Hidup ini terasa berat Aruna yang hanya seorang gadis yatim piatu
Dimana dia harus menjalani keras nya hidup di Dunia yang sangat kejam untuk orang kecil
Seatu hari, Aruna di bully habis-habisan oleh sekelompok teman sekolah nya, hingga Aruna meregang nyawa
Namun bukan nya mati dan menuju ke alam baka, jiwa Aruna malah harus memasuki raga yang telah di tinggalkan Tuan nya.
Bagaimana kelanjutan kisah Aruna?
Akan kah dia mampu menjalani hidup di dunia yang baru dengan tubuh yang baru?
Yuk kita sama-sama baca kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Makmisshalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-16. Harap Yang Terlihat
"Ya kami melihat nya, dan sesuai ramalan dia sangat hebat dengan segala pengendalian nya" Semua yang mereka lihat di ceritakan pada Selir Cheryl tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.
"Aku tau itu.. Aku tau ramalan itu pasti benar adanya.. Dan aku tau pasti Ratu akan segera menolong kita semua" Harapan Selir Cheryl sangat tinggi.
Dia ingin segera melihat Aruna memusnahkan segala ketidak adilan.
Selir Cheryl ingin segera merasakan kedamaian yang selama ini dia mimpikan.
"Bersabar lah Selir, sebentar lagi semua harapan mu pasti akan terwujud" Selama ini Selir Cheryl hidup nya sangat menderita.
Dia hidup di Istana dingin tanpa ada nya yang memberikan makan.
Keseharian nya dia hanya memakan tumbuhan liar yang ada di sekitar Istana dingin.
terkadang orang buatan nya akan membawakan dia makanan dari luar.
Itu pun jika mereka menemukan pekerjaan.
Sekarang Kerajaan Sihir benar-benar kacau.
Berada di bawah kepemimpinan Raja Kegelapan bukan lah hal baik.
Dimana begitu banyak orang yang hidup kesusahan.
Dan orang-orang yang beruang akan hidup sesuka hati mereka.
Dengan tega nya juga mereka akan menindas orang kecil.
Tak segan-segan banyak orang yang berada berprilaku buruk melebihi hewan.
Dan itu semua adalah arahan dari Raja Kegelapan.
"Ratu Aruna, aku disini akan menunggu keberhasilan mu".
……………………………………………
"Akhirnya sampai juga... " Dalam satu kedupan mata segala nya berubah.
Dalam satu tarikan nafas pun, Aruna telah berhasil kembali Ke Istana Hutan Terlarang.
Tak kurang apapun, semua orang serta barang yang dibeli nya ikut serta tanpa ada yang tertinggal.
"Piton, bisakah kamu kesini" Wuuuuusss, jleg.
"Ular Raksasa.. "
"Lindungi Ratu Aruna"
"Jangan sampai Ular itu melukai Ratu Aruna"
"Ratu jangan takut, kami akan melindungi mu" Dalam keterkejutan di sertai ketakutan.
Kesembilan belas orang tersebut kini melindungi Aruna beserta ke tiga anak nya.
Mereka membuat posisi melingkar, dan memindahkan Aruna dan anak nya untuk berada di dalam lingkaran tersebut.
"Pilihan Ibu sangat tepat, mereka rela mengorbankan nyawa mereka hanya untuk melindungi Ibu!!" Mahesa mengagumi tindakan cepat dari orang-orang yang di beli Aruna.
"Tak sia-sia Ibu menghabiskan banyak uang untuk membeli mereka!" Mungkin jika mereka tidak bersikap sedemikian, Melisa akan sangat membenci mereka.
"Aku tau Ibu selalu hebat dalam hal apapun, terutama untuk memilih orang-orang yang akan setia pada nya" Marisa menjadi pengagum utama untuk Aruna.
"Kalian jangan takut, Ular Piton ini adalah angota keluarga ku" Tak segan-segan Aruna mengakui Piton sebagai keluarga nya.
Tentu saja ucapan Aruna membuat Piton terharu.
"Maafkan sikap kami Ratu, kami hanya tidak ingin Ratu celaka" Tak dapat mereka bayangkan jika tiba-tiba saja Aruna di lahap oleh Piton besar itu.
"Aku mengerti!!"
"Mulai sekarang kalian harus membiasakan diri untuk berdampingan hidup dengan anggota keluarga ku yang lain, hewan dan binatang kecil disini semuanya adalah keluarga ku" Kembali ucapan Aruna membuat Piton terharu.
Dalam hidup mereka, ini kali pertamanya di akui sebagai keluarga oleh manusia.
Dan orang baik itu hanyalah Aruna seorang.
"Baik Ratu kami mengerti!!" Jawab serempak kesembilan belas orang tersebut.
