NovelToon NovelToon
The Legend Of Hu Jin

The Legend Of Hu Jin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Wuxia / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Terbuang saat bayi dan nyaris tewas di Hutan Terlarang, Hu Jin tumbuh tanpa mengetahui identitas aslinya sebagai Putra Mahkota Kerajaan Timur.

​Ditolak oleh dunia dan diasuh oleh Dewi Es dari Sekte Teratai, Hu Jin bangkit membuktikan dirinya melalui Tulang Kaisar Langit—bakat mitologi yang mengguncang semesta. Namun, alih-alih menjadi alat politik sekte, ia memilih pergi menantang alam liar demi membebaskan gurunya dan merebut kembali takdir yang dirampas!

​Mampukah pangeran yang terbuang ini menaklukkan benua dan kembali sebagai Dewa Pedang Es Kuno?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konflik di Lembah Angin Puyuh

​Kabut tipis membungkus gerbang Kota Seribu Pedang di pagi hari. Angin dingin berembus lembut, menerbangkan helai-helai rambut Qian Renxue.

​Di batas jalan, Qian Renxue membetulkan jubah putihnya. Transmisi pesan spiritual dari Sekte Teratai baru saja ia terima—para tetua senior mendesaknya segera kembali karena rapat darurat aliansi Tiga Sekte akan segera dimulai.

​"Hu Jin," panggil Qian Renxue. Matanya menatap sang murid dengan binar cemas sekaligus berat hati. "Aku harus kembali ke Puncak Es hari ini. Perjalananmu ke arah timur sepenuhnya tergantung padamu."

​Hu Jin tersenyum tenang. Ia menggenggam hulu pedang hitam di punggungnya, lalu membungkuk hormat.

​"Jangan cemas, Guru. Seperti yang kubilang, aku bukan lagi bocah sepuluh tahun yang dulu menangis karena dingin," goda Hu Jin. "Jaga dirimu di sekte. Jangan biarkan tua-tua bangkai itu menekanmu."

​Qian Renxue mendengus pelan mendengar ucapan nakal muridnya, meski bibirnya mengukir senyum tipis. Dari balik lengan baju, ia melemparkan botol giok berisi ramuan pemurni meridian tingkat tinggi.

​"Gunakan ini jika terdesak. Jangan mati sebelum membuktikan janjimu," bisik Qian Renxue halus. Tanpa menunggu balasan, ia melompat ke udara, meluncur anggun menembus awan bagai dewi es.

​Hu Jin menatap bayangan gurunya hingga menghilang di langit biru. Dengan napas panjang dan tekad membara, ia berbalik menuju tujuan berikutnya: Lembah Angin Puyuh.

​Lembah Angin Puyuh adalah salah satu wilayah paling berbahaya di perbatasan timur. Dikelilingi jurang terjal dan terpaan angin puyuh yang sanggup menyayat kulit, tempat ini terkenal sebagai rumah bagi tanaman obat langka—termasuk Rumput Jiwa Es, bahan utama yang dibutuhkan Hu Jin untuk melompati batasan menuju puncak Pembentukan Qi.

​Setelah tiga hari berjalan menembus medan berbatu yang ganas, Hu Jin akhirnya menjejakkan kaki di dasar lembah.

​Pemuda tiga belas tahun itu mengenakan penyamaran sederhana: jubah pengembara abu-abu dan topi jerami yang miring. Di sekitarnya, raungan angin bertiup kencang memotong bebatuan. Namun dengan mengalirkan aura dingin Seni Pedang Sembilan Es Kuno, terpaan angin puyuh terbias dari tubuhnya dengan mudah.

​SZZZT

​Mata hitam Hu Jin berbinar tajam saat menatap celah batu di bawah tebing. Di sana, memancar cahaya biru lembut dari tiga helai Rumput Jiwa Es berumur seratus tahun yang tumbuh subur!

​"Keberuntungan yang bagus," gumam Hu Jin, melangkah mendekati tanaman obat tersebut.

​Namun, tepat saat jemarinya hendak memetik—

​SRING

​Tebasan energi pedang berwarna perak meluncur deras dari atas tebing, menghantam tanah tepat satu jengkal di depan kaki Hu Jin! Ledakan angin menghempaskan batu-batu kecil di sekitarnya.

​"Bocah gembel! Singkirkan tangan kotormu dari tanaman obat milik Sekte Pedang Langit!"

​Teriakan lantang bergelombang Qi bergema. Dari atas tebing, melompat turun tiga pemuda bertubuh tegap dengan jubah mewah berwarna biru-putih. Di dada jubah mereka terukir bordiran emas berbentuk Pedang Menembus Awan—lambang kebesaran Sekte Pedang Langit, sekte nomor satu di Benua Timur!

​Pemuda di tengah—murid berusia tujuh belas tahun berwajah congkak dengan pedang berukir giok—menatap Hu Jin dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan menghina.

​"Seorang pengembara liar tingkat Pembentukan Qi Menengah berani mengambil barang yang diincar rombongan kami?" cemooh murid pimpinan tersebut. "Aku adalah Lu Feng, murid dalam dari Sekte Pedang Langit! Cepat berlutut dan serahkan tempat ini kalau masih sayang nyawa!"

