku? Apa perlu aku pakai ini? kamu nggak puas sama aku?" tanya heran Alaska.
" Bukannya nggak puas, tapi aku cuma penasaran aja benda-benda semacam itu berfungsi atau enggak. tapi kalau kamu nggak mau coba ya tinggal dibuang aja"
" aku nggak perlu benda seperti ini!" Alaska membuang itu ke tempat sampah dan banyak sekali tisu di dalam tempat sampah namun Alaska malas untuk bertanya lagi.
" mana baju aku?" minta Alaska dan Willa pun menyerahkan bajunya. baju yang selalu pantas untuk Alaska karena Willa orang yang sangat fashionable, perpaduan baju yang dia pilih selalu tepat.
" udah ganteng ayo kita sarapan" ucap Willa mengecup singkat bibir Alaska namun Entah kenapa Alaska tidak bereaksi, mood-nya sedang sedikit rusak.
mereka duduk di meja makan dan terlihat Evelyn sudah berada di sana lebih dulu.
" pagi Eve sayang?" sapa Willa.
" bagi pasangan yang teramat manis" sahut Evelyn kepada sepasang kekasih itu.
" karena gue udah numpang nginep di sini jadi gue yang bikinin kalian sarapan kali ini"ucap Evelyn.
" Thank You Eve sayangku" ucap Willa.
" Thanks eve" ucap Alaska begitu dingin.
" asem banget pagi-pagi"cibir Evelyn.
" lo nggak usah ngasih benda-benda nggak jelas milik cowok lu sama Willa. gue nggak butuh itu!" tegur Alaska.
" benda apaan?" tanya Evelyn bingung.
" itu lo Eve, yang kemarin lo kasih yang kayak tisu gitu, lo bilang itu punya Thomas kan, lokasi ke gue satu" sahut Willa cepat.
"ohhh, Sorry Al Gue cuma iseng. kalau lu nggak suka ya tinggal dibuang aja sih"
" udah gue buang! cowok lo yang hyper atau lo yang hyper? pakai benda gituan segala" cibir Alaska.
" Iya nih gue yang hyper mangkanya cowok gue harus stroooong full" jawab Eve yang terlihat bercanda ,namun Alaska tidak tertarik untuk bercanda dan fokus kembali ke sarapannya.
" aku ada syuting iklan pagi ini dan nggak tahu Sampai jam berapa, Ntar malam aku langsung pulang ke apart, besok ada kuliah dan juga harus mengejar beberapa kelas yang ketinggalan "ucap Alaska.
" Iya sayang aku ngerti, kamu fokus cari uang aja lagian kan kamu bilang semuanya buat aku kan jadi sebisa mungkin aku nggak akan menghalangi pekerjaan kamu dan Kuliah kamu" sahut Willa yang begitu bijak dan pengertian di mata Alaska.
" kamu pulang kuliah langsung pulang atau ke mana dulu?" tanya Alaska.
" rencana sih aku sama Eve mau ke salon, iya kan eve?"
" Iya kita berencana ke salon"sahut Evelyn.
" Oh iya Yang, kartu kredit udah kamu bayar ya? kemarin udah aku coba lagi ternyata bisa dipakai"
" kamu udah pakai lagi?"
" iya, kemarin aku beli tas baru" sahut Willa dan Alaska mengerutkan alisnya.
" nggak mahal kok Yang, cuma 20 juta doang" lanjut Willa.
" terserah" Alaska Sudah malas berdebat. dan untuk kartu kredit? Entahlah Alaska pusing memikirkan hal itu, jika Willa terus memakainya, Alaska tidak tahu harus membayarnya dengan cara apalagi, kepada Jesslyn saja dia masih berhutang banyak.
Alaska telah menyelesaikan sarapannya dan pergi dari apartemen Willa.
dia tidak mau overthinking kepada Willa, sedangkan dirinya saja yang berusaha menjual diri kepada sang sugar mommy tidak membuat sedikitpun bila overthinking kepadanya Jadi untuk apa Alaska overthinking terhadap pacarnya? Alaska yakin Willa sangat Setia.
****
di belahan benua lain, Jasmine sedang duduk di kursi kebesarannya dan mengecek beberapa pekerjaannya di layar laptopnya.
" sejauh ini aman sih" gumamnya.
"mom, dad. Lihatlah Jessy bisa mengembangkan perusahaan kalian. Seandainya kalian masih ada di sini Kalian pasti banggakan sama Jessie tanda tanya kalian banggakan?" lirih Jesslyn yang teringat ke pada kedua orang tuanya.
Jesslyn menghela nafas panjang dan menyegarkan tubuhnya ke belakang kursi wajahnya sedih mengadah ke atas agar air matanya tidak turun.
setelah sedikit tenang Justin mengambil ponselnya ingin membuka galeri dan melihat beberapa foto kebersamaannya bersama kedua orang tuanya saat masih hidup.
"jessy Kangen "gumamnya Lagi.
setelah puas Jesslyn membuka sembarang aplikasi di ponselnya dan jatuh ke salah satu media sosialnya. Dia teringat ada followers yang bertambah satu orang di akunnya dan siapa lagi kalau bukan Alaska.
Jesslyn tiba-tiba penasaran dan membuka profil akun itu. ada beberapa foto Alaska mulai dari zaman masih sekolah sampai saat ini, beberapa saat dia syuting di beberapa film yang pernah ia bintangi, foto-foto dia promo film dan beberapa foto shoot brand namun tidak satupun dia memposting wajah pacarnya', Hal itu membuat Jesslyn sedikit heran.
" cukup Eksis juga nih bocah"
Justin tiba-tiba salfok dengan lingkaran merah di foto profil akun itu, mendadak bahwa Alaska telah memposting story di akun itu, dengan sangat ragu akhirnya jarinya tidak sengaja menyentuh Story itu banyak repost Story dari para penggemarnya dan kebanyakan Story yang Mereka tag adalah Story Alaska dengan seorang gadis yang amat manis, gadis berkulit kuning langsat khas Indonesia, dengan mata bulat dan bulu mata yang sangat lentik dan juga hidup dan bibir yang cukup mungil.
" Sofia? apa ini gadis yang katanya lawan main Alaska yang saat ini sedang banyak di jodoh-jodohkan oleh para fansnya" Jesslyn tersenyum.
pantas saja para fansnya mencerah-jodohkan mereka karena memang Mereka terlihat sangat cocok apalagi dari segi fisik benar-benar sangat cocok dan ya jaslin teringat perkataan Inara yang berkomentar bahwa pacarnya Alaska terlihat lebih tua darinya tapi dengan gadis ini, 100% cocok pikir Jesslyn yang tidak sadar saat ini dia sudah mulai kepo dan mengomentari kehidupan orang lain selayaknya netizen tanah air.
Jasmine melihat Story selanjutnya yang menampilkan Story yang dia buat sendiri saat sedang menjalani syuting iklan sebuah produk dan yang terakhir Story eksklusif yang harus berbayar.
" narsis!" tanpa sadar Jesslyn melengkungkan senyumnya dan terkekeh melihat story-story itu.
.
.
.