Namaku Iqbal Alviansyah. Aku seorang Pria dewasa berusia 34 tahun saat ini. Profesiku seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Namun sesekali Aku membantu Papih di perusahaan manufactur milik keluargaku. Perawakanku memiliki wajah yang tampan, kulit putih dan tubuh yang tinggi.
Berawal dari sebuah aplikasi chatting yang booming pada tahun 2010. Saat itu usiaku baru 24 tahun. Dari sana Aku mengenal sosok wanita Cantik, dewasa dan keibuan bernama Lulu Wulansari.
Kami saling jatuh cinta bahkan Kami menikah. Namun perjalanan cinta Kami menuju komitmen pernikahan di penuhi Air mata, Amarah dan kekecewaan. Namun hal itu yang membuat pernikahan Kami kokoh hingga sekarang.
Penasaran dengan kisah Kami?
Baca terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana4444, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Terasa Canggung
Happy Reading All...
Lampu di depan pintu ruang operasi nya itu berubah jadi warna hijau. 3 jam sudah mereka menunggu tanpa kepastian. Seorang Dokter yg msh mengenakan pakaian warna hijau nya keluar dr ruang operasi itu
"Bagaimana keadaan Bapak Saya Dok ?..." Lulu bertanya dg tidak sabar nya
"Alhamdulillaah... Berkat Do'a dan harapan dari Keluarga nya,operasi berjalan lancar. Sekarang pasien akan segera di pindahkan ke ruang perawatan. Tp pasien blm bisa di kunjungi saat ini. Karena untuk menjaga ruangan tetap steril sampai 3 jam kedepan" Ucap Dokter Aryasatya
"Alhamdulillaah Ya Allaah..." Ucap ketiga nya kompak.
Bu Laras dan Lulu langsung melakukan gerakan sujud di lantai sebagai ungkapan rasa syukur mereka pada Allaah.
Lulu dan Ibu nya berpelukan dg perasaan bahagia. Lulu melirik jam di ponsel nya yg menunjukan angka 11.10. Dia teringat Putra Putri nya yg ada di sekolah.
"Anak2 sebentar lg pulang sekolah"
"Biar Aku yg menjemput mereka" Ucap Mario
"Makasih ya Rio"
"Gpp Lu,mereka jg kan anak2 ku" Ujar Mario sambil tersenyum tulus "Tp nanti anak2 Aku antar kemana ?..." Tanya Mario
Lulu dan Bu Laras saling berpandangan.
"Nak,Kamu ikut saja dg Nak Mario. Jemput anak2 sekalian pulang ke rumah. Kamu udh dari semalam di sini. Kamu Harus istirahat Nak. Biar Ibu yg jaga Bapak. Baru besok Kamu ke sini lg" Ujar Bu Laras
"Tp Bu... Lulu msh mau di sini nemenin Ibu dan Bapak"
"Ibu bener Lu. Kamu harus istirahat dulu. Nanti Kamu sakit" Timpal Mario
Lulu akhir nya mengalah. Akhirnya Dia meninggalkan RS itu bersama Mario mantan suami nya.
***
Sekolah Gina dan Gio itu berdampingan. Sangat memudahkan Lulu maupun Pak Rahman untuk menjemput mereka. Meskipun bukan sekolah yg bonafit,namun sekolah itu cukup baik dan nyaman untuk Gio dan Gina.
Lulu duduk di sebelah kiri Mario dalam mobil. Suasana terasa hening karena tidak satupun dari mereka yg memulai bicara. Mario sebenar nya ingin bercakap cakap namun tak juga mulut nya mengeluarkan kata2 nya.
Lulu mengeluarkan ponsel nya. Tampak ada notif sms dari Iqbal
~Sayang... Tadi Kamu gk ikut sarapan. Inget ya... Jangan sampe gk makan. Aku gk mau Kamu sakit~
Lulu tersenyum lembut dan hangat dg perhatian Iqbal. Ingatan nya melayang ke waktu dari tengah malam sampe pagi tadi. Tingkah Iqbal yg Absurd itu benar2 menghangatkan hati nya.
Mario mengerutkan kening nya melihat Lulu yg senyum2 sendiri. Pancaran wajah nya penuh kebahagiaan.
"Kaya nya Kamu lg bahagia bgt Lu ?..."
Lulu melirik ke arah Mario yg sesekali menoleh ke arah nya karena sedang mengemudi.
"Biasa aja kok Rio. Ini dapet sms dari temen. Orang nya memang konyol bgt. Makanya Aku jadi senyum2 gitu"
"Temen Cwe atau cwo Lu ?..."
Wajah Mario di selimuti kecemasan dan rasa cemburu. Tidak bisa Dia pungkiri kalau Lulu msh ada di hati nya. Dia menyesal mendengarkan ucapan mamah nya. Mamah nya memang tidak pernah Suka pada Lulu hanya karena Lulu yg cuma Lulusan SMA dan bekerja jadi pelayan di cafe di dekat peruaahaan tempat Mario bekerja.
