NovelToon NovelToon
Dan Ofid

Dan Ofid

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.

Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.

Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.

Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.

Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Deru mesin Lamborghini Knox membelah kawasan industri di pinggiran Los Angeles yang mulai diselimuti kegelapan. Nyx menatap keluar jendela, melihat deretan gudang tua yang tampak suram. Di dalam pikirannya, ia sudah membayangkan sebuah ruangan kumuh yang berbau keringat, puntung rokok, dan ceceran oli—tipikal markas geng motor atau petarung jalanan yang sering ia dengar.

"Jangan menahan napas begitu, Nyx. Kau tidak sedang memasuki gua singa," goda Knox sambil memutar kemudi memasuki sebuah pelataran luas di depan gedung tua yang dindingnya tertutup mural abstrak.

"Aku hanya sedang mempersiapkan diri untuk mencium bau keringat pria-pria gila," sahut Nyx datar, meski jantungnya berdegup sedikit lebih kencang.

Knox terkekeh. Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu baja besar yang dijaga oleh seorang pria bertubuh kekar. Begitu melihat Knox, pria itu mengangguk hormat dan membukakan pintu.

"Ayo," Knox meraih tangan Nyx, menariknya masuk.

Begitu melangkah melewati ambang pintu, mata Nyx membelalak. Pemandangannya jauh dari apa yang ia bayangkan. Ruangan itu sangat luas dengan gaya industrial chic. Langit-langitnya tinggi dengan lampu-lampu gantung yang memberikan kesan temaram namun mewah. Di sudut kanan, terdapat tiga meja biliar berkualitas tinggi yang dikelilingi pria-pria berpakaian modis namun sangar. Di tengah ruangan, sebuah ring tinju berdiri kokoh dengan lampu sorot yang mengarah ke tengahnya. Ada bar panjang yang menyediakan berbagai macam minuman, dan di sudut lain, terdapat deretan sofa kulit panjang yang tampak sangat nyaman.

"Ini markas?" tanya Nyx tak percaya. "Ini lebih mirip klub eksklusif daripada tempat persembunyian."

"Ini markas The Outcasts, Nyx. Kami punya standar," jawab Knox bangga.

Tiba-tiba, suara riuh terdengar dari arah meja biliar. Zack dan Liam berlari menghampiri mereka. Zack langsung menghantamkan bahunya ke bahu Knox, melakukan pelukan ala pria yang penuh tenaga, sementara Liam melakukan hal yang sama.

"Sang Juara akhirnya tiba!" seru Liam.

Namun, perhatian mereka segera beralih pada sosok kecil yang berdiri di samping Knox. Untuk pertama kalinya, mereka melihat Nyx Morrigan dalam kondisi sadar dan berpakaian wanita—meskipun masih dengan gaya santainya. Mereka menatap tangan mungil Nyx yang pernah melayangkan pukulan maut malam itu.

"Jadi... ini dia?" Zack menyipitkan mata, menatap Nyx dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Gadis yang membuat tujuh orang masuk rumah sakit dengan tangan kosong? Wow, Knox... kau benar-benar mendapatkan berlian di tengah tumpukan sampah."

Knox tidak melepaskan genggaman tangannya pada Nyx. Sebaliknya, ia justru menarik Nyx lebih dekat dan melingkarkan lengan kekarnya di pinggang ramping gadis itu, memeluknya erat seolah ingin memastikan Nyx merasa aman di tengah keramaian pria-pria asing.

Zack, yang melihat gestur posesif itu, langsung bersiul nakal. "Wah, lihat tangan itu! Sepertinya ada yang tidak mau lepas, eh? Sejak kapan seorang Knox Riccardo menjadi begitu protektif pada wanita?"

Knox mendengus, namun ia tidak melepaskan pelukannya pada pinggang Nyx. "Diamlah, Zack. Dia tamu kehormatanku."

