Volume 1- End
Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.
kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.
Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.
Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.
Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.
Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Received
Satu, dua minggu berlalu agen CIA yang mengawasi Chelsea langsung melapor ke pos agar laporannya bisa cepat sampai ke markas pusat setelah hasil pengawasannya selesai. Dia juga menyampaikan bahwa Chelsea dekat dengan Edward, anak pebisnis ilegal yang usahanya masih di selidiki CIA.
Myra yang mendengar laporan itu cukup terkejut, dia lalu mengambil tindakan agar saat mereka mengirim email pada Chelsea, dia tak memberitahukan pada siapapun bahwa dia masuk agensi mata-mata AS. Bagian teknis pun menyanggupi dengan mengirim email yang sesuai dengan permintaan Myra, salah satu kepala agen yang bertugas memberikan misi pada agen-agen CIA.
***
Hari itu Chelsea yang baru pulang bekerja belum menyadari bahwa tinggal selangkah lagi, dia bisa mewujudkan impiannya sejak lama. Saat pulang yang dia pikirkan hanyalah tidur karena dia sudah lelah bekerja.
Namun keesokan harinya, saat membuka laptop, Chelsea nyaris berteriak sangking senangnya saat mengetahui bahwa dia di terima oleh agensi paling terkenal di Amerika Serikat itu.
Ketika membaca pesan yang di tulis casplock pada bagian terakhir, Chelsea menaikkan alisnya melihat isi pesan yang mengatakan bahwa dia tak boleh memberi tahu pada siapapun kalau dirinya di terima oleh CIA, termasuk pada sahabatnya Meghan.
Dia tak terlalu kaget, saat menyadari bahwa CIA bahkan sudah tahu keseharian, termasuk siapa sahabat yang paling dekat dengannya.
"Apa hubungannya CIA dengan Meghan?" Tanya Chelsea bergumam pelan. Dia semakin penasaran dengan semua rahasia ini. Otaknya mulai memikirkan beberapa kemungkinan, namun tiba-tiba dia menyadari sesuatu.
"Jika bukan dengan Meghan pasti ada hubungannya dengan Edward, karena kalau Meghan tahu sesuatu pasti Edward pun tahu. Apa yang kau sembunyikan Ed?" Chelsea menelan ludahnya susah payah saat pikirannya mulai memikirkan hal-hal yang buruk. Gadis itu mengatur nafasnya berusaha menenangkan diri lalu mengambil segelas air putih dan meminumnya lalu menghela nafas panjang.
Chelsea pun akhirnya memilih pergi terlebih dahulu ke Barney's Beanery hari itu juga untuk memutuskan bahwa dia akan berhenti bekerja. Saat di jalan pulang, Chelsea tiba-tiba di hentikan saat mobil Mercedes-Benz A-Class dengan model bodi hatchback berwarna putih berhenti tepat di depannya.
Sikap Chelsea menjadi lebih waspada karena dia tak mengenali pemilik mobil di hadapannya. Namun saat pengendara mobil itu menunjukan sebuah foto, Chelsea yang akan pergi menghentikan langkahnya dan berpikir sejenak lalu mengangguk mengerti. Orang yang ada dalam mobil itu memberi isyarat agar Chelsea naik ke mobilnya dan Chelsea pun menuruti kemauan orang itu.
Saat di dalam mobil, pengendara itu memperhatikan ketenangan yang Chelsea perlihatkan. Dia mengernyitkan dahinya karena Chelsea seolah tak peduli jika dia mencelakainya. Meskipun dia menunjukkan logo CIA yang menandakan bahwa dia adalah orang dari agensi itu, harusnya Chelsea tak mudah percaya karena yang dia tunjukkan hanya sebuah foto dari handphone yang bisa di dapatkan siapa saja. Orang itu tak lain adalah agen yang mengawasi Chelsea waktu itu.
"Bagaimana kau bisa setenang itu? Apa kau tak takut jika aku mencelakaimu atau bahkan menyergapmu?" Tanyanya pada Chelsea. Chelsea menggeleng pelan lalu menjawab
"Anda orang CIA." Ucapnya pelan. Agen itu menaikkan alis mendengar ucapan dari mulut Chelsea yang terdengar begitu yakin.