"Piton, apa ada ruangan untuk mereka" Aruna tau Istana nya besar.
Tapi Aruna tak tau tata letak nya dimana saja.
Karna Aruna belum selesai menelusuri Istana nya.
"Tentu saja ada Ratu.. Mereka akan mendapatkan tempat masing-masing" Istana Aruna begitu besar dan luas.
tentu saja akan banyak ruangan kosong yang tersedia untuk banyak orang.
"Kalau begitu, tolong antarkan mereka ke ruangan yang telah kamu siapkan" Aruna tidak akan meminta mereka untuk langsung bekerja.
Meski luka mereka pulih, tapi kondisi mereka masih lemah.
"Baik Ratu" Tanpa menolak, Piton selalu mengikuti setiap ucapan Aruna.
"Kalian ikutilah Piton, untuk saat ini kalian pulihkan dulu tubuh kalian.. Nanti setelah kalian sembuh aku akan memberikan tugas untuk kalian" Aruna tak ingin memperkerjakan orang sakit.
"Baik Ratu.. " Segera mereka mengikuti Piton menuju tempat tinggal mereka.
"Anak-anak, kalian juga harus segera beristirahat".
………………………………………………
Jleb
Jleb
Jleb
"Kenapa kalian baru sekarang memberikan kabar sepenting ini??" Mata merah itu semakin menyala karna marah.
"Maafkan kamu Yang Mulia Raja.. Dari tadi pagi kami sudah berusaha menghubungi Yang Mulia Raja, tapi Yang Mulia tak bisa di ganggu" Dalam ketakutan satu prajurit mencoba menjelaskan.
Jleb
"Kalian menyalahkan ku??" Kemarahan nya semakin jelas terlihat.
Bahkan beberapa prajurit sudah tergeletak tak bernyawa.
Brukk
"Kami tak berani Yang Mulia.. " Segera mereka bersujud.
Jika tidak seperti ini, pasti mereka hanya akan tinggal nama.
"Katakan, bagaimana dia sampai ke Kerajaan Sihir?? Bukan nya dia berada di pengasingan" Aruna dan Raj Orion telah di pisahkan.
jadi Raja Kegelapan berpikir jika wanita terpilih tidak bisa bangkit.
"Dia telah hadir Yang Mulia Raja.. Tepat seperti ramalan yang telah teredar, bahwa dia akan hadir dengan berjuta-juta pengendalian.. " Maka mengalir lah kejadian di pasar tadi.
dimana mereka telah habis oleh orang-orang yang di kirimkan nya.
"Tidak itu tidak mungkin" Itu terlalu mustahil.
Apalagi Raja Orion juga saat ini masih di kurung di Istana bawah tanah.
"Maaf Yang Mulia Raja, karna memang ini lah kenyataan nya" Mereka tak berani berbohong pada Raja Kegelapan.
'Ada apa ini sebenarnya?? Kenapa wanita terpilih itu harus bangkit padahal dia telah aku pisahkan dengan Raja Orion??' Dalam hati Raja Kegelapan merenung kan atas semua yang terjadi saat ini.
'Ini tidak bisa di biar akan, aku harus segera bertindak!! Aku harus menyingkirkan Raja Orion secepatnya.. Agar nanti wanita terpilih itu bisa aku miliki juga' Pikiran jahat mulai tergambar oleh Raja Kegelapan.
'Aku tak akan membiarkan wanita itu berhasil.. Maka tak ada cara lain, aku harus memilih liki nya'.
Krekkk
Pyarrr
"Kalian pergi ke Hutan Terlarang, kembali telusuri Hutan itu.. Dan jika wanita itu berhasil di temukan, bawa dia dalam keadaan hidup dan utuh" Perintah penangkapan Aruna segera di turunkan.
"Tunggu saja Aruna!! Kau akan segera tunduk di bawah pengawasan ku" Gumaman penuh damba di ucapkan.
Seakan Aruna sudah ada dalam dekapan, Raja Kegelapan mengelus ruang kosong yang dia bayangkan sebagai Aruna.
……………………………………………
"Aku tau kamu akan bangkit secepat ini.. Maka aku pun disini akan bertahan sekuat tenaga untuk menunggu kedatangan mu" Wajah nya yang tampan kini kurus penuh luka goresan.
Namun itu tak menghilangkan ketampanan nya.
Raja Orion tetap menjadi noriaki tertampan meski wajah nya penuh luka.
"Wahai rakyat ku, bersabar lah.. Sebentar lagi ratu kalian akan menegakan keadilan untuk kalian" Dalam sunyi kebahagiaan masa depan terlihat jelas oleh Raja Orion.
"Ternyata kau tak bisu...
Bersambung.. lanjut di bab selanjutnya➡️