NovelToon NovelToon
Bidadari Tak Bersayap {Antara Dua Takdir}

Bidadari Tak Bersayap {Antara Dua Takdir}

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Selingkuh / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: BundaNazwa

Al-qolbu-lladzi-nkashara laa ya'uudu kamaa kaana, hatta lau haawalnaa tammimahu.
Allahu a’lamu bimaa fi-l quluub.

"Aku lelah, Mas, biarkan aku pergi untuk menghapus lukaku."

Aiza Adiva Humaira, seorang wanita yang sudah memiliki tambatan hati, namun harus merelakan cintanya karena sebuah perjodohan yang tak bisa ia tolak.
Namun, hidup yang ia kira akan baik-baik saja, perlahan hancur karena dua hati tak saling menyatu.

Yuk simak cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaNazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Briana Hamil?

Alarm di ponsel Aiza berbunyi pukul tiga pagi. Dengan sisa tenaga dan hati yang masih terasa remuk, ia memaksakan diri bangun. Ini adalah Ramadhan, dan sesakit apa pun hatinya, ketaatannya pada Sang Pencipta tidak boleh luruh.

Aiza keluar dari kamar dengan langkah perlahan, berniat menuju dapur untuk menyiapkan sahur. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu kamar tamu.

Cklek.

Pintu itu terbuka. Arjuna keluar dari sana, masih membenahi kaosnya yang kusut. Dan di belakangnya, menyusul Briana dengan rambut berantakan dan senyum tanpa dosa. Mereka keluar dari kamar yang sama. Di waktu sahur bulan Ramadhan.

Aiza merasakan dadanya sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarnya menghilang. Ia secara refleks mengelus dadanya, mencoba menekan rasa sakit yang mencuat hebat.

“Aiza. Kok bengong? Cepetan masak sahur, Briana lapar," ucap Arjuna dengan nada santai, seolah perbuatannya barusan bukanlah sebuah dosa besar dan penghinaan luar biasa bagi istrinya.

Aiza menarik napas panjang, mencoba mengingat pesan dalam kitab dari Gus Qais: "Jangan biarkan orang lain merusak kedamaian yang Allah titipkan dalam jiwamu.”

Ia menatap Arjuna dan wanita itu dengan tatapan datar—bukan lagi tatapan hormat seorang istri, melainkan tatapan muak.

"Aku hanya memasak untuk orang yang berpuasa dan tahu cara menghargai rumah ini, Mas," jawab Aiza tenang, suaranya tidak bergetar meski hatinya menjerit. "Kalau kalian merasa ndak perlu menjaga adab di bulan suci ini, silakan cari makan sendiri di luar. Aku ndak ingin keberkahan sahurku hilang karena melayani sesuatu yang... kotor.”

"Heh! Maksud kamu apa?!" Briana mulai meradang.

Aiza tidak menoleh. Ia terus berjalan menuju dapur dengan kepala tegak. Di dalam hatinya, ia berbisik, "Gus Qais, kamu benar. Kehormatan adalah mutiara. Dan aku ndak akan membiarkan mutiara ini hancur hanya karena lumpuh yang dibawa mas Arjuna ke rumah ini."

***

Seminggu telah berlalu sejak Briana menginjakkan kaki di rumah ini. Bagi Aiza, tujuh hari ini adalah ujian bisu. Ia tak lagi mengeluarkan sepatah kata pun pada Arjuna maupun Briana. Ia bergerak seperti bayangan—menyiapkan keperluan rumah seperlunya, lalu mengunci diri dengan kitab pemberian Qais. Ia memilih diam bukan karena kalah, tapi karena bicara dengan mereka hanya akan mengotori lisannya. Ia berpura-pura tegar, berdiri tegak dengan dagu terangkat, tak membiarkan satu tetes air mata pun jatuh di depan orang-orang yang merendahkannya.

Suasana semakin memanas saat pintu depan terbuka lebar. Agatha dan Dirgantara—orang tua Arjuna—pulang dari luar negeri.

"Briana! Menantu idamanku!" Agatha langsung menghambur memeluk Briana, mengabaikan Aiza yang berdiri tak jauh dari sana. Bagi Agatha, Briana adalah sosok ideal: cantik, modis, dan berkelas, tak peduli Briana memiliki kekurangan sekalipun. mandul.

Berbeda dengan istrinya, Dirgantara hanya menatap dingin pada Briana. Ia melangkah mendekati Aiza, menepuk bahu menantunya itu dengan lembut. "Apa kabar kamu, Nak? Maafkan Papa baru pulang," ucapnya dengan nada tulus yang membuat pertahanan Aiza nyaris runtuh. Dirgantara tahu ada yang tidak beres, dan ia selalu berada di pihak Aiza sejak awal.

