NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Ghosting Jalur Bos: Ketika Genta Menghilang dari Peradaban.

...🌹🌹🌹...

Pagi hari di penthouse Arkeas InjitAsmo dimulai dengan sebuah kebingungan eksistensial bagi seorang Zollana Rismalla Panto. Zolla sedang duduk di pantry, mengaduk sereal Alisya, sambil jempolnya lincah mengetik di layar ponsel.

"Kok centang satu terus sih? Kak Genta kena suspend apa gimana?" gumam Zolla. Ia mencoba me-refresh sinyal, mengganti dari Wi-Fi ke data seluler, bahkan sampai melakukan mode pesawat berkali-kali. Hasilnya nihil. Foto profil Genta yang biasanya narsis itu mendadak hilang, menyisakan ikon abu-abu kosong.

Arkeas, yang sedang menyesap kopi hitamnya sambil membaca koran digital di kursi seberang, melirik dari balik layar tabletnya. Ia melihat ekspresi Zolla yang mulai overthinking.

"Zolla, fokus ke sereal Alisya. Jangan sampai teksturnya kayak semen bangunan," tegur Arkeas, suaranya sedatar aspal jalanan, padahal di dalam hatinya dia sedang merayakan kemenangan kecil.

"Mas, ini aneh banget. Kak Genta tiba-tiba ghosting. Padahal kemarin dia janji mau kirim foto hasil jepretan saya di studio. Masa iya saya diblokir? Perasaan saya nggak ada salah kata deh," Zolla menunjukkan layar ponselnya ke depan wajah Arkeas.

Arkeas tidak berkedip. Ia hanya melirik sekilas ke layar ponsel Zolla yang menampilkan ruang obrolan sunyi itu. "Mungkin dia sadar kalau kamu itu asisten yang nggak produktif. Atau mungkin... sinyal di studio dia lagi down. Sudahlah, jangan bahas laki-laki lain di jam kerja."

"Tapi Mas, Kak Genta itu orangnya fast respon banget! Ini beneran glitch apa gimana ya?" Zolla masih sibuk mengutak-atik pengaturan privasi.

Arkeas meletakkan tabletnya dengan suara tuk yang cukup keras. "Zollana, kamu di sini dibayar untuk jadi asisten saya dan mengurus Alisya, bukan untuk jadi customer service Genta. Kalau dia menghilang, ya sudah. Anggap saja alam semesta lagi melindungi kamu dari gangguan nggak penting."

Zolla mengerutkan kening. Ia menatap Arkeas dengan tatapan menyelidik. "Mas... kok Mas kayak seneng banget sih Kak Genta nggak bisa dihubungi?"

"Siapa yang seneng? Saya cuma bicara fakta," jawab Arkeas ketus, lalu ia berdiri dan merapikan kemejanya yang sudah sangat rapi. "Cepat siapkan Alisya. Kita ada jadwal ke dokter anak untuk kontrol rutin."

...🌹🌹🌹...

Sepanjang perjalanan di mobil, Zolla masih penasaran. Ia mencoba menelepon nomor Genta secara langsung.

"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..."

"Hah? Masa beneran mati total?" Zolla makin bingung. Ia melirik Arkeas yang sedang fokus menyetir dengan satu tangan—pose yang sebenarnya sangat hot dan bikin baper, tapi Zolla terlalu sibuk dengan misteri Genta.

"Mas... Mas nggak tahu apa-apa kan soal HP saya?" tanya Zolla tiba-tiba.

Jantung Arkeas seolah berhenti sesaat, tapi wajahnya tetap poker face. "HP kamu? Kenapa saya harus peduli sama benda penuh stiker kelinci itu?"

"Ya siapa tahu... Mas kan jago IT. Pas saya tidur semalam, Mas nggak 'otak-atik' HP saya kan?"

Arkeas mendengus sinis, meski telinganya mulai terasa panas. "Zolla, saya ini CEO. Waktu saya terlalu mahal cuma buat buka HP asisten yang isinya paling cuma grup gosip dan aplikasi belanja online. Jangan terlalu pede."