​Dua murid di sampingnya tertawa mengejek, mengepung Hu Jin dari kiri dan kanan. Bagi mereka, nama besar Sekte Pedang Langit adalah hukum mutlak di Benua Timur. Tak ada kultivator independen yang berani membantah.

​Hu Jin berdiri perlahan, membenahi letak topi jeraminya tanpa riak ketakutan. Ia menatap ketiga murid itu dengan pandangan datar.

​"Sekte Pedang Langit?" gumam Hu Jin pelan. "Aku yang menemukan tanaman ini lebih dulu. Sejak kapan wilayah liar ini jadi milik sekte kalian?"

​"Lancang!" bentak salah satu murid. "Di Benua Timur, apa pun yang diinginkan Sekte Pedang Langit adalah milik kami! Kau cuma serangga tanpa latar belakang, beraninya mempertanyakan hak kami?!"

​Lu Feng tersenyum dingin, mengayunkan pedang gioknya. "Jangan buang waktu dengannya. Patahkan kedua tangannya dan lempar dia keluar dari lembah ini!"

​WUUUUUSH

​Dua murid Sekte Pedang Langit menerjang bersamaan! Pedang mereka memancarkan aliran Qi elemen angin yang tajam dan cepat, menyasar bahu dan kaki Hu Jin.

​Namun di mata Hu Jin yang ditempa keanggunan dan kecepatan Qian Renxue, serangan mereka terasa teramat lambat dan penuh celah.

​Hu Jin tidak menarik pedang hitam di punggungnya. Ia hanya melangkah setengah jinjit ke belakang.

​SRET SRET

​Dua sabetan musuh hanya menyambar angin kosong. Sebelum mereka sempat menyadari kegagalan serangan itu, Hu Jin mengalirkan aura dingin Tulang Kaisar ke dua jarinya.

​TAK TAK

​Hu Jin mengetuk titik meridian di dada kedua murid tersebut menggunakan sentilan jari dilapisi es tebal.

​"Agh!"

​Kedua murid Sekte Pedang Langit membelalakkan mata, merasakan aliran Qi di tubuh mereka mendadak membeku. Tubuh mereka kaku bagai patung es, terhempas ke tanah tak sanggup bergerak.

​Lu Feng yang menyaksikan dua rekannya dilumpuhkan dalam satu detik tersentak kaget! Wajah congkaknya mendadak pucat.

​"K-kau... teknik apa itu?! Kau bukan pengembara biasa!" teriak Lu Feng panik, mengerahkan seluruh aura Pembentukan Qi Puncak miliknya. "Terima ini! Seni Pedang Membelah Angin!"

​Lu Feng melompat tinggi, meluncurkan belasan tebasan energi angin berbentuk sabit tajam yang membakar udara menuju Hu Jin.

​Hu Jin menghela napas pelan. Meskipun mereka arogan, aku tidak boleh membunuh mereka secara serampangan. Guruku dan nenek di desa berpesan agar tidak menjadi pembunuh berdarah dingin tanpa alasan.

​SRING

​Untuk pertama kalinya, Hu Jin menarik sedikit bilah Pedang Hitam Kuno dari sarungnya. Kilatan cahaya biru-emas meluncur bagaikan naga es menembus badai!

​BUMMM

​Seluruh tebasan angin milik Lu Feng hancur berkeping-keping menjadi debu di udara! Gelombang tekanan es dari pedang Hu Jin terus meluncur, menghantam dada Lu Feng hingga pemuda arogan itu terhempas keras meremukkan dinding batu tebing.

​BRAK

​Lu Feng muntah darah, pedang gioknya terlepas dan patah menjadi dua. Ia menatap Hu Jin yang melangkah mendekatinya dengan mata dipenuhi teror. Kecepatan, kekuatan, dan dominasi pemuda bertopi jerami ini berada di tingkat yang sama sekali tidak masuk akal!

​Hu Jin berdiri di hadapan Lu Feng yang gemetar, menatapnya dari balik bayang-bayang topi jerami.

​"Simpan keangkuhan sektemu untuk musuh yang sepadan," ucap Hu Jin tenang namun dingin menusuk jiwa. "Bawa dua temanmu dan pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran."

​Tanpa berani mengucap sepatah kata pun, Lu Feng merangkak bangun, mengangkat dua temannya yang kaku membeku, lalu melarikan diri dari Lembah Angin Puyuh secepat yang ia bisa seperti anjing ketakutan.

​Hu Jin memasukkan kembali pedang hitamnya ke sarung dengan ketukan halus. Ia berbalik, memetik tiga helai Rumput Jiwa Es dengan hati-hati lalu menyimpannya ke dalam botol giok.

​Dengan bahan obat berharga ini di tangannya, Hu Jin melangkah menuju kedalaman gua lembah untuk memulai kultivasi tertutupnya—bersiap menembus batas menuju Ranah Pembentukan Qi Puncak (Peak Qi Foundation)!

1
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!