NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Cantika

Suami Dadakan Untuk Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika perempuan miskin dari desa ,karena salah paham warga hingga dipaksa menikah dengang pria yang baru ia kenal,dan Cantika tidak menyangka kalau suami dadakannya adalah CEO, bagaimana Cantika menjalankan rumah tangga dadakannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan ke kota

“Sial banget, kenapa aku bisa terjebak dalam masalah ini,” gumam Arka sambil berusaha memejamkan matanya.

“Arka, apes banget sih. Biasanya kamu tidur di ranjang empuk ber-AC, sekarang harus tidur di tempat seperti ini. Ini lebih cocok disebut gubuk sawah daripada tempat tinggal manusia,” rutuknya dalam hati. Ia berusaha memejamkan mata, tetapi malam semakin larut. Mungkin karena tubuhnya terlalu lelah, akhirnya Arka terlelap dalam mimpi, walaupun hanya sesaat.

### Pagi Menjelang

Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu melalui celah-celah dinding papan rumah Cantika, menyinari wajah Arka yang tampak sangat kusut. CEO muda itu terbangun dengan leher kaku dan punggung yang terasa seperti dipukuli balok kayu. Tidur di kursi kayu tua sepanjang malam bukanlah ide bagus bagi seseorang yang terbiasa dengan kasur king size seharga ratusan juta rupiah.

“Aduh, leherku sakit banget,” keluh Arka sambil mengusap wajahnya, berusaha mengumpulkan kesadaran. Ia memijat lehernya yang terasa kaku. Seluruh badannya nyeri, seperti baru saja mengangkat batu ribuan ton.

“Aku harus segera pulang. Bisa mati kaku kalau setiap malam tidur di tempat seperti ini,” gumamnya. Ia merenggangkan otot-otot yang tegang dan kaku.

“Gila, pagi-pagi begini rumah ini sudah seperti kebakaran saja, banyak asap begini.”

Bau asap dapur mulai tercium, bercampur dengan aroma singkong rebus yang tajam. Arka menoleh dan melihat Cantika sedang sibuk di dapur kecil yang menyatu dengan ruang tamu, hanya dibatasi selembar kain lusuh.

“Sudah bangun, Tuan? Maaf kalau saya mengganggu tidur Anda,” sapa Cantika pelan, nyaris seperti bisikan agar tidak membangunkan adik-adiknya yang masih terlelap.

Arka tidak menjawab, hanya berdehem pelan. Ia bangkit dan merapikan jasnya yang kini benar-benar terlihat seperti kain pel. Pandangannya tertuju pada Cantika yang bekerja dengan sangat rajin. Gerakannya terlihat ahli saat memotong dan menggoreng singkong, meskipun dapur itu jauh dari standar kebersihan dapur internasional.

“Kamu tiap hari seperti ini?” tanya Arka.

“Iya, Tuan. Saya sudah terbiasa bangun jam dua atau jam tiga pagi untuk menyiapkan dagangan,” jawab Cantika tanpa berhenti bekerja.

“Emang kamu nggak ngantuk dan capek bekerja seperti itu?”

“Dibilang ngantuk dan capek, ya,Tuan. Tapi mau bagaimana lagi? Kalau saya tidak bekerja, kami sekeluarga tidak bisa makan.” Cantika masih sibuk mengupas dan memotong singkong. Sementara itu, di dalam hati Arka muncul rasa kagum yang tak terduga. Jarang ada gadis seusianya yang mau bekerja sekeras ini.

“Tuan, apakah Tuan mau minum teh atau kopi?” tanya Cantika sambil hendak beranjak.

“Tidak usah,” jawab Arka terjeda sejenak. “Saya harus kembali ke kota pagi ini. Ada rapat darurat yang tidak bisa saya tunda lagi.”

Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria yang kini menjadi suaminya, gerakan tangan Cantika yang sedang memotong singkong mendadak berhenti. Pisau dapurnya berdenting pelan saat menyentuh talenan kayu. “Oh … begitu ya, silahkan ,saya juga paham kok,Tuan.”

Arka berjalan mendekat dan berdiri di ambang dapur yang sempit. “Dan kamu ikut saya. Sekarang.”

Cantika tersentak. Ia berbalik dengan mata yang terkejut dan tidak percaya “Ikut ke kota? Tapi … tapi Ibu bagaimana? Adik-adik bagaimana?”