"Tamu kehormatan atau 'milik' pribadi?" goda Zack lagi sambil mengedipkan sebelah mata pada Nyx. "Halo, Nyx. Maaf soal malam itu, ya."

Nyx hanya mengangguk kaku. Ia memperhatikan sekeliling. Ternyata tidak hanya dirinya yang wanita di sana. Ada beberapa anggota lain yang juga membawa kekasih mereka. Di atas sofa-sofa panjang, beberapa pasangan tampak tidak malu menunjukkan kemesraan mereka; ada yang berciuman panas, ada yang duduk di pangkuan pasangannya sambil menyesap bir, dan ada yang tertawa keras sambil saling meraba.

Budaya di markas ini sangat bebas dan liar. Namun bagi Knox, ini adalah sebuah pernyataan besar. Sepanjang sejarah The Outcasts, Knox adalah satu-satunya anggota inti yang tidak pernah membawa wanita ke markas. Ia selalu memisahkan dunia pribadinya dari dunia malamnya.

Melihat Knox membawa Nyx dan memeluknya se'erat itu di depan umum membuat seluruh anggota di ruangan itu berhenti sejenak dari aktivitas mereka.

"Kau benar-benar serius dengan yang satu ini, eh?" bisik Liam saat Knox membimbing Nyx menuju sofa paling pojok yang lebih tenang.

"Dia berbeda, Liam," jawab Knox singkat namun penuh penekanan.

Knox mendudukkan Nyx di sofa kulit yang empuk, namun ia sendiri tidak duduk di kursi sebelah. Ia duduk tepat di samping Nyx, memastikan bahu mereka bersentuhan. Tangannya masih menetap di pinggang Nyx, sesekali mengusap pelan di sana untuk meredakan ketegangan yang ia rasakan dari tubuh gadis itu.

"Kau ingin minum?" tanya Knox lembut, sangat kontras dengan suaranya saat bicara dengan Zack tadi.

"Air putih saja," jawab Nyx pelan. Ia merasa seluruh mata di ruangan itu masih tertuju padanya.

"Hei, lihatlah! Knox memberikan tatapan lembut! Dunia benar-benar akan kiamat besok!" teriak Zack dari meja bar, memancing gelak tawa dari anggota yang lain.

Nyx menoleh pada Knox, melihat pria itu hanya tersenyum tipis mengabaikan ejekan teman-temannya. Di tengah kegilaan dan keliaran markas itu, pelukan erat Knox di pinggangnya memberikan jenis ketenangan yang aneh. Nyx menyadari bahwa Knox sedang menunjukkan pada semua orang bahwa ia adalah miliknya, dan tidak ada satu pun orang di ruangan ini yang boleh menyentuhnya.

"Kau baik-baik saja?" bisik Knox tepat di telinga Nyx, membuat bulu kuduk gadis itu berdiri.

"Ya... hanya sedikit kaget," jawab Nyx tulus.

"Biasakanlah. Karena mulai sekarang, kau akan sering berada di sini," ucap Knox posesif. Ia kemudian mencium pelipis Nyx dengan cepat di depan semua orang, membuat sorakan di markas itu semakin pecah.

Di bawah lampu temaram dan deru musik rock yang diputar pelan, Nyx Morrigan mulai memahami satu hal: Knox mungkin mesum dan kasar, tapi di dunianya yang gelap ini, Knox adalah satu-satunya cahaya yang bersedia membakar dirinya sendiri demi melindunginya. Dan untuk pertama kalinya, Nyx tidak keberatan menjadi bagian dari kegilaan itu.

1
ren_iren
lanjutkan.... 🤗
Ros🍂: okay kak🥰🙏
total 1 replies
ren_iren
dapatttt aja visual yg bening2 🤭😂
Ros🍂: biar halu kita lancar jaya kak 😍🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
Nyx Knox....
gasss baca sampai habis.... 🤭😁😂
Ros🍂: Ma'aciww kak 🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!