"Bagaimana kau bisa begitu yakin? Gambar ini bisa saja di miliki siapa pun karena ini hanya sebuah foto."
"Siapa yang mau menculik seorang gadis dengan membawa mobil berharga ratusan juta, sementara aku hanya gadis biasa. Dan jika benar anda memang berniat menyergapku, anda bisa langsung menyeretku secara paksa karena sepertinya jalan itu sedang sepi dan pasti akan membuang waktu jika seorang penjahat harus berbicara baik-baik, bisa-bisa ketahuan orang jika tak bertindak cepat. Lalu jika aku melihat rute yang anda pasang di GPS itu, rute itu hanyalah sebagai pengecoh. Anda memperbesar tampilan di layar itu seperti terlihat menuju kearah lain padahal jika aku memperkecil tampilan ini, titik akhirnya pasti pulang kembali ke asramaku hanya saja jalannya berbeda." Ucap Chelsea menjelaskan sambil menunjuk GPS yang terpasang di mobil itu.
Agen itu benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan Chelsea, dia memang sengaja mengujinya karena ingin melihat kemampuan Chelsea dalam menganalisa sesuatu berbeda saat dia mengawasi Chelsea, gadis itu hanya menunjukkan insting nya saja.
"Tak salah Myra langsung mensurvei mu saat kau mendaftarkan diri, kemampuanmu sungguh mengejutkan. Perkenalkan namaku Brianna kau bisa memanggilku Ana dan tak usah terlalu formal padaku aku masih berusia 25 tahun." Ucap Ana santai. Chelsea mengangguk mengerti tanpa memperkenalkan namanya karena dia yakin Ana pasti sudah tahu. Lalu sampailah mereka di asrama Chelsea. Merekapun masuk, dan Chelsea menyiapkan beberapa hidangan untuk Ana.
"Ini enak, kau yang memasaknya?" Tanya Ana dan Chelsea hanya mengangguk. Ana pun tak tersinggung karena dia yang mengawasi tentu tahu bahwa Chelsea orang yang jarang bicara.
"Baiklah kau harus bersiap kita akan ke markas CIA terlebih dahulu. Cukup bawa barangmu seperlunya saja." Ucap Ana.
Setelah selesai berkemas, Chelsea meminta sedikit waktunya untuk menulis pesan singkat pada Meghan dari laptopnya yang mana pesan itu akan terkirim otomatis pada waktu dan jam yang di tentukan.
"Kenapa kau mengirimnya untuk besok? Bukankah sebaiknya kau kirim sekarang?" Tanya Ana heran saat mereka sudah di mobil.
"Jika aku mengirimnya sekarang dia akan curiga karena aku pergi tiba-tiba tapi masih bisa mengiriminya pesan padahal aku terburu-buru. Berbeda jika pesan ini terkirim besok maka Meghan akan terus menelponku dan juga mengirimkanku beberapa pesan sehingga dia berpikir bahwa aku benar-benar sibuk dan terburu-buru pergi lalu lupa tak mengirimkan pesan padanya. CIA berpesan padaku agar tak memberi tahu siapapun." Ucap Chelsea dan Ana hanya mengerucutkan bibirnya.
"Kau memikirkan hal sedetail ini." Ucap Ana kagum. Merekapun akhirnya pergi meninggalkan California Los Angeles menuju ke Langley Virginia yang memakan waktu sekitar ±38 jam untuk menempuh jarak 2.662,8 mi jika tanpa beristirahat dan tanpa padatnya lalu lintas.
Beberapa kali mereka singgah di reast area dan menginap di hotel saat malam lalu melanjutkan perjalanan sambil bergantian mengendarai mobil. Meskipun Chelsea tak punya mobil, tapi karena dari dulu dia sering belajar pada Meghan maka iapun bisa mengendarai kendaraan beroda empat itu tanpa kesulitan.
Mereka tiba di Virginia pukul 09.00 malam. Ana pun mengajak Chelsea untuk singgah terlebih dahulu di apartemen nya karena mereka merasa lelah sesudah perjalanan yang cukup jauh.