"Itu nanti Asistenku yang akan mengurusnya ,tinggal kamu siapkan diri,kamu ikut aku ke kota sekarang ."

"Tidak,Tuan,aku .."

### Perang Batin Sang Tulang Punggung

“Dengar,” Arka mencoba berbicara setenang mungkin, meski kepalanya mulai berdenyut karena kurang kafein. “Status kita sekarang adalah suami istri di mata warga sini. Pak RT pasti mengawasi. Kalau saya pulang sendiri, dia akan berpikir saya kabur. Video itu bisa saja disebar oleh warga yang masih menyimpan salinannya. Saya tidak mau ambil risiko. Kamu harus ikut saya ke Jakarta sebagai istri saya, setidaknya sampai situasi mendingin.”

Cantika menggeleng kuat-kuat. Air mata yang sejak kemarin seolah tidak ada habisnya, kini jatuh lagi. “Saya tidak bisa, Tuan. Saya ini tulang punggung di sini. Kalau saya pergi, siapa yang kupas singkong jam tiga pagi? Siapa yang antar keripik ke pasar? Siapa yang suapi Ibu?”

“Saya akan kirim uang! Berapa pun yang kamu butuhkan untuk mereka, saya kasih,” potong Arka tegas.

“Ini bukan soal uang saja, Tuan!” suara Cantika meninggi sejenak sebelum ia membekap mulutnya sendiri karena takut membangunkan ibunya yang sakit. “Ibu butuh dirawat. Adik-adik butuh diperhatikan sekolahnya. Kalau saya pergi dengan pria yang bahkan baru saya kenal kemarin… saya merasa seperti anak yang tidak tahu diri.”

Aku tidak mau mendengar alasan kamu ,sekarang kamu siap - siap kita akan ke kota sekarang ."

"Tidak Tuan,Kalau Tuan Mau kekota silahkan,Tapi .. saya tetap disini bersama ibu dan juga adik adik saya."

"Aku tidak mau di bantah Cantika ,kamu ikut saya pulang kekota ,atau aku ratakan rumahmu ini !" Ancam Arka .

"Jangan Tuan,jangan lakukan itu ,Rumah ini adalah satu -satunya peninggalan ayah ,kalau tuan meratakan rumah ini ,kami akan tinggal dimana ?" wajah Cantika memucat ,ia tahu kalau Arka bukan orang sembarangan ,ia terlihat sangat kaya dan berkuasa .

"Itu bukan urusan saya ,Terserah kalian mau tinggal dimana ,di emperan Toko ,di hutan apa dimanapun saya tidak peduli ."Terlihat Arka lebih mendominasi ,Cantika semakin memucat " Makanya kalau kamu tidak ingin itu terjadi ,kamu jangan membantah,ikut saya kekota ." kembali Arka berkata dengan sedikit keras dan tegas,Cantika hanya terdiam dia tidak berani membantah ,Air matanya menetes di pipinya ,melihat itu Arka merasa hatinya sakit .

Arka menghela napas panjang, frustrasi. “Cantika, pakai logikamu. Kamu tinggal di sini, jualan keripik, hasilnya berapa? Paling-paling cukup untuk makan sehari-hari. Kalau kamu ikut saya, saya bisa jamin pengobatan ibumu di rumah sakit terbaik. Saya bisa sekolahkan adik-adikmu di tempat yang layak. Mana yang lebih egois? Tetap di sini dan melihat mereka terus menderita, atau ikut saya dan mengubah nasib mereka?” Arka berkata dengan sedikit lembut

Kalimat Arka menohok tepat di jantung Cantika. Ia menatap tangannya yang kasar, penuh bekas luka sayatan pisau dan noda hitam dari getah singkong. Pandangannya beralih ke arah kamar ibunya, lalu ke ketiga adiknya yang tidur berhimpitan di kamar sebelah. Hatinya terasa seperti diremas-remas.

Di satu sisi, ia takut setengah mati ikut dengan Arka. Baginya, Arka adalah orang asing dari dunia yang berbeda, yang memiliki kekuatan untuk menghancurkannya kapan saja. Namun, di sisi lain, tawaran Arka adalah pintu keluar dari kemiskinan yang mencekik keluarganya sejak ayahnya meninggal dunia dua tahun lalu. Beban yang selama ini ia pikul sendirian terasa semakin berat setiap harinya

1
Bu Dewi
lanjut kak
MayAyunda: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!