NovelToon NovelToon
Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Kembali Dan Memperbaiki Cinta Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengetahui kebenaran

Flashback

"Nona, anda yakin akan melakukan rencana malam ini? Saya sangat khawatir dengan keselamatan anda. Kalau anda pergi sendirian bagaimana jika terjadi sesuatu pada anda nanti?. Saya sangat khawatir." Stefany begitu gelisah saat mengetahui florin akan pergi sendirian ke rumah Surender. Florin sedang bersiap siap, ia bahkan berdandan dengan cantik untuk memperdaya Surender.

" Tenang saja Stef, semuanya akan baik baik saja. Percaya atau tidak pengalamanku menghadapi kematian cukup baik. Kau hanya perlu menjalankan apa yang diperintahkan, saat aku memberi sinyal padamu kau harus sudah siap. Mengerti?." Florin bangkit dari duduknya setelah selesai memasang anting kecil di kupingnya. Florin terlihat sangat seksi dengan pakaian yang ia kenakan.

" baik nona, berhati hatilah." Stefany menggenggam tangan Florin kemudian memeluknya.

Florin benar benar meninggalkan rumah nya dan pergi sendirian ke rumah Surender. Florin yakin, jika Surender akan mengatakan semuanya saat ia lengah, saat pria itu mengatakan apa yang sebenarnya maka Florin akan langsung menangkapnya. Florin tak perduli tentang hukum, ia hanya ingin membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Ia diam diam menyelipkan pistol di balik sepatu panjangnya untuk berjaga jaga. Pistol itu kecil tapi sekali tembak bisa langsung menghilangkan nyawa.

.

.

Kembali pada saat sekarang, Florin sedang menunggu kedatangan Surender di dalam mobilnya. Saat melihat sekelebat cahaya mobil dari kejauhan, Florin menyunggingkan senyum tipis.

Surender telah tiba, ia keluar dari dalam mobilnya dengan terburu-buru seolah tidak ingin menyia nyiakan waktu sedetik pun. Surender menghampiri Florin dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah. Florin memasang wajah polos dan lugunya seperti biasa.

" Nona, di luar sangat dingin sebaiknya kita segera masuk ke dalam rumah." Surender menggandeng tangan Florin masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di dalam, Florin langsung di bawa masuk oleh Surender ke dalam kamar. Florin sudah menduganya, apalagi saat ini pria itu sedang dalam pengaruh alkohol itu akan mempermudah nya untuk menjalankan misi. Tapi Surender terlihat tidak begitu mabuk.

" Nona, seharusnya anda katakan saja padaku kalau nona ingin datang menemui ku. Aku akan dengan senang hati menjemput anda. Sebentar lagi kita akan menjadi suami istri dan kita akan..."

" Tuan suren, mengapa anda membawa saya ke kamar?." Florin memotong pembicaraan Surender yang perlahan mulai mendekat ke arahnya.

" Melihatmu dengan pakaian begini sudah bisa di tebak nona, kau ingin menghabiskan malam denganku bukan?." Surender melayangkan tatapan nakal ke arah Florin dengan menatapnya dari atas sampai ke bawah. Florin memang terlihat sangat seksi malam ini. Lekuk tubuhnya tercetak sempurna. Bukan tanpa alasan, Florin memang sengaja melakukannya.

" Tuan, sebenarnya aku malu mengungkapkannya. Apa yang anda katakan benar. Saya telah jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Apa saya terlalu berlebihan? Saya sangat malu." Florin benar benar kelihatan sangat polos sekarang, ia seperti seorang gadis yang baru saja jatuh cinta.

Terdengar gelak tawa dari Surender. " Tidak perlu malu nona, justru ini lebih baik. Sekarang tak ada lagi yang bisa menghalangi kita." Tiba tiba saja Surender memeluk Florin dari belakang membuat Florin memejamkan mata menahan rasa jijik dalam hatinya.

" Florin, malam ini aku akan membuatmu lupa pada dunia, kamu hanya akan merasakan hawa panas yang terus menyelimuti setiap inci dari tubuhmu. Aku tidak akan membiarkan kedinginan menembus kulitmu yang halus." Surender membelai lengan Florin yang telanjang.

" Tu...Tuan Suren, jangan terburu-buru. Aku belum terbiasa. Apa tidak sebaiknya kita menikmati secangkir anggur untuk mencairkan suasana." Florin mencoba melepaskan diri dari Surender yang mulai menyentuh nya. Rasanya sangat menggelikan hingga ia ingin cepat cepat mandi dan menggosok bagian lengannya yang di sentuh oleh Surender.

" Kamu benar nona, kita tak harus buru buru. Malam masih panjang, bahkan esok hari kita masih bisa bersenang senang." Surender melonggarkan dasinya dan tersenyum puas ke arah Florin.

" Tunggu di sini nona, saya akan mengambilkan anggur terbaik yang pernah ada untukmu." Surender meninggalkan kamar itu dan pergi.

Florin menarik nafas lega setelah kepergian Surender. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar itu, ia telah menyiapkan sebuah obat di dalam tasnya untuk nantinya akan diberikan pada minuman Suren. Dengan obat itu Suren akan mengatakan semuanya, lalu Florin akan merekam dan setelah semuanya selesai Florin akan mencebloskan Surender ke dalam penjara.

Di luar, Valir dan Angel telah tiba, mereka yang sudah terbiasa ke rumah Surender dapat dengan mudah pergi ke sana. Mereka memasuki rumah dengan hawa dingin itu, mencari setiap sudut berharap akan segara menemukan Florin.

" Dimana Florin?." Gumam Valir saat tak melihat Florin di ruang tamu.

" Mungkin mereka sedang di kamar." Pintal Angel dengan santai.