Namun, suasana berubah drastis saat Briana tiba-tiba memegangi perutnya dengan wajah pucat.

"Aduh, sayang... kepalaku pusing banget. Perutku juga rasanya... mual," rintih Briana sambil bersandar pada Arjuna.

"Briana! Sayang, kamu kenapa?" Agatha panik bukan main. "Jun, panggilkan dokter sekarang!"

Arjuna dengan sigap membopong Briana ke sofa, tatapan khawatirnya begitu kentara. Ia mengusap pucuk kepala Briana dengan sayang, mengabaikan Aiza yang menatap pedih ke arah mereka yang seolah tak peduli dengan kehadirannya.

Agatha tampak sibuk menelpon dokter keluarga mereka.

Tak lama kemudian, dokter pribadi keluarga mereka datang. Dia segera memeriksakan keadaan Briana.

Detik berikutnya, dokter itu menatap Briana, lalu kemudian mengangguk kecil.

Bagaimana, dok? Apa yang terjadi pada Briana?" tanya Arjuna cemas. Tangannya terus menggenggam tangan Briana, seolah ingin mengatakan “Kamu tenang saja, aku selalu disini"

Dokter itu menatap Arjuna dengan senyum profesionalnya.

“Selamat, Tuan Arjuna, nona Briana ternyata sedang hamil dua Minggu.”

Suasana mendadak tegang saat Dokter Anton menyebut kata "hamil". Papa Dirgantara langsung menyela dengan nada skeptis yang tajam. Reaksinya sangat bertolak belakang dengan Arjuna dan Agatha yang langsung terlihat bahagia.

1
Trisna Suryani
kenapa harus berakhir seperti ini g tega sama zafran
Dartik Sriyanti
aku suka cerita nya
Erda Erda
gk sanggup baca ya kasihan snak ya ..
BundaNazwa: Iya sih, Kak 🥺
total 1 replies
jingga 007
gak Ada season 2 nya thor
BundaNazwa: Belum tau, Kak 🙏
total 1 replies
Mila Mulitasari
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
BundaNazwa: 🥺🥺🥺🥺😭😭
total 1 replies
Badau Badau
baru kali ini baca novel sampai air mata keluar thorr
BundaNazwa: Maafkan aku, kak. Ini udah jadi jalan cerita 🙏🥺
total 1 replies
Trisna Suryani
berharap kematian aiza mimpi buruk Qais ternyata beneran ko jdi gini ceritanya thor
BundaNazwa: Maaf, Kak. Ini sudah alurnya begini 🥺🤧
total 1 replies
Mila Mulitasari
aiza jangan meninggal dong thor moga aja ada keajaiban gitu thor kasian baby khai 😭
BundaNazwa: Udah dikubur, kak. nggak bisa balik lagi 😭🙏
total 1 replies
Erda Erda
sedih .semoga gus gk nikah lagi lah..perjuwangan isteri ya berat kali 😍
BundaNazwa: Banget, kak 🤧
total 1 replies
Trisna Suryani
di mana otak c Arjuna coba aduuuh dulu kau yg g peduli sekarang
Yulia Anugrahwati
alhamdulillah
BundaNazwa: Alhamdulillah 😁
total 1 replies
Yulia Anugrahwati
semoga ini tanda" Aiza hamil y
Siti Java
lanjut dong kk
BundaNazwa: Oke Kak ☺️
total 1 replies
Siti Java
kk lanjutan y mna😍
BundaNazwa: Siap, Kak. OTW 😁
total 1 replies
Yulia Anugrahwati
cerita seru
BundaNazwa: Terima kasih ☺️🙏
total 1 replies
Pipit Sopiah
masih maraton bacanya
Pipit Sopiah
si Arjuna itu udah nikah ya, tapi kaya engga di restui sama orang tua si Arjuna
Pipit Sopiah
udah lama engga buka aplikasi noveltoon
sekarang buka lagi langsung meluncur ke ceritamu thor
BundaNazwa: Masya Allah. Terima kasih, Kak ☺️
total 1 replies
Umy Fauzan
ceritanya bagus,enggak banyak iklan juga
BundaNazwa: Terima kasih ☺️
total 1 replies
Trisna Suryani
Arjuna licik kamu dulu di dia siakan sekarang menghalalkan segala cara
BundaNazwa: Hooh 🤧 Sekarang malah obses
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!