Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Arun Keluar Dari Rumah Sakit.
setelah mendudukkan Arun ditepi ranjang, Dimas yang dirasuki Leo berdiri di depan
Arun. "Leo cepet keluar dari tubuh Pak Dimas kasian dia...?"
"iya, iya... aku tau?" lalu Leo langsung keluar dari tubuh Dimas.
Sedangkan Dimas yang gak tau apa yang terjadi seperti hilang ingatan dan dia merasa bingung kenapa Dia sudah diluar kamar mandi dan Arun diranjang.
"Lo, kenapa aku sudah di luar kamar mandi, tadi kan aku masih bersama Arun dan Arun kok, ahh...kenapa sih aku ini. Sedangkan Arun dan Leo pura-pura gak tau apa yang terjadi pada Dimas.
"Arun, cepat makan sebentar lagi Dokter periksa Arun kan..?" Leo menyuruh Arun cepat makan dengan nada halus dan lembut.
"Iya Leo.." Jawab Arun, sambil makan tapi dalam hati Arun, "Aduh Leo terlalu juga sama Pak Dimas seandainya dia melakukannya terus ke Pak Dimas, ah..semoga saja Ini yang pertama dan terakhir.
"Yah sudah aku mau keluar dulu..?" setelah berpamitan Dimas melangkah keluar ruangan, kelihatan muka Dimas yang masih kebingungan, sedang kan Arun yang melihat Dimas, merasa kuwatir dalam hatinya, Leo pun melihat kekuwatiran di wajah Arun lalu dia menghela nafas panjang seakan mengerti yang difikirkan Arun.
"Arun..Arun gak usah kuwatir sama Dimas, Dimas gak akan kenapa-napa percaya sama Leo,
dan Leo janji sama Arun ini yang pertama dan yang terakhir Leo berbuat itu ke Dimas, Leo tadi sampai berbuat seperti itu, terus terang Leo jengkel sama Dimas, ucapannya membuat Arun gak enakan sama dia kan..?" Dengan menatap Arun yang lagi makan Leo menjelaskan apa yang terjadi sehingga dia nekad masuk ke tubuh Dimas.
"lya Leo Arun mengerti tapi beneran ya, Leo gak akan melakukannya lagi...?"
Arun ganti menatap Leo dan berharap Leo nepati janjinya.
"Emm, Leo janji." ucap Leo dengan tersenyum didepan Arun.
setelah Arun makan dan minum obat, hantu Leo menemani Arun bercerita banyak hal ketika asik bercerita masa kecilnya hantu Leo disaat dengan kakanya Lala, Dimas masuk dia mendengar apa yang diceritakan hantu Leo ke Arun Dimas yang melihat Leo dan Arun akrab seperti sepasang kekasih bikin jengkel Dimas.
Memang Leo sayang ke Arun tapi gak pernah dia ungkapkan, karena dia tau posisi dia hanya sosok bayangan bukan manusia tapi hantu.
Hantu Leo tau kalau Arun sayang juga sama dia cuma dia tidak mau memberi harapan lebih buat Arun, dia tidak mau Arun terluka.
"Apa coba yang sepesial dari Arun sampai Om begitu sayang sama dia, ahh! Cantik gak, pintar juga gak cuman seorang pembatu.
Gumam Dimas.
"Aku mengganggu gak ni...! Dengan nada tinggi Dimas masuk.
"Dimas, bisa gak nada bicaramu itu diperbaiki, bertanya ke orang kok, nada seperti bentak!"
"Oke-oke Om maaf, tapi terus terang saja saya gak bisa ngomong halus seperti Om."
Dimas dengan ekspresi dingin dan seolah-olah gak peduli dengan sikap orang terhadapnya, untuk mengutarakan pendapatnya sendiri.
Hantu Leo yang melihat sikap Dimas, merasa geram dan marah hati nya bener-bener terbakar melihat keponakanya tidak tau sopan santun.
Dengan secepat kilat dia lari menuju Dimas dan langsung melayangkan tamparan ke pipi Dimas.
"plakkkk.... Ahhgg...
Dimas langsung terhuyung-huyung dan mau jatuh, sambil memegangi bibirnya yang berdarah.
"Om..!" Om, Sudah gi+a...apa!"
"Kalau benar kamu itu Om aku..! Pasti kamu gak akan melakukan ini padaku pasti kamu bukan Om aku, tapi ib+is..yang menyerupai Om aku!!" Dengan mata merah dan melotot tajam, urat leher Dimas pun sampai kelihatan karena marah betul sama Leo.
Leo pun melihat sikap Dimas lebih marah lagi dari sebelumnya dengan ke dua tangan nya mengepal sampai urat tangannya terlihat semua, suaranya yang lembut berteriak, dengan kencangnya menjadi suara yang menakutkan bergema seisi ruangan itu.
"Dimasss.....!!!"
Arun yang melihat suasana mencekam seperti itu langsung turun dari ranjang dan bersimpuh didepan Leo dan memohon untuk tidak menyakiti Dimas.
"Leo aku mohon jangan...maafkan Pak Dimass..?"
"Hiks.. hiks...iii...