Di saat sedang bimbang antara pergi menemui Florin ke kamar atau menunggu hingga orang itu selesai membuat Valir dan Angel frustasi. " Sepertinya tak ada masalah di sini, suasananya sangat tenang seperti tak terjadi apa apa." ujar Angel yang memutuskan duduk saja.

" Kamu benar, apa kita terlalu khawatir? Padahal tuan Suren juga tidak mengatakan apa apa. Berarti semuanya baik baik saja." Valir berkacak pinggang.

" Sebaiknya kita pulang saja, jangan ganggu ketenangan mereka." Ucap Valir.

" Tidak!. Aku ingin membalas tamparan yang sudah ku terima Valir. Aku tidak bisa bersabar lagi, aku sudah lama ingin menampar wajah Florin. Bahkan setelah membunuh ayahnya aku masih tidak puas. Aku akan menunggu dia selesai dan akan menuntaskan ketidak puasan ini."

Florin yang baru saja tiba di ruang tamu sempat mendengar ucapan Angel, seketika tubuhnya menegang, kenyataan yang ia dengar membuatnya begitu terkejut. Angel telah mengatakan bahwa dia adalah pelaku pembunuh ayahnya. Darah Florin seketika mendidih, ia mengepalkan tangannya dan menghampiri Angel yang sedang duduk di sofa dari arah belakang.

" Pembunuh!." Florin menarik rambut Angel dari belakang dengan kasar hingga membuat wanita itu sulit bernafas karena terlalu mendongak ke atas.

" Lepas!. Valir tolong aku." Teriak Angel dengan susah payah. Ia mulai kesakitan karena Florin menjambaknya dengan kasar.

Valir yang melihat Angel kesakitan spontan membantu dengan mendorong Florin hingga genggamannya lepas dari rambut Angel.

" Florin... Bukannya kamu sedang di atas? kenapa kamu ada di sini?." Tanya Valir heran. " Dimana tuan Suren?." Valir melirik ke belakang untuk memastikan seseorang.

" Jangan mengalihkan topik pembicaraan. Kalian berdua, telah membunuh ayahku. Kalian telah merenggut nyawa ayahku!. Kalian akan menanggung semuanya!." Florin menatap kedua manusia di hadapannya dengan nyalang, bahkan untuk kali ini tak ada ampunan lagi darinya.

" Tidak Florin, kamu salah dengar!." Angel mencoba mengelak, ia mulai takut sekarang melihat Florin yang begitu marah.

Namun Valir malah sebaliknya, ia bahkan merasa puas saat Florin mengetahui kebenarannya. " Memang benar, Kamilah yang membunuh ayahmu!. Sekarang kau mau apa Florin? Balas dendam? Kau tidak akan bisa melakukannya. bahkan menyentuh kami sedikitpun kamu tidak mampu. Kami sekarang sudah bekerja sama dengan tuan Suren, berkatnya kamu tak bisa berkutik, bahkan kamu menyetujui menikah dengannya. Jadi sekarang kamu akan menjadi mainan kami. Kamu tidak berdaya Florin, kamu hanya sendirian. Aku anggap kamu sangat bodoh, padahal Wilson adalah pemilik perusahaan Derelick tapi kamu tidak mau menerima bantuannya." Valir melipat kedua tangannya di dada sambil menatap remeh ke arah Florin.

Sementara itu Florin yang sudah sangat marah berniat untuk membunuh kedua manusia di hadapannya ini. " Beraninya kalian melakukan ini padaku, aku menyesal karena tidak menghukum kalian lebih awal. Kalian manusia tidak tahu diri!. Kalian harus mati!." Teriak Florin ke arah mereka.

Gelak tawa mengisi ruang tamu besar itu, Valir dan Angel seolah mengejek Florin yang sedang marah. " Apa? Membunuh? Apa aku tidak salah dengar?. Florin, sejak kau memutuskan hubungan denganku dan mempermalukan ku, saat itu juga aku ingin membunuhmu!. Tapi aku tidak melakukannya karena aku ingin kamu merasakan rasa sakit lebih dulu sebelum menghadapi kematian mu. Setelah kau menikah dengan tuan Suren, kau akan menjadi milikku dan aku akan menghabisi mu!".

" Itu benar Florin, sebaiknya simpan saja cita citamu itu, sebentar lagi Aku dan Valir akan menggantikan posisimu. Kamu akan di buang ke dalam sumur yang paling dalam hingga kamu tidak akan bisa melihat dunia lagi sama seperti ayahmu!."

Deg

Kemarahan Florin benar benar sudah di luar batas. " Kalian! Berhenti omong kosong. Kalian pembunuh!. Kalian harus membayar semuanya dengan kematian!."

Dor

Dor

Dor

Dor

Hening...

Surender yang masih sibuk mencari anggur di lantai tiga seketika mematung saat mendengar suara tembakan di bawah. " Apa yang terjadi?." Dengan cepat ia berlari ke arah lift. Setelah tiba di lantai satu, ia membulatkan mata melihat genangan darah berserakan di lantai, serta dua jasad yang sudah tak bernyawa ada di sana.

" Valir, Angel!." gumamnya dengan syok.

Kemudian netranya beralih pada Florin yang sedang mengarahkan pistol padanya, tatapan penuh dendam itu telah membuat Florin menjadi seorang pembunuh. Florin terlihat bergetar hebat.

" Kau...harus mati!." ucap Florin dengan tatapan membunuh.

1
partini
setelah selesai,hai florin berapa lama hati bisa berubah dasar PA
partini
ko nikah sama orang lain,,percuma balik dong
partini
dasar florin PA guooooblok,,
partini
good story
partini
semua ke NY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!