Sedangkan Mario waktu itu sudah menjabat sebagai wakil ketua divisi di tim marketing dg gaji di atas UMR pada umum nya. Bagi mamah nya Mario,bobot bibit bebet itu sangat penting. Meskipun Pak Rahman saat itu bekerja sebagai PNS namun di mata mamah nya Mario tetap saja itu pekerjaan tidak seberapa.
Hanya 5 tahun saja usia pernikahan Mario dan Lulu saat itu. Mario yg tidak bisa tegas menyikapi keadaan membuat Lulu merasa sudah tidak memiliki tempat untuk mengadu dan bersandar. Mamah nya terlalu mencampuri urusan Rumah tangga mereka. Bahkan untuk sekedar urusan uang belanja dapur pun harus dg idzin sang mamah. Akhirnya batas kesabaran Lulu sudah sampai pada ujung nya. Lulu memilih mengalah dari pada Mario harus durhaka pada Ibu yg telah mengandung dan melahirkan nya hanya demi wanita yg baru 5 tahun di nikahi nya.
"Temen C-Cwo" Jawab Lulu ragu2
Keheningan kembali tercipta dalam mobil itu. Hingga mobil itu tiba di depan sekolah anak2 mereka. Gio dan Gina seperti nya blm keluar dari kelas nya. Dan mereka pun harus menunggu sejenak.
"Kamu lg deket sama seseorang Lu ?..." Tanya Mario
"Aku deket dg banyak orang" Jawab Lulu
"Maksud ku deket sama Cwo dalam bentuk hubungan yg serius atau semacam nya"
Lulu menatap Mario sebentar kemudian menggelengkan kepala nya. Tampak kelegaan di wajah Mario. Senyum tipis tersemat di bibir nya.
"Mamaaaaaaaaaa..." Gina berteriak memanggil Lulu sambil berlari.
"Eeh... Eeh... Anak mama sudah selesai belajar nya" Lulu memeluk Gina erat
"Iya mah,Gina udh lebih dulu menyelesaikan mewarnai gambar pesawat terbang nya" Ujar Gina antusias
"Waw... Pinter bgt anak mama. Kak Gio belum keluar ya ?..."
"Itu Kak gio Mah" Sambil menunjuk ke arah Gio yg sedang berjalan.
"Assalamu'alaykum mah" Ucap Gio sambil menyalami Lulu
"Wa alaykumussalam Gio anak nya Mama" Sambil tersenyum Lembut
"Kalian gk mau salam gitu sama Ayah ?..." Mario yg dari tadi diam mulai angkat bicara
Gio dan Gina menoleh ke arah suara. Mereka tampak tidak terlalu antusias melihat Ayah mereka. Gio bergerak mengucap salam dan menyalami Ayah nya. Berbeda dg Gina,Dia memilih bersembunyi di balik kaki Lulu.
Lulu dan Mario bercerai ketika usia Gio 4 tahun dan Gina 2 tahun. Hanya Gio yg memiliki ingatan lebih tentang Ayah nya. Namun Gina yg msh usia 2 tahun,tidak begitu mengingat tentang Ayah nya. Di tambah lg dg Mario yg jarang menemui mereka karena kesibukan kerja. Kalau pun ada waktu luang,Mario habiskan di rumah bersama keluarga baru nya.
Mario maklum dg sikap Gina. Namun Dia berusaha mendekati Gina yg tetap tidak mau di sentuh oleh nya.
Lulu segera menggendong Gina yg menangis sesengukan. Mario begitu sedih dg keadaan itu. Dirinya berjanji mulai hari ini akan sering2 mengunjungi Gio dan Gina. Dia akan menebus segala kesalahan nya pada anak2 nya. Apa lg bila Lulu bersedia kembali lg merajut mahligai Rumah tangga yg sempat kandas bersama nya. Sungguh Mario akan lebih bahagia lg. Mario akan melepas Istri nya yg sekarang bila Lulu bersedia kembali pada nya.
Gio duduk di depan bersama Ayah nya. Sedangka Gina duduk di belakang bersama Lulu. Mobil melaju dg kecepatan 60 KM/jam
jam 13.30 mobil sampai di depan rumah yg tidak begitu besar namun nampak asri dg berbagai tanaman kecil yg di tanam Bu Laras di halaman rumah itu.
Lulu membiarkan Mario masuk ke dalam. Dia membantu mengganti pakaian Gio dan Gina Lalu mereka Sholat dzuhur berjamaah. Lulu menyiapkan makan siang yg tdi di beli nya di warung nasi dekat sekolah anak2 nya.
Suasana Makan siang terasa sepi. Biasa nya Gina yg selalu menghangatkan suasana makan dg celotehan nya. Membuat Mamah,Kakak,Nenek dan Kakek nya Selalu tertawa bahagia. Namun makan siang kali terasa sepi tanpa celotehan Gina. Di tambah ketidak hadiran Bu Laras dan Pak Rahman membuat suasana makin sepi dan canggung.
Setelah makan siang Mario berpamitan pulang. Sedangkan Lulu dan anak2 melanjutkan kegiatan dg tidur siang bersama.
*
*
*
*
*
Terima ksh untuk yg bersedia membaca novel ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Komentar dan vote nya. Klik ikon 💟 dan rate bintang 5 jg ya.
bagus
sukses
semangat
sukses.....semangat
mksh