Zolla terdiam, tapi instingnya sebagai Gen Z yang besar dengan drama internet berkata lain. Ia mulai mengecek daftar Blocked Contacts di pengaturannya. Jarinya gemetar saat melihat satu nama ada di baris paling atas.

...🌹🌹🌹...

"MAS ARKEAS!!!" teriak Zolla spontan.

Mobil hampir saja oleng sebentar. Arkeas segera menstabilkan kemudi dan menepi di pinggir jalan yang sepi. Ia menatap Zolla dengan tatapan tajam yang mencoba menutupi rasa paniknya. "Apa?! Jangan teriak-teriak, Alisya bisa bangun!"

"Ini apa, Mas?! Kenapa nama Kak Genta ada di daftar blokir saya?! Saya nggak pernah blokir dia!" Zolla menyodorkan bukti nyata di depan mata Arkeas.

Arkeas terdiam. Gengsinya sekarang sedang berada di ujung tanduk. Ia menghela napas panjang, lalu melepas kacamata hitamnya. "Ya. Saya yang blokir. Kenapa?"

Zolla melongo. "Kenapa?! Ya karena itu nggak sopan, Mas! Itu privasi saya!"

"Privasi kamu adalah urusan saya sejak kamu masuk ke rumah itu," suara Arkeas merendah, berubah menjadi sangat dark dan posesif. Ia mendekatkan tubuhnya ke arah Zolla, mengunci gadis itu di kursi penumpang. "Saya nggak suka lihat kamu senyum-senyum ke layar cuma karena pesan dari dia. Saya nggak suka kamu pergi tanpa saya. Dan saya benci aroma dia nempel di baju kamu."

"Tapi Mas... itu kan cuma temen!"

"Bagi kamu temen, bagi dia kamu itu target, Zol," Arkeas meraih ponsel Zolla dan meletakkannya di dasbor. "Saya nggak akan minta maaf soal itu. Kamu milik saya—secara profesional dan... secara emosional. Saya punya hak buat memutus sinyal pengganggu."

...🌹🌹🌹...

Zolla terpaku melihat sisi Arkeas yang baru saja "meledak" itu. Marahnya Arkeas bukan lagi marahnya seorang atasan ke bawahan, tapi marahnya seorang pria yang takut kehilangan "rumahnya".

"Mas cemburu sampai segitunya?" bisik Zolla, suaranya melunak.

Arkeas membuang muka ke arah jendela, rahangnya mengeras. "Terserah kamu mau sebut apa. Yang jelas, mulai sekarang, kalau ada yang mau ajak kamu keluar, dia harus hadapi saya dulu. Bukan lewat WhatsApp rahasia pas malam hari."

Zolla tersenyum tipis. Ternyata di balik sikap sok dingin dan kaku itu, Arkeas benar-benar bisa jadi sangat kekanak-kanakan kalau soal perasaan. Ia memberanikan diri meraih tangan Arkeas yang masih mencengkeram kemudi.

"Mas... kalau Mas nggak suka, Mas tinggal bilang. Nggak usah pakai aksi blokir diam-diam kayak gitu. Mas bikin saya takut tau," ucap Zolla lembut.

Arkeas menoleh, menatap Zolla dengan tatapan yang penuh dengan kerinduan yang terpendam. "Saya nggak tahu gimana cara bilang 'jangan pergi' tanpa kelihatan lemah di depan kamu, Zol."

Zolla menarik tangan Arkeas dan mengecup punggung tangannya singkat—sama seperti yang Arkeas lakukan padanya tempo hari. "Bilang aja: 'Zolla, di sini aja sama saya'. Itu lebih dari cukup."

Arkeas tertegun. Ia menarik Zolla ke dalam pelukannya, meski terhalang konsol tengah mobil. Ia mencium puncak kepala Zolla lama. "Jangan buka blokirnya. Paham?"

"Iya, iya, Mas Posesif," Zolla tertawa pelan di dada Arkeas.

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 17...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!